Senin, 31 Agu 2026
light_mode

Diduga Sarang Korupsi, Dinas Kesehatan Madina Didemo Mahasiswa

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 11 Apr 2019
  • print Cetak

 

Satu mahasiswa berorasi dalam unjukrasa Aliansi Mahasiswa Revolusioner Tabagsel di Dinas Kesehatan Madina

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Aliansi Mahasiswa melakukan unjukrasa di Dinas Kesehatan Madina terkait dugaan terjadinya korupsi.

Unjukrasa berlangsung Kamis (11/4/2019) di halaman Dinas Kesehatan Mandailing Natal (Madina) oleh sekitar 20 orang tergabung dalam Mahasiswa Revolusioner (AMR) Tapanuli Bagian Selatan.

Pengunjukrasa juga membacakan surat Pernyataan Sikap yang ditandatangani unsur-unsur AMR, yakni Ketua Umum DPP HAM Tabagsel Marhaninuddin; Ketua Umum PB IMPRI, Arfan Ardi Lubis; Ketua Umum Gemar Bersatu Tabagsel, Muchtadin Ahmad.

Di dalam surat pernyataan disebutkan sebanyak 7 poin mata anggaran di Dinas Kesehatan itu yang diduga menjadi ajang korupsi.

Arfan Ardi Lubis selaku Ketua Umum PB IMPRI menjawab Mandailing Online mengungkapkan, belanja ATK sebesar Rp.223.364.250 untuk kegiatan Pendampingan Akreditasi Puskesmas diduga tumpang tindih dengan ATK sebesar Rp.66.570.000 untuk kegiatan Survey Akreditasi Puskesmas.

Sementara anggaran Kegiatan Hari Kesehatan Nasional juga diduga ada kejanggalan dana. Dimana biaya untuk menyewa soundsistem sebesar Rp.15.000.000.

Poin-poin anggaran kegiatan lainnya yang diungkap dalam surat Pernyataan Sikap itu meliputi Penyebaran Tenaga Kesehatan di Desa (Bidan PTT Daerah) beranggaran biaya Rp.2.692.800.000.

Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) berdana Rp.15.014.333.000. Kemudian, program Jaminan Persalinan (Jampersal) berdana Rp.5.335.983.000. Pelayanan Penduduk Miskin di Puskesmas dan Jaringannya berdana Rp.2.260.526.000.

“Setelah mengkaji dan menganalisa poin-poin di atas,kami menilai bahwasanya ada unsur penipuan dan pemborosan besar-besaran atas penggunaan uang negara,” tertulis di Pernyataan Sikap itu.

Oleh karena itu, mahasiswa di Pernyataan Sikap itu meminta Dinas Kesehatan Madina untuk memberikan penjelasan.

Mendesak bupati Madina mengevaluasi kinerja kepala Dinas Kesehatan Madina. Mendesak Kejari Madina mengusut dugaan korupsi itu. Mahasiswa juga meminta DPRD Madina lebih selektif dalam membahas anggaran R-APBD Madina.

Pengunjukrasa gagal bertemu Kepala Dinas Kesehatan Madina, Dr. Syarifuddin Nasution, karena tak berada di kantornya saat unjukrasa berlangsung.

Sejumlah Satpol PP Madina berjaga-jaga di pintu masuk kantor dinas itu.

Kasubbag Kepegawaian Dinas Kesehatan Madina, Sarjan sempat hendak menemui pengunjukrasa, tetapi pengunjukrasa menolak karena mereka menilai Sarjan tidak memenuhi kriteria memberikan penjelasan secara luas.

Mandailing Online belum berhasil mengkonfirmasi Kepala Dinas Kesehatan Madina, Dr. Syarifuddin Nasution untuk kejelasan temuan mahasiswa itu.

 

Peliput : Dahlan Batubara

 

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wilayah Pantai Barat Memprihatinkan

    Wilayah Pantai Barat Memprihatinkan

    • calendar_month Senin, 22 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    Jalan Rusak Seperti Kubangan Kerbau Warga Pantai Barat, Madina khususnya di Kecamatan Batahan dan Sinunuk berharap kepada pemerintah agar melaksanakan perbaikan jalan. Selama ini, jalan yang ada di daerah mereka memprihatinkan, berlubang-lubang di sana sini. Jalan penghubung kedua daerah sepanjang kurang lebih 18 kilometer telah bertahun-tahun tak pernah diperbaiki, padahal kondisi badan jalan ibarat kubangan […]

  • Dana Beasiswa Hanya 250 Juta

    Dana Beasiswa Hanya 250 Juta

    • calendar_month Selasa, 17 Des 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Setelah absen sekitar 4 tahun, Pemkab Madina kembali menganggarkan dana untuk Beasiswa Miskin Berprestasi tahun anggaran 2020. Hanya saja, dana yang digelontorkan Pemkab Madina hanya sebesar Rp 250 juta. Kepastian besaran dana untuk beasiswa ini tertuang dalam RAPBD Madina TA 2020 dalam Nota Keuangan yang diajukan Pemkab Madina pada Rapat […]

  • Ketua Kadin Sumut Apresiasi Keberadaan Tenun di Silangitkoi

    Ketua Kadin Sumut Apresiasi Keberadaan Tenun di Silangitkoi

    • calendar_month Jumat, 11 Feb 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    KOTASIANTAR (Mandailing Online) – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Utara (Sumut) H. Ivan Iskandar Batubara mengapresiasi keberadaan Kampung Tenun di wisata Sawah 3 Dimensi Silangitkoi Hutasiantar, Panyabungan. Ivan menyebutkan, keberadaan tenun di Silangitkoi yang pengerajinnya merupakan warga sekitar sangat layak dikembangkan dan didukung untuk mendorong ekonomi masyarakat. “Tenun merupakan salah satu kerajinan yang […]

  • Pimpinan KPK Disantet

    • calendar_month Kamis, 23 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Paranormal Ki Sabdo Jagad Royo mengingatkan pimpinan KPK kini berusaha disantet karena sepak terjangnya di Gedung KPK, Rabu (22/5).(JPNN).

  • Khairul Saleh Mengaku Tau Aliran Dana Dugaan Korupsi Smart Village di Madina yang Sedang Ditangani Kejaksaan

    Khairul Saleh Mengaku Tau Aliran Dana Dugaan Korupsi Smart Village di Madina yang Sedang Ditangani Kejaksaan

    • calendar_month Rabu, 4 Jun 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online ): kasus dugaan korupsi dana desa tahun 2023 dengan judul Smart Village yang sedang ditangani Kejaksaan Negeri Mandailing Natal ( Madina ) semakin terbuka. Kali ini ada pengakuan mengejutkan datang dari tokoh masyarakat Khairul Saleh Nasution mengaku ada oknum anggota DPRD Sumut periode 2024-2029 yang menikmati aliran dama proyek dana desa tersebut. […]

  • MEMANGGUL BAN DALAM

    MEMANGGUL BAN DALAM

    • calendar_month Selasa, 2 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Dua orang kaum perempuan di Desa Jambur Baru Kecamatan Batang Natal memanggul ban dalam ukuran besar menuju sungai hendak mengumpul pasir dan batu sebagai mata pencaharian alternatif. Belakangan ini tingkat pendapatan masyarakat di Batang Natal sangat rendah akibat masih rendahnya harga karet yang selama ini sebagai mata pencaharian utama penduduk di Batang Natal. (foto : […]

expand_less