Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

B A B I A T (Episode 5)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 18 Apr 2022
  • print Cetak

Karya: Halak Kotanopan

 

 

Tapi, kemudian Oji Soleh melihat tatapan harimau tersebut lama kelamaan tidak menakutkan lagi. Antara sadar dan tidak, sesaat kemudian dia melihat harimau tersebut menunduk sebelum berpaling dan kemudian menghilang dalam satu lompatan.

Oji Soleh masih tidak beranjak, kakinya masih terlalu lemas untuk melangkah. Dia seolah tidak percaya apa yang terjadi. Rupanya dia tidak ditakdirkan untuk mati saat itu, mati di di terkam harimau.  Sambil mengucap syukur dia mencoba memahami apa yang sedang terjadi. Ya, harimau itu tidak menunjukkan permusuhan kepadanya. Tidak seperti yang dikhawatirkan masyarakat belakangan ini. Bukan harimau yang ingin menerkam siapa saja yang ditemuinya.

Oji Soleh mulai berpikir, jangan jangan harimau tadi bukan sembarang harimau, bukan sembarang babiat. Jangan jangan yang dia temui tadi adalah babiat napa!. Ya.., itu babiat napa!.

Memang sudah lama dia tidak mendengar cerita tentang babiat napa. Tapi dulu,  babiat napa sering menjadi bahan pembicaraan orang orang di kampungnya. Babiat napa ini berupa harimau juga. Tapi kemunculannya hanya pada saat saat tertu saja.

Kemunculan babiat napa selalu menjadi suatu peringatan bagi warga kampung. Biasanya babiat napa hanya muncul apabila ada warga kampung yang berbuat aib. Apabila ada warga yang berbuat zinah, manggampang istilah orang di sana, maka babiat napa akan muncul ke kampung tersebut. Kampung itu akan senantiasa disambangi sang harimau sampai orang yang berbuat aib tersebut menghentikan perbuatannya dan meminta ampun.

Tidak jarang kalau orang yang berbuat zinah tidak juga mengaku, babiat napa datang langsung ke halaman rumahnya, meninggalkan jejaknya di sekeliling rumah orang tersebut. Dengan demikian para tetua kampung bisa menasehati dan terkadang harus memberikan hukuman bagi mereka. Biasanya orang yang telah berbuat zinah akan diminta menikah atau kalau tidak diusir keluar dari kampung tersebut. Setelah itu biasanya harimau tersebut, babiat napa, tidak akan muncul lagi.

Tapi pada masa ini, Oji Soleh tidak bisa sembarangan mengutarakan pendapatnya tersebut. Dia tidak punya bukti. Dia paham, pada saat sekarang ini, tidak bisa sembarangan mengemukakan pendapat seperti itu. Bisa bisa dia di tuduh menyebar fitnah. Bukannya mengucilkan orang yang telah berbuat aib, bisa bisa nanti dia yang sudah tua itu yang akan terkucilkan. (bersambung)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kampoeng Kaos Madina Kerjasama Membina Narapidana

    Kampoeng Kaos Madina Kerjasama Membina Narapidana

    • calendar_month Kamis, 25 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kampoeng Kaos Madina (KKM) tidak pernah berhenti berkarya. Kali ini KKM melaksanakan kerjasama dengan penjara Sipapaga, Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dalam program pembinaan narapidana dengan program jahit menjahit, bordir dan sablon. Momentum kerjasama ini ditandatangani Direktur CV KKM Sobir Lubis SH; Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM Sumatra Utara, […]

  • Masyarakat Diminta Turut Awasi Pelaksanaan Proyek

    Masyarakat Diminta Turut Awasi Pelaksanaan Proyek

    • calendar_month Senin, 25 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    SIDIMPUAN – Musim hujan yang melanda Kota Padangsidimpuan (Psp) saat ini dan waktu yang sempit dalam pengerjaan proyek pembangunan, dikhawatirkan pengerjaannya asal-asalan demi mengejar waktu yang ditentukan. Sehingga kualitas proyek ditakutkan tidak bagus. Tentunya ini akan sangat disesalkan jika sampai terjadi. Untuk itu, masyarakat Psp diminta ikut serta mengawasi pelaksanaan proyek yang sedang berjalan saat […]

  • Kekerasan Pada Anak Meningkat, Butuh Solusi Yang Tepat

    Kekerasan Pada Anak Meningkat, Butuh Solusi Yang Tepat

    • calendar_month Minggu, 10 Agt 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Hj.Nuryati Apsari, S.Hut,MM Aktivis Pemerhati Generasi Sakit hati, menjadi motif sang ayah tega menghilangkan nyawa kedua buah hatinya. Dikutip dari detikbali, 30 Juli 2025. Terungkap motif WA (24), seorang ayah di Samarinda, Kalimantan Timur, tega mencekik dua anak balitanya hingga tewas mengenaskan dikarenakan sakit hati terhadap istri yang ingin bercerai. Kapolresta Samarinda Kombes Hendri […]

  • DCS Dapil 1 Gerindra Madina

    DCS Dapil 1 Gerindra Madina

    • calendar_month Sabtu, 6 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    DAFTAR CALON SEMENTARA ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT PEMILIHAN UMUM TAHUN 2014 Partai Gerakan Indonesia Raya ( GERINDRA ) Dapil 1 Madina

  • Uang Tak Punya, Yusriani Penderita Kista Ganas Butuh Dermawan

    Uang Tak Punya, Yusriani Penderita Kista Ganas Butuh Dermawan

    • calendar_month Senin, 5 Jul 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Uang tak ada, kehidupan sangat miskin, penyebab Yusriani Nasution tak mampu lagi ke rumah sakit mengoperasi kista ovarimun di rahimnya. Itu yang dialami Yusriani Nasution (32), warga Desa Hutapuli, Kecamatan Siabu, Mandailing Natal (Madina), Sumut. Ibu rumah tangga yang memilili dua anak ini telah 5 tahun mengidap kista folikel di rahimnya, […]

  • Wabup Atika Salurkan Gaji untuk Petugas Kebersihan

    Wabup Atika Salurkan Gaji untuk Petugas Kebersihan

    • calendar_month Senin, 3 Okt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution kembali memberikan gaji pokoknya. Kali ini, Atika menyalurkan gajinya kepada petugas kebersihan dan keamanan di Rumah Dinas Bupati dan Wakil. “Alhamdulillah pada kesempatan ini saya menyalurkan gaji kepada petugas kebersihan dan keamanan berjalan sukses,” kata Atika setelah membagikan gaji pokoknya di Parkir […]

expand_less