Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Kedepankan Filosofi Songon Siala Sampagul, Al Washliyah Madina Dirikan Posko Bantuan

  • account_circle Roy Adam
  • calendar_month Senin, 20 Des 2021
  • print Cetak

Al Washliyah Madina Dirikan Posko Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor/Istimewa.

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dengan mengedepankan filosofi Mandailing “Songon siala sampagul”, Al Jam’iyatul Washliyah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menunjukkan bentuk kebersamaan dan solidaritas kepada para korban bencana alam di Madina.

Kebersamaan itu ditunjukkan dengan mendirikan Posko Bantuan Tanggap Darurat di Gedung Dakwah Al Washliyah Madina Jl. Sutan Soripada Mulia No 19 Kelurahan Kayujati, Panyabungan.

Hal itu disampaikan Komandan Posko Arpan Sibarani kepada Mandailing Online, Senin (20/12) malam di Panyabungan.

“Seperti filosofi Mandailing yang diwariskan nenek moyang kita, songon siala sampagul, rap tu ginjang rap tu toru, muda malamun saulak lalu, muda madabu rap margulu. Inilah persatuan dan kesatuan kita sebagai masyarakat Madina,” katanya.

Arpan mengungkapkan semangat kebersamaan dan kekeluargaan penting diaplikasikan guna membantu masyarakat yang terdampak banjir dan longsor.

“Karena hanya dengan persatuan dan kesatuan yang akan menjadi perekat kita untuk bersama-sama menghadapi musibah ini,” ujarnya.

Posko bantuan ini, jelas Arpan, menerima segala jenis bantuan dari masyarakat mulai dari sembako, peralatan anak dan bayi, perlengkapan dan kebutuhan perempuan, sampai keperluan anak sekolah.

“Yang paling dibutuhkan masyarakat hari ini sebenarnya sembako dan pakaian, tapi kita tetap menerima donasi dalam bentuk yang lain untuk seterusnya akan disalurkan ke desa wilayah terdampak,” jelasnya.

Sementara itu Sekretaris GPA Al Washliyah Arbin Shodiq Harahap mengatakan, bencana yang terjadi telah membuat masyarakat Madina berduka.

“Sebagai bentuk dukungan moral dan tanggungjawab sosial seperti yang diajarkan para pendiri Al Washliyah, mulai hari ini sampai tanggal 26 Desember kita membuka posko bantuan guna memudahkan sekaligus mengetuk pintu hati masyarakat dalam memberikan donasi,” katanya.

Seperti yang diketahui, akibat intensitas curah hujan dalam waktu lama pada Jumat dan Sabtu (17-18/12) setidaknya 16 kecamatan di wilayah Madina mengalami banjir dan longsor.

Bahkan hari ini Gubernur Edy Rahmayadi, Kapoldasu, dan Pangdam I/BB mengunjungi kecamatan Natal untuk melihat kondisi dan dampak banjir yang terjadi.

 

Peliput: Roy Adam

  • Penulis: Roy Adam

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tak Ada Alasan Pemda Tunda THR dan Gaji ke-13

    Tak Ada Alasan Pemda Tunda THR dan Gaji ke-13

    • calendar_month Rabu, 20 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      JAKARTA (Mandailing Online) – Kebijakan pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke-13 telah ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 16 Tahun 2022. Maka tidak ada alasan lagi adanya penundaan.  Pemberian Tunjangan THR dan gaji ke-13 pegawai daerah dianggarkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), yang sumbernya antara lain berasal dari Dana Alokasi […]

  • Bupati: Madina Sentra Produksi Beras di Sumut

    Bupati: Madina Sentra Produksi Beras di Sumut

    • calendar_month Selasa, 15 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Sejak dulu, Kabupaten Mandailing Natal sudah dikenal sebagai salah satu daerah yang memiliki areal persawahan luas. Pada sub sektor tanaman pangan, Madina merupakan salah satu wilayah sentra produksi beras di Sumatera Utara. Hal tersebut disampaikan Pj. Bupati Mandailing Natal dalam sambutannya dalam acara panen raya BLBU LL-PTT padi non hibrida di Desa Tambiski Kecamatan […]

  • 5 kabupaten alami gizi buruk

    5 kabupaten alami gizi buruk

    • calendar_month Rabu, 3 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO) –Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mencatat lima kabupaten mengalami kasus balita dengan gizi buruk dengan prevalensi di atas lima persen berdasarkan survei yang dilakukan pada tahun 2009. Dalam nota jawaban Gubernur atas pandangan fraksi terhadap Ranperda Perubahan APBD 2012 di DPRD Sumut di Medan, Pelaksana tugas Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho menyatakan hari ini, […]

  • Full Mother Adalah Cita-cita Kartini

    Full Mother Adalah Cita-cita Kartini

    • calendar_month Kamis, 22 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Alfi Ummuarifah Guru dan Pegiat Literasi Islam Seorang perempuan ketika menikah tentu harus memahami niatannya adalah untuk mencetak dan menyiapkan generasi unggul yang dilahirkannya. Inilah cita-cita terbesar yang mulia pada seorang perempuan menurut syariah. Menjadi seorang ummun. Menjadi seorang ummun itu sangat dibutuhkan ilmu yang mumpuni dalam  urusan keperempuanan. Misalnya ilmu tentang cara mendidik […]

  • SBY: Tak Rp1 Pun Baju Saya Pakai Uang Negara

    SBY: Tak Rp1 Pun Baju Saya Pakai Uang Negara

    • calendar_month Jumat, 8 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Presiden menegaskan pentingnya penghematan anggaran negara di semua lembaga negara. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya merespons berbagai kritik belakangan ini tentang pemborosan anggaran negara, khususnya yang menyangkut perjalanan dinas. Dia menegaskan pentingnya penghematan, tak cuma di kalangan pemerintah tapi juga di lembaga-lembaga negara lainnya. “Saya mendengar kritik dan juga usulan dari beberapa kalangan masyarakat agar […]

  • Guru dan Kepsek Jarang Masuk, Proses Belajar di SD N 132 Huta Tua Amburadul

    Guru dan Kepsek Jarang Masuk, Proses Belajar di SD N 132 Huta Tua Amburadul

    • calendar_month Jumat, 19 Jul 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN TIMUR -Mandailing Online: Tahun ajaran baru ini harusnya menjadi hari yang menyenangkan bagi siswa, karena sekolah kembali masuk setelah libur kenaikan kelas. Namun hal ini ternyata tidak berlaku bagi siswa SD 132 Huta Tua di Kecamatan Panyabungan Timur, Mandailing Natal. Proses belajar mengajar di sekolah itu amburadul, banyak tenaga pendidik tak masuk mengajar. Penelusuran […]

expand_less