Rabu, 22 Jul 2026
light_mode

Terpeleset di Parit, Hanyut ke Sungai Sangkumpal Bonang

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 1 Mar 2011
  • print Cetak


Selamat, Putrinya Tewas
SIDIMPUAN-
Seorang ibu, Linda br Siregar (35), warga Lingkungan I, Kelurahan Wek II, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, beserta putrinya Sari Anggina Napitupulu (2,5), terpeleset di parit aliran Sungai Sangkumpal Bonang, Minggu (27/2) malam. Aliran air parit yang deras mengakibatkan keduanya terseret arus. Si ibu berhasil selamat setelah ditolong warga, namun putrinya ditemukan tewas, Senin (28/2).
Informasi dihimpun METRO dari Animar br Piliang (56), warga sekitar di kediaman Linda menuturkan, saat kejadian naas itu, Minggu (27/2) sekira pukul 19.00 WIB, Linda dan Sari hendak pulang ke rumah mereka (Sari dan Linda tinggal di rumah orangtua Linda, red) setelah berkunjung ke rumah saudaranya di jajaran rumah toko (ruko) di Jalan Serma Lion, Kelurahan Kantin, Kecamatan Padangsidimpuan (Psp) Utara, Kota Psp.
Rumah saudara Linda berada di belakang ruko yang dikontrakkan dengan posisi pintu rumah berada di depan pinggiran parit aliran Sungai Sangkumpal Bonang yang jaraknya hanya sekitar 50 centimeter. Sungai Sangkumpal Bonang sendiri muaranya menuju Sungai Batang Ayumi. Parit aliran sungai tersebut lebarnya sekitar tujuh meter dengan bebatuan di dasarnya. Kedalamannya saat itu mencapai satu meter karena hujan deras, sementara jika cuaca tidak hujan, kedalaman parit sekitar 40 centimeter.
Pada saat itu, cerita Animar, Linda dan Sari hendak pulang ke rumah nenek Sari. Linda menggendong anak keenam dari enam bersaudaranya itu di sebelah kiri ketika keluar dari rumah. Naas. Baru beberapa langkah keluar rumah, karena licin, Linda terpeleset. Sari pun terlepas dari gendongan ibunya. Ibu dan anak ini kemudian jatuh ke dalam parit.
Malam itu, hujan cukup deras. Sehingga membuat aliran air di parit tersebut membesar dan sangat deras. Linda dan Sari terseret aliran sungai dan hanyut.
Saat hanyut di Sungai Sangkumpal Bonang, Linda sempat berteriak minta tolong. Teriakan ibu dari enam anak ini ternyata didengar oleh warga sekitar dan langsung berlarian ke arah Linda. Warga pun berenang di sungai dan berhasil menyelematkan Linda sekitar 200 meter dari lokasi pertama terjatuh.
Sedangkan Sari, karena masih kecil dan air sungai juga deras ditambah saat itu hujan sedang turun, tidak berhasil ditemukan. Beberapa warga kemudian menghubungi pihak Polres Psp. Setelah mengamankan dan menenangkan Linda, warga Siborang bersama personel Polres yang dating ke lokasi, melakukan pencarian malam itu juga dengan menyusuri Sungai Sangkumpal Bonang, dan muaranya Sungai Batang Ayumi.
Namun, pencarian yang dilakukan warga dan petugas belum membuahkan hasil. Karena hujan dan malam semakin larut, pencarian dilakukan keesokan paginya, Senin (28/2).
Keluarga ayah Sari, Hasman Napitupulu (orang tua Sari sudah bercerai sekitar 3 tahun) yang mengetahui Sari telah hanyut di sungai, juga ikut melakukan pencarian bersama warga Lingkungan I, warga Desa Salambue, Kecamatan Psp Tenggara, dengan menyusuri alirang Sungai Batang Ayumi.
Warga Salambue dan Sihitang yang melakukan pencarian akhirnya menemukan jasad Sari sekitar 10 meter di bawah jembatan Sihitang, Kecamatan Psp Tenggara, atau sekitar dua kilometer dari lokasi terpeleset.
“Mayatnya ditemukan dibawah jembatan Sihitang,” kata Boru Piliang.
