Selasa, 21 Jul 2026
light_mode

Cerpen : CATATAN RAMONA

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 9 Mar 2018
  • print Cetak

(publis bagian 2 – selesai)

Karya : WAHYUNI LUBIS

Catatan Ramona cover

Inilah yang aku cemaskan selama ini, jatuh cinta sendirian, padahal masih tangkas dalam ingatan, janji yang pernah kau lontarkan. Bersumpah untuk tidak meninggalkan, namun nyatanya kau malah pergi dengan dia yang pernah kau ludahkan.

 

Kau tau,bagaimana aku tanpa mu!!!!

Ah,,,,,sudahlah, tidak penting. Aku baik-baik saja.

Bila saja saat itu kita tidak bertemu, aku yakin , aku tidak akan pernah berkenalan dengan luka untuk yang kedua kalinya. Kau sungguh indah bagiku bahkan saat mereka mengatakan kekuranganmu tetap saja kau jadi pemenang di hati. Kau tau senja? Bagiku kau lebih dari itu.

Tapi… sayangnya itu dulu.

Aku ingat betul malam itu, minggu malam dimana kau mengajakku ke suatu tempat, yang katamu ini adalah tempat spesial yang tak banyak orang tahu dan bisa jadi hanya kau sendiri yang tahu. Dalam hatiku menerka-nerka, sespesial apa sih tempatnya hingga aku pun kau suruh untuk menutup mata. Kau memang sulit untuk ditebak, seperti teka-teki silang, beberapa pertanyaannya mengandung kata sulit dan hanya bisa dijawab oleh orang-orang penasaran saja.

Mungkin aku adalah salah satu dari orang-orang yang penasaran itu, semakin dalam ku menggali tentangmu semakin besar pula rasa ingin tahuku padamu. Padahal kau bukanlah orang yang romantis, jangankan memberiku setangkai bunga, segelas kopipun kau enggan untuk meneguknya bersamaku, sedangkan kau tau kopi adalah simbol dari keromantisan dan banyak orang yang mengartikan jika kopi itu adalah lambang kejujuran.

Sesampainya di tempat yang kau maksud, kau menyuruhku untuk membuka mata. Spontan aku merasa terkejut akan tempat itu, taman kecil yang ada di sudut kota, beberapa rumpun bunga tumbuh di sana dikelilingi dengan pohon-pohon kecil yang mulai beranjak dewasa. Pantulan cahaya lampu kota membuat suasana menjadi indah. Tak ada kata yang dapat kulontarkan selain senyuman dan beberapa tetesan air mata bahagia, aku tak menyangka dibalik kekonyolanmu ternyata kau romantis juga padahal setauku kau bukanlah sosok yang romantis.

“Kau suka tempat ini, Ramona?”

“Tentu saja, aku sangat suka, Riki”

“Kau tau, Mona, aku sering sekali ke taman ini, apalagi jika kamu lagi badmood sama aku, kamu kan kalau lagi PMS suka marah-marah gak jelas gitu, bahkan sering kali aku disalah-salahkan dan dituduh kurang peka, hehehe wanitakan memang seperti itu. Oh iya… aku mau ngomong sesuatu sama kamu?”

“Kamu bisa saja, Riki, hehe”. Kamu mau ngomong apa?

“Tapi kamu harus janji dulu, jangan bilang siapa-siapa kalau aku suka kamu,”.

Sekejap suasanapun menjadi berubah, hening tanpa ada kata. Yang ada hanya suara jeritan jangkrik yang minta tolong untuk diselamatkan dari kegelapan malam. Bibirku bungkam, tubuhku kaku seperti patung yang tak bisa berbuat apa-apa saat pengunjung menyentuh tubuhnya. Kau berhasil membuatku salah tingkah dan membuat detak jantungku menjadi bergemuruh. Beberapa kali kumenyeka rambutku, pertanda jika aku  mulai malu. Dengan terbata-bata kujawab pertanyaanmu jika aku juga suka padamu.

Waktu begitu singkat, ternyata hadirmu hanya sesaat tidak untuk menetap. Kau tau, setiap kali kumelintas di taman itu, aku seperti sedang menonton sebuah film yang kuperankan sendiri.

