Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

Di Madina, Dana Desa Telah Gagal Membangun Ekonomi Desa

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 3 Okt 2016
  • print Cetak
Dana Desa untuk infrastruktur ekonomi

Dana Desa untuk infrastruktur ekonomi

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Penggunaan Dana Desa di Mandailing Natal sejauh ini telah gagal membangun perekonomian warga desa.

Indikasi kegagalan itu berdasar data pengalokasian yang menunjukkan mayoritas pemerintah desa di Mandailing Natal (Madina) masih fokus menetapkan Dana Desa di sektor pemukiman, baik pembangunan gang pemukiman atau parit gang pemukiman.

“Hanya ada satu dua desa yang mengalokaisikannya kepada infrastruktur ekonomi desa maupun penguatan wirausaha penduduknya, sebagaimana harapan pemerintah pusat melalui Permendes Nomor 21 Tahun 2016 Tentang Penetapan Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2016,” kata Humas Gerep Institute, Dahlan Batubara di Panyabungan, Senin (3/10).

Disebutkannya, berdasar Permendes itu, pemerintah Indonesia bermaksud memajukan ekonomi serta kemandirian ekonomi desa selain pemukinan, kesehatan dan pendidikan serta sosial.

“Sisi memajukan perekonomian itu setidaknya meliputi tiga aspek. Pertama, pembangunan infrastruktur ekonomi desa, meliputi upaya membangun akses jalan ke sentra peroduksi serta pemasaran produk sehingga ekonomi warga bergairah. Kedua, pemberdayaan warga di sektor ekonomi, melalui penguatan wirasusaha baik dari segi permodalan maupun penguatan sumber daya manusia. Ketiga, investasi, dimana pemerintah desa membentuk Badan Usaha Milik Desa yang bertujuan lahirnya usaha komersil desa yang berdampak juga bagi terserapnya lapangan kerja,” katanya.

Memang, ada juga sisi pemukiman, kesehatan dan pendidikan serta pemberdayaan social. Tetapi, pemerintahan desa justru terjebak pada sektor-sektor ini saja tanpa memiliki visi pada pengembangan ekonomi desa.

“Pembangunan rabat beton di gang desa itu tak memiliki dampak ekonomi. Itu hanya persolan sandal bersoh, bahwa sandal penduduk tak lagi kotor ketika masuk rumah karena gang di depan rumahnya sudah disemen. Padahal, persoalan di Madina itu bukan sandal bersih, tetapi perut lapar,” ujarnya.

Menurutnya, penggunaan Dana Desa yang fokus ke pemukiman itu sebagai gambaran tidak adanya visi pemerintahan desa dalam sektor ekonomi.

Terkait bahwa penetapan penggunaan Dana Desa berdasar hasil musyawarah yang melibatkan warga desa, menurutnya, jika pemerintah desa memiliki visi yang kuat serta mampu melobi tokoh-tokoh masyarakat sebelum musyawarah dilakukan, maka masyarakat tentu akan memahami visi itu.

Oleh karenanya, dia berharap pemerintah kabupaten mau mendorong pemerintah desa untuk soktor ekonomi itu.

Peliput : Maradotang Pulungan

Editor  : Ludfan Nsution

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Diimbau Pilih Jalur Alternatif

    Warga Diimbau Pilih Jalur Alternatif

    • calendar_month Sabtu, 27 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jelang Lebaran 1432 Hijriyah TEBING TINGGI- Untuk menghindari kepadatan arus mudik jelang lebaran 1432 H, pemudik diimbau memilih jalur alternatif saat melangsungkan perjalanan mudik ke kampung halaman. Kasat Lantas Polres Tebing Tinggi AKP Juliani Prihatini, kepada Sumut Pos diruang kerjanya, Jumat (26/8) menyarankan, bagi pemudik, hendaknya meng gunakan jalur alternatif menuju Ko ta Medan melalui […]

  • DPRD : Yang Disahkan DPRD Madina Pustu Pastab Julu, Bukan Pustu Pastab Jae

    DPRD : Yang Disahkan DPRD Madina Pustu Pastab Julu, Bukan Pustu Pastab Jae

    • calendar_month Minggu, 26 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Komisi I DPRD Mandailing Natal menyatakan bahwa Pustu yang seharusnya direhab adalah Pustu Desa Pastab Julu, bukan Pustu Desa Pastab Jae. Anggota DPRD Mandailing Natal (Madina) dari Komisi I, As Imran Khaitamy Daulay menjawab Mandailing Online, Sabtu (26/6) menyatakan proyek rehabilitasi Puskesmas Pembantu Desa Pastab Jae Kecamatan Tambangan tidak sesuai dengan […]

  • Bupati Simalungun Bantah Suap Hakim MK

    Bupati Simalungun Bantah Suap Hakim MK

    • calendar_month Senin, 13 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIMALUNGUN : Jopinus Ramli (JR) Saragih yang terpilih sebagai Bupati Simalungun periode 2010-2015, membantah telah melakukan penyuapan terhadap hakim di Mahkamah Konstitusi (MK) terkait gugatan Pemilukada Kabupaten Simalungun beberapa waktu lalu. Sebelumnya, JR Saragih diduga telah menyuap hakim di MK, Akil Mochtar sebesar RP 1 miliar dalam bentuk dolar yang diberikan melalui supir pribadinya, Purwanto. […]

  • Madina Endemis Malaria

    Madina Endemis Malaria

    • calendar_month Minggu, 14 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Kabupaten Mandailing Natal (Madina) merupakan salah satu daerah endemis malaria di Provinsi Sumatera Utara (Sumut). “Dari sekitar 24 ribuan masyarakat Madina, 9.671 jiwa terjangkit malaria,” sebut Kepala Kantor Penanggulangan Malaria Pemkab Madina, Arifin Fausi Lubis Apt MM, kepada METRO, di ruang kerjanya, Jumat (12/11). Arifin menambahkan, malaria merupakan penyakit yang harus ditangani serius dan […]

  • Ijtima Indonesia Berdoa 2025: Meneguhkan Semangat Dakwah di Tengah Oase Spritual Dunia Global

    Ijtima Indonesia Berdoa 2025: Meneguhkan Semangat Dakwah di Tengah Oase Spritual Dunia Global

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Moechtar Nasution Provinsi Lampung, tepatnya Kota Baru mendadak menjadi magnet spritual yang mengguncang dunia. Kota Baru yang dibangun pada tahun 2012 sebagai mega proyek calon pengganti ibu kota Provinsi Lampung menggeliat dengan sunnah sunnah Nabi Muhammad SAW. Jutaan manusia dari berbagai pelosok nusantara termasuk dari Mandailing Natal dengan formasi lebih kurang seratus jemaah sudah […]

  • Kiprah Para Tokoh Gunung Tua Panyabungan dalam Perjalanan Kebangsaan Indonesia

    Kiprah Para Tokoh Gunung Tua Panyabungan dalam Perjalanan Kebangsaan Indonesia

    • calendar_month Kamis, 4 Agt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pengantar redaksi: Berikut ini catatan ringkas yang disusun oleh Askolani Nasution tentang sejumlah tokoh dari Mandailing yang mewarnai dinamika kebangsaan sejak era pertengahan 1800-an hingga awal kemerdekaan Indonesia. Mereka memiliki peran penting di dalam gerak dinamika kebangsaan, baik peran dalam ilmu pengetahuan maupun gerakan kemerdekaan. Mengejutkan, karena semua tokoh-tokoh dalam catatan ini berasal dari satu […]

expand_less