Selasa, 26 Mei 2026
light_mode

Kedepankan Filosofi Songon Siala Sampagul, Al Washliyah Madina Dirikan Posko Bantuan

  • account_circle Roy Adam
  • calendar_month Senin, 20 Des 2021
  • print Cetak

Al Washliyah Madina Dirikan Posko Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor/Istimewa.

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dengan mengedepankan filosofi Mandailing “Songon siala sampagul”, Al Jam’iyatul Washliyah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menunjukkan bentuk kebersamaan dan solidaritas kepada para korban bencana alam di Madina.

Kebersamaan itu ditunjukkan dengan mendirikan Posko Bantuan Tanggap Darurat di Gedung Dakwah Al Washliyah Madina Jl. Sutan Soripada Mulia No 19 Kelurahan Kayujati, Panyabungan.

Hal itu disampaikan Komandan Posko Arpan Sibarani kepada Mandailing Online, Senin (20/12) malam di Panyabungan.

“Seperti filosofi Mandailing yang diwariskan nenek moyang kita, songon siala sampagul, rap tu ginjang rap tu toru, muda malamun saulak lalu, muda madabu rap margulu. Inilah persatuan dan kesatuan kita sebagai masyarakat Madina,” katanya.

Arpan mengungkapkan semangat kebersamaan dan kekeluargaan penting diaplikasikan guna membantu masyarakat yang terdampak banjir dan longsor.

“Karena hanya dengan persatuan dan kesatuan yang akan menjadi perekat kita untuk bersama-sama menghadapi musibah ini,” ujarnya.

Posko bantuan ini, jelas Arpan, menerima segala jenis bantuan dari masyarakat mulai dari sembako, peralatan anak dan bayi, perlengkapan dan kebutuhan perempuan, sampai keperluan anak sekolah.

“Yang paling dibutuhkan masyarakat hari ini sebenarnya sembako dan pakaian, tapi kita tetap menerima donasi dalam bentuk yang lain untuk seterusnya akan disalurkan ke desa wilayah terdampak,” jelasnya.

Sementara itu Sekretaris GPA Al Washliyah Arbin Shodiq Harahap mengatakan, bencana yang terjadi telah membuat masyarakat Madina berduka.

“Sebagai bentuk dukungan moral dan tanggungjawab sosial seperti yang diajarkan para pendiri Al Washliyah, mulai hari ini sampai tanggal 26 Desember kita membuka posko bantuan guna memudahkan sekaligus mengetuk pintu hati masyarakat dalam memberikan donasi,” katanya.

Seperti yang diketahui, akibat intensitas curah hujan dalam waktu lama pada Jumat dan Sabtu (17-18/12) setidaknya 16 kecamatan di wilayah Madina mengalami banjir dan longsor.

Bahkan hari ini Gubernur Edy Rahmayadi, Kapoldasu, dan Pangdam I/BB mengunjungi kecamatan Natal untuk melihat kondisi dan dampak banjir yang terjadi.

 

Peliput: Roy Adam

  • Penulis: Roy Adam

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Diimbau Waspada Banjir

    Warga Diimbau Waspada Banjir

    • calendar_month Selasa, 11 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAPSEL; Warga Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), khususnya warga Angkola Selatan diminta mewaspadai banjir. Penyebabnya, curah hujan cukup tinggi sejak Sabtu (8/1) malam. “Kita semua harus waspada terhadap segala kemungkinan yang paling buruk, seperti banjir. Sebab, hujan yang turun tadi malam (kemarin, red) cukup mengkhawatirkan,” kata Camat Angkola Selatan, Hamdy S Pulungan SSos, kepada METRO, Minggu […]

  • Mungkinkah Banwas Rekomendasi Pansus Palmaris Juga Menjadi Munafik?

    Mungkinkah Banwas Rekomendasi Pansus Palmaris Juga Menjadi Munafik?

    • calendar_month Rabu, 4 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan : Dahlan Batubara DPRD Mandailing Natal (Madina) membentuk Badan Pengawas Rekomendasi Pansus Palmaris pada Senin (2/5) pada rapat Paripurna DPRD Madina. Badan Pengawas (Banwas) ini berfungsi dan bekerja mengawasi atau melakukan pengusutan terhadap nasib Rekomendasi Pansus Palmaris. Rekomendasi Pansus Palmaris adalah rekomendasi Panitia Khusus DPRD Madina tanggal 3 Januari 2013 lalu yang merekomendasikan pencabutan […]

  • Ruas Jalan Jembatan Merah-Simpang Gambir Madina Masuk Klas III B

    Ruas Jalan Jembatan Merah-Simpang Gambir Madina Masuk Klas III B

    • calendar_month Selasa, 30 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Unit Pembuatan Regional Pembangunan Jalan Jembatan (UPRPJJ) Padangsidimpuan Dinas Bina Marga Provinsi Sumatera Utara menegaskan bahwa ruas jalan provinsi antara Jembatan Merah – Simpang Gambir Kabupaten Mandailing Natal (Madina) masuk dalam klas III B dengan demikian ruas jalan ini hanya bisa dilewati kendaraan berat maksimal 8,16 Ton. Demikian disampaikan Kadis Perhubungan Madina Drs. Parulian […]

  • Imbas Lemahnya Nilai Tukar Rupiah, Pengrajin Tahu dan Tempe di Madina Mulai Wanti Wanti

    Imbas Lemahnya Nilai Tukar Rupiah, Pengrajin Tahu dan Tempe di Madina Mulai Wanti Wanti

    • calendar_month Sabtu, 29 Jun 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA-Mandailing Online : Melemahnya nilai rupiah terhadap dolar AS mulai diwanti-wanti para pengrajin tahu dan tempe yang bahan bakunya kacang kedelai impor karena akan membuat harga komoditas tersebut naik. Mandailing Online menyambangi sejumlah pengrajin tempe di kawasan Kota Sianta Panyabungan, Mandailing Natal ( Madina ), Sabtu (29/6). Menurut mereka harga kedelai masih terpantau stabil dan […]

  • Tolak PT SMGP, Ribuan Warga Kembali Blokir Jalinsum

    Tolak PT SMGP, Ribuan Warga Kembali Blokir Jalinsum

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        LEMBAH SORIK MARAPI (Mandailing Online) : Seribuan warga yang tergabung dalam wadah Forum Masyarakat Sorik Marapi (FMSM) kembali melakukan penolakan terhadap rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi. Warga yang melakukan penolakan ini terkonsentrasi di pasar Maga dengan memblokir jalan Lintas Sumatera. Aksi ini diawali dengan acara zikir akbar sejak pukul 9.00 WIB, […]

  • Mendagri Ngotot Pilkada Tetap Digelar di 2015

    Mendagri Ngotot Pilkada Tetap Digelar di 2015

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Jadwal pemilihan kepala daerah tahap pertama tetap digelar di 2015 tidak hanya keinginan pemerintah pusat. Mayoritas dari 204 daerah yang sebelumnya sudah dijadwalkan mengikuti pilkada tahap pertama, juga menolak jika pilkada diundur ke 2016. "Daerah yang 2015 ini (dijadwalkan menggelar pilkada, red) enggak mau mundur. Kalau mundur kan cost (penambahan biaya, red) lagi," ujar […]

expand_less