Rabu, 15 Jul 2026
light_mode

Tempat Bersejarah di Madina Diminati Wisatawan Malaysia

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 23 Nov 2016
  • print Cetak

Komplek Bagas Godang di Huta Nagodang, Ulu Pungkut

Komplek Bagas Godang di Huta Nagodang, Ulu Pungkut

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tempat-tempat bersejarah di Kabupaten Mandailing sangat diminati wisatawan keturunan Mandailing Malaysia.

Hal itu diungkapkan pemandu perjalanan travel, Dahlan Batubara kepada wartawan di Panyabungan, Rabu (23/11/2016) di Panyabungan.

“Yang paling diminati itu adalah lokasi peninggalan sejarah seperti Bagas Godang, makam raja-raja. Peringkat kedua adalah perkampungan asli Mandailing dimana mayoritas rumah-rumah penduduknya belum  tersentuh arsitektur Eropa maupun arsitektur modern.  Peringkat ketiga yng diminati adalah kawasan yang alami,” ungkapnya.

Bagas Godang yang diminati antara lain, Bagas Godang di Huta Nagodang Ulu Pungkut; Bagas Godang di Panyabungan Tonga.

“Menurut penilaian mereka, daya pikat Bagas Godang di Huta Nagodang lebih tinggi dibanding Rumah Gadang Pagaruyung di Sumatera Barat. Hanya saja, tidak adanya perhatian dan tingkat promosi yang rendah yang dilakukan pemerintah Sumatera Utara menyebabkan kemasyhuran Bagas Godang Huta Nagodang ditelan oleh Rumah Gadang Pagaruyung karena dikelola dengan baik dan dipromosikan secara sistematis oleh pemerintah Sumatera Barat,” ujar Dahlan.

Untuk tahun 2016 ini, Dahlan menyatakan membawa rombongan Mandailing Malaysia ke Pakantan, karena di Pakantan juga banyak ditemukan Bagas Godang yang tak kalah daya pikatnya dengan Bagas Godang Huta Nagodang di Ulu Pungkut.

Untuk perkampungan asli Mandailing yang belum banyak disentuh arsitektur modern dan Eropa, ditemukan di beberapa kawasan Ulu Pungkut dan kawasan Sibanggor.

“Rumah-rumah berkolong dan berdinding papan serta style jendela yang bukan arsitektur Eropa menjadi daya pikat bagi mereka,” sebut Dahlan yang juga pemimpin redaksi Mandailing Online ini.

Sementara, untuk kategori kawasan alami, yang diminati adalah kawasan Sibanggor, terutama Sibanggor Julu. Kawasan ini sangat eksotis.     

Selain ketiga kategori di atas, menyaksikan tabuhan Gordang Sambilan dan pagelaran tarian Tor-tor menjadi permintaan rutinitas setiap rombongan Mandailing Malaysia ke Mandailing Natal.

Dahlan Batubara yang juga perwakilan Ikatan Mandailing Malaysia Indonesia (IMAMI) di Madina ini menyabutkan, kunjungan rombongan kaum Mandailing di Malaysia ke kabupaten Mandailing Natal menjadi program rutinitas tahunan, setelah program Mulak Tu Huta digalakkan tahun 2012 lalu.

“Program Mulak Tu Huta itu merupakan paket wisata ke tanah leluhur yang digalakkan oleh IMAMI Malaysia di kalangan keturunan Mandailing ,” sebut Dahlan.

Sejauh ini, kendala yang dihadapi dalam promosi wisata, menurut Dahlan, kesulitannya adalah infrastruktur jalan.

“Jalan menuju lokasi-lokasi wisata itu sangat sempit, termasuk beberaa titik jembatan. Mencapai Sibanggor, Ulu Pungkut dan Pakantan itu tak bisa mengendarai bus wisata besar. Jika wisatawan keliling di Sumatera Utara itu memakai bus besar, maka ketika jadwal memasuki Madina, terutama untuk kaswasan Ulu Pungkut, Sibanggor dan Pakantan harus ditukar dengan bus kecil. Ini tentu akan sengat menyulitkan biro travel,” ungkap Dahlan.

