Minggu, 31 Mei 2026
light_mode

Pemkab Madina Dihimbau Sediakan Bibit Tanaman Tumpang sari Menyelamatkan Petani Karet

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 22 Sep 2016
  • print Cetak
Kakao varietas Jatirenggo ditanam di antara phon karet di kawasan Simaninggir, Siabu

Kakao varietas Jatirenggo ditanam di antara phon karet di kawasan Simaninggir, Siabu

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Madina dihimbau menyediakan bibit tanaman tumpang sari diantara tanaman karet, agar petani karet keluar dari kemiskinan.

“Tanaman tumpang sari diantara tanaman karet menjadi solusi agar rakyat Madina yang mayoritas penyadap karet keluar dari kemiskinan akibat harga karet yang senantiasa anjlok,” kata pamerhati perkebunan, Anwar Sadat di Panyabungan, Kamis (22/9).

Dikatakannya, kondisi keluarga petani karet di desa-desa saat ini sudah diambang bahaya akibat kemiskinan. Aksi pencurian di kalangan pemuda sudah tinggi akibat orang tua mereka tak mampu lagi memenuhi uang saku akibat pendapatan dari komoditas karet sudah tak cukup lagi memenuhi kebutuhan keluarga.

“Solusi mengatasi keterpurukan itu adalah melakukan penanaman kakao, gambir atau lada di antara pohon karet agar petani memperoleh tambahan pendapatan selain dari karet,” katanya.

Hanya saja, petani saat ini tak lagi mampu menyediakan bibit tanaman tumpang sari akibat kesusahan keuangan keluarga. Makanya Pemkab Madina diminta menyediakan anggaran dana bagi pembelian bibit kakao, gambir atau lada untuk disalurkan ke desa-desa.

“Jika tak ada tanaman lain di anatar phon karet ini, maka petani akan terus terpuruk yang bermuara pada keresahan sosial. Pemkab Madina harus berbuat secepatnya dengan penyediaan bibit,” ujarnya.

Berdasar perkembangan produksi karet alam di berbagai negara, persaingan pasar karet dunia dinilai akan sulit mendongkrak harga karet. Kondisi itu akan terus memposisikan petani karet di Indonesia dan Madina khususnya dalam kondisi miskin.

“Di antara tanaman karet itu bisa ditanami komoditas lain, semisal kakao atau gambir atau lada. Jangan menebang pohon karet karena walau harga rendah masih bisa menghasilkan meski tak seberapa. Makanya menanam tanaman lain atau tumpang sari yang menghasilkan menjadi solusi,” katanya.

Jika ada solusi lain mengatasi harga karet yang rendah itu, silahkan pemerintah mengaplikasikannya. Tetapi, pola tumpang sari ini juga merupakan solusi handal. Sebab, lada dan kakao atau gambir merupakan tanaman yang cepat berproduksi dan mudah dikelola oleh tingkat etos kerja penduduk desa di Madina (Mandailing Natal).

Peliput  : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Penjelasan DLH Terkait Proyek Penataan Taman Kota Panyabungan yang Dipersoalkan

    Ini Penjelasan DLH Terkait Proyek Penataan Taman Kota Panyabungan yang Dipersoalkan

    • calendar_month Minggu, 15 Sep 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –Proyek Pengelolaan Keanekaragaman Hayati dengan pekerjaan penataan taman panyabungan di Kabupaten Mandailing Natal ternyata banyak menuai protes. Rencana penebangan pohon pelindung taman kota panyabungan menjadi salah satu masalah yang di perdebatkan sebab taman kota menjadi ruang terbuka hijau ( RTH ) kota Panyabungan. Selain masalah penebangan pohon, pedagang yang mangkal di areal […]

  • Jasad Dua Petugas LP Tanjung Gusta Ditemukan di Kamar Mandi

    Jasad Dua Petugas LP Tanjung Gusta Ditemukan di Kamar Mandi

    • calendar_month Jumat, 12 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA — Jasad dua petugas Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Tanjung Gusta, Medan, Sumatera Utara, yang tewas dalam kericuhan, Kamis (11/7/2013), ditemukan di kamar mandi Lapas. Pada Jumat (12/7/2013) pagi tadi, jenazah keduanya dipindahkan anggota TNI dan Polri. Kedua petugas Lapas yang tewas ini diketahui sebagai Kasi Registrasi LP Tanjung Gusta Bona Situngkir dan stafnya, Richardo […]

  • Dalihan Na Tolu dalam Perspektif Moderasi Beragama

    Dalihan Na Tolu dalam Perspektif Moderasi Beragama

    • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: M.Daud Batubara   Kota Medan di Sumatera Utara merupakan Tanah Leluhur Puak Melayu Deli, meskipun secara umum dalam benak orang luar bahwa wilayat ini adalah milik suku Batak. Entah dominasi apa yang membuat persepsi yang salah tersebut masih terus menjalar, dan saudara-saudara dari etnis Melayu tetap saja adem dan tidak mempermasalahkan persepsi yang kurang […]

  • Ada Pejabat Pelanggan Artis PSK? Ini Jawaban Kadivhumas Polri

    Ada Pejabat Pelanggan Artis PSK? Ini Jawaban Kadivhumas Polri

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kadivhumas Mabes Polri Irjen Anton Charliyan menyebut prostitusi sebagai fenomena gunung es. Yakni, kelihatannya sedikit namun sebenarnya begitu banyak dan tersebar dimana-mana. Dia menjelaskan, memang ada indikasi banyak sindikat prostitusi. "Semua itu sedang didalami," ujar jenderal bintang dua tersebut, kemarin. Apakah ada pejabat yang menjadi pelanggan PSK artis dan model tersebut, Anton menjelaskan, […]

  • Pembangunan Bandara di Mandailing Natal Ditarget Tahun Depan

    Pembangunan Bandara di Mandailing Natal Ditarget Tahun Depan

    • calendar_month Sabtu, 25 Agt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pembangunan bandara di Mandailing Natal ditarget tahun depan. Pembangunan dan operasional bandara ini akan dikelola oleh Angkasa Pura Bandara yang terletak di Kecamatan Bukit Malintang, Kabupaten Mandailing Natal  ini telah memenuhi persyaratan administratif dan tehnis dan ditetapkan sebagai lokasi bandara udara oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Pemenuhan persyaratan administratif dan tehnis […]

  • Tradisi Marsialapari di Mandailing

    Tradisi Marsialapari di Mandailing

    • calendar_month Jumat, 6 Agt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tradisisatu ini merupakan salah satu tradisi masyarakat Mandailing di Sumatera Utara. Namanya adalah Marsialapari. Marsialapari adalah suatu tradisi saling membantu dalam budaya masyarakat Mandailing. Tradisi ini biasanya dilakukan pada saat menggarap persawahan, mereka saling membantu satu sama lain dan menggarap sawah mereka secara bergantian. Selain untuk memudahkan dalam menggarap sawah, tradisi ini juga sangat berkaitan dengan nilai-nilai serta filosofi […]

expand_less