Senin, 21 Sep 2026
light_mode

Energy Geothermal : Energi Masa Depan atau Masalah Besar?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 15 Mei 2015
  • print Cetak

 

Oleh: Muhammad Al-Khotib
Alumni Teknik Pertanian, Universitas Padjadjaran
Sekretaris Umum HMI Cabang Sumedang

 

Konsumsi minyak dunia semakin hari semakin bertambah, ini akibat kebutuhan manusia akan energi yang terus bertambah. Berdasarkan data International Energy Agency (IEA), permintaan minyak dunia tahun 2015 ini jumlahnya meningkat 1,5 persen dari tahun sebelumnya. Padahal kondisi cadangan minyak dunia saat ini berbanding terbalik yakni mengalami penipisan.

Indonesia juga mengalami hal yang sama, saat ini cadangan minyak atau energi fosil Indonesia diperkirakan akan habis kurang 25 tahun lagi. Waktu 25 tahun ini merupakan waktu yang tidak lama karena energi ini akan habis lebih cepat dari waktu yang diperkirakan karena pertumbuhan penduduk dan kebutuhan energi yang terus meningkat dan sifat energi fosil bersifat energi tak terbarukan. Sehingga energi fosil ini akan habis dan dibutuhkan waktu ratusan bahkan ribuan tahun agar terbentuk minyak kembali.

Melihat kondisi tersebut Indonesia harus mencari solusi untuk memenuhi energi nasional yang sifatnya berkelanjutan (sustainable) atau yang sering disebut energi terbarukan.

Energi terbarukan adalah energi yang dapat diperoleh ulang seperti sinar matahari, angin, panas bumi, nuklir dan biofeul, dll. Energi terbarukan ini menjadi perbincangan di berbagai dunia sebagai upaya memenuhi kebutuhan negerinya, yakni panas bumi atau energi geothermal.

Energi panas bumi atau geothermal ini sebenarnya merupakan sumber energi terbarukan yang belum terlalu dikenal oleh masyarakat awam. Padahal potensi panas bumi di Indonesia mencapai 27 Gwe. Keberadaan energi panas bumi ini sangat erat kaitannya dengan posisi Indonesia dalam kerangka tektonik dunia. Posisi strategis ini menempatkankan Indonesia sebagai negara paling kaya dengan energi panas bumi. Sehingga sebagian besar sumber panas bumi di Indonesia tergolong mempunyai temperatur tinggi.

Beberapa negara telah mengembangkan energi goethermal ini, seperti New Zealand, Thailand dan Indonesia. Energi panas bumi di Indonesia masih tersebar di Pulau Jawa seperti Ulubelu, Sarula, Lahendong, Wayang-Windu di Kabupaten Bandung, Kamojang, Drajat di Kabupaten Garut.

 

Apa kendala pengembangannya di Indonesia?

Kajian ilmiah tentang energi geothermal cukup banyak dan komprehensif. Namun kajian ini masih terbatas pada kalangan akademisi, sedangkan kalangan masyarakat bawah masih awam tentang energi geothermal. Ini merupakan suatu kewajaran.

Dari segi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), Indonesia masih sangat rendah dan informasi tentang geothermal masih terbatas. Sehingga pada pengaplikasiannya banyak kendala berupa penolakan yang terjadi di masyarakat, seperti yang terjadi di beberapa daerah, salah satunya di Mandailing Natal, Sumut dan Bali. Penolakan ini sebenarnya disebabkan isu lingkungan seperti berada di kawasan pemukiman, kawasan hutan dan lain sebagainya. Sehingga beberapa menganggap bertentangan dengan peraturan-peraturan yang berlaku. Akibat penolakan tersebut masalah menjadi melebar menjadi konflik sosial seperti yang terjadi di Mandailing Natal.

Sebenarnya semua kegiatan memberikan dampak terhadap lingkungannya.  Namun dampak energi geothermal lebih kecil dibandingkan dampak dari energi tidak terbarukan. Kita ketahui bahwa seluruh sumber energi terbarukan adalah sumber energi ramah lingkungan yang tidak mencemari lingkungan dan tidak memberikan kontribusi terhadap perubahan iklim dan pemanasan global seperti energy fosil, batu baradan lain sebagainya. Ini adalah alasan utama mengapa energi terbarukan sangat terkait dengan masalah lingkungan dan ekologi di mata banyak orang.

