Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Gempa 5,5 SR Guncang Psp

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 8 Feb 2011
  • print Cetak

SIDIMPUAN-
Gempa berkekuatan 5,5 skala Richter mengguncang Psp, Senin (7/2) sekira pukul 15.08 WIB. Guncangan gempa terasa sampai ke Madina, Sibolga, dan Tapteng. Uniknya, meski guncangan terasa hingga ke luar daerah, masyarakat Psp justru banyak yang mengaku tidak merasakan gempa yang memang hanya berlangsung selama 5 detik tersebut.
Kabid Pelayanan Data dan Informasi Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah I Medan, Hendra Suwarta, di Medan, mengatakan, gempa terjadi di 0,81 Lintang Utara dan 98,65 Bujur Timur.
Gempa berkekuatan 5,5 SR itu berada pada 93 kilometer di kedalaman laut di 93 kilometer barat daya Psp. Meski terjadi di laut, diperkirakan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Pantauan METRO saat gempa terjadi warga tidak sampai panik. Mereka hanya ke luar rumah untuk melihat situasi. Lalu, sekitar 2 hingga 5 menit kemudian, warga yang sempat ke luar masuk ke rumah dan kembali beraktivitas seperti biasa.
Di Kantor Perwakilan Harian Metro Tabagsel, Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Bincar, Kecamatan Psp Utara, komputer terlihat bergoyang sekitar 5 detik. “Sempat terasa sebentar, lalu ke luar kantor dan masuk kembali,” kata salahsatu karyawan, Tina.
Di Padang Matinggi, Psp Utara, warga tidak sampai ke luar rumah. Sebab, gempa hanya berlangsung sebentar. Warga setempat, D br Siregar (29), mengaku, meski tidak panik, ia tetap berjaga dan waspada dari segala kemungkinan yang terjadi.
Kabag Humasy Pemko Psp, Ahmad Bestari, kepada METRO, Senin (7/2), melalui telepon selulernya, mengaku merasakan gempa saat di kantor. “Memang tadi terasa ada sekitar beberapa detik. Cuma tidak ada kepanikan. Di kantor juga tenang-tenang saja. Mengenai kerusakan, kita belum dapat laporan,” sebutnya.
Tak Ada Kerusakan
di Tapsel
Hal serupa juga terjadi di Tapsel. Hingga pukul 16.20 WIB, belum ada laporan yang masuk ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah, mulai kerusakan bangunan hingga korban jiwa pasca terjadinya gempa.
“Sampai sekarang belum ada laporan kerusakan ataupun korban akibat gempa tersebut,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tapsel, Ashari Lubis melalui telepon selulernya.
Pemkab Madina Koordinasi dengan Camat
Pendapat senada juga dilontarkan Kabag Humasy Pemkab Madina, M Taufik Lubis SH. Menurut Taufik, gempa juga terasa sebagian warga di Madina. Namun, yang dirasakan hanya lah getaran. “Kita belum terima informasi bahwa ada kerusakan akibat gempa. Namun, kita tetap koordinasi dengan camat di seluruh Madina,” kata Taufik.
Sementara itu, seorang tenaga honorer di Dinas PU Madina, Riski Lubis, kepada METRO, menambahkan, ketika gempa terjadi ia bersama rekannya sempat ke luar dan berlari ke luar ruangan untuk menghindari hal-hal membahayakan.
“Kami rasakan getaran itu sekira pukul tiga lewat. Saat itu juga kami ke luar dari ruangan,” sebut Riski.
Namun, sejumlah pedagang di Pasar Baru Panyabungan mengaku justru tak merasakan gempa. Riswanto (35) misalnya, ia mengaku sama sekali tidak merasa gempa. ”Saya tak tahu kalau ada gempa. Saya rasa biasa saja,” katanya.
