Minggu, 31 Mei 2026
light_mode

Kuota Sertifikasi Guru Tabagsel 2.687 Orang

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 5 Jan 2011
  • print Cetak


MEDAN- Pada 2011 ini, jumlah kuota sertifikasi guru Sumatera Utara (Sumut) meningkat hingga lebih dari 300 persen. Jika tahun lalu kuota sertifikasi guru untuk Sumut hanya 7.447 orang, tahun ini sebanyak 23.900 orang. Sementara untuk Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) kuota sertifikasi guru 2.687.
Kepala Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Sumut Mahdi Ibrahim didampingi Sekretaris LPMP Sumut Rudianto mengatakan, kuota tersebut telah dibagi ke 33 kepala Dinas Pendidikan (Disdik) kabupaten/kota.
“Dengan jumlah kuota sebesar ini, kita memerlukan kerja sama yang baik dari ketiga Lembaga Pendidik Tenaga Kependidikan (LPTK) Induk yang ada di Sumut. Yakni Universitas Negeri Medan (Unimed), Universitas HKBP Nomensen (UHN), dan Universitas Muslim Nusantara (UMN),” ungkap Mahdi kepada wartawan, Selasa (4/1).
Lebih lanjut Mahdi mengatakan, setelah kuota dibeberkan ke masing-masing kepala Disdik kabupaten/kota, diharapkan mereka segera melakukan proses rekrutmen peserta sesuai dengan kuota yang telah ditentukan.
“Pada proses rekrutmen ini kita berharap kepala Disdik kabupaten/kota objektif dan transparan dalam menetapkan guru-guru yang berhak mendapatkan kuota tersebut. Sedangkan yang tak berhak harus ditangguhkan, sesuai dengan prasyarat yang ditentukan oleh Direktorat Jendral Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Ditjen PMPTK) Kemendiknas,” jelasnya.
Mahdi menuturkan, saat ini jumlah guru di Sumut mencapai 205.000 orang. Sedangkan yang telah memiliki Nomor Unik Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) baru mencapai 202.000 orang. “Dari jumlah guru yang telah memiliki NUPTK ini, baru 21 persen guru yang telah lulus sertifikasi sebagai guru profesional,” paparnya.
Rudianto menambahkan, pada pelaksanaan sertifikasi guru 2011 ini akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Karena sebagian besar peserta akan mengikuti Pendidikan Latihan Profesi Guru (PLPG) secara massal. Sementara LPMP juga masih menunggu keputusan dari pusat untuk penambahan jumlah LPTK Induk, mengingat jumlah kuota untuk mengikuti PPG tahun ini yang sangat besar.
“Di Sumut saat ini hanya memiliki tiga LPTK Induk. UMN mendiklat sebanyak 3.000 peserta, UHN 4.000 peserta dan sisanya diperkirakan 16.900 peserta akan didiklat oleh Unimed,” tutur Rudianto.
Menurutnya, hal ini dikhawatirkan Unimed akan kewalahan jika harus menggelar diklat kepada 16.900 peserta yang dimungkinkan dapat mengganggu proses perkuliahan di kampus tersebut. “Karena selama ini Unimed hanya melakukan diklat kepada 4.000 peserta,” ujarnya.
Rudianto berharap pemerintah pusat mempertimbangkan untuk menambah jumlah LPTK di Sumut, sehingga proses PLPG yang memakan waktu sembilan hari tak mengganggu pekerjaan lain masing-masing LPTK Induk. “Selain itu, guru juga tak bertumpuk, karena bayangkan seperti Nias Selatan itu kuotanya 900-an. Jika mereka sekaligus diberangkatkan ke satu LPTK Induk dan harus didiklat, dikhawatirkan Nias Selatan akan mengalami kekosongan guru selama sembilan hari,” katanya.
Rudianto menilai, pada 2011 proses pelaksanaan sertifikasi guru akan berbeda, karena 23.900 orang guru akan didiklat secara massal. “Ini bukanlah pekerjaan yang mudah dan Disdik kabupaten/kota harus mengatur siasat agar siswa tak terbengkalai. Kemudian LPTK Induk juga mengatur agar proses perkuliahan di kampus tak terganggu,” ujarnya.
Guru-guru yang akan mengikuti sertifikasi guru tersebut terdiri dari guru TK, pendidikan dasar (Dikdas), pendidikan menengah (Dikmen) yang mencakup SMP, SMA, SMK dan SLB. Kuota untuk guru TK sebanyak 290 peserta, Dikdas (18.563), Dikmen (5.019) dan SLB (28).
Sedangkan untuk kuota masingmasing kabupaten/kota, yaitu Asahan (879), Batu Bara (585), Binjai (536), Dairi (643), Deli Serdang (2.318), Gunung Sitoli (489), Humbahas (482), Karo (539), Labuhanbatu (559), Labuhanbatu Selatan (289), Labuhanbatu Utara (461), Langkat (1.293), Mandailing Natal (1.214), Medan (4.020), Nias (597), Nias Barat (326), Nias Selatan (994), Nias Utara (421), Padanglawas (167), Padanglawas Utara (351), Padangsidimpuan (412), Pakpak Bharat (119), Pematangsiantar (668), Samosir (286), Serdang Bedagai (736), Sibolga (144), Simalungun (1.442), Tanjungbalai (173), Tapanuli Selatan (543), Tapanuli Tengah (658), Tapanuli Utara (779), Tebing Tinggi (277) dan Toba Samosir (500).
Kepala Dinas Pendidikan Tapsel Drs Marasaud Harahap ketika dikonfirmasi terkait kuota sertifikasi guru Tapsel 2011, kemarin (4/1), menyebutkan secara resmi belum sampai ke Disdik Tapsel. “Kita tunggu saja pemberitahuannya,” ucap Marasaud.
Disinggung kuotanya 543, Kadis menyambut positif. “Kita sambut dengan baik,” pungkasnya. (saz/smg/neo)
Sumber : Metro Tabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pecat Anggota DPRD Amoral!

