Sabtu, 7 Mar 2026
light_mode

Kasus Dinas Kesehatan Madina Diadukan Saja ke KPK

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 14 Jul 2016
  • print Cetak
Korupsi Dinas Kesehatan grafis

Korupsi Dinas Kesehatan grafis

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Warga Panyabungan mendesak Aliansi Rakyat Peduli Madina mengadukan kasus di Dinas Kesehatan Mandailing Natal ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Desakan itu disampaikan sejumlah warga kepada Mandailing Online, Kamis (14/7/2017). “Apabila  penanganan kasus-kasus Dinas Kesehatan ini mentok di Kejaksaan Agung, maka kita mendesak Aliansi Rakyat Peduli Madina melanjutkan pengaduan itu ke KPK saja,” kata Marohan Tondi Hasibuan di pasar lama Panyabungan.

“Iya, saya juga minta Aliansi Rakyat Peduli Madina membawa ke KPK saja, soalnya lama kali pun kultengok gerakan kejaksaan ini,” ujar Bajora Lubis yang berada di samping Marohan Tondi Hasibuan.

Menurut keduanya, kasus-kasus dugaan korupsi di Dinas Kesehatan Madina lebih cocok diadukan ke KPK, karena jumlah yang diduga dikorupsikan totalnya mencapai lebih dari 1 milyar rupiah atau di atas standar minimal yang ditetapkan agar memenuhi syarat masuk dalam penanganan KPK.

Di kesempatan berbeda, Mulhan Lubis yang juga warga Panyabungan meminta agar Aliansi Rakyat Peduli Madina membawa kasus itu ke KPK. Dia menduga, lambannya gerakan Kejaksaan Agung menangani kasus-kasus di Dinas kesehatan Madina dikhawatirkan karena sudah “masuk angin” alias sudah ada oknum di Kejakasaan Agung yang mendapat dana sogok dari oknum di Pemkab Madina.

“Aku malah khawatir kasus ini sudah lapan enam alias sudah kena sogok bapak-bapak yang di Jakarta itu. Taulah, ini Indonesia, Ipar. Semua bisa aman dengan uang,” kata Mulhan.

Aliansi Rakyat Peduli Madina pada Senin, 23 Mei 2016 yang lalu mengadukan dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Mandailing Natal, dengan perkiraan kerugian negara Rp7,3 Miliar.

Sejumlah berkas diserakan dalam pengaduan itu. ARPM meminta Kejaksaan Agung untuk memeriksa dan meneliti dalam lima point:

Yang pertama, dugaan tindak pidana korupsi pada Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) untuk Puskesmas Rp2,48 miliar. Terjadi pemborosan pada kegiatan dan perencanaan, tetapi tersusun rapi dalam administrasi, karena kerja sama dengan kepala-kepala Puskemas.

Yang kedua, pengadaan alat pengolahan limbah padat senilai Rp1 Miliar. Aliansi Rakyat Peduli Madina telah mengecek berulang kali alamat perusahaan yang dimaksud di Jakarta, tetapi tetap tidak jelas. Alamatnya ada, tetapi bukan kantor perusahaan yang dimaksud. Yang satu lagi berupa alamat perumahan, tetapi pemilik rumah mengatakan bahwa tempat itu bukan kantor perusahaan tersebut.

Pembayaran gaji atau honor bidan yang berstatus Pegawai Tidak Tetap (PTT) juga dilibas 50 persen, sehingga merugikan Negara Rp2,7 miliar. Pelaksanaan di Kabupaten Mandailing Natal setidaknya menyalahi tiga hal: pemotongan, prosedur tidak sesuai dengan Peraturan Dirjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan, dan penyaluran honor tidak sesuai dengan nama-nama bidan PTT yang ada.

Yang keempat soal pembelian 4 unit ambulans ke Puskesmas yang tidak sesuai dengan RUP, tidak memenuhi standar minimum kendaraan yang dibutuhkan. Dalam hal ini, Kepala Dinas Kesehatan Mandailing Natal merugikan Negara Rp1,4 miliar.

Yang terakhir, soal aliran anggaran ke puskemas pembantu (pustu). Aliansi Rakyat Peduli Madina mencurigai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mandailing Natal memark up harga peralatan puskesmas pembantu, sehingga merugikan Negara Rp800 juta.

Sejau ini, sudah tiga kali pihak Aliansi rakyat Peduli Madina mendatangi Kejakasaan Agung dan mendasaknya untuk mem-folow up dugaan tindak pidana korupsi Kepala Dinas Kesehatan Mandailing Natal itu.

Kedatangan kali terakhir pada Selasa (22/6/2016). Di kesempatan itu, Kepala Bagian Hubungan Antar Lembaga Kejaksaan Agung, Firmansyah,SH kepada pengurus Aliansi Rakyat Peduli Madina menyatakan, penyidikan atas dugaan korupsi di Dinas Kesehatan Kabupaten Mandailing Natal hanya persoalan waktu .

