Sabtu, 6 Jun 2026
light_mode

26 Angota DPRD Madina Usulkan Hak Interpelasi Kepada Bupati

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 10 Des 2014
  • print Cetak

 

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebanyak 26 anggota DPRD Mandailing Natal (Madina) dari berbagai fraksi berbeda akhirnya secara resmi mengajukan usul hak interpelasi kepada Bupati Dahlan Hasan Nasution terkait kondisi Kabupaten Madina serta pengelolaan pemerintahan yang dinilai banyak masalah.  

Dokumen usul hak interpelasi ini diterima langsung oleh Wakil Ketua DPRD Madina, Arminsyah Batubara diruang Badan Musyawarah DPRD Madina, Rabu (10/12), dan mereka berharap agar usul interplasi tersebut untuk segera di-paripurnakan.

Dengan bergulirnya usulan hak interpelasi itu mengindikasikan adanya banyak ketidakberesan di dalam tubuh pemerintahan, dan Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution harus bersiap-siap dipanggil DPRD Madina untuk menjawab berbagai persoalan yang timbul di Madina.

Dokumen usulan hak interpelasi bernomor 170/837/DPRD/2014 tertanggal 10 Desember 2014 yang ditandatangani sebanyak 26 anggota dewan itu, terdapat 3 poin terkait persoalan urgen Kabupaten Mandailing Natal yang berdampak pada kehidupan masyarakat dan roda pemerintahan.

Pertama, terkait dengan kekosongan jabatan wakil bupati hinggga kini. Kekosongan jabatan wakil bupati itu berdampak pada lambannya penanganan tugas-tugas pemerintahan dan berpotensi terganggunya layanan public.   

Kekosongan itu dianggap sebagai kelalaian pemerintah yang tak pernah mengusulkan pengisian jabatan wakil bupati setelah sekian lama dahlan hasan ditetapkan sebagaiu bupati defenitif.

Kedua, terkait kisruh investasi eksplorasi pembangkit listrik tenaga panas bumi yang dikelola PT. Sorik Marapi Geothermal Power yang berujung munculnya penolakan oleh masyarakat serta keluarnya keputusan Bupati Madina tentang pencabutan izin perpanjangan tahap II.

Ketiga, terkait kondisi proses pelaksanaan pekerjaan proyek-proyek fisik bersumber APBD Madina yang dinilai banyak yang tak akan selesai hingga penghujung tahun anggaran. Kondisi itu dinilai akibat perencanaan yang kurang baik serta kurang efektif dalam pengalokasian waktu serta terkesan berorientasi kepentingan yang tidak berpihak pada efektifitas dan optimalisasi dari tujuan pembangunan itu sendiri.

Peliput  : Maradotang Pulungan

Editor    : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Libatkan Pengusaha Jasa Kontruksi dan Stakeholder, Dinas PUPR Madina Sosialisasikan KPPU

    Libatkan Pengusaha Jasa Kontruksi dan Stakeholder, Dinas PUPR Madina Sosialisasikan KPPU

    • calendar_month Rabu, 15 Nov 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN, ( Mandailing Online )- dalam rangka mengawasi pelaku usaha dalam menjalankan kegiatan usahanya agar tidak melakukan praktek monopoli dan/atau persaingan usaha tidak sehat, Dinas PUPR Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) laksanakan sosialisasi penyusunan data dan informasi penyelenggarakan pekerjaan kontruksi dan komisi persaingan usaha ( KPPU ) yang berlangsung di Aula Ladang Sari […]

  • PPNI, PMII dan PT SMGP Lakukan Sunatan Massal di 7 Desa

    PPNI, PMII dan PT SMGP Lakukan Sunatan Massal di 7 Desa

    • calendar_month Minggu, 17 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA (Mandailing Online) – DPD PPNI dan PMII Madina kerjasama dengan PT SMGP melakukan kegiatan sunat massal di 7 desa, Minggu (17/4/2022). Dari 7 desa itu, 2 desa berada di Kecamatan Lembah Sorik Marapi. Kegiatannya dipusatkan di Desa Bangun Purba. Kemudian 5 desa di Kecamatan Puncak Sorik Marapi, yang dipusatkan Desa Hutanamale. Dewan Pengurus Daerah […]

  • Ratusan Pengunjung di Lubuk Larangan Aek Pohon

    Ratusan Pengunjung di Lubuk Larangan Aek Pohon

    • calendar_month Minggu, 28 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Manndailing Online) – Lubuk larangan di Sungai Aek Pohon, Pidoli, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina) dibuka untuk halayak umum, Minggu (28/4/2013). Daya tarik lubuk larangan benar-benar selalu memikat sejak dahulu. Ratusan penduduk Madina dari berbagai penjuru kecamatan tumpah ruah di sepanjang aliran sungai dan bergerombol dalam titik-titik lubuk. Mereka membawa jala. Tetapi ada juga yang […]

  • Hutan Mangrove di Sumut Kian Kritis

    Hutan Mangrove di Sumut Kian Kritis

    • calendar_month Jumat, 15 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Hutan mangrove di Sumut kian kritis. Hanya tersisa 50 persen. Pemusnahan hutan mangrove atau hutan bakau terjadi akibat alih fungsi ke perkebunan sawit oleh perusahaan-perusahaan kapitalis dan illegal loging. Berbagai undang-undang (UU) pun dinilai tak mempan menghempang pemusnahan mangrove. UU terkait hutan mangrove yakni UU No 41/1999 tentang Kehutanan, UU No 26/2007 tentang Penataan […]

  • UKS dan Apotik Hidup di SD Negeri 080 Panyabungan

    UKS dan Apotik Hidup di SD Negeri 080 Panyabungan

    • calendar_month Sabtu, 23 Okt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebelum ada pandemi covid-19, keberadaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) sudah menjadi sesuatu yang penting untuk menangani kesehatan siswa. Siswa yang kurang enak badan bisa langsung dibawa ke UKS untuk mendapat penanganan pertama. Keberadaan UKS makin penting dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di masa pandemi covid-19 seperti saat ini. Adanya […]

  • Merasa Hak-hak Dikangkangi, Karyawan PT.RMM Unjukrasa

    Merasa Hak-hak Dikangkangi, Karyawan PT.RMM Unjukrasa

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

      NATAL (Mandailing Online) – Ratusan karyawan dan karyawati melakukan unjukrasa ke kantor distrik PT.RMM (Rimba Mujur Mahkota) Kebun Sikarakara, Kecamatan Natal, Mandailing Natal (Madina), Selasa (14/04). Pengunjukrasa mengaku, sudah sekian lama hak-hak para karyawan dan karyawati yang telah dikangkangi oleh pihak perusahaan sebagaimana diatur pada Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan. Mereka menuntut […]

expand_less