    Pecat Anggota DPRD Amoral!

    • calendar_month Senin, 13 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Kasus dugaan amoral oknum anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) BEH terus bergulir. Masyarakat 14 desa Daerah Pemilihan Madina (Dapem) IV mengadukan BEH ke Badan Kehormatan DPRD Madina dan kepada Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI). Masyarakat menuntut pemberhantian BEH dari anggota DPRD Madina. Selain masyarakat, pengaduan juga dilayangkan tiga […]

  • STAIN Madina Raih Juara Festifal Tortor se Tabagsel

    STAIN Madina Raih Juara Festifal Tortor se Tabagsel

    • calendar_month Minggu, 9 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) STAIN Madina dalam ajang Festival Tortor se-Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) yang diikuti oleh peserta dari tingkat SMP, SMA, hingga mahasiswa, tim DEMA STAIN Madina sukses meraih Juara II. Abdul Bais Ketua DEMA STAIN Pada Mandailing Online Minggu, (09/10/2025) mengatakan diraih nya prestasi ini […]

  • Kronologi Menjelang Pembakaran Camp Sorikmas Mining

    Kronologi Menjelang Pembakaran Camp Sorikmas Mining

    • calendar_month Rabu, 11 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 4Komentar

    Panyabungan (MO) – Pembakaran camp PT. Sorikmas Mining (PT.SM) di perbukitan Sambung pada Sabtu (7/7) lalu tidak terlepas dari dinamika aktivitas warga yang melalukan penambangan emas tanpa izin (PETI) atau penambang liar di sana. Sejak pertengahan November 2011, warga penambang emas tanpa izin mulai menjamur mengambil batuan di wilayah kontrak karya (KK) PT.SM di perbukitan […]

  • Pemkab Berikan Bantuan Bibit untuk Dua Poktan di Manyabar

    Pemkab Berikan Bantuan Bibit untuk Dua Poktan di Manyabar

    • calendar_month Kamis, 1 Des 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    MANYABAR (Mandailing Online) – Dua kelompok Tani Desa Manyabar Jae, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mendapatkan bantuan bibit cabai, padi, jagung mulsa dan juga pupuk, dari Dinas Pertanian, Kamis (1/12/2022). Bantuan ini langsung diserahkan oleh Bupati HM Jafar Sukhairi didampingi Ketua DPRD Madina Erwin Efendi Lubis, dan Kadis Pertanian Siar Nasution. Bupati Madina HM […]

  • Cabup Madina Harun Mustafa Nasution Ternyata Punya Perhatian Serius pada Petani di Madina. Ini buktinya

    Cabup Madina Harun Mustafa Nasution Ternyata Punya Perhatian Serius pada Petani di Madina. Ini buktinya

    • calendar_month Jumat, 25 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online) : Ternyata tahun anggaran 2024 ini ada 11 yunit hand traktor yang diserahkan ke kelompok tani buah dari perjuangan Calon Bupati Madina nonor urut 1 Harun Mustafa Nasution. 11 yunit itu diperjuangkan nya pada saat masih menjabat sebagai pimpinan DPRD Sumatera Utara. Dari data yang diperoleh ke 11 yunit alat mesin […]

  • DPRD Ramai-ramai Pulangkan Duit APBD

    DPRD Ramai-ramai Pulangkan Duit APBD

    • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kejadian Lagi di Langkat LANGKAT-Indikasi tindak pidana korupsi berjamaah di Kabupaten Langkat kembali mencuat. Kali ini muncul dari gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Langkat yang membocorkan APBD dengan nilai Rp1,4 miliar. Kebocoran anggaran ini tercium saat sejumlah mantan dewan periode 2004-2009 ramai-ramai memulangkan uang ke kantor dewan, Rabu (26/1) siang. Pemulangan uang negara itu, […]

expand_less