Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

Christopher Shelton: Selesai Baca Alquran, Saya Menjadi Muslim

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Selasa, 10 Des 2013
  • print Cetak

Setiap harinya, Christopher Shelton mendengar teman-temannya tengah membahas Islam. Satu atau dua temannya memang seorang Muslim.  Itu terjadi ketika Shelton duduk di bangku sekolah.

“Awalnya ada teman saya seorang Muslim bernama Raphael, ia bercerita banyak tentang Islam. Saat itu, saya belum tertarik mendengar bahasan itu,” ucap dia seperti dikutip arabnews.com, Rabu (4/12).

Memasuki kelas sepuluh, Shelton berusaha menutup diri dari bahasan tentang Islam. Namun, tidak mudah baginya untuk menghindar. Beberapa mata pelajaran, Shelton satu kelas dengan Raphael. Di kelas lain, Shelton tak bisa menghindari Leonard.

Khusus Leonard, bahasan diskusi yang dibangun cukup ekstrim yakni menyoal masalah ras. Yang terpikirkan Shelton saat itu, Islam identik dengan kulit hitam. “Yang membuatku sinis dengan Islam adalah ketika ada bahasa tentang perjuangan kulit hitam. Saya saat itu belum tahu seperti apa Islam. Jadi persepsi saya begitu terbatas,” ucapnya.

Seiring perjalanan waktu, persepsi itu mulai berubah. Awalnya ia merasa frustasi dengan doktri agamanya yang penuh kontradiksi. Inilah momentum bagi Shelton untuk mulai terlibat diskusi tentang Islam. Itu berlanjut pada pembelian Alquran. “Selesai membaca, dalam beberapa pekan saya mulai yakin menjadi Muslim. Namun, saya belum mengucapkan syahadat,” kata dia.

Sayang, pemahaman Shelton tentang Islam keluar jalur. Ini terjadi, karena Shelton tak memiliki kesempatan mengunjungi masjid. Tuhan pun punya rencana lain, ia dipertemukan dengan sebuah buku karya Abdullah Yusuf Ali. Ini yang membuka matanya.

“Saya melakukan banyak hal untuk memeluk Islam. Saya mulai belajar banyak dari apa yang saya baca,” ucapnya.

Suatu hari, Shelton menyambangi Islamic Center di Fayetteville. Di sana, ia banyak berdiskusi tentang Islam. Di tempat itu ia mengucapkan syahadat. “Yang membuat saya bahagia, keislaman saya ini mendorong Raphael serius mendalami Islam. Kami tetap berkomunikasi meski kami terpisah jarak,” kata dia.(rmol)

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengolahan Kakao Bagian 1

    Pengolahan Kakao Bagian 1

    • calendar_month Sabtu, 11 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Biji Kakao merupakan salah satu komoditi yang mempunyai peluang besar untuk dikembangkan di Indonesia. Produksi biji kakao secara signifikan terus meningkat, namun mutu yang dihasilkan sangat rendah dan beragam, antara lain disebabkan karena belum difermentasi, belum cukup kering, ukuran biji tidak seragam, kadar kulit tinggi, keasaman tinggi,cita rasa sangat beragam dan tidak konsisten. Hal tersebut […]

  • MERANTAU KE TANAH DELI

    MERANTAU KE TANAH DELI

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Basyral Hamidi Harahap Perjalanan Tuanku Tambusai yang berperang melawan Belanda melintasi pegunungan Bukit Barisan (Mandailing Godang, Angkola, Padang Lawas dan Kota Pinang) kemudian dipandang bagian penting dalam sejarah migrasi orang Mandailing.  Jalur perjalanan itu kemudian dipakai para perantau sebagai jalur pertama ke Sumatera Timur. Gelombang kedua migrasi orang Mandailing dalam jumlah besar terjadi […]

  • Buaya di Sungai Kunkun Sudah Memangsa Manusia, Pemda Harus Tegas

    Buaya di Sungai Kunkun Sudah Memangsa Manusia, Pemda Harus Tegas

    • calendar_month Senin, 28 Mei 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      NATAL (Mandailing Online) – Pemerintah Mandailing Natal dan pihak keamanan diminta segera melakukan langkah-langkah penting dalam upaya mengamankan warga dari serangan buaya di Sungai Kunkun. Peristiwa serangan buaya terhadap Desimawati Halawa, warga Dusun Bulung Gadung, Desa Sundutan Tigo, Kecamatan Natal, Minggu (27/5) sore sangat memprihatinkan. Korban meninggal dunia akibat serangan buaya di sungai itu. […]

  • Tinjau ulang Izin IPK & Prinsip AN

    Tinjau ulang Izin IPK & Prinsip AN

    • calendar_month Kamis, 9 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) diminta agar meninjau kembali atas izin IPK dan izin perinsip atas nama AN yang berlokasi di Kecamatan Ranto Baek. Karena ini, diduga penyebab terjadinya banjir bandang yang melanda 4 desa di kecamatan baru-baru ini. “Kita minta kepada Pj.Bupati Madina Aspan Sopian agar meninjau kembali izin IPK dan izin […]

  • Pesilat Madina Raih Juara Umum 2 Porwilsu

    Pesilat Madina Raih Juara Umum 2 Porwilsu

    • calendar_month Kamis, 26 Jun 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pesilat dari Mandailing Natal (Madina) berhasil menyabet juara Umum II pada Porwil Wilayah IV IPSI Sumut di Lubuk Pakam, setingkat dibawah para pesilat Kota Sibolga. “Dari semua kelas yang dipertandingkan, kita meraih 7 emas, 5 perak dan 2 perunggu, sehingga berdasarkan hasil ini memposisikan Madina di peringkat Juara Umum 2,” ungkap […]

  • Atika di Kesulitan Jangkau Zona Banjir

    Atika di Kesulitan Jangkau Zona Banjir

    • calendar_month Rabu, 22 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kawasan Pantai Barat merupakan zona terparah hantaman banjir di Mandailing Natal (Madina). Bahkan hari Senin (20/12/2021) atau dua hari setelah banjir melanda masih banyak desa di kawasan ini belum terjangkau tim pemerintah menyebabkan penanganan terkendala. Itu pula akhirnya Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution harus melewati jalur Batang Toru-Natal untuk bisa mencapai dua kecamatan […]

expand_less