Hari demi hari kulalui sendiri meskipun tanpamu aku percaya aku bisa, bukannya hidup memang demikian. Seberapa banyakpun nanti orang yang kita kenal tetap saja berakhir dengan kata sendiri. Dulu kita juga pernah menjadi asing, kau dengan duniamu, aku dengan kehidupanku. Sampai waktu membawa kita pada pertemuan dan membuat semuanya menjadi berbeda. Semenjak itu kau bukan lagi orang asing bagiku. Beberapa cerita yang kulewati, sebagian besar cerita tentangmu, tentang caramu merebut hatiku, tentang kekonyolanmu saat menghiburku.

Namun seiring berjalannya waktu, kata bosanpun mulai menghampirimu, sikapmu mulai tak menentu bahkan seringkali saat kita bertengkar kau selalu membanding-bandingkanku dengan masa lalumu. Seolah-olah kau membenarkan dia dan menyalahkanku hingga akhirnya kita menjadi asing kembali di hati masing-masing.

Kisah kita kemarin berubah menjadi kenangan. Kau yang kuimpikan tak lebih hanya sebatas hayalan. Kini, ada atau tidaknya aku bukan lagi masalah besar bagimu. Pesanku hanya satu, berhati-hatilah mengenakan topengmu selain denganku. Aku hanya takut banyak yang tahu wujud aslimu.

Pergilah dengan dia yang kau sebut masa lalumu, mungkin dengan begitu kau bisa menemukan bahagiamu kembali. Terkadang begitulah cinta, ingin memulai dengan yang baru namun hati tetap bertahan pada yang dulu. Jangan khawatir akan keadaanku, sepekat apapun nanti malamku aku berjanji tidak akan merindukanmu lagi. Kuucap terima kasih untuk hadirmu, berbahagialah meski tanpaku. Satu yang harus kamu tau, kehilanganmu bukan berarti membuat hilang akalku.

Jika suatu saat nanti kau menyesal dengan keputusanmu dan ingin kembali padaku. Sungguh demi apapun aku tidak akan peduli. Tentang lupa, tenang saja aku tidak akan buru-buru melupakanmu sebab tidak semua kenangan bersedia dipaksa hilang dari ingatan. Akan kubiarkan dia menetap di sana, menyusun kembali kisah-kisah yang berantakan. Sampai nanti dia menemukan lemari yang bisa dia jadikan tempat penyimpanan berkas.

Akan kunikmati kesendirian ini. Mungkin awalnya akan terasa janggal, namun aku percaya jika sendiri bukan berarti sepi tapi ajang untuk memperbaiki diri. Luka yang kau hidangkan, akan kulahap bersama dengan dinginnya malam. Tak masalah berteman dengan gigil sebab aku percaya seuntai harapan akan selalu hadir di akhir cerita.

Kepada semesta aku meminta untuk kembali mengabulkan doa-doa yang kulambungkan di udara. Tidak apa harus menunggu lama. Untuk sementara aku ingin mencintai diriku sendiri dulu. Membebaskanku dari rasa khawatir akan masa lalu dan menapaki perjalanan yang terbentang di hadapanku.

Jangan khawatir, aku baik-baik saja, jika nanti kau ingin menyapa. Sapalah aku dengan senyuman. Akan ku pastikan, tatapan itu tidak akan mengandung rasa. Perihal janji kemarin, lupakan saja.

Aku akan belajar kembali melakukan semuanya dengan sendiri. Aku akan belajar menjadi wanita yang kuat berdiri sendiri, bukannya dulu kau juga bilang jika aku wanita hebat. Dan akan kubuktikan padamu bahwa aku memang pantas untuk gelar itu. Terima kasih untuk laranya, semoga dikemudian hari aku bisa bertemu pengganti dirimu  yang pintar dalam mengobati (luka).

