Rabu, 22 Apr 2026
light_mode

Calon Bupati Bisa Dibatalkan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 22 Des 2010
  • print Cetak

Medan, Puluhan aktivis tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Tapanuli Tengah (AMMP-Tapteng) melakukan aksi unjukrasa di depan Kantor KPU Sumatera Utara, Jalan Perintis Kemerdekaan, Medan, Senin (20/12/2010).

Unjukrasa sebagai bentuk protes para aktivis yang meragukan ketidaktransparansian dan akuntabilitas yang dilakukan oleh KPU Tapteng ketika melakukan verifikasi dan penetapan Calon Bupati dan Wakil Bupati Tapteng Periode 2011-2016.

Seperti disampaikan Kordinator Lapangan M Anshori Lubis, akibat tidak transparannya dalam seleksi sehingga Calon Bupati-Wakil Bupati Albiner Sitompul-Steven Simanungkalit tidak lulus seleksi. Padahal ada calon bupati yang keabsahan ijazahnya masih diragukan, justru diterima.

Bahkan pada saat pembukaan pendaftaran pada awal November 2010 lalu, sudah tampak gelagat kurang baik yang dilakukan oleh KPU Tapteng, dimana berkas atas nama Albiner Sitompul yang berpasangan dengan Steven ditolak oleh KPU Tapteng.

Atas kejadian tersebut, diminta kepada KPU Sumut dan Pusat agar melakukan peninjauan kembali penetapan Calon Bupati-Wakil Bupati yang dilakukan oleh KPU Tapteng karena sudah ada indikasi kepentingan kelompok tertentu.

Mereka juga meminta kasus ini segera diusut tuntas sampai selesai, jangan sampai jabatan Ketua KPU dijadikan alat untuk memperkaya diri sendiri dan ajang menerima suap dari salah satu kelompok yang menginginkan jabatan kepala daerah.

Para pengunjukrasa akhirnya disambut oleh dua Anggota KPU Sumut yakni Surya Perdana dan Rajid Sitepu. Kepada perwakilan pengunjukrasa kedua Anggota KPU Sumut ini mengatakan bahwa kasus tersebut sudah sampai ke KPU Sumut dan Pusat.

Lebih lanjut Surya mengatakan bahwa penetapan tiga pasangan calon Bupati Tapteng pada 13 Desember 2010 lalu, bisa dibatalkan jika terjadi penyimpangan atau kesalahan prosedur dalam melakukan seleksi dan verifikasi terhadap calon.

Kekisruhan terjadi akibat partai politik menyatakan dukungan calon bupati lebih dari satu orang. Artinya satu partai bisa mengajukan dua bahkan tiga nama pasangan calon Bupati-Wakil Bupati ke KPU Tapteng. Ini tentunya tidak bisa maka dukungan harus diseleksi sampai kepada tingkat DPP dan Kemenkumham RI di Jakarta.

“Nah ini yang dialami oleh Albiner dan Steven, saat mereka meminta dukungan kepada PPRN Tapteng, ternyata sudah ada dua pasangan calon lainnya. Sehingga, ketika dicek secara langsung yang diakui oleh DPP PPRN adalah pasangan Dina Riana br Samosir dan Hikmal Batubara,” ujarnya.

Dihadapan para pengunjukrasa baik Surya maupun Rajid, mengakui tercatat sebanyak 13 parpol di Tapteng memberikan dukungan lebih dari satu pasangan calon.

Terkait kasus ini, KPU Sumut telah melakukan pemanggilan kepada KPU Tapteng. Namun pada panggilan pertama seluruh anggota KPU Tapteng tak hadir. Barulah pada panggilan kedua, dua Anggota KPU Tapteng yakni Firman Lubis dan Dwi Elfiriana serta Sekretaris KPU Tapteng datang tanpa membawa berkas pencalonan.

“Selanjutnya, kita juga telah melayangkan panggilan ketiga, dimana nantinya seluruh berkas akan kita periksa sehingga ditemukan titik permasalahannya,” tandas Surya.

Usai mendengarkan penjelasan dari kedua Anggota KPU Sumut para pengunjukrasa ini langsung meninggalkan kantor KPU Sumut.

Seperti diketahui, KPU Tapteng hanya meloloskan tiga pasangan calon Bupati-Wakil Bupati yakni Bonaran Situmeang-Syukran Tanjung, Tasrif Tarihoran-Raja Asih Purba dan Dina Riana Br Samosir-Hikmal Batubara.

Ketua KPU Tapteng Kabul Lumbantobing menuturkan, penetapan ketiga pasangan calon sesuai hasil klarifikasi administrasi dan faktual. Hasilnya telah dituangkan dalam berita acara Nomor 730/KPU/TT/002.434687/XII/2010 tentang Penetapan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati pada Pilkada Tapteng Tahun 2011.

