Kamis, 16 Apr 2026
light_mode

Kuota Sertifikasi Guru Tabagsel 2.687 Orang

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 5 Jan 2011
  • print Cetak


MEDAN- Pada 2011 ini, jumlah kuota sertifikasi guru Sumatera Utara (Sumut) meningkat hingga lebih dari 300 persen. Jika tahun lalu kuota sertifikasi guru untuk Sumut hanya 7.447 orang, tahun ini sebanyak 23.900 orang. Sementara untuk Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) kuota sertifikasi guru 2.687.
Kepala Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Sumut Mahdi Ibrahim didampingi Sekretaris LPMP Sumut Rudianto mengatakan, kuota tersebut telah dibagi ke 33 kepala Dinas Pendidikan (Disdik) kabupaten/kota.
“Dengan jumlah kuota sebesar ini, kita memerlukan kerja sama yang baik dari ketiga Lembaga Pendidik Tenaga Kependidikan (LPTK) Induk yang ada di Sumut. Yakni Universitas Negeri Medan (Unimed), Universitas HKBP Nomensen (UHN), dan Universitas Muslim Nusantara (UMN),” ungkap Mahdi kepada wartawan, Selasa (4/1).
Lebih lanjut Mahdi mengatakan, setelah kuota dibeberkan ke masing-masing kepala Disdik kabupaten/kota, diharapkan mereka segera melakukan proses rekrutmen peserta sesuai dengan kuota yang telah ditentukan.
“Pada proses rekrutmen ini kita berharap kepala Disdik kabupaten/kota objektif dan transparan dalam menetapkan guru-guru yang berhak mendapatkan kuota tersebut. Sedangkan yang tak berhak harus ditangguhkan, sesuai dengan prasyarat yang ditentukan oleh Direktorat Jendral Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Ditjen PMPTK) Kemendiknas,” jelasnya.
Mahdi menuturkan, saat ini jumlah guru di Sumut mencapai 205.000 orang. Sedangkan yang telah memiliki Nomor Unik Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) baru mencapai 202.000 orang. “Dari jumlah guru yang telah memiliki NUPTK ini, baru 21 persen guru yang telah lulus sertifikasi sebagai guru profesional,” paparnya.
Rudianto menambahkan, pada pelaksanaan sertifikasi guru 2011 ini akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Karena sebagian besar peserta akan mengikuti Pendidikan Latihan Profesi Guru (PLPG) secara massal. Sementara LPMP juga masih menunggu keputusan dari pusat untuk penambahan jumlah LPTK Induk, mengingat jumlah kuota untuk mengikuti PPG tahun ini yang sangat besar.
“Di Sumut saat ini hanya memiliki tiga LPTK Induk. UMN mendiklat sebanyak 3.000 peserta, UHN 4.000 peserta dan sisanya diperkirakan 16.900 peserta akan didiklat oleh Unimed,” tutur Rudianto.
Menurutnya, hal ini dikhawatirkan Unimed akan kewalahan jika harus menggelar diklat kepada 16.900 peserta yang dimungkinkan dapat mengganggu proses perkuliahan di kampus tersebut. “Karena selama ini Unimed hanya melakukan diklat kepada 4.000 peserta,” ujarnya.
Rudianto berharap pemerintah pusat mempertimbangkan untuk menambah jumlah LPTK di Sumut, sehingga proses PLPG yang memakan waktu sembilan hari tak mengganggu pekerjaan lain masing-masing LPTK Induk. “Selain itu, guru juga tak bertumpuk, karena bayangkan seperti Nias Selatan itu kuotanya 900-an. Jika mereka sekaligus diberangkatkan ke satu LPTK Induk dan harus didiklat, dikhawatirkan Nias Selatan akan mengalami kekosongan guru selama sembilan hari,” katanya.
Rudianto menilai, pada 2011 proses pelaksanaan sertifikasi guru akan berbeda, karena 23.900 orang guru akan didiklat secara massal. “Ini bukanlah pekerjaan yang mudah dan Disdik kabupaten/kota harus mengatur siasat agar siswa tak terbengkalai. Kemudian LPTK Induk juga mengatur agar proses perkuliahan di kampus tak terganggu,” ujarnya.
Guru-guru yang akan mengikuti sertifikasi guru tersebut terdiri dari guru TK, pendidikan dasar (Dikdas), pendidikan menengah (Dikmen) yang mencakup SMP, SMA, SMK dan SLB. Kuota untuk guru TK sebanyak 290 peserta, Dikdas (18.563), Dikmen (5.019) dan SLB (28).
Sedangkan untuk kuota masingmasing kabupaten/kota, yaitu Asahan (879), Batu Bara (585), Binjai (536), Dairi (643), Deli Serdang (2.318), Gunung Sitoli (489), Humbahas (482), Karo (539), Labuhanbatu (559), Labuhanbatu Selatan (289), Labuhanbatu Utara (461), Langkat (1.293), Mandailing Natal (1.214), Medan (4.020), Nias (597), Nias Barat (326), Nias Selatan (994), Nias Utara (421), Padanglawas (167), Padanglawas Utara (351), Padangsidimpuan (412), Pakpak Bharat (119), Pematangsiantar (668), Samosir (286), Serdang Bedagai (736), Sibolga (144), Simalungun (1.442), Tanjungbalai (173), Tapanuli Selatan (543), Tapanuli Tengah (658), Tapanuli Utara (779), Tebing Tinggi (277) dan Toba Samosir (500).
Kepala Dinas Pendidikan Tapsel Drs Marasaud Harahap ketika dikonfirmasi terkait kuota sertifikasi guru Tapsel 2011, kemarin (4/1), menyebutkan secara resmi belum sampai ke Disdik Tapsel. “Kita tunggu saja pemberitahuannya,” ucap Marasaud.
Disinggung kuotanya 543, Kadis menyambut positif. “Kita sambut dengan baik,” pungkasnya. (saz/smg/neo)
Sumber : Metro Tabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sorikmas Mining Sumbang Sepeda Untuk Haornas

