Jumat, 30 Okt 2026
light_mode

Pengajuan PK Karena Ada Kehilafan Hakim

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 17 Feb 2014
  • print Cetak

Tim kuasa hukum Ali Makmur Nasution secara resmi pada tanggal 10 Pebruari 2014 telah mendaftarkan permohonan Pengajuan Kembali (PK) ke Pengadilan Negeri Mandailing Natal.

Lantas bagaimana proses PK ini? Apa saja alasan-alasan hukum yang diajukan tim kuasa hukum? Serta bagaimana gambaran peluang keadilan bagi Ali Makmur Nasution? Berikut ini petikan wawancara Dahlan Batubara dari surat kabar Mandailing Pos dengan Erpi Juni Samudra,SH.MH salah satu tim kuasa hukum Ali Makmur Nasution.

Kabarnya masih ada upaya hukum bagi Ali Makmur, benarkah?

Benar, setelah klien kita saudara Ali Makmur mentaati aturan hukum dengan memenuhi panggilan kejaksaan dan telah diserahkan ke Lapas Sipapaga dan dia akan menjalani hukuman 2 tahun. Setelah dia di dalam, ada upaya hukum yang harus kita laksanakan yaitu Peninjauan Kembali (PK).

Tentunya ini langkah terakhir?

PK ini adalah upaya hukum luar biasa dan upaya hukum terakhir. Di PK ini kita berharap bisa membebaskan Ali Makmur dari hukuman penjara yang 2 tahun.

Begitu, tentu ada alasan-alasan hukumnya?

Alasannya singkat, bahwasanya dalam perkara yang sama dan dalam orang yang sama serta dalam tingkatan yang sama, berbeda putusannya. Makanya kita melihat ada kehilafan hakim dan salah penerapan hukum. Itulah alasan kita untuk melaksanakan Peninjauan Kembali.

Kapan pengajuan PK?

Pada tanggal 10 Pebruari 2014 kita telah mendaftarkan permohonan PK ke Pengadilan Negeri Mandailing Natal dan telah dibuat dalam akta permohonan Peninjauan Kembali Nomor 01/Akta.Pid/2014/PN.Mdl tertanggal 10 Pebruari 2014 yang isinya terpidana Ali Makmur Nasution dan didampingi penasehat hukumnya Erpi Juni Samudra,SH.MH telah menyatakan dan menandatangani akta Peninjauan Kembali pada Pengadilan Negeri Mandailing Natal.

Begitu, sudah ada kira-kira jadwal sidang pertama?

Rencananya akan disidangkan pada hari Kamis 20 Pebruari 2014.

Bagaimana prosesnya lebih lanjut?

Setelah dilaksanakan persidangan di Pengadilan Negeri Mandailing Natal maka berkasnya akan dikirim kepada majelis hakim PK pada Mahkamah Agung RI. Dan di Mahkamah Agung nanti kita juga akan memperjuangkan keadilan untuk membebaskan Ali Makmur dari hukuman penjara yang dikeluarkan oleh Mahkamah Agung.

Berapa lama kemungkinannya proses sidang PK ini?

Untuk Pengadilan Negeri Mandailing Natal itu paling lama memakan waktu satu bulan. Kenapa? Karena sidangnya nanti cukup singkat, sidangnya akan dihadiri oleh terpidana, dihadiri jaksa dan majelis hakim. Bisa juga mungkin satu kali persidangan atau dua kali persidangan, habis itu majelis hakim akan mengeluarkan pendapat bukan mengeluarkan putusan.

Biasanya hakim mengeluarkan putusan atas suatu perkara, tetapi untuk Peninjauan Kembali hakim mengeluarkan pendapat. Pendapat hakim itu lah semuanya serta berkasnya dikirim ke Mahkamah Agung untuk diperiksa oleh majelis hakim Peninjauan Kembali.

Tidak lagi ke Pengadilan Tinggi ya?

Tidak melalui PN Medan, tetapi langsung dari Pengadilan Negeri Mandailing Natal ke Mahkamah Agung, dan majelis hakim Peninjauan Kembali akan menyidangkan perkara ini.

Di Mahkamah Agung bagaimana pula prosesnya?

Untuk PK biasanya tidak ditentukan jangka waktunya, tergantung majelis hakim atau kepaniteraan Mahkamah Agung. Ada saatnya PK itu cepat keluarnya, ada saatnya lama, tetapi pada hakikatnya kasus-kasus yang menjadi sorotan publik dan karna ini sudah jadi sorotan publik akan secepatnya diputus oleh Mahkamah Agung.

Kita kembali ke alasan PK ini dilakukan, bisa didetailakan?

Ada beberapa alasan kenapa kita melakukan PK atas kasus ini. Pertama, ada novum baru. Salah satu syarat untuk mengajukan PK adalah ada bukti baru atau disebut novum.

Jadi bukti baru ini adalah beberapa putusan. Ada putusan Mahkamah Agung di dalam tingkat yang sama, perkara yang sama, orang yang sama itu putusannya beda.

Boleh dicontohkan?

Contohnya, antara ketua dan sekretaris Hanura pada saat itu, Ali Makmur adalah sekretaris waktu itu, putusannya telah keluar beliau dihukum oleh Mahkamah Agung selama 2 tahun, di pengadilan tinggi sebelumnya mereka bebas, di Pengadilan Negeri Mandailing Natal mereka dihukum 1,6 tahun. Akan tetapi pada ketuanya (putusannya belum keluar) tetapi ada di website Mahkamah Agung kabarnya ketuanya bebas. Jadi inilah salah satu bukti kita, novum baru, bahwasanya mereka berbeda.

Adakah peluang hukum untuk itu?

