Kamis, 12 Mar 2026
light_mode

Tempat Bersejarah di Madina Diminati Wisatawan Malaysia

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 23 Nov 2016
  • print Cetak

Komplek Bagas Godang di Huta Nagodang, Ulu Pungkut

Komplek Bagas Godang di Huta Nagodang, Ulu Pungkut

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tempat-tempat bersejarah di Kabupaten Mandailing sangat diminati wisatawan keturunan Mandailing Malaysia.

Hal itu diungkapkan pemandu perjalanan travel, Dahlan Batubara kepada wartawan di Panyabungan, Rabu (23/11/2016) di Panyabungan.

“Yang paling diminati itu adalah lokasi peninggalan sejarah seperti Bagas Godang, makam raja-raja. Peringkat kedua adalah perkampungan asli Mandailing dimana mayoritas rumah-rumah penduduknya belum  tersentuh arsitektur Eropa maupun arsitektur modern.  Peringkat ketiga yng diminati adalah kawasan yang alami,” ungkapnya.

Bagas Godang yang diminati antara lain, Bagas Godang di Huta Nagodang Ulu Pungkut; Bagas Godang di Panyabungan Tonga.

“Menurut penilaian mereka, daya pikat Bagas Godang di Huta Nagodang lebih tinggi dibanding Rumah Gadang Pagaruyung di Sumatera Barat. Hanya saja, tidak adanya perhatian dan tingkat promosi yang rendah yang dilakukan pemerintah Sumatera Utara menyebabkan kemasyhuran Bagas Godang Huta Nagodang ditelan oleh Rumah Gadang Pagaruyung karena dikelola dengan baik dan dipromosikan secara sistematis oleh pemerintah Sumatera Barat,” ujar Dahlan.

Untuk tahun 2016 ini, Dahlan menyatakan membawa rombongan Mandailing Malaysia ke Pakantan, karena di Pakantan juga banyak ditemukan Bagas Godang yang tak kalah daya pikatnya dengan Bagas Godang Huta Nagodang di Ulu Pungkut.

Untuk perkampungan asli Mandailing yang belum banyak disentuh arsitektur modern dan Eropa, ditemukan di beberapa kawasan Ulu Pungkut dan kawasan Sibanggor.

“Rumah-rumah berkolong dan berdinding papan serta style jendela yang bukan arsitektur Eropa menjadi daya pikat bagi mereka,” sebut Dahlan yang juga pemimpin redaksi Mandailing Online ini.

Sementara, untuk kategori kawasan alami, yang diminati adalah kawasan Sibanggor, terutama Sibanggor Julu. Kawasan ini sangat eksotis.     

Selain ketiga kategori di atas, menyaksikan tabuhan Gordang Sambilan dan pagelaran tarian Tor-tor menjadi permintaan rutinitas setiap rombongan Mandailing Malaysia ke Mandailing Natal.

Dahlan Batubara yang juga perwakilan Ikatan Mandailing Malaysia Indonesia (IMAMI) di Madina ini menyabutkan, kunjungan rombongan kaum Mandailing di Malaysia ke kabupaten Mandailing Natal menjadi program rutinitas tahunan, setelah program Mulak Tu Huta digalakkan tahun 2012 lalu.

“Program Mulak Tu Huta itu merupakan paket wisata ke tanah leluhur yang digalakkan oleh IMAMI Malaysia di kalangan keturunan Mandailing ,” sebut Dahlan.

Sejauh ini, kendala yang dihadapi dalam promosi wisata, menurut Dahlan, kesulitannya adalah infrastruktur jalan.

“Jalan menuju lokasi-lokasi wisata itu sangat sempit, termasuk beberaa titik jembatan. Mencapai Sibanggor, Ulu Pungkut dan Pakantan itu tak bisa mengendarai bus wisata besar. Jika wisatawan keliling di Sumatera Utara itu memakai bus besar, maka ketika jadwal memasuki Madina, terutama untuk kaswasan Ulu Pungkut, Sibanggor dan Pakantan harus ditukar dengan bus kecil. Ini tentu akan sengat menyulitkan biro travel,” ungkap Dahlan.

“Jalanan yang sempit itu juga diperparah dengan kondisi badan jalan yang memiliki lobang-lobang. Kondisi itu menyebabkan banyak di antara wisawatan itu mengalami nyeri  tubuh setelah kembali ke hotel. Bahkan sepulang di Malaysia masih juga ditemukan kasus nyeri  pinggang pasca kunjungan ke tanah leluhur,” imbuh Dahlan.

