Rabu, 23 Sep 2026
light_mode

Pemda Main-main Urus Seleksi CPNS

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Senin, 6 Jan 2014
  • print Cetak

JAKARTA – Kewenangan proses seleksi CPNS 2013 yang ditangani pemerintah pusat membuat sebagian besar pemerintah daerah (pemda) kecewa. Kekecewaan ini dilampiaskan dengan caranya sendiri, yakni tidak serius memproses lanjutan tahapan seleksi, yakni penetapan, pengumuman, dan pengusulan pemberkasan Nomor Induk Pegawai (NIP) bagi peserta yang lulus CPNS.

Demikian disampaikan Koordinator Sentra Advokasi untuk Pendidikan Rakyat (Sahdar), Alan Darmawan, kepada JPNN kemarin (5/1). Sahdar merupakan salah satu dari 12 konsorsium LSM yang secara resmi digandeng Panselnas CPNS 2013 untuk memantau proses seleksi.

“Pusat dianggap merampas kewenangan daerah. Dampaknya, daerah main-main, tidak serius, karena sakit hati,” ujar Alan kemarin.

Pimpinan LSM yang berkantor di Jalan Bilal,  Medan, Sumut, itu mengatakan hal tersebut berdasar hasil evaluasinya ketika melakukan pemantauan. Dia cerita, pelaksanaan seleksi CPNS di Pemprov Sumut misalnya, juga cenderung tertutup, tidak mau diawasi. Panitia lokal, lanjutnya, menolak kehadiran LSM Sahdar yang sudah mendapat mandat untuk melakukan pengawasan dari Panselnas.

“Kita datang, ditanya “mau tanya apa?”. Tampak sekali ada konflik pusat dengan daerah. Kalau instansi pusat cenderung terbuka, seperti Kemenkum-HAM yang pelaksanaan tesnya juga kita awasi,” beber Alan.

Berkali-kali Alan mengatakan, sebagian besar pemda tidak suka dengan mekanisme seleksi CPNS 2013, dimana pemda hanya diberi kewenangan menetapkan dan mengumumkan hasil seleksi, yang harus berpatokan pada hasil yang sudah dibuat Panselnas.

“Masalah ini harus segera dicarikan solusinya agar ke depan bisa lebih baik lagi,” urainya.

Sementara, terkait pengaduan yang masuk dari peserta, Alan menyebutkan, masalah yang diadukan bervariasi. Dari masalah teknis pendaftaran online, hingga pengumuman hasil tes CPNS dari honorer kategori dua (K2) yang diulur-ulur. Sulitnya mengakses data pengumuman di website-website resmi yang ditunjuk Panselnas, juga banyak dikeluhkan peserta.

Saat pendaftaran online, ambil contoh di Kemenkum-HAM, satu peserta bisa mendaftar tiga hingga empat kali. Hal ini, lanjut Alan, karena saat menginput data, peserta tidak yakin apakah datanya itu sudah masuk atau belum. “Sehingga diulang-ulang. Ini kelihatan sekali, jumlah pendaftar di Kemenkum-HAM itu sekitar 12 ribu, tapi yang menyerahkan berkas hanya 4 ribuan,” kata Alan.

Yang juga banyak diadukan peserta adalah pengumuman yang tidak disertai nilai sehingga tidak bisa diketahui rankingnya. “Intinya, peserta itu siap untuk tidak lulus tapi harus transparan, nilai harus dicantumkan,” imbuhnya.

Bagaimana soal percaloan? Alan mengatakan, pihaknya belum menerima pengaduan soal percaloan. Hal ini, lanjutnya, juga dibahas secara khusus oleh konsorsium LSM pemantau. Ada dugaan, pengaduan percaloan baru akan muncul setelah pengumuman kelar.

