Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

Pembangkit Panas Bumi Inlander

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 25 Apr 2022
  • print Cetak

Ilustrasi

Tahun 2006, di Mataloko, NTT, muncul semburan lumpur dari perusahaan panas bumi di kawasan itu. Lubang semburan itu kemudian ditutup dengan 200 truk batu dan 150 truk semen.

Berhentikah? Ya. Tapi semburan baru muncul di berbagai titik seluas 5 hektar. Perusahaan kalah cepat dengan meluasnya semburan, karena alam jauh lebih dahsyat dari kemampuan hitungan manusia.

Saat seperti itu seharusnya perusahaan membangun rumah sakit yang representatif di sekitar kawasan eksploitasi. Setidaknya korban tidak harus setiap waktu dirujuk ke rumah sakit umum yang fasilitasnya selalu tidak memadai. Korban yang Anda bayangkan baru sepuluh dua puluh orang. Kalau ratusan atau ribuan orang bagaimana?

Itu berlebihan? Tidak! Alam itu tidak terduga. Karena Anda tidak tahu seperti apa kondisi di bawah tanah tempat Anda mendirikan rumah dan bersawah. Dunia bawah tanah bukan hal yang bisa diprediksi. Kalau tidak, tidak mungkin terjadi bencana.

Kenapa Lapindo begitu dahsyat? Karena ia berada di atas patahan bumi. Karena itu hingga 16 tahun kemudian tidak tertuntaskan.

Di Sumatera Utara ada tiga patahan bumi sepanjang 450 km. Salah satu patahan itu adalah Patahan Angkola yang menyebabkan gempa bumi maha dahsyat di Mandailing tahun 1892 dengan 6,0 skala richter. Gempa sekuat itu dapat merusak konstruksi bumi seluas 160 km.

Kalau kemudian hari ini SMGP menyemburkan lumpur, itu mah belum apa-apa. Ia belum berkontraksi dengan patahan Angkola. Saya tak bisa bayangkan dampaknya kalau itu terjadi.

Tak bisa kita menduga-duga. Kita hanya berharap SMGP punya hitung-hitungan seperti itu. Bencana adakalanya karena human eror, tapi bisa juga karena abai terhadap berbagai kalkulasi. Lebih buruk lagi kalau semua dianggap sepele.

Saya sebenarnya malas mengulas tentang SMGP. Karena hanya akan membuat banyak pahlawan nanti. Tapi alangkah naif kalau kita hanya berpikir tentang dampak positif energi dan sumber lapangan kerja baru. Apalagi kalau berpikir bahwa setiap bencana akan ada yang dapat tender baru, dll. Satu nyawa manusia tidak bisa ditumbalkan atas nama investasi. Belum lagi kerusakan alam, dll.

Ah, kita memang Inlander. Orang-orang goblok dalam kolonialisme. (Askolani Nasution)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Saipullah Doakan Anak Yatim Memperoleh Rezeki yang Berkah

    Saipullah Doakan Anak Yatim Memperoleh Rezeki yang Berkah

    • calendar_month Kamis, 24 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      NAGAJUANG (Mandailing Online) – Calon bupati Mandiling Natal (Madina) nomor 2 Saipullah Nasution memanjatkan doa kepada Allah Swt agar seluruh anak yatim senantiasa memperoleh rezeki halal dan berkah. Doa itu dipanjatkan Saipullah ketika dipersilakan memimpin doa pada kegiatan penyantunan anak yatim di Desa Sayur Matua, Kecamatan Nagajuang, Kamis (24/10/2024). Saipullah menyantuni 23 orang anak […]

  • Harga Elpiji Di Medan Turun

    Harga Elpiji Di Medan Turun

    • calendar_month Selasa, 7 Jan 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Medan – Harga elpiji 12 kilogram di pedagang pengecer di Kota Medan turun menjadi Rp95.000 hingga Rp100.000, dari sebelumnya Rp135.000-Rp140.000 per tabung. “Harga sudah turun. Walau berat juga karena sebelumnya sejak 1 Januari 2014 harga tebus mahal dan pada 7 Januari diturunkan sedikit,” kata Aji, pedagang elpiji di Jalan STM Medan, Selasa. Harga Rp95.000 untuk […]

  • Kepdes Masih Ngutang Untuk Tanggap Covid-19

    Kepdes Masih Ngutang Untuk Tanggap Covid-19

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAMBANGAN (Mandailing Online) – Para kepala desa di Mandailing Natal masih berutang ke sana sini untuk mengimplementasikan berbagai program Desa Tanggap Covid-19. Ironisnya, tak sedikit kepala desa yang harus meminjam kepada rentenir dengan bunga tinggi. “Kan Dana Desa belum cair. Uang ditangan tak ada, sementara kita harus gerak cepat mengimplementasikan Desa Tanggap Covid,” ujar Kepala […]

  • Bupati dan Ketua DPRD Akhirnya Kunjungi Korban Kebakaran

    Bupati dan Ketua DPRD Akhirnya Kunjungi Korban Kebakaran

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      KOTANOPAN (Mandailing Online) – Sepekan lamanya setelah kejadian, akhirnya Bupati Mandailing Natal (Madina) Dahlan Hasan Nasution datang juga menjeguk korban kebakaran di Desa Ujung Marisi, Kecamatan Kotanopan. Bupati dan Ketua DPRD Madina Hj. Leli Hj. Leli Hartati Butar-butar serta rombongan PKK datang ke desa itu, Selasa (9/6). Dalam kesempatan itu, bupati meminta agar pembangunan […]

  • Gempa melanda Gunung Sitoli

    Gempa melanda Gunung Sitoli

    • calendar_month Senin, 29 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Bandarlampung, (MO) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan, telah terjadi gempa bumi tektonik berkekuatan 5,6 Skala Richter, di tenggara Gunung Sitoli, Sumatera Utara, Senin, pukul 09.22 WIB. Kepala Stasiun Geofisika Kotabumi Lampung, Chrismanto, merincikan pusat gempa 5,6 SR itu berada pada lokasi dengan koordinat 0.86 derajat Lintang Utara (LU), dan 98.32 derajat Bujur […]

  • MANDAILING DALAM LINTASAN SEJARAH (3)

    MANDAILING DALAM LINTASAN SEJARAH (3)

    • calendar_month Kamis, 14 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    oleh : Z. Pangaduan Lubis Pengaruh Hindu Terhadap Pribumi Mandailing Pada uraian yang di atas sudah dikemukan mengenai peninggalan-peninggalan dari zaman pra sejarah yang ditemukan di beberapa tempat di Mandailing. Peninggalan-peninggalan ini membuktikan bahwa sudah ada manusia yang mendiami wilayah Mandailing pada masa tersebut. Sebagai pribumi Mandailing, mereka terus berkembang sampai orang-orang Hindu datang dan […]

expand_less