Ada aturan hukum menyatakan terhadap orang yang sama, terhadap perbuatan yang sama, terhadap tindakan hukum yang sama apabila terjadi perbedaan putusannya adalah salah satu alasan untuk melaksanakan PK.

Alasan lainnya?

Yang kedua, ada kehilafan hakim. Kehilafan atau kekeliruan majelis hakim Mahkamah Agung menilai perkara ini. Seharusnya menurut pendapat kita secara yuridis terhadap putusan ini karena diputus oleh pengadilan tinggi adalah oslah (putusan bebas) seharusnya Mahkamah Agung juga memutus ini bebas.

Karena di perkara lain, terhadap orang lain di perkara yang sama, dimana putusan pengadilan tinggi bebas dan lantas di Mahkamah Agung dikuatkan lagi makanya dia bebas.

Tetapi dalam perkara Ali Makmur, di putusan pengadilan tinggi dia bebas tetapi di mahkamah Agung tidak bebas. Inilah yang harus kita luruskan agar terdapat rasa keadilan. Karena ini tidak tercapai rasa keadilan. Kepastian hukum memang terjawab, tetapi rasa keadilan belum terjawab.

Nantinya tim penasehat hukumnya apakah Pak Erpi saja atau ada kolega?

Ini sesuai dengan surat kuasa yang ada sama kita, pembela dari Ali Makmur ini adalah tim. Yang kita pakai adalah kantor ibu DR Elsa Syarif,SH.MH di Jakarta.
Jadi, satu-satunya yang ikut dari Tapsel-Madina adalah saya sendiri yang dipercayakan.

Tetapi harapan kita beliau bisa hadir pada sidang pertama ini karena masyarakat Madina ingin melihat beliau secara langsung, dan sesuai dengan pembicaraan kami di Jakarta, beliau memiliki waktu untuk hadir.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dahlan Iskan Turun Tangan Atasi Krisis Listrik di Sumut

    Dahlan Iskan Turun Tangan Atasi Krisis Listrik di Sumut

    • calendar_month Selasa, 24 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    JAKARTA, – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan telah menginstruksikan Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk menanggani krisis pasokan listrik di Sumatera Utara (Sumut) dan sekitarnya. Menurutnya, masalah listrik di Sumut sudah darurat sehingga perlu penanganan yang serius. “Saya sudah perintahkan PLN untuk membuat langkah darurat yang selama ini PLN enggak berani mengambil langkah […]

  • Tingkatkan Kinerja Honorer, Dinas PU-PR Terapkan “No Work No Pay”

    Tingkatkan Kinerja Honorer, Dinas PU-PR Terapkan “No Work No Pay”

    • calendar_month Jumat, 8 Jul 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebagai upaya peningkatan kehadiran dan kinerja pegawai honorer, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) Mandailing Natal (Madina) menerapkan no work no pay. Dalam artian, dinas yang dipimpin Rully Andry ini membayar gaji pegawai sesuai kehadiran sebagaimana tertuang dalam surat bernomor: 600/0362/DPUPR/2022 tanggal 12 Mei 2022. Hal itu disampaikan Kepala Sub […]

  • Tapanuli Tengah Berduka Kembali Dengan Kasus Pencabulan Terhadap Anak Tiri

    Tapanuli Tengah Berduka Kembali Dengan Kasus Pencabulan Terhadap Anak Tiri

    • calendar_month Rabu, 19 Mei 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Siti Khadijah Sihombing, S.Pd Pemerhati Keluarga dan Generasi Muda Saat bulan suci Ramadhan kita dikejutkan kabar yang bertubi-tubi menyiksa diri. Setelah kabar tindak pidana narkoba sekarang kita dikejutkan dengan kasus tindak pidana pencabulan anak. Seorang ayah di Tapanuli Tengah tega memperkosa anak tirinya sendiri sampai hamil. Pelaku berinisial DH (35) tega mencabuli anaknya yang […]

  • Sungai Batang Gadis Hasilkan Listrik 30 MW, Pemkab Madina Harus Lirik

    Sungai Batang Gadis Hasilkan Listrik 30 MW, Pemkab Madina Harus Lirik

    • calendar_month Rabu, 17 Okt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        SIABU (Mandailing Online) – Sungai Batang Gadis di titik Lumpatan Babiat memiliki potensi penghasil listrik puluhan Mega Watt (MW) dengan pola Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Volume arus air di sungai ini sangat besar karena adanya pertemuan dua suangi besar yang menyatu,yakni Sungai Batang Gadis dan Sungai Batang Angkola. Berdasar data Mandailing Online, […]

  • PT SMGP Gelar Sosialisasi Pelestarian Alam

    PT SMGP Gelar Sosialisasi Pelestarian Alam

    • calendar_month Senin, 20 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) yang bergerak di bidang panas bumi menggelar sosialisasi pelestarian alam terhadap masyarakat di 3 kecamatan yakni Kecamatan Panyabungan Selatan, Panyabungan Barat, dan Kecamatan Puncak Sorik Merapi Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Acara tersebut selama tiga hari di Kecamatan Penyabungan sejak Selasa (14/12), dan berakhir di aula Kantor Camat Kecamatan […]

  • MARSIDAO-DAO (episode 36)

    MARSIDAO-DAO (episode 36)

    • calendar_month Senin, 15 Agt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

     Novel Mandailing Nanisuratkon : Dahlan Batubara I ari Kamis i, maradian do alak mangomo. Soni muse Si Siti ngada kehe marsidao-dao. Jaru pe songoni, na kehe do ia tu saba pambaenan ni alai i, paampe aek harana nangkan manajak boti manyabur ma alak parsaba. Nibaen nangkan namanajak i, nangkan manajak do ia tingon ancogot santak […]

expand_less