“Karena kami yakin, percaloan tetap ada. Masalahnya, bagi yang lulus, dia akan diam saja. Juga, bagi yang tidak lulus tapi uangnya dikembalikan oleh calo, dia juga akan diam saja,” pungkasnya. (jpnn)

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • RUU Pemekaran Segera Dibahas Lagi

    RUU Pemekaran Segera Dibahas Lagi

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      JAKARTA – DPR akan kembali membahas nasib lima Rancangan Undang-undang (RUU) pembentukan daerah otonom baru dalam masa sidang dewan saat ini. Ketua Komisi II DPR Rambe Kamarulzaman meyakinkan bahwa pihaknya akan memperjuangkan aspirasi pemekaran. Hanya saja, Rambe tidak berani memastikan seluruh RUU pemekaran yang sudah ada bisa disahkan menjadi UU dalam waktu dekat. Alasannya, […]

  • Ketua GP Ansor Puji Sikap Taat Hukum Ketua KPU Madina

    Ketua GP Ansor Puji Sikap Taat Hukum Ketua KPU Madina

    • calendar_month Jumat, 7 Feb 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Langkah Ketua KPU Madina Agussalam Nasution yang melaporkan hadiah uang dan barang di pesta pernikahannya ke KPK mendapat pujian dari Gerakan Pemuda Ansor. Ketua GP Ansor Mandailing Natal (Madina) Ahmad Rijal Lubis mengapresiasi dan merasa bangga, sebab sangat jarang petugas penyelenggara negara begitu juga pemerintah pemerintah yang “ogah” melakukan tindakan itu, […]

  • Keyakinan Masyarakat Turun Terhadap Ekonomi RI

    Keyakinan Masyarakat Turun Terhadap Ekonomi RI

    • calendar_month Jumat, 8 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Bank Indonesia (BI) mencatat keyakinan konsumen menurun terhadap kondisi ekonomi Indonesia. Indeks Keyakinan Konsumen pada Maret 2022 sebesar 111,0. Angka itu menurun dari bulan sebelumnya yakni 113,1 pada Februari 2022. Meski demikian, menurut BI kondisi itu tetap terjaga karena masih berada pada area optimis (indeks > 100). Menurut BI, keyakinan itu […]

  • Petani di Gunung Tua Merasa Ditipu Pemkab Madina

    Petani di Gunung Tua Merasa Ditipu Pemkab Madina

    • calendar_month Selasa, 7 Feb 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Onlie) – Petani di beberapa desa kawasan Gunung Tua Raya Kecamatan Panyabungan merasa ditipu oleh Pemkab Madina. Pasalnya bibit padi yang disalurkan kepada petani dicurigai sebagai bibit kadaluarsa. Sejumlah petani di Gunug Tua kepada Mandailing Online, Selasa (7/2/2017) mengungkapkan bahwa tanaman padi varietas Mekongga yang dibagikan Pemkab  Madina beberapa bulan lalu ternyata hasil […]

  • “Naik Darah Tinggiku Ngurus Kartu Keluarga di Pemkab Madina Ini”

    “Naik Darah Tinggiku Ngurus Kartu Keluarga di Pemkab Madina Ini”

    • calendar_month Senin, 15 Agt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    “Katanya bupati sekarang berjanji pelayanan ngurus KTP sama Kartu Keluarga mudah untuk rakyat Madina. Apanya yang mudah. Susahnya bikin darah tinggi saya naik,” kata Sarimuddin, warga Desa Gunung Tua Lumban Pasir, Kecamatan panyabungan, Sabtu (13/8) lalu di warung tak jauh dari Dinas Dukcapilsosnakertrans Madina. Betapa tidak naik pitam, sejak hari Rabu (10/8/2016) dia mengurus Kartu […]

  • Aparat hukum gampang dibeli?

    Aparat hukum gampang dibeli?

    • calendar_month Kamis, 9 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Kasus plesiran terdakwa kasus mafia hukum, Gayus Halomoan Tambunan ke Bali, merupakan sebuah aib bagi institusi kepolisian yang tak akan terlupakan. Pasalnya Gayus sedang menjalani masa penahanan di Markas Komando (Mako) Brimob Kelapa Dua, Depok, lokasi yang mendapatkan pengawalan super ketat dari kepolisian. Namun karena pundi-pundi rupiah yang dimilikinya, Gayus berhasil ‘membeli’ beberapa […]

expand_less