“Tidak mungkin kami lanjutkan ke Jamintel dan Jampidsus, kalau berkasnya tidak layak kami ajukan,” katanya seperti dikutip Ardian dari Rakyat Peduli Madina.

Peliput : Dahlan Batubara

Sumber tambahan : Aliansi Rakyat Peduli Madina

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Camat Panyabungan Barat Salurkan Bantuan untuk Anak Yatim

    Camat Panyabungan Barat Salurkan Bantuan untuk Anak Yatim

    • calendar_month Jumat, 29 Apr 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN BARAT (Mandailing Online) – Camat Panyabungan Barat Raja Hidayat Lubis didampingi staf kecamatan Pariyanti Daulay menyalurkan bantuan untuk anak yatim di wilayah Panyabungan Barat, Jumat (29/4). Raja menjelaskan, bantuan tersebut merupakan bagian dari program Pak Bupati H. M. Ja’far Sukhairi Nasution dan Ibu Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution berupa penyerahan bantuan untuk 5000 […]

  • Golkar dan PT. Karya Muda Kerjasama Penyemprotan Disinfektan di Siabu

    Golkar dan PT. Karya Muda Kerjasama Penyemprotan Disinfektan di Siabu

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Turut menghempang Covid-19, DPD Partai Golkar Madina kerjasama dengan PT. Karya Muda Nasional melakukan penyemprotan disinfektan di kawasan Kecamatan Siabu. Kegiatan penyemprotan dipimpin langsung Sekretaris DPD Partai Golkar Madina, Erwin Efendi Nasution yang juga Wakil Ketua DPRD Madina. Juga turut serta anggota DPRD Madina dari Partai Golkar, Arsidin Batubara, Zubaidah Nasution […]

  • AKBP Mindo Otak Pembunuhan Istrinya

    AKBP Mindo Otak Pembunuhan Istrinya

    • calendar_month Selasa, 2 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Diduga Akibat Selingkuh, Ikut Menggorok BATAM- Mabes Polri resmi menetapkan AKBP Mindo Tampubolon sebagai tersangka kasus pembunuhan istrinya, Putri Mega Umboh. Dia juga otak utama tewasnya putri mantan Kapoltabes Pekanbaru Kombes James Umboh, Jumat (24/7) lalu. Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Mindo langsung dijebloskan ke penjara Rutan Bareskrim Mabes Polri. Informasi yang dihimpun koran ini, selain […]

  • Difasilitasi Yayasan Madina Murni, 24 orang Disabilitas Akhirnya Berangkat Ke Medan

    Difasilitasi Yayasan Madina Murni, 24 orang Disabilitas Akhirnya Berangkat Ke Medan

    • calendar_month Jumat, 22 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN(Mandailing Online)- Anggota DPRD Mandailing Natal ( Madina ) H.Awaluddin Bantu fasilitasi keberangkatan 24 orang penyandang disabilitas yang kurang mampu ke Medan. Keberangkatan 24 orang penyandang disabimitas ini akan mendapat bantuan kaki palsu dan tagan palsu dari yayasan Peduli Tuna Daksa Medan. “selaku pimpinan yayasan Madina Murni, fasilitas yang kami siapkan bagi 24 orang penyandang […]

  • Cerpen HUJAN DAN WANITA TUA

    Cerpen HUJAN DAN WANITA TUA

    • calendar_month Jumat, 22 Sep 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Karya : WAHYUNI LUBIS   Hujan dan kenangan kembali menemui ia yang sedang duduk bersandar di atas kursi roda. Wanita lansia yang tak bisa berbuat apa-apa bahkan untuk meracik segelas kopi pun ia hampir  tak kuasa. Ia adalah seorang wanita yang ditinggal mati oleh kekasihnya dan kini ia hidup sendiri di bawah naungan rumah kecil […]

  • Notulen Serasehan Kebudayaan Mandailing Menuju Kongres Kebudayaan Mandailing (2)

    Notulen Serasehan Kebudayaan Mandailing Menuju Kongres Kebudayaan Mandailing (2)

    • calendar_month Sabtu, 17 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    REVITALISASI KEBUDAYAAN MANDAILING Bila kita cermati eksistensi kelompok etnik Mandailing sebagai bagian yang integral dan tidak terpisahkan dari Bangsa Indonesia, semenjak proklamasi kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) hingga pada masa sekarang ini boleh dikatakan sangat sedikit sekali national event yang dilaksanakan untuk membicarakan dan sekaligus mengangkat eksistensi kebudayaan Mandailing. Upaya yang demikian itu dipandang […]

expand_less