Kamis, 23 Jul 2026
light_mode

Melirik Kopi Mandailing di Ulupungkut

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 29 Mei 2022
  • print Cetak

Wawancara dengan guru dan murid SMKN 1 Ulupungkut, Selasa (17/5/2022). Foto: Arini Astri Rozak

Liputan: Arini Astri Rozak

Kopi Mandailing adalah salah satu jenis kopi populer asli Indonesia. Bukan hanya di Indonesia, kopi yang menjadi primadona di Mandailing ini cukup terkenal di luar negeri.

Seperti namanya, kopi Mandailing atau yang dikenal juga dengan Mandheling Coffe ini berasal dari Kabupaten Mandailing Natal, Pegunungan Bukit Barisan, Sumatera Utara.

Kopi Mandailing memiliki tingkat keasaman fruity. Sebagai hasil bumi yang memiliki nilai yang tinggi, tentunya kopi Mandailing harus terus dibudidayakan dan ditingkatkan kuantitas dan kualitasnya.

Salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah Sumatera Utara untuk meningkatkan produksi serta kualitas kopi mandailing adalah dengan membuka SMK dengan jurusan yang dibutuhkan untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas kopi tersebut.

SMK Negeri 1 Ulupungkut menjadi kekolah kejuruan yang didirikan sebagai salah satu upaya untuk mengedukasi anak muda tentang cara mengolah kopi.

Airiah Elvinasari Pulungan, Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Ulupungkut dalam wawancara di SMKN 1 Ulu Pungkut, Selasa (17/5/2022) mengatakan bahwa ada sembilan sekolah yang sama di seluruh Indonesia, salah satunya di Mandailing Natal. Sekolah ini dibangun khusus untuk mengembangkan kopi.

Airiah mengatakan, kopi Mandailing telah ada sejak zaman kolonial Belanda. Belanda memaksa masyarakat untuk menanam kopi. Mereka membawa kopi jenis Arabika untuk ditanam.

“Sebenarnyakan kita itu dipaksa untuk menanam kopi. Jenis yang mereka bawa adalah Arabika,” kata Airiah.

Selain Arabika, kopi Mandailing juga memiliki jenis kopi lain yaitu Robusta. Kopi Arabika berasal dari Arab, sedangkan kopi Robusta merupakan kopi lokal yang berasal dari Indonesia.

Di SMKN 1 Ulu Pungkut, para siswa bukan hanya diajari cara menanam kopi, tetapi juga bagaimana cara mengolah kopi yang telah dipanen. Semua kopi mereka olah sendiri. Mulai dari proses pembibitan hingga pengemasan produk.

Pembibitan

Langkah pertama dalam proses pembibitan ialah dengan mengambil kulit luar kopi. Kulit luar yang telah dipisahkan dengan biji kopi kemudian direndam. Setelah itu tunggu hingga kulit mengendap. Tidak semua kulit yang telah direndam bisa dibibitkan. Kulit yang mengapung harus dibuang.

Bibit kopi saat masih di polybag

Proses selanjutnya adalah penyemaian. Setelah bibit yang disemaikan tumbuh, barulah dipindahkan ke dalam polybag.

Selain menanam kopi, mereka juga membibitkan kayu manis.

“Kita juga membibitkan kayu manis, karena biasanya orang Ulupungkut itu minum kopinya pakai kayu manis,” sambung Airiah.

Kopi yang bisa dijadikan sebagai bibit adalah kopi dengan kualitas terbaik. Bibit yang telah tumbuh dan layak tanam akan dipindahkan ke lahan pertanian.

Pohon Kopi

Usia kopi dapat diketahui melalui batangnya. Semakin tua kopi, maka semakin besar batangnya. Tinggi pohon kopi ini sebaiknya sekitar 1 meter, agar saat panen tidak sulit. Biji kopi yang siap panen harus berwarna merah, jika berwarna hijau artinya biji kopi tersebut belum matang.

Berry Parlindungan Lubis, guru SMKN 1 Ulu Pungku ketika diwawancarai di tebun kopi kepala SMKN 1 Ulu Pungkut, Selasa (17/5/2022), mengatakan, jika selesai panen ranting pohon kopi harus dipangkas.

“Ranting-rantingnya harus dipangkas setelah selesai panen, agar tumbuh lagi bunga dan buah yang baru. Kopi ini modelnya secara terus-menerus. Ketika buah telah merah, dipanen, nanti bunga baru tumbuh lagi,” kata Berry.

Buah kopi yang belum matang

Usia pohon kopi di Ulu Pungkut bisa lebih dari 70 tahun. Untuk mencapai usia tersebut, ranting pohon harus rutin dipangkas.