“Jalanan yang sempit itu juga diperparah dengan kondisi badan jalan yang memiliki lobang-lobang. Kondisi itu menyebabkan banyak di antara wisawatan itu mengalami nyeri  tubuh setelah kembali ke hotel. Bahkan sepulang di Malaysia masih juga ditemukan kasus nyeri  pinggang pasca kunjungan ke tanah leluhur,” imbuh Dahlan.

Oleh karenanya, Dahlan menghimbau pemerintah Mandailing Natal melakukan inventarisasi kembali titik kunjungan wisata di Mandailing Natal agar titik perbaikan infrastruktur jalan dapat lebih tersekala.

 

Peliput  : Maradotang Pulungan   

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Karet Membaik di Madina

    Harga Karet Membaik di Madina

    • calendar_month Selasa, 27 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – Harga karet dalam satu minggu terakhir beranjak naik di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Di pasar karet Kotanopan, Sabtu (24/8) harga tertinggi mencapai Rp.11.000/ Kg. Di pasar Bukit Malintang, Minggu (25/8) mencapai Rp.8.000/ Kg. Sebelumnya atau selama bulan Ramadhan lalu harga karet masih bercokol di kisaran 5.000 hingga 7.000 rupiah per kilo […]

  • Doa yang Paling Penting untuk Seorang Muslim

    Doa yang Paling Penting untuk Seorang Muslim

    • calendar_month Jumat, 9 Jul 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Alfi Ummuarifah, S.Pd Guru dan Pegiat Literasi Islam Kota Medan   Mayoritas ulama Salaf menganjurkan bagi kaum muslimin untuk berdoa salam beberapa doa yang penting. Doa itu adalah doa yang terpenting. Lebih penting dan paling berharga bagi manusia. Berharga untuk kehidupannya yang abadi di akhirat. Sebab kehidupan di dunia memang hanya sementara. Tentu tak […]

  • Ada Anggaran Empat Pilar di 377 APBDes 2024 di Madina

    Ada Anggaran Empat Pilar di 377 APBDes 2024 di Madina

    • calendar_month Jumat, 17 Mei 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online) : Sosialisasi Jaksa Garda Desa nampaknya ditunda pelaksanaannya oleh sejumlah Desa di Kabupaten Mandailing Natal ( Madina) penundaan sosialisaai itu kuat dugaan karena jadwal pelaksanaan bocor ke wartawan. Diketahui ada alokasi APBDes tahun 2024 untuk 4 pilar. 4 pilar itu adalah Wesbang, Penyuluhan hukum, Jaksa Garda Desa dan Sosialisasi Perangkat Desa. […]

  • Tak Berkategori

    Tukang Bajak Sawah Panen Rejeki

    • calendar_month Selasa, 21 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Memasuki musim tanam bulan ini di Desa Huraba, Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) membawa berkah bagi penyedia jasa bajak sawah. Dalam seminggu terakhir ini para penyedia jasa traktor mulai beroperasi kembali setelah istirahat sajak pasca tanam musim lalu. Salah seorang penyedia jasa traktor, Subur (45) mengatakan, kemarin (20/5/3013) pihaknya sudah banyak […]

  • Rukad Madina Belajar Tata Rias di Silangit Koi Hutasiantar

    Rukad Madina Belajar Tata Rias di Silangit Koi Hutasiantar

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    KOTASIANTAR (Mandailing Online) – Silangit Koi Hutasiantar tidak hanya menjadi tempat wisata, tapi juga tempat untuk berbagai kegiatan. Seperti hari ini, Kamis (25/11) Rukun Keluarga Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Rukad) Mandailing Natal (Madina) belajar tata rias di wisata sawah yang sedang viral ini. Pelatihan tata rias ini berjalan dengan santai dan penuh kekeluargaan. Ibu-ibu […]

  • Kopi Simalungun Kini Mendunia

    Kopi Simalungun Kini Mendunia

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Produk asal Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara telah mendunia. Kopi jenis arabica ini sudah menjadi langganan gerai kopi kelas dunia, salah satunya Starbucks. Ketua Himpunan Masyarakat Kopi Arabika Sumatera-Simalungun (HMKSS) Wala Tindaon mengatakan, kopi dari Simalungun ini sudah diminta oleh Starbucks, langsung dari California Amerika Serikat, yang diekspor sejak 2014 sebanyak 30 ton. “Awal mulanya bisa […]

expand_less