Minggu, 31 Mei 2026
light_mode

Kaki Harimau Dari Batang Natal Diamputasi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 11 Des 2015
  • print Cetak
Seorang dokter menangani harimau di Balai Taman Nasional Batang Gadis

Seorang dokter menangani harimau di Balai Taman Nasional Batang Gadis

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Masih ingat seekor harimau yang terperangkap dalam jerat babi di Kecamatan Batang Natal? Kini kaki harimau itu sudah diamputasi.

Harimau itu diamputasi di Balai Taman Nasional Batang Gadis, Panyabungan, Mandailing Natal oleh tim dokter dari Medan.

“Tim dokter yang merawat harimau memutuskankan untuk mengamputasi kaki depan sebelah kanan, guna memutus penyebaran infeksi yang dideritanya,” ungkap Kepala Balai Taman Nasional Batang Gadis, Bambang Sugianto, Kamis (10/12).

Kondisi harimau itu terlihat stres dan nafsu makannya menurun, walau kaki yang diamputasi mulai mengering.

Menurutnya, kondisi ini lazim terjadi karena harimau baru saja diamputasi, pihaknya akan terus berusaha agar luka pasca amputasi cepat mengering dengan harapan kulitnya dapat menutupi luka pada bekas operasi.

“Setelah diamputasi kondisinya semakin membaik, dan kondisi harimau tidak memungkinkan untuk kembali dilepas ke hutan,” katanya.

Bambang menambahkan, pihaknya akan merawat ekstra harimau itu pasca operasi, terutama pada luka di kaki kanan agar tidak mengalami infeksi.

Setelah sepekan dengan kondisi kandang yang begitu sempit dan memprihatinkan dengan luka pada kaki kanannya pasca operasi, dokter hewan dibantu pegawai Balai Taman Nasional Batang Gadis akhirnya memindahkan harimau itu ke kandang yang layak dalam proses penyembuhan luka pasca operasi.

“Kandang yang kini ditempati harimau cukup mendukung dalam proses penyembuhan, karena lokasi kandang cukup luas dan butuh waktu sebulan untuk harimau sumatera bisa kembali pulih,” katanya.

Sekedar diketahui, harimau itu terjerat perangkap babi hutan di Desa Batu Madinding Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Kamis (26/11) lalu.

Tali jerat itu dipasang petani untuk menangkap hama babi yang sering merusak tanaman kebun. Panogu, pemilik perangkap terperangah melihat perangkapnya sudah menjerat seekor harimau.

Peliput : Maradotang Pulungan

Editor  : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jembatan Bally Rantopuran Harus Kaji Ulang

    Jembatan Bally Rantopuran Harus Kaji Ulang

    • calendar_month Minggu, 28 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Truk Fuso Banyak Bertonase Diatas 18 Ton PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kalangan supir mulai mengeluhkan jembatan sementara Rantopuran di Jalur Lintas Sumatera titik Desa Gunung Tua, Panyabungan, Mandailing Natal yang sudah teramat rawan karena lantainya sering patah. Para pengguna jalan merasa terancam keselamatannya melewati jembatan jenis bally tersebut jika pemerintah tidak cepat mengkaji kembali kebijakan […]

  • Hari Raya Qurban Tim 8 Madina Berbagi Dengan Masyarakat dan Yatim

    Hari Raya Qurban Tim 8 Madina Berbagi Dengan Masyarakat dan Yatim

    • calendar_month Jumat, 6 Jun 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    ‎ ‎PANYABUNGAN ( Mandailing Online): usai pelaksanaan sholad Idul Adha 1446 H kantor Partai Gerakan Indonesia Raya Mandailing Natal ( Madina ) dipadati oleh warga Masyarakat Gunung Tua Raya dan Yatim. Mereka sengaja di undang untuk mengikuti prosesi penyembelihan hewan qurban sekaligus pembagian jatah daging kurban. ” Tim 08 Madina dari Partai Gerindra hari ini […]

  • Susul Gempa, Gunung Lubuk Raya Keluarkan Asap Hitam

    Susul Gempa, Gunung Lubuk Raya Keluarkan Asap Hitam

    • calendar_month Jumat, 14 Jul 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      TAPSEL(Mandailing Online) – Gunung Lubuk Raya mengeluarkan asap hitam beberapa menit setelah gempa berkekuatan 5,5 skala richter, Jum’at pagi (14/72017). Sejumlah warga terkejut menyaksikan asap mengepul dari gunung yang berada di Kecamatan Angkola Barat, Kabupaten Tapanuli Selatan itu. “Asap berwarna hitam campur pekat tiba-tiba muncul pasca gempa,” kata Ilyas, tokoh masyarakat Desa Sitaratoit, Angkola […]

  • Islam Meniadakan Perilaku Aborsi

    Islam Meniadakan Perilaku Aborsi

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Novida Sari Ketua Forum Muslimah Peduli Generasi Mandailing Natal   Anak merupakan amanah yang berasal dari Allah Swt. Tidak semua pasangan yang telah menikah langsung dikaruniai anak. Ada yang langsung diberikan amanah namun tak sedikit yang menunggu hingga puluhan tahun. Namun kapitalisme yang menjangkiti Negara ini telah membuat beberapa oknum untuk membuka klinik […]

  • Buntut Perzinahan, Nasab Berantakan

    Buntut Perzinahan, Nasab Berantakan

    • calendar_month Sabtu, 15 Mar 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Alfisyah Ummu Arifah, S.Pd Pegiat Literasi Islam Kota Medan Pantas jika Allah melarang mendekati zina. Mendekatinya saja pun sudah dilarang. Karena saat mendekatinya, akan menyeret pelakunya pada prilaku yang keji selanjutnya. Kemaksiatan pun terjadi berulang kali, sekian kali hingga memberikan buntut masalah yang makin ruwet. Beberapa hari lalu Kota Medan dikagetkan dengan video yang […]

  • Harga Karet Turun Lagi, Pangguris Kembali Terpukul

    Harga Karet Turun Lagi, Pangguris Kembali Terpukul

    • calendar_month Sabtu, 1 Apr 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Harga karet alam turun lagi di Mandailing Natal dalam  dua pekan terakhir. Pantauan penjualan di pertimbangan Gunung Tua Iparbondar, Panyabungan, Kamis (31/3/2017), harga terrendah karet alam berada di kisaran Rp 8.200 per Kg, tertinggi sekitar Rp 9.000 per Kg. Harga itu melorot dari pekan sebelumnya yang masih bertengger di kisaran Rp9.000 […]

expand_less