Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Mahasiswa Kutuk Intervensi Aparat di Pilpres

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 12 Apr 2019
  • print Cetak

Mahasiswa dari BEM Fakultas Hukum UMTS memampangkan spanduk dalam unjukrasa di alun-alun kota Padangsidimpuan, Jum’at (12/4/2019).

SIDIMPUAN (Mandailing Online) – Mahasiswa mengutuk keras intervensi dan tekanan yang dilakukan aparat pemerintah kepada rakyat terkait pilihan politik di Pilpres 2019.

Kutukan itu disuarakan mahasiswa dari BEM Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS) bersama aktivis muda Rahman Simanjuntak dalam aksi unjukrasa di Padangsidempuan, Jum’at (12/4/2019).

Aksi puluhan mahasiswa ini dilangsungkan di dua lokasi. Lokasi pertama di alun-alun Kota Padangsidempuan. Lokasi kedua di halaman gedung DPRD Kota Padangsidimpuan.

Mereka memampangkan spanduk bertulis “Rakyat Menggugat. Stop Intervensi. ASN/TNI&Poliri Netral. Kawal Pemilu 2019 Bebas Curang”.

Unjukrasa di depan gedung DPRD Kota Sidimpuan

 

Selain spanduk, mahasiswa juga membacakan dokumen Pernyataan Sikap yang ditandatangani R. Hasibuan (Kordinator Lapangan), Reynaldi Siregar (Kordinator Aksi) dan disetujui Ketua BEM Fakultas Hukum UMTS, Agusni.

Antara lain tertulis bahwa jelang satu abad Republik Indonesia belum juga mampu menunujukkan sebagai negara yang bermartabat di mata dunia. Kurangnya kesadaran pemerintah menjadi indikasi hancurnya Indonesia.

Kontestasi poitik tahun ini menjadi kontestasi paling menegangkan dalam sejarah bangsa. Realitas perjalanannya berada pada puncak kegalauan sejak era Reformasi, dimana rakyat saling mencurigai, hujat menghujat, menebar kebencian dan hoak yang menjadi senjata ampuh memecah belah bangsa.

“Mengaku paling NKRI, paling Pancasilais, paling Bhineka Tunggal Ika, padahal semua sama saja menyeru perpecahan bangsa” tertulis di dokumen Pernyataan Sikap.

Pertarungan elit politik hari ini, mampu mengkotak-kotakkan lini kehidupan masyarakat yang paling bawah sehingga kontetasi politik hari ini tidak menganal adu gagasan dan visi misi. Semua bertekuk lutut di bawah penguasa dan pemodal besar.

“Jika demikian jalan pintas dianggap pantas melanggar rambu-rambu konstitusi yang ada, maka sebagai pemuda dan mahasiswa tidak tinggal diam terhadap semua penzaliman yang ada. BEM Fakultas Hukum UMTS mengutuk keras tindakan sewenang-wenang para penguasa yang haus kekuasaan,” tertulis di dokumen itu.

“Dalam jumlah kasus yang ditemukan, peran kepala daerah, ASN dan polisi yang semestinya berposisi netral sebagaimana UU No 5 Tahun 2014 tentang ASN dan UU No 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian, namun banyak yang nekad mempertaruhkan jabatannya demi berpihak pada salah satu pasangan calon,” lanjut tertulis di dokumen itu.

“Bahkan tindakan ini dilakukan secara vulgar dan transparan seolah supremasi penegakan hukum kita tidak berfungsi sebagaimana mestinya”.

Selanjutnya ditulis bahwa kepala desa dan aparatur desa juga bertindak memaksakan kehendak dan memihak pada satu pasangan calon.

Oleh karena itu Mahasiswa BEM Fakultas Hukum UMTS menyatakan :

  • Mengutuk keras tindakan intervensi yang dilakukan pihak-pihak yang tak bertanggungjawab.
  • Mengajak seluruh warga Tapsel, Madina, Padangsidempuan, Palas dan Paluta untuk mengawasi langsung setiap TPS sampai tingkat Kabupaten/Kota.
  • Mengajak masyarakat untuk memilih berdasar hati nurani sendiri dan melawan setiap tekanan yang dilakukan oleh pihak manapun.
  • Mengajak masyarakat untuk tidak menerima uang politik serta melaporkan money politic yang dilakukan oleh siapapun.
  • Meminta KPU dan Bawaslu untuk bersikap netral serta menindak tegas peserta Pemilu yang melanggar aturan.

