Senin, 25 Mei 2026
light_mode

Polres Tebingtinggi Ungkap Komplotan Geng Naga Merah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 1 Mar 2011
  • print Cetak


Tebingtinggi,

Satuan Reskrim Polres Tebingtinggi berhasil membongkar “Geng Naga Merah” spesialis pelaku pencurian sepeda motor (Curanmor) dan kasus tindak pidana kejahatan jambret yang meresahkan masyarakat di wilayah hukum Polres Tebingtinggi sejak Januari hingga Februari 2011.

Dengan terungkapnya Geng Naga Merah ini, Reskrim Polres Tebingtinggi membekuk enam tersangka di antaranya, SL alias Pian (23) warga Jalan Asrama Kodim, Kelurahan Bagelen, Kecamatan Padang Hilir Kota Tebingtinggi dan ZD alias Yudi (23) warga Bah Bulian, Perkebunan PT.Lonsum, Kecamatan Raya Kahean, Simalungun.

Kemudian, tersangka Her (21) warga Lingkungan III, Gang Tumiran, Desa Deli Tua Barat, Kecamatan Deli Tua, Seli Serdang. FAN alias Heri Karat (25) warga Jalan Letda Sujono, Gang Pramuka, Kelurahan Piang Mancung, Kecamatan Bajenis, Kota Tebingtinggi, Her alias Burce (26) warga Kampung Banten, Dusun III, Desa paya Lombang, Kecamatan Tebingtinggi, Sergai dan HSP (17) pelajar, warga Jalan Bawang Putih, Lingkungan IV, Kelurahan Bandar Sakti, Kecamatan Bajenis, Tebingtinggi.

Selain membekuk ke enam tersangka, polisi mengamankan 8 unit sepeda motor hasil tindak pidana. Dalam Kasus Curanmor, salah seorang komplotan Geng Naga Merah, ZD alias Yudi terlibat dalam kasus Curanmor milik korban Martua Damanik (42) PNS, Warga BTN Griya Bulian Tebingtinggi terjadi di Dusun I Desa Jambu, Kecamatan Tebingtinggi, Sergai, pada 5 Juli 2010.

Sementara, tersangka SL alias Pian terlibat dalam kasus Curanmor milik korban Paino (46) warga Dusun II, Desa Bah, Kecamatan Dolok Merawan, Sergai terjadi di Dusun II, Desa Bah Damar, Kecamatan Dolok Merawan, Sergai Senin 17 Januari 2011.

empat tersangka lainnya terlibat dalam kasus Jambret di berbagai lokasi di Kota Tebingtinggi. Dari beberapa korban jambret itu mengalami kerugian material puluhan juta rupiah, tapi diantara korban itu masih ada yang tidak membuat pengaduan ke Mapolres Tebingtinggi.

Bahkan, salah satu di antara mereka masih berstatus pelajar di Kota Tebingtinggi. Keenam komplotan Geng Naga Merah itu, di sekujur tubuhnya terlihat tato bergambar Naga Merah.

Wakapolres Tebingtinggi, Kompol Drs Safwan Khayat MHum membenarkan pihak Satuan Reskrim Polres Tebingtinggi berhasil mengungkap “Geng Naga Merah” yang terlibat dalam kasus Curanmor dan Jambret di wilayah hukum Polres Tebingtinggi ketika dikonfirmasi wartawan di Senin (27/2).

“Diduga, komplotan Geng Naga Merah ini sudah lama beraksi dan berhasil diungkap Serse Polres Tebingtinggi. Mereka ini beraksi di berbagai daerah, bukan hanya Tebingtinggi tapi termasuk di Serdang Bedagai yang menjadi wilayah hukum Polres Tebingtinggi. Mereka juga mengaku, baru pertama kali melakukan tindak pidana kejahatan baik Curanmor dan Jambret,” imbuh Wakapolres melalui Kasubbag Humas Polres Tebingtinggi AKP Ngemat Surbakti. (cha)
Sumber : Analisa