Dengan munculnya beberapa masalah di atas, sudah sepantasnya kita menyelesaikan masalah tersebut dengan cara win-win solution. Salah satu yang paling berperan penting adalah peran pemerintah daerah memediasi antara masyarakat dengan perusahaan. Perusahaan menghargai dan menjaga kelestarian dan kearifan lokal masyarakat sekitar. Kemudian upaya meningkatkan sumber daya manusia dengan memberikan pendidikan, baik pendidikan formal maupun pendidikan non-formal dan memberikan informasi-informasi tentang geothermal itu sendiri dengan penyederhanaan bahasa sehingga masyarakat awam menerima dan memahami apa sebenarnya energi geothermal.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ribuan Perangkat Desa Tuntut Jadi PNS

    Ribuan Perangkat Desa Tuntut Jadi PNS

    • calendar_month Senin, 13 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta – Ribuan personil perangkat desa yang tergabung dalam Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) berunjuk rasa di depan Gedung Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri), di Jakarta, Senin, menuntut agar pemerintah mengangkat seluruh perangkat desa menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Ketua Umum PPDI Ubaidi Rosyidi ditengah-tengah aksi unjuk rasa mengatakan perangkat desa menginginkan agar tuntutan ini diakomodasi […]

  • Dibuka Penerimaaan 20 Ribu CPNS Pemerintah Pusat dan 40 Ribu CPNS Pemda

    Dibuka Penerimaaan 20 Ribu CPNS Pemerintah Pusat dan 40 Ribu CPNS Pemda

    • calendar_month Senin, 22 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta, — Pemerintah akan melakukan seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) mulai September mendatang untuk merekrut sekitar 60 ribu pegawai baru. Menteri PAN-RB Azwar Abubakar mengemukakan, dari total 60 ribu CPNS baru itu, sebanyak 20 ribu CPNS direkrut oleh instansi pusat dan 40 ribu CPNS akan direkrut oleh pemerintah daerah. Deputi SDM Aparatur Kementerian […]

  • Kadis PMD: Tidak Ada Instruksi Keharusan Membeli 3 Foto Tokoh Madina

    Kadis PMD: Tidak Ada Instruksi Keharusan Membeli 3 Foto Tokoh Madina

    • calendar_month Sabtu, 4 Jun 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Parlin Lubis menyebutkan tidak ada instruksi kepada camat ataupun kepala desa untuk pembelian 3 foto tokoh Mandailing Natal (Madina) yang belakangan viral di media sosial. “Saya pastikan tidak ada instruksi atau pemaksaan untuk membeli 3 foto itu,” kata Parlin ketika dihubungi Mandailing Online via […]

  • Fakhrizal Efendi Nasution : Naposo Bulung Adalah Pagar Desa

    Fakhrizal Efendi Nasution : Naposo Bulung Adalah Pagar Desa

    • calendar_month Senin, 13 Agt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN UTARA (Mandailing Online) – Anggota DPRD Sumut, H. Fakhrizal Efendi Nasution menyatakan bahwa Naposo Bulung merupakan pagar desa yang sangat potensial dalam pranata sosoal. Itu dikatakan Fakhrizal dalam pidato sambutannya di pelantikan Naposo Nauli Bulung Kelurahan Mompang Jae, Kecamatan Panyabungan Utara, Mandailing Natal, Minggu (12/8/2018). Politisi dari Partai Hanura ini diundang tokoh masyarakat menghadiri […]

  • Delapan Mahasiswa asal Sumut Diwisuda di Universitas Al-Ahgaf Yaman

    Delapan Mahasiswa asal Sumut Diwisuda di Universitas Al-Ahgaf Yaman

    • calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TARIM, YAMAN  (Mandailing Online) – Sebanyak delapan mahasiswa asal Sumatera Utara (Sumut) menyelesaikan S-1 di Universitas Al-Ahgaf, Tarim, Hadramaut, Yaman. Mereka diwisuda di Auditorium Mahsun, tepatnya sekitar 500 meter dari gedung Fakultas Syariah Universitas Al-Ahgaf, Kamis (29/5/2025). Wisuda ini membanggakan Sumatera Utara, Indonesia karena para mahasiswa yang berkuliah di Timur Tengah berhasil menyelesaikan studi jenjang […]

  • Siap Siap, PKL di Panyabungan Akan Ditertibkan

    Siap Siap, PKL di Panyabungan Akan Ditertibkan

    • calendar_month Senin, 19 Jun 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online) Para pedagang kaki lima di Kota Panyabugan dan sejumlah Kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) nampaknya harus siap siap menghadapi penegakan Perda nomor 11 tahun 2017 tentang penataan dan pemberdayaan pedagang kaki lima di Kabupaten Mandailing Natal. Siang tadi Senin (19/6/2023) Rapat terkait penataan dan pemberdayaan pedagang kaki lima ini […]

expand_less