Sementara itu, Rahman Simanjuntak menjawab Mandailing Online menyatakan bahwa aksi ini dimungkinkan masih akan berlanjut ke kabupaten lain kawasan Tabagsel.

 

Peliput : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tok..Tok..Tok! 7 Daerah Dapat Ekstra Time Pendaftaran Balon Kada

    Tok..Tok..Tok! 7 Daerah Dapat Ekstra Time Pendaftaran Balon Kada

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) akhirnya kembali memperpanjang masa pendaftaran pasangan bakal calon kepala daerah (balon kada), di tujuh wilayah yang sebelumnya baru memunculkan satu pasangan bakal calon. Ketua KPU Husni Kamil Manik mengatakan, perpanjangan dilakukan setelah penyelenggara pemilu mempelajari dan melakukan rapat pleno atas surat rekomendasi yang dikeluarkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), […]

  • Video: Perayaan HUTRI di Siabu Diisi Berbagai Perlombaan

    Video: Perayaan HUTRI di Siabu Diisi Berbagai Perlombaan

    • calendar_month Selasa, 9 Agt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun ke-77 Republik Indonesia, forum koordinasi pimpinan kecamatan (Forkopimcam) Siabu menggelar beberapa perlombaan seperti tari kreasi, lomba lari, kaligrafi, dan lainnya. Ragam perlombaan itu mulai diselenggarakan sejak 29 Juli sampai dengan 17 Agustus 2020. Perlombaan ini menyasar siswa berbagai tingkatan dan masyarakat.  

  • Inilah harta yang wajib dizakati

    Inilah harta yang wajib dizakati

    • calendar_month Senin, 23 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Diantara beragam harta benda yang kita miliki, sebagai umat Islam kita wajib mengeluarkan zakat terhadap 8 jenis harta yang kita miliki. Sehingga, harta kita ‘dicuci’ dari harta yang haram dan kemungkinan-kemungkinan harta dari hasil riba. Berikut delapan jenis harta yang wajib kita zakati; 1. Zakat Perdagangan Setiap harta hasil berniaga atau berdagang wajib dizakatkan meliputi […]

  • Yang Mencuat, Yang Menguat, Yang Mengkerucut

    Yang Mencuat, Yang Menguat, Yang Mengkerucut

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Catatan: Ludfan Nasution Momentum Pilkada Madina 2015 makin dekat. Diperkirakan Juni 2015 KPU Madina sudah mengawali tahapannya. Wacana tentang Balon memanas. Suasana makin hangat. Beberapa nama baru tampak mencuat, seperti Ikhsan Batubara, Irwan Daulay, Aspan Sofiyan Batubara (mantan Plt. Bupati Madina pasca Amru Daulay) dan Iskandar Siregar (PNS di Pemkab Madina yang juga didukung […]

  • Harga Karet Naik ke Level 8.600

    Harga Karet Naik ke Level 8.600

    • calendar_month Kamis, 16 Jan 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Harga karet alam di Panyabungan, Mandailing Natal mengalami kenaikan dalam tiga pekan terakhir. Pantauan di lokasi pertimbangan karet, Gunungtua Iparbondar, Panyabbungan, Kamis (16/1/2020) harga karet basah di terrendah Rp 8.200 per Kg, tertinggi Rp 8.600 per Kg. Sahrin Nasution, penyadap karet dari Gunungtua Julu mengungkapkan harga karet alam ini mengalami […]

  • PKS Sorot Kelangkaan Gas 3Kg Subsidi

    PKS Sorot Kelangkaan Gas 3Kg Subsidi

    • calendar_month Sabtu, 29 Jul 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PKS, Mulyanto, menyebut Pemerintah super tega pada masyarakat yang kesulitan mendapatkan gas LPG 3 kg bersubsidi. Pemerintah bukan mengatasi kelangkaan gas LPG bersubsidi itu malah meluncurkan produk LPG 3kg nonsubsidi bermerek Bright dengan harga yang lebih mahal. Kebijakan itu, kata Mulyanto, akan membuat pengadaan […]

expand_less