Hal senada juga dikatakan Sakirin, pengunjung kafe Rindang di Panyabungan. “Kawan saya memang telepon kalau di Psp terjadi gempa. Tapi, saya sendiri tak mengetahui itu,” sebutnya. (kdc/phn/neo/wan)
Di Sibolga, Pegawai & Pasien Berhamburan
Ratusan pegawai di kantor wali kota dan pasien di RSU FL Tobing Sibolga berhamburan keluar akibat guncangan gempa, Senin (7/2) sekira pukul 15.15 WIB. Gempa yang dirasakan para pegawai dan pasien RSU terasa sangat kuat dan membuat mereka menjadi khawatir akan adanya gempa susulan yang lebih kuat lagi.
Pantauan METRO, para pegawai di kantor wali kota tampak panik ketika terjadi guncangan gempa, khususnya yang berkantor di bangunan baru yang berlantai 3. “Guncangan gempa itu sangat kuat dan kami merasa seperti diayun-ayun di dalam ruangan kami. Apalagi ruangan kerja kami berada di lantai 3,” ujar R Sitorus, salahsatu pegawai di kantor Wali Kota Sibolga.
Menurutnya, saat terjadi gempa tersebut yang terpikir dalam benaknya adalah berlari dan menyelamatkan diri dari kantor Wali Kota Sibolga yang berlantai 3 tersebut. Bahkan pekerjaan yang sedang dilakukannya terpaksa harus ditinggalkan, karena yang terpikir saat itu adalah berlari secepatnya meninggalkan ruangan kerjanya. “Suasana saat itu cukup panik, apalagi para pegawai lainnya juga terlihat berhamburan keluar dari ruangan kerjanya masing-masing. Puji Tuhan, selanjutnya tidak terjadi lagi gempa susulan, setelah menunggu beberapa saat, kami kembali melakukan pekerjaan kami,” tandasnya.
Selain di kantor Wali Kota Sibolga, kepanikan juga terlihat di Rumah Sakit Umum dr Ferdinan Lumban Tobing Kota Sibolga yang membuat para pengunjung, keluarga pasien, maupun sejumlah warga yang dirawat terlihat keluar dengan dibantu keluarganya. Bahkan akibat guncangan gempa yang terjadi meskipun hanya berkisar 8 detik tersebut, para dokter, tenaga medis, dan staf rumah sakit Kota Sibolga tersebut juga berlari dengan tujuan menyelamatkan diri.
Sementara informasi dari BMG menyebutkan, gempa berkekuatan 5,5 Skala Richter (SR) yang terjadi sekitar pukul 15.08 WIB tersebut berpusat di Padangsidimpuan dan gempa dipastikan tidak berpotensi tsunami. Disebut lokasi gempa berada 93 km Barat Daya Padangsidimpuan pada koordinat 0.81 LU – 98.65 BT dan pusat gempa berada pada kedalaman 67 km di bawah permukaan laut. Meskipun demikian, belum ada informasi korban akibat gempa, demikian pula kerusakan yang ditimbulkan. (tob)
Getaran Tak Sampai ke Sipirok dan Palas
Sementara itu sejumlah warga yang berdomisili di Kecamatan Sipirok dan Arse, Kabupaten Tapsel, serta Palas, mengaku tak merasakan gempa.
“Tidak ada terasa gempa, memangnya ada gempa ya? Kami di Palas tidak tahu dan tak merasakan sedikit pun gempa. Memangnya gempa di mana?” tanya warga Sibuhuan, Palas, Haposan (30), kepada METRO, Senin (7/2), melalui telepon selulernya.
goncangan gempa tidak begitu terasa dan tidak sampai membuat warga panik dan Warga Kecamatan Arse, Amin Pane (57) dan Tina (23), melalui pesan singkatnya juga mengaku tidak mengetahui kalau terjadi gempa. “Gempa apa, kapan itu, nggak ada terasa di sini,” tulis keduanya, Senin (7/2) sore.
Hal senada juga diungkapkan warga Sipirok. “Gempa apa? tak ada terasa di sini,” kata warga. (ran)
Sumber : Metro Tabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Gula Pasir Memanis, Disperindag Madina Akui Kenaikan Masih Wajar

