Kamis, 15 Okt 2026
light_mode

Polisi Minta Warga Sorik Marapi Tidak Langgar Hukum

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 7 Jul 2015
  • print Cetak

 

Polres Madina dan PT SMGP Sosialisasi Panas Bumi di Sibanggor Tonga

PUNCAK SORIK MARAPI (Mandailing Online) –  Pro dan kontra di kalangan masyarakat merupakan hak warga soal wacana panas bumi di Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Mandailing Natal (Madina). Namun tugas kepolisian juga melindungi seluruh warga yang pro dan kontra supaya tidak dimasuki oleh pihak ketiga yang ingin menguntungkan diri sendiri maupun kelompok.

Oleh sebab itu, negara dalam hal ini kepolisian harus hadir melindungi masyarakat dari pihak ketiga yang ingin menguntungkan diri dari proyek pembangkit listrik panas bumi.

Itu dikatakan Kapolres Mandailing Natal, AKBP Andry Setiawan, Sik.MM dalam acara sosialisasi panas bumi yang diselenggarakan PT.SMGP di Desa Sibanggor Tonga, Sabtu, (4/7) yang dihadiri para pejabat desa dan masyarakat.

Di sisi lain, kapolres menyatakan aspirasi sah-sah saja disuarakan, tetapi gerakan yang melanggar hukum dan berakibat korban pada masyarakat tidak akan ditolelir.

Dan kepolisian tidak akan mundur terhadap orang yang melanggar hukum karena polisi punya kewajiban melindungi masyarakat yang baik. Dan manakala terjadi pelanggaran hukum, kepolisian tidak akan mundur satu langkah pun.

“Saya meminta kepada  Ibu, bapak yang hadir dalam acara ini, diharapkan agar melindungi keluarganya, anak, istri, sanak  keluarga untuk tidak melanggar hukum,” katanya.

Hukum dan negaralah lawan bagi warga yang memprovakasi masyarakat. Negara tidak pernah kalah kepada sekelompok manusia yang melanggar hukum.

Kapolres mengatakan, kehadiran kepolisian dalam acara sosialisasi itu sebagai amanah di dalam mengemban tugas-tugas kepolisian dalam upaya meningkatkan kesadaran hukum di tengah-tengah masyarakat.

Dan juga ingin memberikan ilmu dan pemahaman mengenai panas bumi kepada masyarakat supaya tidak mudah disesatkan oleh kelompok yang tidak bertanggung jawab.

Kapolres mengharapakan kepada masyarakat Kecamatan  Puncak Sorik Marapi, dengan adanya sosialisasi ini jangan lagi ada pro dan kontra di tengah-tengah masyarakat, dengan harapan makin bisa menjaga dan mempersatukan masyarakat di Sibanggor, dan Kecamatan Puncak Sorik Marapi umumnya.

Sehabis acara sosialisasi tersebut kapolres meninjau titik-titik untuk penempatan personil di Kecamatan Puncak Sorik Marapi. Penempatan ini bertujuan agar masyarakat bisa bekerja dengan baik sampai proyek ini berjalan. Dia menyatakan bahwa bila mana ada intimidasi terhadap warga, segera dilaporkan kepada polisi.

Sementara itu, dalam acara tanya jawab, salah seorang warga peserta sosialisasi yang mempertanyakan dampak proyek panas bumi bagi pembangkit listrik. Manajer CDCR PT.SMGP, Apriadi Gani menjawab bahwa pengeboran panas bumi berbeda dengan pengeboran gas dan minyak.

Sebab pengeboran panas bumi di kawasan gunung berapi memiliki formasi bebatuan yang sangat keras, berbeda dengan pengeboran gas dan minyak yang umumnya berada di dataran rendah dengan formasi batuan yang relatif lunak. Sehingga anggapan bahwa pengeboran panas bumi akan menimbulkan luapan lumpur merupakan kekhawatiran yang kurang berdasar.

Di juga menyatakan, bahwa di beberapa kawasan yang sudah ada proyek geothermal-nya menunjukkan bahwa proyek geothermal dapat berdampingan dengan areal pertanian dan perkebunan. Berdasarkan kenyataan itu proyek geothermal tidak menggunduli dan merusak hutan sebagaimana yang dikhawatirkan sebahagaian masyarakat.

Dan jika pun misalnya, kegiatan pengeboran proyek panas bumi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, maka PT. SMGP akan bertanggung jawab sesuai peraturan yang berlaku. Dan PT.SMGP juga tetap mematuhi seluruh ketentuan dari pemerintah serta tetap memiliki komitmen tinggi menjalankan semua peraturan yang diterapkan pemerintah.

