Minggu, 30 Agu 2026
light_mode

FKDT Madina: Dukung Penguatan ‘Sikola Maktab’

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 28 Mei 2015
  • print Cetak

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – FKDT Madina meminta kepada semua pihak dan segenap lapisan masyarakat Madina mendukung upaya penguatan Madrasah Diniyah Takmiliyah (Sikola Maktab).

Salah satunya, dengan mendorong agar setiap anak mengikuti pendidikan diniyah takmiliyah tingkat awaliyah sebelum memasuki jenjang pendidikan SLTP dan sederajat.

Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Najamuddin kepada wartawan, Senin (28/5) mengatakan bahwa peran Madrasah Diniyah Takmilyah Awaliyah (MDTA) tidak hanya strategis dalam mewujudkan Madina yang lebih religus.

"Sikola Maktab atau 'sikola arob' juga berperan vital dalam tahapan dan rantai kegiatan dakwah Islamiyah," lanjutnya menekankan.

Najamuddin menilai, penanaman nilai-nilai kebaikan universal dan dasar-dasar ajaran Islam memang sangat tepat pada usia SD, antara kelas III sampai kelas VI. Pada masa itu, kemampuan fisik dan psikomotorik anak sudah mulai siap menerima asupan pelajaran agama yang kemudian juga menjadi dasar dalam pembentukan akhlaq secara luas.

Dia berharap agar masyarakat Madina memahami kondisi anak di usia SD itu serta mementingkan penanaman nilai dan dasar ajaran Islam.

"Saya yakin, kalau masyarakat memang memahami dimensi psikologis anak itu, semuanya mendukung upaya-upaya penguatan sekolah diniyah takmiliyah awaliyah itu," sambungnya.

Lebih jauh lagi, Najamuddin menguraikan, upaya-upaya penguatan itu bisa dilakukan melalui semua tingkatan, mulai dari diri anak, orang tua, lingkungan rumah, madrasah yang bersangkutan. Kemudian, organisasi guru-guru MDTA, yaitu FKDT di tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi dan pengurus pusat juga mengambil langkah-langkah penguatan.

"Di luar masyarakat itu, pemkab dan Kemenag Madina juga punya peran yang sangat menentukan. Di samping program keagamaan lain tentunya, penguatan madrasah diniyah takmiliyah awaliyah itu sudah mengkristal. Pemerintah bisa mengeluarkan peraturan daerah atau cukup dengan peraturan bupati saja untuk mewajibkan anak-anak usia SD mengikuti pendidikan non-formal MDTA," imbuhnya.

Karena itu, FKDT Madina mengapresiasi langkah-langkah Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal dalam rangka revitalisasi MDTA.

"Saya kira, tujuan hakikinya sama, yaitu agar pendidikan Islam di Madrasah Diniah Takmilyah atau non-formal untuk tingkat awaliyah itu betul-betul menjadi prioritas," tambahnya.

Selain itu, Najamuddin memaparkan, seirama dengan penguatan itu, FKDT Madina juga terus melakukan upaya dan terobosan untuk menguatkan dari sisi tenaga pengajarnya. Selain menjalin silaturrahim sembari saling memotivasi sesama guru-guru, FKDT Madina sejauh ini turut meyakinkan Pemkab Madina untuk menaikkan insentif untuk guru-guru MDTA dan pondok pesantren dari yang selama lebih 10 tahun terakhir ini hanya 100 ribu rupiah menjadi 150 ribu rupiah.

"Atas hal itu, tentu saja kami menyampaikan ungkapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemkab Madina dan DPRD Madina yang sudah menyetujui peningkatan nilai insentif itu," katanya.

Selanjutnya, Najamuddin mangajak segenap tenaga pengajar MDTA di seluruh Madina untuk meningkatkan kinerjanya. Satu hal yang membedakan guru MDTA dengan guru-guru di sekolah formal, yaitu niat dan semangatnya.

"Saya yakin, guru-guru MDTA itu tetap mengakar dengan niat tulus dan semangat tinggi sekalipun keuangan MDTA itu melemah. Tapi, alhamdulillah, masyarakat semakin kuat dan Pemkab Madina makin peduli dan empati. Semoga keadaannya terus membaik. Insentif yang sudah berniali Rp 150 ribu di 2015 ini, masih dapat dinaikkan ke kisaran 300-500 ribu rupiah per bulan," ujarnya.