    Harga Gula Pasir Memanis, Disperindag Madina Akui Kenaikan Masih Wajar

    • calendar_month Kamis, 12 Okt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online )- di Mandailing Natal ( Madina ), harga gula pasir diam diam memanis, para pedagang dipusat pasar baru panyabungan mengaku tidak tau apa paktor penyebab kenaikan harga gula pasir ini. “,segala jenis gula pasir harganya naik, kalau ditanya kenapa harga naik, kami tidak tau, karena di Madina tidak ada distributor gula pasir […]

  • Bella Saphira Berhaji Diundang Pemerintah Arab Saudi

    Bella Saphira Berhaji Diundang Pemerintah Arab Saudi

    • calendar_month Jumat, 25 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BARU menjadi mualaf, Bella Saphira mendapat rezeki menunaikan ibadah haji bersama suaminya, Mayor Jenderal Agus Surya Bakti. Wanita yang mulai dikenal dalam sinetron Dewi Fortuna itu mendapat undangan haji khusus dari pemerintah Arab Saudi. Dan Rabu (23/10) lalu dia baru saja kembali dari Tanah Suci Mekkah. ‘Iya, baru pulang,’ ujar perwakilan manajemen Bella, Rio, saat […]

  • Gapoktan se Panyabungan Musyawarahkan Pola Tanam

    Gapoktan se Panyabungan Musyawarahkan Pola Tanam

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      Gabungan kelompok tani (Gapoktan) se Kecamatan Panyabungan bersama Dinas Pertanian Kabupaten Mandailing Natal (Madina ), Kamis, (9/8) musyawarahkan pola tanam dan tertib tanam padi di Kecamatan Panyabungan. Musyawarah yang ditempatkan di sopo godang Kelurahan Hutasiantar Kec.Panyabungan juga dihadiri oleh para PPL dan Badan Ketahanan Pangan Kab. Mandailing Natal (hol)

  • Tapsel Didominasi Pelamar Guru

    Tapsel Didominasi Pelamar Guru

    • calendar_month Sabtu, 27 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sampai hari keenam pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Jumat (26/11), total pelamar yang mendaftar mencapai 675 pelamar. Dari jumlah tersebut, pelamar guru atau untuk tenaga pendidik mendominasi, yakni, mencapai 409 pelamar. Disusul tenaga kesehatan sebanyak 170 pelamar, sedangkan untuk tenaga teknis 96 pelamar. “Untuk tenaga kependidikan atau guru 409 […]

  • Pemko Tebing Tinggi tak Respon

    Pemko Tebing Tinggi tak Respon

    • calendar_month Rabu, 6 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Banjir Kiriman Rendam Dua Kelurahan TEBING TINGGI- Sungai Padang dan Sungai Behilang yang membelah Kota Tebing Tinggi meluap, Sabtu (2/4). Akibatnya, ratusan rumah warga di Kelurahan Persiakan dan Kelurahan Mandailing Kecamatan Tebing Tinggi Kota, terendam banjir. Banjir terparah dialami warga yang bermukim di Lingkungan I, II, III dan IV, Kelurahan Mandailing. Ketinggian air hampir mencapai […]

  • Meriah, Resepsi Pernikahan Ustadz Solmed-April Jasmin

    Meriah, Resepsi Pernikahan Ustadz Solmed-April Jasmin

    • calendar_month Rabu, 15 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Nuansa merah dan emas mendominasi ruangan resepsi pernikahan Shaleh Mahmud atau akrab disapa Ustadz Solmed dan April Jasmin di sebuah mesjid di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Ahad kemarin. Pasangan yang sebelumnya telah melakukan ijab kabul pada 11 November 2011 itu nampak serasi berbalut busana khas Tapanuli Selatan. Kemegahan sangat terasa di setiap hal dalam resepsi […]

expand_less