Perawatan Pohon

Perawatan pohon kopi disesuaikan dengan daerah pertumbuhan kopi. Perawatan kopi di Ulu Pungkut terbilang mudah, karena daerahnya subur serta udaranya cocok untuk menanam kopi.

“Karena daerah kita subur dan udaranya bersahabat, perawatannya itu mudah. Kita jarang memupuk dan menyemprot pohon kopi di sini. Paling membersihkan sekeliling batangnya dan rajin untuk memangkas rantingnya,” lanjut Berry.

Perawatan yang alami, tanpa pupuk dan pestisida berlebih menjadi salah satu alasan kopi Mandailing memiliki aroma dan rasa yang berbeda.

Buah kopi yang sudah matang

Aroma kopi yang alami dan yang tidak alami bisa dibedakan. Tentunya, aroma dan rasa dari kopi inilah yang membedakan kopi Mandailing dengan kopi lainnya, dan juga menjadikan kopi Mandailing sebagai salah satu kopi yang terkenal dari Indonesia.

Arini Astrid Rozak adalah mahasiswa Program Studi Penerbitan di Polimedia

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tunjangan staf Madina tak dibayar?

    Tunjangan staf Madina tak dibayar?

    • calendar_month Kamis, 16 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah ( APBD ) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengalami depisit anggaran mencapai Rp45 miliar lebih. Sehingga terancang anggaran tunjangan staf sebesar Rp250 ribu per bulan yang tinggal beberapa bulan lagi bakal terancam tidak dibayar. Bahkan beberapa proyek juga tidak terlaksana akibat ketersedian anggaran. “Kami sangat resah akibat tidak dibayarkannya tunjangan staf […]

  • Film “Senandung Willem” Menyingkap Willem Iskander Yang “Hilang”

    Film “Senandung Willem” Menyingkap Willem Iskander Yang “Hilang”

    • calendar_month Senin, 17 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Wawancara Dengan Sutradara Askolani Nasution Di sela-sela pengambilan gambar film “Senandung Willem” yang diproduksi Tympanum Novem Films bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Mandailing Natal, Holik Nasution Mandailing Online menyempatkan wawancara dengan Askolani Nasution, penulis skenario sekaligus sutradara film tersebut, Minggu (16/6/2013). Berikut petikan wawancara tersebut. Apa yang membuat Anda tertarik mengangkat kisah Willem Iskander […]

  • Penerima BLT Tak Transparan, Warga Sinonoan Akan Polisikan Kepdes

    Penerima BLT Tak Transparan, Warga Sinonoan Akan Polisikan Kepdes

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Puluhan warga Desa Sinonoan Kecamatan Siabu mendatangi Polres Madina Kamis (21/5) siang. Warga hendak mengadukan semrawutnya penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa 2020 di desa mereka. Diantara poin yang dikeluhkan : pemerintah desa kurang transparan menentukan warga penerima manfaat. Banyak yang kategori berhak tak masuk daftar. Edy Saputra Nasution gelar […]

  • Bunda PAUD Madini Hadiri HUT ke-17 HIMPAUDI di Medan

    Bunda PAUD Madini Hadiri HUT ke-17 HIMPAUDI di Medan

    • calendar_month Kamis, 8 Sep 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bunda PAUD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Eli Mahrani Jafar Sukhairi Nasution menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan, Kamis (8/9) . Turut hadir pada HUT ke-17 HIMPAUDI tersebut, Gubernur Sumatera […]

  • BBM Naik, Supir Angkutan Umum di Madina Kalang Kabut

    BBM Naik, Supir Angkutan Umum di Madina Kalang Kabut

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sejumlah sopir angkutan umum di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengaku kalang kabut setelah harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium naik dari 6.900 rupiah menjadi 7.400 rupiah per liter pada 28 Maret lalu. “Pasalnya, penumpang menolak ongkosnya dinaikkan. Sedangkan harga bensin naik, apa tak kalang kabut kami ini,” ungkap Parlaungan […]

  • Temui Bupati, Wakil Bupati hingga Ketua DPRD, IPK Madina Siap Bersinergi

    Temui Bupati, Wakil Bupati hingga Ketua DPRD, IPK Madina Siap Bersinergi

    • calendar_month Selasa, 27 Sep 2022
    • account_circle Sahrul Ramadhan Harahap
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Mandataris kepengurusan Ikatan Pemuda Karya (IPK) Kabupaten Madina periode 2022-2027, menemui bupati, wakil bupati hingga ketua DPRD Madina. Pertemuan dengan Bupati HM Jafar Sukhairi dan Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution berlangsung di Lopo Mandheling Coffee, Masjid Agung Nur Ala Nur, Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan, Senin (26/9/2022) pagi. Sedangkan, dengan […]

expand_less