Najamuddin juga menggambarkan, tanpa MDTA akan muncul generasi penerus yang memiliki pengetahuan, pemahaman dan pengamalan ajaran Islam yang dangkal.

"Bisa kita buktikan, jauh lebih banyak anak-anak yang memilih pendidikan umum. Artinya, sebagian besar anak-anak hanya mendapatkan pendidikan Islam di usia SD melalui MDTA. Bayangkan seperti apa rusaknya akhlaq generasi penerus tanpa MDTA," imbuhnya.

Peliput : Ludfan Nasution
Editor  : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Calon Anggota DPRD Madina Bawa Perempuan Dinikahkan Paksa

    Calon Anggota DPRD Madina Bawa Perempuan Dinikahkan Paksa

    • calendar_month Kamis, 24 Jul 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Sahbana salah seorang Anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal terpilih periode 2014-2019 dari PAN bersama seorang kawannya bernama Sangkot terpaksa dinikahkan secara paksa dengan dua perempuan kencan mereka karena dicurigai berbuat tak senonoh di Desa Hutagodang Muda, Senin (21/7/2014). Kedua perempuan tersebut berinisial LM berstatus gadis dan DL status janda. Keduanya warga […]

  • Pemuda Pancasila : Kapasitas Apa Dr Isa Ansori Lakukan Tes Urin Narkoba?

    Pemuda Pancasila : Kapasitas Apa Dr Isa Ansori Lakukan Tes Urin Narkoba?

    • calendar_month Senin, 10 Feb 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) Pemuda Pancasila (PP) mempertanyakan kapasitas Kepala Puskesmas Sinunukan, Dr Isa Ansori melakukan tes urin narkoba terhadap karyawan PT Sago Nauli. Pertanyaan itu dicuatkan Sekretaris MPC PP Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Al Hasan Nasution di ruang paripurna DPRD Madina, Senin (10/2/2020) saat DPRD Madina menerima ratusan kader PP Madina yang berunjukrasa. Al […]

  • MARSIDAO-DAO (1)

    MARSIDAO-DAO (1)

    • calendar_month Kamis, 18 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Naisuratkon : Dahlan Batubara Mataniari tar geleng tu jae, tai inda pedo megelengtu, tar onok dope so kotu Asyar. Ombus ni angin lumobi gogo mambaen bulung-bulung ni arambir merbas-erbas tu siamun dohot tu siambirang. Eme nagumorsing na i saba na bolak boti mar gadu-gadu tarida songon ombak ni laut tarombus angin maroban muap […]

  • HUT ke-58 Golkar, Bupati Subuh Berjamaah dengan Pengurus Golkar Madina

    HUT ke-58 Golkar, Bupati Subuh Berjamaah dengan Pengurus Golkar Madina

    • calendar_month Minggu, 16 Okt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dalam rangkaian acara perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 Partai Golkar, pengurus DPD Golkar Mandailing Natal (Madina) melaksanakan salat Subuh berjamaah bersama Bupati H. M. Jafar Sukhairi Nasution di Masjid Agung Nur Alan Nur Aek Godang di Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan, Madina, Sumut, Minggu (16/10). Usai salat Subuh berjamaah, Bupati Sukhairi […]

  • Galundung Kian Mencemaskan

    Galundung Kian Mencemaskan

    • calendar_month Kamis, 13 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Unit-unit gelondong batuan emas (galundung dalam bahasa Mandailing-red) kian mengkhawatirkan kerena sudah lama menyebar di pemukiman padat penduduk di Mandailing Natal. Sejauh ini pemerintah daerah terkesan diam membisu. Bahaya mercuri dari limbah gelondongan sangat luar biasa bagi generasi yang akan datang. “Ini dampak negatif dari tambang-tambang liar di Huta Bargot dan […]

  • Mandailing

    Mandailing

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    DALIHAN NA TOLU Hubungan kekerabatan antar individu dalam masyarakat Mandailing tercermin dalam konsep Dalihan Na Tolu. Segala aktivitas sosial budaya indovidu tidak dapat dipisahkan dari ikatan kekerabatan ini. Konsep ini diyakini asli kreasi nenek moyang Mandailing karena tidak ditemukan padanannya dalam budaya manapun. Mereka meyakini bahwa konsep Dalihan na Tolu dapat membentuk suatu sistem kemasyarakatan […]

expand_less