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tunjangan Sertifikasi Dipotong

    Tunjangan Sertifikasi Dipotong

    • calendar_month Kamis, 9 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Kabar bahwa terjadi pemotongan tunjangan sertifikasi guru tampaknya bukan isapan jempol belaka. Hal tersebut bisa dilihat dari data yang dihimpun wartawan dari beberapa guru yang tak mau disebutkan namanya. Beberapa guru dari seribuan guru di Kabupaten Mandailing Natal yang menerima tunjangan sertifikasi, menyatakan tunjangan sertifikasi mereka kembali dipotong sebesar Rp 100 ribu per orang […]

  • Seputar Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Panyabungan

    Seputar Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Panyabungan

    • calendar_month Jumat, 24 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tak Cukup Bukti, H Dipulangkan Polres Madina masih terus melakukan pendalaman kasus pembunuhan ibu dan anak, Hj Sakinah Rangkuti (82), dan Halimahannum (54), di Kelurahan Dalan Lidang, Kecamatan Panyabungan dengan memeriksa sejumlah saksi. Polisi juga telah memulangkan seorang yang dicurigai sebagai tersangka pelaku, karena tidak memiliki bukti yang kuat. Kapolres Mandailing Natal (Madina), AKBP Hirbak […]

  • 65,21 Persen ODGJ Berat di Madina Sudah Dapat Pelayanan

    65,21 Persen ODGJ Berat di Madina Sudah Dapat Pelayanan

    • calendar_month Rabu, 7 Jun 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  jumlah penderita Orang Dengan Gangguan Jiwa Berat (ODGJ) tahun 2022 di Kabupaten Mandailing Natal terdapat 420 orang, Skizoprnia 418 orang, dan Psikotik Acut 2 orang. Sementara pasien yang di Pasung ada 20 orang, namun dari 20 pasien pasung ini terdapat 3 orang pasien pasung Situasional atau (Lepas buka pasung). data ini […]

  • Tewaskan 8 Penumpang, Sopir Gran Max Diburu Polisi

    Tewaskan 8 Penumpang, Sopir Gran Max Diburu Polisi

    • calendar_month Jumat, 18 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Supir Mobil Daihatsu Grand Max BK 1380 KO yang jatuh ke sungai di Jalan Lintas Sumatera, Desa Usor Tolang, Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang menyebabkan 8 orang penumpang meninggal, Senin (14/03/2011) dini hari kemarin, hingga kini masih buron. Sopir bernama Heri (32) itu dikabarkan tinggal di kawasan Sukaramai, Kota Medan. Kabarnya lagi, […]

  • Gempa 5,5 SR Guncang Sidimpuan Sekitarnya

    Gempa 5,5 SR Guncang Sidimpuan Sekitarnya

    • calendar_month Jumat, 14 Jul 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIDIMPUAN (Mandailing Online) – Gempa mengguncang wilayah Kota Sidimpuan, juga dirasakan di Tapanuli Selatan dan Padang Lawas Utara, Jum’at (14/7/2017). Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)  dalam laporan di situs www.bmkg.go.id, gempa sempat mengguncang sebanyak 3 kali dalam kekuatan dan waktu yang berbeda. Gempa pertama terjadi sekira pukul 08:25:16 WIB berkekuatan 5.5 Scala Rihcer (SR) […]

  • Warga Tuntut Ketua DPRD Tapanuli Tengah Mundur

    Warga Tuntut Ketua DPRD Tapanuli Tengah Mundur

    • calendar_month Selasa, 26 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tapanuli Tengah: Unjuk rasa warga yang tergabung dalam Forum Lampu Merah (FLM) Pandan di depan Gedung DPRD Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, Senin (25/10), diwarnai keributan. Kericuhan terjadi saat pendemo mendorong pagar kantor DPRD karena tidak diperbolehkan masuk ke dalam gedung. Petugas Satpol PP bersikeras tidak memasukkan para demonstran meski turun hujan. Salah satu ketua anggota […]

expand_less