    Sorikmas Mining Sumbang Sepeda Untuk Haornas

    • calendar_month Rabu, 11 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 5Komentar

    Senior Community Relations Officer PT Sorikmas Mining Hidayat Harahap mewakli manajemen perusahaan tambang itu memberikan bantuan 2 unit sepeda kepada panitia Haornas 2013 Mandailing Natal, 6 September 2013. Sepeda itu diterima langsung oleh Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan Pariwisata Madina yang juga sebagai Panitia Penyelengara Haornas. Bantuan 2 unit sepeda ini sebagai partisipasi PT. Sorikmas […]

  • Alumni SMA Harun Mustafa Bawa Pesan Coblos Nomor 1 di Pilkada Madina

    Alumni SMA Harun Mustafa Bawa Pesan Coblos Nomor 1 di Pilkada Madina

    • calendar_month Sabtu, 9 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ): Tim relawan alumni SMA Willem Iskandar Tanobato untuk paslon 1 Harun Mustafa Nasution -Ichwan Husen Nasution seolah tak kenal lelah. dengan dor to dor, sejumlah alumni bergerak mendatangi alumni SMA Tano Bato yang ada di Kabupaten Mandailing Natal. Relawan calon Bupati dan Wakil Bupati Madina nomor urut 1 itu membawa […]

  • Pendidikan Agama Harus Dimulai Sejak Dini

    Pendidikan Agama Harus Dimulai Sejak Dini

    • calendar_month Rabu, 12 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pendidikan agama harus ditanamkan kepada anak sejak dini, karena anak-anak merupakan generasi penerus estafet kehidupan di masa yang akan datang. Hal ini disampaikan Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Dahlan Hasan Nasution dalam pidato sambutan penamatan Taman Pendidikan Qur’an Izzuddin di Gang Abadi, Kelurahanan Kayu Jati, Panyabungan, Selasa (11/6). Dalam arahannya Dahlan […]

  • Camat Panyabungan Barat Salurkan Bantuan untuk Anak Yatim

    Camat Panyabungan Barat Salurkan Bantuan untuk Anak Yatim

    • calendar_month Jumat, 29 Apr 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN BARAT (Mandailing Online) – Camat Panyabungan Barat Raja Hidayat Lubis didampingi staf kecamatan Pariyanti Daulay menyalurkan bantuan untuk anak yatim di wilayah Panyabungan Barat, Jumat (29/4). Raja menjelaskan, bantuan tersebut merupakan bagian dari program Pak Bupati H. M. Ja’far Sukhairi Nasution dan Ibu Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution berupa penyerahan bantuan untuk 5000 […]

  • GENTA BIROKRASI DALAM TUJUAN GOOD GOVERNANCE

    GENTA BIROKRASI DALAM TUJUAN GOOD GOVERNANCE

    • calendar_month Rabu, 22 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    ANTARA HARAPAN DAN KENYATAAN Oleh : Muklis Nasution* Birokrasi adalah sebuah system dimana setiap warga Negara akan selalu berhubungan dengan aktivitas Pemerintahan. Bahkan pada saat sesorang masih berada dalam kandungan ibunya ia sudah berhubungan dengan system ini, seperti saat sang ibu akan memeriksakan kandungannya baik itu di Puskesmas atau Rumah Sakit atau setelah lahir ia […]

  • Tim Cek Covid-19 di Perbatasan Madina Tak Dikasih Makan

    Tim Cek Covid-19 di Perbatasan Madina Tak Dikasih Makan

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      SIABU (Mandailing Online) – Nasib petugas di Pos Pemeriksaan Covid-19 perbatasan Mandailing Natal menyedihkan. Tidak ada biaya makan diterima mereka dari Pemkab Mandailing Natal (Madina). Jika lapar mereka harus beli dan bayar sendiri. Kondisi itu sangat kontras dengan risiko nyawa yang harus mereka tanggung sebagai garda terdepan mengawal kabupaten Madina dari sebaran virus Corona […]

expand_less