Posisi mayat Sari saat ditemukan tersangkut di bebatuan pinggiran Sungai Batang Ayumi. Sungai Batang Ayumi sendiri lebarnya sekitar 20 meter dan jika pada musim kemarau dangkal dan nampak bebatuan besar. Namun jika musim hujan, selain alirannya deras dan dalam, juga bisa membahayakan bagi warga.
Selanjutnya jasad Sari dibawa ke rumah ayahnya di Desa Salambue, Kecamatan Psp Tenggara Kota Psp untuk dimakamkan. Namun, permintaan dari pihak ayah Sari ditolak oleh pihak ibunya. Setelah mediasi yang dilakukan Kapolres Psp AKBP Andi S Taufik, maka jenazah Sari akhirnya dibawa dan dimakamkan di TPU Lingkungan I, Kelurahan Wek II atau di sekitar tempat tinggal ibu korban.
Kapolres Psp AKBP Andi S Taufik kepada wartawan, Senin (28/2) mengatakan, tidak ada unsur pidana dalam kejadian ini. Diutarakan Andi, pihaknya melakukan pencarian pada saat korban hanyut dan membantu seluruh proses hingga Sari dimakamkan.
Pantauan METRO, di rumah Hasman Napitupulu, ratusan warga memadati rumah itu untuk melihat jenazah Sari ketika hendak dibawa ke Lingkungan I, Kelurahan Wek II untuk keperluan pemakaman usai sholat Ashar.
Linda: Paulak Anakki…
Keributan sempat terjadi saat akan dilaksanakannya pemindahan jenazah Sari antara keluarga Linda dan Hasman Napitupulu. Di mana kedua keluarga memperebutkan pemakaman jenazah Sari. Bahkan, sempat terjadi aksi saling dorong antar kedua keluarga di ruang tengah kediaman Hasman di Desa Salambue, Kecamatan Psp Tenggara, tempat jenazah Sari disemayamkan. Namun, hal itu bisa cepat dilerai oleh personel Polres Psp yang langsung dipimpin Kapolres AKBP Andi S Taufik.
Setelah dilerai, akhirnya dilakukan musyawarah antara kedua belah pihak yang dimediasi Kapolres dan tokoh masyarakat Salambue. Kemudian akhirnya disepakati jenazah Sari dimakamkan di Lingkungan I, Kelurahan Wek II atau di sekitar kediaman ibu korban. Jenazah Sari pun dibawa menggunakan ambulans dengan pengawalan polisi.
Sementara itu Linda saat datang ke rumah Hasman Napitupulu untuk melihat jenazah putrinya, terlihat histeris dan terpaksa dipapah oleh keluarganya. Saat melihat jenazah putrinya, Linda pun berteriak. “Paulak Anakki… (Kembalikan anakku),” teriah Linda.
Dalam keadaan histeris, Linda menuturkan dirinya sudah diceraikan Hasman Napitupulu sejak Sari usia tiga bulan di kandungannya.
“Mulai do umur 3 bulan di kandungan, na haccit ma ulala pambaen mu (Mulainya umur 3 bulan di kandungan si Sari, yang sakitlah kurasa perlakuanmu),” katanya histeris.
Sementara nenek Sari, Halimah (60) atau ibunya Linda kepada METRO, Senin (28/2) mengatakan, putrinya merupakan istri kedua Hasman Napitupulu. Dan dari perkawinan itu keduanya dikarunia enam orang anak, yakni 4 laki-laki dan 2 perempuan. Di mana 2 anak perempuan sudah meninggal termasuk Sari karena hanyut.
Karena tidak ada kecocokan, sebut Halimah, putrinya dan Hasman bercerai ketika usia kandungan Sari tiga bulan. Kemudian sepengetahuannya, Hasman sudah menikah lagi.
Ketika ditanya setelah perceraian, kelima cucunya ikut siapa, Halimah mengatakan, empat anak laki-laki ikut Hasman. Sedangkan Sari yang paling kecil ikut putrinya Linda, dan tinggal bersamanya di Lingkungan I, Kelurahan Wek II.
Sementara itu Hasman terlihat hanya pasrah dan menerima jenazah putrinya dibawa dan dimakamkan di tempat tinggal mantan istrinya. Bersama dengan keluarganya, Hasman ikut mengiringi jenazah putrinya dibawa hingga dikuburkan. (phn/dans)
Sumber : Metro tabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menemukan Peradaban dalam Prasasti Sorik Marapi

