Kamis, 16 Jul 2026
light_mode

Potret Buruk Akhlak Remaja Masa Kini

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 1 Des 2022
  • print Cetak

Oleh: Radayu Irawan, S.Pt
Penulis, tinggal di Padangsidimpuan

Rusaknya akhlak remaja masa kini, kian hari kian menjadi. Jika dahulu, orangtua dijunjung tinggi dan disegani, kini malah di-bully. Viral-nya sebuah video remaja di Tapanuli Selatan yang menendang seorang nenek sontak meramaikan media massa. Netizen sangat geram dan kesal menyaksikan video tersebut. Timbul komentar-komentar dengan harapan, remaja tersebut harus diberikan hukuman hingga membuat mereka jera.

Rasanya, tak mungkin ada orang yang tega mem-bully seorang nenek tua renta. Seyogianya nenek-nenek disayangi dan diayomi. Namun apa hendak dikata, remaja masa kini malah merekam hingga tertawa setelah melakukan bully terhadap nenek. Dimana ditaruh hati nurani yang seharusnya telah terpatri?

Beginilah potret akhlak remaja masa kini. Nilai-nilai islami kian hari sudah tak dipedulikan lagi. Tak ada lagi rasa iba, belas kasih serta empati. Kalau sudah begini, apa sebab ini terjadi?

Mereka bukan remaja yang tak berpendidikan. Seyogianya jika sistem pendidikan saat ini, mumpuni, pastilah mereka tak akan tega melakukan bully terhadap nenek.

Bullying pelajar terhadap nenek menjadi bukti nyata betapa buruknya akhlak pelajar masa kini. Ini membuktikan gagalnya sistem pendidikan dalam mencetak akhlak mulia dan menghormati orang tua.

Inilah wajah buruk sistem pendidikan negeri ini yang dirasuki sekularisme. Yaitu terpisahnya antara agama dari kehidupan. Pendidikan sekuler telah menjauhkan pelajar dari nilai-nilai Islam. Sehingga identitas keislaman yang seharusnya melekat pada jati diri pelajar menjadi hilang. Dampaknya pelajar memiliki profil berperilaku sekularistik dan liberalistik sebagaimana budaya barat.

Di kasus lain bullying tidak diselesaikan dengan tuntas. Namun hanya dengan kompromi yang tidak memberikan rasa keadilan terhadap korban. Sehingga tak ada efek jera bagi pelaku bullying. Yang tertinggal hanyalah luka batin bagi korban bully. Hal ini juga merupakan bukti, lemahnya sistem sanksi yang tegak di negeri ini.

Beberapa sebab maraknya bullying yaitu hilangnya peran keluarga, khususnya ibu sebagai pendidik generasi. Hilangnya kontrol dari masyarakat serta rusaknya sistem sosial dan sistem hukum di negeri ini. Hal ini diakibatkan karena pengaruh hukum sekuler liberal.

Karena itulah kasus kekerasan khususnya yang terjadi di kalangan remaja tidak berdiri sendiri melainkan bersifat sistemik. Kemunculan kasus ini berkorelasi erat dari penerapan sistem hidup yang salah.

Merebaknya bullying dikalangan remaja harus ditindaklanjuti dan tidak bisa didiamkan. Umat harusnya menjadikan Islam sebagai satu-satunya sistem kehidupan yang berjalan di negeri ini. Sebab Islam diturunkan oleh Allah sebagai solusi atas setiap problem kehidupan. Islam memberikan perhatian besar kepada generasi yang merupakan pembangun peradaban gemilang.

Untuk menghentikan kasus bullying harus dilakukan dengan dua langkah yaitu langkah preventif atau pencegahan dan langkah kuratif atau pengobatan. Upaya preventif dilakukan dengan mengembalikan peran keluarga masyarakat dan negara. Sedangkan upaya kuratif dilakukan untuk mengobati atau mengatasi mereka yang memiliki kecenderungan bullying. Yang dilakukan dengan pendekatan yang akan memengaruhi pola berpikir remaja saat menghadapi fakta kehidupan sehingga dengan kesadaran penuh mereka akan meninggalkan perilaku tersebut.

Dalam perspektif Islam keluarga sebagai tempat pembentukan karakter terpenting bagi seorang remaja. Orang tua wajib memberikan teladan bagi anak bagaimana cara berkata dan bersikap yang baik. Sebab tidak sedikit para pelaku bullying berasal dari keluarga yang tak memiliki akhlak terpuji.

Orang Tua harus membekali anak dengan aqidah yang kokoh dan akhlak yang terpuji. Karena itulah para orangtua khususnya ibu, juga harus membekali dirinya dengan Islam. Agar Ibu sebagai sekolah pertama bagi anak-anaknya dapat mengajarkan akhlak terpuji bagi mereka.

Islam memandang bahwa menjaga generasi bukan hanya tugas orangtua, akan tetapi butuh peran dari masyarakat dan negara. Anggota masyarakat memiliki tanggungjawab untuk saling menasehati, mengajak pada kebaikan dan mencegah tindakan yang tercela. Masyarakat tidak boleh abai terhadap permasalahan disekitarnya.