Oleh karenanya, Dahlan menghimbau pemerintah Mandailing Natal melakukan inventarisasi kembali titik kunjungan wisata di Mandailing Natal agar titik perbaikan infrastruktur jalan dapat lebih tersekala.

 

Peliput  : Maradotang Pulungan   

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Madina Perlu Pertajam Visi Eknomi

    Pemkab Madina Perlu Pertajam Visi Eknomi

    • calendar_month Selasa, 5 Jul 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Madina diharap mempertajam visi ekonomi untuk mencapi daerah berpendapatan tinggi. Salah satunya melalui perencanaan ekonomi yang visioner. Itu disebutkan pengusaha, Irwan H Daulay dalam postingan di akun pribadinya pada laman facebook, Senin (4/7/2022). Sebab, berdasar data BPS, posisi Mandailing Natal (Madina) hari ini masih jauh dibawah rata-rata pendapatan nasional/propinsi. […]

  • Mendagri Ngotot Pilkada Tetap Digelar di 2015

    Mendagri Ngotot Pilkada Tetap Digelar di 2015

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Jadwal pemilihan kepala daerah tahap pertama tetap digelar di 2015 tidak hanya keinginan pemerintah pusat. Mayoritas dari 204 daerah yang sebelumnya sudah dijadwalkan mengikuti pilkada tahap pertama, juga menolak jika pilkada diundur ke 2016. "Daerah yang 2015 ini (dijadwalkan menggelar pilkada, red) enggak mau mundur. Kalau mundur kan cost (penambahan biaya, red) lagi," ujar […]

  • Pernikahan Beda Agama Legal, Tuntunan Agama Diabaikan Negara?

    Pernikahan Beda Agama Legal, Tuntunan Agama Diabaikan Negara?

    • calendar_month Sabtu, 8 Jul 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Dewi Soviariani Pemerhati Umat “Amin kita sama, tapi iman kita berbeda”, begitu kira-kira semboyan generasi milennial dan generasi z dalam mewacanakan kehidupan mereka dalam bingkai liberalisasi beragama. Bebasnya interaksi pergaulan lawan jenis menempatkan hubungan perasaan pada batasan yang sudah melewati rambu rambu akidah. Tak sedikit dari milenial maupun gen z menyatukan perbedaan keyakinan tersebut […]

  • PDIP Madina Desak Penertiban Mesin Galundung

    PDIP Madina Desak Penertiban Mesin Galundung

    • calendar_month Selasa, 29 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Mandailing Natal (Madina) Iskandar Hasibuan yang juga Anggota DPRD Madina mendesak Muspida Plus secepatnya menertibkan pengoperasian alat pengolah emas (mesin galundung) yang kini merajalela di Kota Panyabungan dan Kecamatan Hutabargot. Itu dikatakannya kepada wartawan, Jumat (25/03/2011) di Kantor DPRD Madina, usai meninjau wilayah tambang rakyat di Kecamatan Hutabargot yang […]

  • Anggaran Pilkada Madina Disetujui 25,2 M

    Anggaran Pilkada Madina Disetujui 25,2 M

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tim Anggaran Pemerintah Daerah Mandailing Natal  menyetujui anggaran Pilkada sebesar Rp. 25.258.996.085. Itu dikatakan Ketua KPU Mandailing Natal (Madina), Agus Salam Nasution kepada wartawan, kemarin. Pada pertemuan antara pihak KPU Madina dengan bupati Madina, Kepala Dinas PKAD dan  Inspektorat Marwan serta Kesbanglinmas Sabtu (18/4) di aula kantor bupati Madina disetujui […]

  • Endemik Malaria di Madina Harus Skala Prioritas

    Endemik Malaria di Madina Harus Skala Prioritas

    • calendar_month Kamis, 12 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bahaya sebaran virus malaria di desa-desa harus menjadi perhatian skala prioritas Pemkab Mandailing Natal (Madina), sebab Madina merupakan salah satu daerah rawan endemik malaria di Indonesia. Berdasar riset para ahli, anak-anak yang pernah terjangkit malaria akan menurun daya ingatnya 30 persen. Ini sangat bebahaya dari sisi sumber daya manusia di Madina. […]

expand_less