Dalam paparannya mengungkapkan bahwa pemanfaatan panas bumi atau geothermal sebagai sumber energi sangat ramah lingkungan dengan tingkat emisi lebih rendah dibanding dengan sumber energi fosil, batubara dan gas bumi. Berdasar itu, pemerintah Indnesia dan negara lain telah mengalihkan konsentrasi sumber energi listrik kepada Energi Panas Bumi.

 

Peliput : Holik Nasution

Editor  : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Golkar dan PT. Karya Muda Kerjasama Penyemprotan Disinfektan di Siabu

    Golkar dan PT. Karya Muda Kerjasama Penyemprotan Disinfektan di Siabu

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Turut menghempang Covid-19, DPD Partai Golkar Madina kerjasama dengan PT. Karya Muda Nasional melakukan penyemprotan disinfektan di kawasan Kecamatan Siabu. Kegiatan penyemprotan dipimpin langsung Sekretaris DPD Partai Golkar Madina, Erwin Efendi Nasution yang juga Wakil Ketua DPRD Madina. Juga turut serta anggota DPRD Madina dari Partai Golkar, Arsidin Batubara, Zubaidah Nasution […]

  • Rektor USU: Pendidikan itu Mahal

    Rektor USU: Pendidikan itu Mahal

    • calendar_month Kamis, 15 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tapsel- Rektor USU Prof Syahril Pasaribu dalam orasi ilmiahnya, di acara pelantikan 117 siswa SMAN 2 Plus Sipirok, TA 2011/2012, menyampaikan bahwa pendidikan sekarang ini cukup sulit, mahal, dan penuh persaingan. “Saya minta kepada seluruh siswa dan siswi SMAN 2 Plus Sipirok, khsusnya yang baru diterima di tahun ajaran 2011/2012, tekunlah belajar. Jangan sia-siakan kesempatan […]

  • DPRD Madina “Warning” PT Rendy

    DPRD Madina “Warning” PT Rendy

    • calendar_month Kamis, 19 Jan 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – DPRD Mandailing Natal (Madina), Sumut akan memilih dua opsi terhadap PT Rendy Permata Raya yang dinilai bandel merealisasi kebun plasma. Rapat Gabungan Komisi DPRD Madina di gedung dewan, Kamis (19/1/2023) membahas dan mengumpulkan data-data valid terkait masalah kebun plasma yang puluhan tahun belum direalisasi PT Randy kepada warga Singkuang I, […]

  • Diduga Lakukan Politik Uang Oknum ASN Dilaporkan ke Bawaslu Madina

    Diduga Lakukan Politik Uang Oknum ASN Dilaporkan ke Bawaslu Madina

    • calendar_month Senin, 2 Des 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ) – Tim Kampanye Paslon Harun-Ichwan melaporkan dugaan adanya money politik atau politik uang terjadi di Desa Sihepeng IV. Dugaan ini sesuai dengan laporan masyarakat di desa Sihepeng IV yang disampaikan kepada tim Kampanye ON MA. Khairun Nasution yang mewakili Tim Kampanye ON MA melaporkan dugaan ini ke Bawaslu Madina, Minggu […]

  • Penguatan Kebudayaan Melalui Politik Anggaran Daerah

    Penguatan Kebudayaan Melalui Politik Anggaran Daerah

    • calendar_month Kamis, 3 Mei 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh : Mulyadi Hakim Nasution, SH Anggota DPRD Mandailing Natal Disampaikan pada Kegiatan Konsolidasi Organisasi Forum Pelestarian dan Pengembangan Adat dan Budaya Mandailing Natal Hotel Madina Sejahtera, Panyabungan, Kamis 3 Mei 201     Penguatan adat dan budaya daerah memang memerlukan peran berbagai pihak. Tidak memadai lagi kalau hanya semata-mata menjadi beban pelaku-pelaku adat […]

  • Dana BOS Untuk Beli Kijang?

    Dana BOS Untuk Beli Kijang?

    • calendar_month Selasa, 11 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Humbahas, Beberapa oknum kepala sekolah di Kabupaten Humbang Hasundutan diduga mengalihkan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) untuk kepentingan pribadi. Hal tersebut dikatakan masyarakat Desa Naga Saribu, L Silaban di Naga Saribu, Senin (03/01/2011). Silaban menjelaskan, salah satu SD yang diduga menggunakan BOS untuk kepentingan pribadi adalah SD 174535 Sitonggi-tonggi. SD tersebut merupakan yang paling banyak […]

expand_less