Selasa, 14 Jul 2026
light_mode

Pemkab Akan Tertibkan Galundung

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 23 Agt 2014
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Madina dalam waktu dekat akan melakukan penertiban tambang rakyat berupa tambang emas tanpa izin dan keberadaan mesin galundung (gelondongan mesin pemecah batu mengandung serbuk emas). Pemkab Madina juga berencana akan melokalisasi tambang rakyat.

Demikian disampaikan Plt Bupati Madina Drs Dahlan Hasan Nasution usai mengikuti rapat paripurna tanggapan umum fraksi DPRD Madina atas usulan 10 Rancangan Peraturan Daerah pada Kamis (21/8) kemarin.

“Ranperada yang diusulkan substansinya termasuk menangani permasalahan tambang rakyat yang marak terjadi di Madina. Seperti kita ketahui tambang emas yang ada di sekitar kawasan hutan lindung.

Kita berkeinginan menertibkan tambang tanpa izin yang sudah ribuan masyarakat terlibat di dalamnya, karena tidak mungkin lagi dilakukan penertiban tanpa ada solusi. Sebab jika kita melarang mereka saat ini, yakinlah parang yang akan dihadapkan sama kita, karena sudah terlanjur banyak yang menggantungkan penghidupan atas hasil tambang itu,” ujar Dahlan Hasan.

Disebutkan Dahlan, kegiatan penambangan emas yang dilakukan masyarakat itu sebenarnya sangat berbahaya bagi lingkungan dan mengancam keselamatan jiwa masyarakat, karena kegiatan itu menggunakan bahan beracun dan berbahaya, disamping itu lokasi galundung juga berada di tengah-tengah pemukiman masyarakat.

“Jika kegiatan penambangan emas seperti itu tetap berlanjut, maka keselamatan masyarakat kita akan terancam, saat ini saja sudah ada beberapa kejadian aneh yang diduga disebabkan penggunaan mercuri pada proses pemecahan batu mengandung biji emas.

Seperti adanya ibu hamil yang melahirkan dan sebagian isi perutnya ikut keluar. Dan kita yakin akan semakin banyak kejadian aneh nantinya bagi ibu hamil dan bayi yang dilahirkan jika mercuri ini secara tidak langsung dikonsumsi masyarakat,” ujarnya.

Rencananya, sambung Dahlan, jika nantinya Ranperda pembentukan perusahaan daerah (BUMD) maka kegiatan tambang rakyat ini akan ditertibkan. Seperti dibuat lokalisasi di wilayah pertambangan rakyat, yang jauh dari pemukiman masyarakat dan tidak merusak ekosistem dan sumber mata air yang ada.

“Kita akan tertibkan tambang rakyat, itulah salah satu keuntungan BUMD nantinya, tambang rakyat ini dilokalisasi dan tidak lagi menggunakan galundung. Jika memungkinkan BUMD nantinya menyediakan alat pemecah batu mengandung biji emas itu berupa mesin yang tidak menggunakan mercuri dan bahan beracun serta ramah lingkungan. Sehingga batu yang diperoleh masyarakat penambang nantinya diolah melalui alat mesin yang dimiliki BUMD, sehingga bisa menghasikan PAD dan menyelamatkan lingkungan dan masyarakat,” tambahnya.

Sumber: Harian Metro Tabagsel
Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Saat Tinjau Lokasi Latihan, TNI dari Korem 023/KS Temukan 1 Hektar Ladang Ganja di Madina 

    Saat Tinjau Lokasi Latihan, TNI dari Korem 023/KS Temukan 1 Hektar Ladang Ganja di Madina 

    • calendar_month Rabu, 13 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ) Prajurit Korem 023/KS dibawah pimpinan Kasi intel Letkol Inf Budy Suradi berhasil menemukan 1 hektare ladang ganja siap panen di Desa Sirangkap Kecamatan Panyabungan Timur Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) Selasa (12/09/2023). Danrem 023/KS Kolonel Inf Lukman Hakim mengatakan penemuan ladang ganja siap panen disaat Prajurit dibawa pimpinan Kasiintel bersama […]

  • Terpesona Ajaran Wudhu, Pria Amerika Ini Akhirnya Memeluk Islam

    Terpesona Ajaran Wudhu, Pria Amerika Ini Akhirnya Memeluk Islam

    • calendar_month Senin, 16 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    Islam sangat menganjurkan kebersihan dan wudhu menjadi contoh nyata praktik kesehatan bagi manusia. Itulah yang membuat takjub seorang warga AS bernama Matthew Braun. Perkara yang seringkali dianggap remeh itu justru membuat pria kelahiran Kota Brodhead, Wisconsin itu jatuh hati pada Islam. Braun memang seorang yang sangat peduli kesehatan. Minat pendidikannya pun pada segala ilmu kesehatan, […]

  • Kapolda Sumut dikritik tajam

    Kapolda Sumut dikritik tajam

    • calendar_month Jumat, 3 Jun 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Belum genap 3 bulan Inspektur Jenderal Wisjnu Amat Sastro menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara, namun sudah mendapat kritikan tajam dari aktivis kemasyarakatan. Bahkan, Wisjnu Amat Sastro disebut sebagai Kapolda terburuk. Salah satu kasus yang dicontohkan, tindakan aparat Ditreskrim Poldasu yang dilaporkan melakukan pengepungan kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan kemarin dengan […]

  • Harga Cabe Merah Turun

    Harga Cabe Merah Turun

    • calendar_month Minggu, 10 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Bentrok Pasokan Siborong-borong dan Petani Lokal PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dalam beberapa hari terakhir harga cabe merah di pasar teradisional di Panyabungan, Mandailing Natal (Madina) menurun tajam. Penurunan harga sekitar 10 ribu rupiah. Ini akibat pasokan sedang banjir dimana produksi cabe meningkat di  sejumlah sentra budidaya cabe di Madina serta pasokna yang melimpah dari […]

  • Polling Mandailing Online, Yusuf-Imron Masih Teratas

    Polling Mandailing Online, Yusuf-Imron Masih Teratas

    • calendar_month Senin, 16 Nov 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Hingga posisi Senin (16/11), polling Pilkada Madina yang diselenggarakan kantor berita Mandailing Online menunjukkan posisi pasangan Yusuf Nasution-Imron Lubis terus mengungguli dua pasangan kandidat lainnya. Pantauan di Mandailing Online, Senin (16/11) pukul 19:51, suara yang diperoleh pasangan Yusuf Nasution-Imron Lubis sebanyak 62 persen atau 285 Vote (suara). Posisi pasangan Dahlan Hasan […]

  • LOBANG MASUK TAMBANG

    LOBANG MASUK TAMBANG

    • calendar_month Jumat, 8 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kayu-kayu terlihat tersusun vertikal membentuk lobang segi empat sebagai penahan tebing tanah, di lokasi tambang emas, Huta Bargot, Mandailing Natal. Dari lobang inilah para korban memasuki titik pengambilan emas di dalam tanah yang tingkat kedalamannya mencapai sekitar 150 meter. Para korban tertimbun reruntuhan ketika melakukan pemahatan batuan emas, Senin malam (4/2) lalu di lobang tambang […]

expand_less