    Menemukan Peradaban dalam Prasasti Sorik Marapi

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan : Askolani Nasution Ketika melihat dokumen “Prasasti Sorik Marapi” saya segera berpikir banyak hal, hal yang saya tahu juga menjadi pikiran para arkeolog yang mendalami prasasti ini : 1) Di mana pusat peradaban sekitar Gunung Sorik Marapi, sehingga prasasti itu diletakkan di puncak gunung tertinggi di Kabupaten Mandailing Natal itu? 2) Untuk masyarakat mana […]

  • Desa Kumpulan Setia Hutabargot Masih Jalan Tanah

    Desa Kumpulan Setia Hutabargot Masih Jalan Tanah

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    HUTA BARGOT (Mandailing Online) – Kabupaten Mandailing sudah berusia 15 tahun lebih, namun masih banyak desa-desa yang masih minim infrastruktur jalan, termasuk Desa Kumpulan Setia Kecamatan Huta Bargot yang hanya berjarak beberapa kilo meter dari ibukota kabupaten, Panyabungan. Desa ini juga berada di kecamatan yang terkenal dengan tambang batuan emasnya. ”Jalan masih tanah, apabila dalam […]

  • Bupati Madina Kunjungi Keluarga Pengidap Penyakit Katarak

    Bupati Madina Kunjungi Keluarga Pengidap Penyakit Katarak

    • calendar_month Senin, 19 Jun 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online) : Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Ja’far Sukhairi Nasution bersama Kepala Dinas Kesehatan, dr Faisal Situmorang mengunjungi lima bersaudara penderita penyakit katarak, di Kelurahan Pidoli Dolok, Kecamatan Panyabungan, Senin (19/6/2023). Dalam kunjungan tersebut Bupati menyebutkan pemerintah sudah melakukan upaya dalam menanganinya dan sudah pernah juga di lakukan operasi katarak. “Sudah pernah di […]

  • Penonaktifan Pegawai Honor Pemkab Madina Tebang Pilih

    Penonaktifan Pegawai Honor Pemkab Madina Tebang Pilih

    • calendar_month Kamis, 5 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Surat Edaran Seketaris Daerah Kabupaten Mandailing Natal yang menegaskan bahwa sejak 2 Januari 2012 tenaga sukarela dan tenaga tidak tetap dinonaktifkan, dinilai diskriminatif. Faktanya tenaga honor yang bertugas sebagai Ajudan Sekda per 2 Januari 2012 masih aktif bertugas begitu juga dengan Ajudan Bupati Madina. Adanya pilih kasih terhadap tenaga honor yang dilakukan Sekdakab Madina […]

  • 19 Siswa SMA 01 Muara Sipongi Terdeteksi Pemakai Narkoba

    19 Siswa SMA 01 Muara Sipongi Terdeteksi Pemakai Narkoba

    • calendar_month Senin, 19 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebanyak 19 siswa SMA Negeri 01 Muara Sipongi Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terdeteksi pemakai narkoba. “Kepastian ini positif setelah kita mengadakan tes urine di sekolah tersebut belum lama ini,” ungkap Ketua BNNK Madina AKBP Edi Mashuri kepada Wartawan, Mingu (17/11) di Panyabungan. Dikatakannya, tes urine dilakukan di beberapa sekolah SMA di […]

  • Pimpinan berkasus, Golkar tercoreng

    Pimpinan berkasus, Golkar tercoreng

    • calendar_month Minggu, 28 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Terjeratnya beberapa pimpinan Golkar di tingkat pemerintahan provinsi Sumut dan kota Medan dalam kasus hukum, ditengarai dapat mengurangi citra partai Golkar di mata masyarakat Sumut. Hal ini diungkapkan analis politik Universitas Sumatera Utara (USU), Agus Suriadi, kepada Waspada Online, pagi ini. Menurutnya, beberapa kasus yang menjerat kader Golkar di jajaran pemerintahan tidak dipungkiri […]

expand_less