”Semua ini berdasarkan peraturan perundang-undangan Nomor 13 Tahun 2010 junto (Jo) KPU Nomor 2/2010 tentang Pedoman Teknis dan Peraturan KPU Tapteng Nomor 16/2010,” katanya didampingi anggota KPU Maruli Firman Lubis, Irwanner Muda Ritonga, Syahrial Sinaga dan Dewi Efriana.

Sementara itu, dari hasil pencabutan nomor urut yang dilaksanakan, Bonaran Situmeang-Syukran Tanjung memperoleh nomor urut 1, nomor urut 2 Tasrif Tarihoran-Raja Asih Purba dan nomor urut 3 Dina Riana Br Samosir-Hikmal Batubara. (BS-021)
Sumber : Beritasumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • PLN Juga Belum Ada di Desa Batahan, Kotanopan

    PLN Juga Belum Ada di Desa Batahan, Kotanopan

    • calendar_month Jumat, 9 Mei 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – Selain kondisi jalan teramat parah, jaringan PLN juga belum ada di Desa Batahan Kecamatan Kotanopan, Mandailing Natal (Madina). Sektor pendidikan dan kesehatan juga sangat memprihatinkan di desa terisolir tersebut. “Sebetulnya keluhan ini sudah sering kita sampaikan baik itu melalui media, melalui DPRD Madina, akan tetapi nampaknya pembangunan belum terlaksana,” kata tokoh […]

  • Menteri Desa: PKKPM adalah Solusi Nyata Atasi Kemiskinan

    Menteri Desa: PKKPM adalah Solusi Nyata Atasi Kemiskinan

    • calendar_month Senin, 2 Nov 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kemiskinan merupakan masalah krusial yang harus segera diatasi. Sebab, kemiskinan menghambat terwujudnya kesejahteraan bangsa. Namun menyelesaikan masalah kemiskinan bukan perkara mudah. Berbagai upaya penanggulangan kemiskinan yang berlangsung selama ini belum menghasilkan capaian sebagaimana yang diharapkan. Terobosan pun perlu dilakukan. “Pengentasan kemiskinan saat ini memasuki periode krusial. Sebab untuk menghadapi sasaran  penduduk miskin di […]

  • Itak Poul-poul Tradisi “Pamijur Danak”

    Itak Poul-poul Tradisi “Pamijur Danak”

    • calendar_month Jumat, 16 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – Warga Mandailing memproduksi itak poul-poul biasanya ketika hajatan “pamijur danak” (harfiahnya menurunkan bayi-suatu tradisi di Mandailing membawa bayi pertama kali keluar rumah). Sang bayi belum boleh digendong ke luar rumah sebelum usia seminggu. Acara “pamijur danak” dipestakan dengan memproduksi itak poul-poul oleh para gadis dan dibagikan kepada tetangga keluarga si bayi. […]

  • BPBD Hanya Datang untuk Foto-foto

    BPBD Hanya Datang untuk Foto-foto

    • calendar_month Jumat, 24 Des 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    NATAL (Mandailing Online) – BPBD Mandailing Natal (Madina) dinilai setengah hati dalam melakukan pencarian korban hanyut di Natal. Bahkan BPBD disebut hanya datang untuk foto-foto. Demikian pengakuan Izhar Basri Batubara, kakak sulung Zein Bisri Batubara korban hanyut di sungai Batang Natal pada Minggu (19/12) pekan lalu. Meski demikian, Ishar tetap menyampaikan ucapan terima kasih atas […]

  • Usulan Desa Dimasukkan ke KUA-PPS

    Usulan Desa Dimasukkan ke KUA-PPS

    • calendar_month Senin, 20 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Iskandar Hasibuan mengatakan bahwa seluruh usulan pembangunan yang disampikan oleh para kepala desa, masuk dalam dokumen KUA-PPS. Dokumen KUA-PPS ini kemudian diajukan Bappeda ke DPRD. Dalam rapat, DPRD dan eksekutif akan memilahnya berdasar berbagai pertimbangan prioritas dan aspek lain serta kondisi kemampuan keuangan pemerintah daerah. Hal […]

  • Hari Pertama, Sukhairi Himbau Pejabat Fokus Kejar Ketertinggalan Madina

    Hari Pertama, Sukhairi Himbau Pejabat Fokus Kejar Ketertinggalan Madina

    • calendar_month Senin, 26 Jul 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Hari pertama menjalankan tugas, Bupati Mandailing Natal (Madina) Jakfar Sukhairi Nasution dan Wakil Bupati Atika Azmi mengundang seluruh kepala OPD di aula kantor bupati, Senin (26/7/2021). Bupati menekankan kepada seluruh OPD meningkatkan profesionalitas dan saling bersama-sama memajukan kembali pembangunan Madina. Sukhairi menghimbau untuk segera menghilangkan semua perbedaan. Dan tidak ada […]

expand_less