Sedangkan negara memiliki peran sentral dalam menyaring segala tontonan di media yang berpengaruh besar terhadap pembentukan karakter generasi. Begitupula sistem pendidikan yang dijalankan oleh negara harus sistem pendidikan berbasis aqidah Islam. Sistem pendidikan Islam tidak hanya mencetak generasi yg pintar sains dan teknologi. Tetapi juga mencetak generasi bertaqwa yang takut berbuat maksiat ataupun melakukan akhlak-akhlak yang menyimpang dari norma agama.

Namun perlu dipahami bahwa sinergitas antara orangtua masyarakat dan negara akan sulit diwujudkan jika tata kelola kehidupan yang warnai sekuler liberal di bawah pemerintahan demokrasi. Hanya tata kehidupan yang sesuai dengan aturan pencipta yakni syariat Islam lah yang mampu membangun suasana ketaqwaan di tengah masyarakat hingga menjauhkan mereka dari kemaksiatan. Sistem kehidupan ini hanya akan tegak dalam institusi Islam yaitu khilafah Islamiyah.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • PETI dan Jatuhnya Korban Jiwa: Bukti Kegagalan Pemerintah Mengurus Rakyat

    PETI dan Jatuhnya Korban Jiwa: Bukti Kegagalan Pemerintah Mengurus Rakyat

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

      Oleh : Irwan H Daulay | Pemerhati Ekonomi Menurut pemberitaan Mandailing Online, telah terjadi musibah di lokasi PETI Dompeng, Desa Simanguntong, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal, pada Rabu (18/3/2026). Laporan yang diterima menyebutkan tiga orang tertimbun material tambang. Dua orang dinyatakan meninggal dunia, sementara satu orang lainnya berhasil selamat. Hingga saat ini, identitas […]

  • 3 polisi Malaysia perkosa TKI di penjara

    3 polisi Malaysia perkosa TKI di penjara

    • calendar_month Senin, 12 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO)- Harga diri bangsa Indonesia kembali terkoyak. Seorang pembantu rumah tangga asal Indonesia yang ditahan di Kantor Polisi Bukit Mertajam, Pulau Penang, di perkosa oleh tiga polisi Diraja Malaysia di kantor polisi tersebut. Tindakan kekerasan seksual tersebut dilakukan sekira pukul pada pukul 06.00 tanggal 9 November 2012 waktu setempat. Hal itu disampaikan, Analis Kebijakan […]

  • Selama Ramadhan, 37 Masuk Islam di Masjid Lautze

    Selama Ramadhan, 37 Masuk Islam di Masjid Lautze

    • calendar_month Jumat, 16 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Jumlah warga yang berpindah memeluk agama islam atau mualaf, terutama dari etnis Tionghoa, di Masjid Lautze, Jakarta Barat meningkat sepanjang bulan puasa atau Ramadhan tahun ini. Menurut staf Pembina dan Pengislaman Mualaf Masjid Lautze Ustad Suhaemi, pada Ramadhan kali ini, jumlah warga Tionghoa yang menjadi mualaf di masjid tersebut mencapai 37 orang. […]

  • Banjir Aek Rantopuran Gunungtua

    Banjir Aek Rantopuran Gunungtua

    • calendar_month Senin, 18 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kondisi Daerah Aliran Sungai Aek Rantopuran Mandailing Online, Panyabungan. Kondisi di Daerah Aliran Sungai Aek Rantopuran di desa Gunungtua Jae Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal. Photo :EF/Emily Fynn.

  • 260 Sekolah di Sumut Terapkan Kurikulum 2013

    260 Sekolah di Sumut Terapkan Kurikulum 2013

    • calendar_month Selasa, 23 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, – Dinas Pendidikan Provinsi Sumut menegaskan hanya memediasi tempat dan berkoordinasi untuk mensukseskan penerapan kurikulum 2013. Sedangkan penentuan sekolah, termasuk guru-guru yang akan diterapkan lebih dahulu kurikulum serta sosialisasinya ditentukan langsung Kemendikbud RI. Untuk pelaksanaan pelatihan kurikulum 2013 dilaksanakan oleh LPMP dan P4TK. “Dinas hanya memediasi tempat serta berkoordinasi dengan kabupaten/kota. Sedangkan kegiatan langsung […]

  • Pembunuh Istri dan Mertua di Madina, Warga Medan Ditangkap di Labuhanbatu

    Pembunuh Istri dan Mertua di Madina, Warga Medan Ditangkap di Labuhanbatu

    • calendar_month Selasa, 19 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    RANTAUPRAPAT: Personel Polres Labuhanbatu berhasil menangkap seorang tersangka yang diduga pelaku pembunuhan di dusun III desa Bintungan Bejangkar Baru Kec Batahan Kab Madina. Itu, berkat informasi yang dikirimkan pihak Polres Madina. Disebutkan, pelaku kejahatan yang disangkakan melanggar pasal 338 KUHP tersebut berhasil ditangkap di Dusun Sidorukun Simpang Pangkatan kecamatan Bilah Hulu, Labuhanbatu, Selasa 19 April […]

expand_less