Pertemuan singkat tapi padat dan berakhir dengan kata selamat tinggal. Kira-kira begitulah cerita kita.***

 

Baca juga

CATATAN RAMONA

WAHYUNI LUBIS tinggal di Panyabungan, Mandailing Natal, Sumatera Utara. Sekarang penyiar di Radio Prima FM Panyabungan, juga aktif sebagai MC di berbagai kegiatan. Penggerak Pramuka di SMA Negeri 3 Panyabungan hingga 2017.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubuk Terpal, Saksi Kemiskinan yang Terlupakan

    Gubuk Terpal, Saksi Kemiskinan yang Terlupakan

    • calendar_month Rabu, 16 Jun 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Alfisyah Ummu Arifah Guru dan Pegiat Literasi Islam Menyedihkan dan membuat gerimis hati siapa saja yang melihatnya. Potret kemiskinan di negeri ini memang seperti fenomena gunung es. Data dan fakta yang tersembunyi lebih banyak lagi. Pendataan tak rapih menjadi pangkal persoalan dari kasus kemiskinan serupa. Jika di ibukota ada yang tinggal di bawah jembatan, […]

  • Moncak di Mandailing

    Moncak di Mandailing

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

     LATAR BELAKANG Moncak adalah seni bela diri yang terdapat di dalam suku Mandailing. Baik di Mandailing Godang, Mandailing Julu dan Mandailing Angkola. Mocak ini mirip dengan seni bela diri Silat, juga hampir sama dengan Silek di Sumatera Barat. Di dalam suku Toba juga dinamakan Moncak (baca: Mossak). Berdasarkan hasil wawancara dengan sejumlah penggiat budaya Mandailing, […]

  • Kades Saleh Baru Bantah Lakukan Pengancaman Pada LSM, Muda Hasibuan Tolak Berdamai

    Kades Saleh Baru Bantah Lakukan Pengancaman Pada LSM, Muda Hasibuan Tolak Berdamai

    • calendar_month Selasa, 6 Jun 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online) -Kepala Desa Sale Baru Kecamatan Muara Batang Gadis (MBG) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) bantah dugaan pengancaman yang ia lakukan kepada beberapa anggota Lembaga Pemantau Aset dan Keuangan Negara Republik Indonesia Profesional Jaringan Mitra Negara (LPAKNRI Projamin) Bantahan tersebut dikatakan langsung Kades Desa Sale Baru Cahyono Surya Bin Mustamar di Rumah Makan Dapur […]

  • KPU Tetapkan Nomor Urut Pasangan Calon Walikota P. Sidimpuan

    KPU Tetapkan Nomor Urut Pasangan Calon Walikota P. Sidimpuan

    • calendar_month Selasa, 7 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Padangsidimpuan,(MO)- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Padangsidimpuan menetapkan nomor urut enam pasangan calon walikota dan wakil walikota dalam rapat pleno terbuka yang digelar di aula Madrasyah Aliyah Negeri (MAN) II, Jalan Sutan Soripada Mulia Kota P. Sidimpuan, Senin (6/8). Rapat pleno yang dipimpin Ketua KPUD P. Sidimpuan Arbanurrasyid Simbolon dengan anggota Mohot Lubis, Ahmad Efendi […]

  • Tempe Tahu Madina Dikecilkan

    Tempe Tahu Madina Dikecilkan

    • calendar_month Jumat, 27 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Terkait Melonjaknya Harga Kedelai PANYABUNGAN (MO) – Lonjakan harga kedelai secara nasional juga berimbas di Mandailing Natal (Madina). Pengrajin tahu dan tempa terpaksa mengecilkan ukuran tahu dan tempe yang diproduksi. “Meski untung tipis, kami harus tetap harus memproduksinya, tapi takarannya dikurangi,” ungkap Paijo, pengrajin tahu tempe di Desa Aek Galoga, Panyabungan menjawab artawan, Jum’at (27/7). […]

  • Kerap Dampingi Bupati Saipullah Nasution di Momen Kunker di Jakarta, Ini kata Marzuki Nasution

    Kerap Dampingi Bupati Saipullah Nasution di Momen Kunker di Jakarta, Ini kata Marzuki Nasution

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA||Mandailing Online-– Nama Marzuki Nasution menjadi perbincangan dan sorotan disejumlah kalangan di Kabupaten Mandailing Natal , Sumatera Utara. Sosok yang dikenal dekat dengan Bupati Mandailing Natal ( Madina ) Saipullah Nasution itu selalu muncul di setiap agenda luar kota sang bupati. Publik pun bertanya sebagai apa Marzuki hadir mendampingi kepala daerah. Dari penelusuran akun resmi […]

expand_less