Minggu, 30 Agu 2026
light_mode

Kaki Harimau Dari Batang Natal Diamputasi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 11 Des 2015
  • print Cetak
Seorang dokter menangani harimau di Balai Taman Nasional Batang Gadis

Seorang dokter menangani harimau di Balai Taman Nasional Batang Gadis

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Masih ingat seekor harimau yang terperangkap dalam jerat babi di Kecamatan Batang Natal? Kini kaki harimau itu sudah diamputasi.

Harimau itu diamputasi di Balai Taman Nasional Batang Gadis, Panyabungan, Mandailing Natal oleh tim dokter dari Medan.

“Tim dokter yang merawat harimau memutuskankan untuk mengamputasi kaki depan sebelah kanan, guna memutus penyebaran infeksi yang dideritanya,” ungkap Kepala Balai Taman Nasional Batang Gadis, Bambang Sugianto, Kamis (10/12).

Kondisi harimau itu terlihat stres dan nafsu makannya menurun, walau kaki yang diamputasi mulai mengering.

Menurutnya, kondisi ini lazim terjadi karena harimau baru saja diamputasi, pihaknya akan terus berusaha agar luka pasca amputasi cepat mengering dengan harapan kulitnya dapat menutupi luka pada bekas operasi.

“Setelah diamputasi kondisinya semakin membaik, dan kondisi harimau tidak memungkinkan untuk kembali dilepas ke hutan,” katanya.

Bambang menambahkan, pihaknya akan merawat ekstra harimau itu pasca operasi, terutama pada luka di kaki kanan agar tidak mengalami infeksi.

Setelah sepekan dengan kondisi kandang yang begitu sempit dan memprihatinkan dengan luka pada kaki kanannya pasca operasi, dokter hewan dibantu pegawai Balai Taman Nasional Batang Gadis akhirnya memindahkan harimau itu ke kandang yang layak dalam proses penyembuhan luka pasca operasi.

“Kandang yang kini ditempati harimau cukup mendukung dalam proses penyembuhan, karena lokasi kandang cukup luas dan butuh waktu sebulan untuk harimau sumatera bisa kembali pulih,” katanya.

Sekedar diketahui, harimau itu terjerat perangkap babi hutan di Desa Batu Madinding Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Kamis (26/11) lalu.

Tali jerat itu dipasang petani untuk menangkap hama babi yang sering merusak tanaman kebun. Panogu, pemilik perangkap terperangah melihat perangkapnya sudah menjerat seekor harimau.

Peliput : Maradotang Pulungan

Editor  : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Biografi Darmin Nasution

    Biografi Darmin Nasution

    • calendar_month Rabu, 25 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Nama Lengkap : Darmin Nasution Alias : Darmin | Nasution Profesi : – Agama : Islam Tempat Lahir : Tapanuli, Sumatera Utara Tanggal Lahir: Selasa, 21 Desember 1948 Zodiac : Sagittarius Warga Negara : Indonesia BIOGRAFI Sebelum menjabat Deputi Gubernur Senior di Bank Indonesia, Darmin menjabat sebagai Direktur Jendral Pajak periode 2006-2009, Ketua Bapepam dan […]

  • Heboh, Gambar Palu-Arit Bertebaran

    Heboh, Gambar Palu-Arit Bertebaran

    • calendar_month Jumat, 13 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    TEBINGTINGGI, – Lambang dan tulisan soal komunis hebohkan Tebingtinggi, Kamis (12/9). Saking gegernya, warga menjadi cemas, takut insiden yang tidak-tidak terjadi. Polisi dan tentara telah berkoordinasi untuk mengungkap siapa pelakunya. Kalimat yang menghebohkan tersebut ditulis menggunakan cat pilox. Bunyinya “Komunis harga mati. Bangun dan Melawan! Hidup rakyat. Kita sudah ditindas, kita harus melawan. Revolusi harga […]

  • Gagal Bamus DPRD Juga faktor Uang Sogok

    Gagal Bamus DPRD Juga faktor Uang Sogok

    • calendar_month Sabtu, 11 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Kegagalan Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Madina menyelenggarakan rapat membahas jadwal pembahasan Perhitungan APBD 2011, tidak melulu berlatar penekanan politik kepada pemerintahan Hidayat-Dahlan. Motif kebanyakan anggota dewan adalah uang. Banyak anggota dewan ditengarai mematok konpensasi 10 juta rupiah agar bersedia hadir di rapat Bamus. “ ini dikarenakan banyak anggota DPRD saat ini sudah […]

  • Jiwa Yang Terpenjara

    Jiwa Yang Terpenjara

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Esai : Lastriana Limbong, S.Ds   Pernah nggak sih kalian merasa kalau hidup tuh gitu-gitu aja. Rasanya rutinitas harian kian membosankan. Bangun tidur, mandi, makan, kerja, makan lagi, mandi lagi, makan lagi, tidur lagi. Siklusnya konstan, berputar bagai lingkaran bianglala. Hidupmu bagai penjara, resah, tidak ada bahagia yang paripurna. Kamu mendamba kehidupan penuh gairah seperti […]

  • Jalur Panyabungan Pantai Barat Longsor

    Jalur Panyabungan Pantai Barat Longsor

    • calendar_month Kamis, 21 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    Jalur Panyabungan Pantai Barat Longsor : Meterial batu dan tanah serta pohon tumbang menutupi badan jalan penghubung Panyabungan Pantai Barat Madina. Longsor di Wilayah Desa Tanobato Kecamatan Panyabungan Selatan ini terjadi kemarin mengakibatkan antrian panjang baik yang dari dan menuju Pantai Barat Madina.(MO/Mar)

  • Dibuka, MTQ dan FSN di Kotanopan

    Dibuka, MTQ dan FSN di Kotanopan

    • calendar_month Selasa, 1 Mar 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Festival Seni Nasyid ke XV Tingkat Kecamatan Kotanopan, resmi dibuka Senin malam (29/2) di Lapangan Terminal Pasar Kotanopan. Sekretaris Daerah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Syafe’i Lubis bertindak membukanya. Dalam kesempatan itu, Syafe’i Lubis mengharapkan agar kegiatan ini jangan hanya sekedar seremonial, tapi harus bisa memotivasi warga agar […]

expand_less