Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

Barisan Raja Menguat Wujudkan Konsep Patujoloon Mandailing

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 23 Mei 2024
  • print Cetak

SIABU (Mandailing Online) – Raja-raja di Mandailing semakin menguatkan barisan dalam mewujudkan gagasan Patujoloon Mandailing, suatu konsep “standar baru kemajuan daerah”.

Patujoloon Mandailing ini dipandang sebagai kerangka universal untuk menjawab kondisi Mandailing Natal (Madina) yang saat ini sedang juga-jage, jumarampar, jumarorap, suatu keadaan yang terus-terusan menghadapi permasalahan besar dan sangat kompleks.

Hal itu terungkap pada silaturrahim raja-raja di Bagas Godang Bonandolok, Kecamatan Siabu, Madina, Sumut, Rabu malam (22/5/2024).

Bagas Godang Bonandolok selaku tuan rumah silaturrahim 30 tokoh raja dan tokoh adat menunjukkan Mangaraja Porkas Paruhuman Hasibuan akan memperkuat barisan raja-raja Mandailing dalam mewujudkan perubahan melalui konsep Patujoloon Mandailing.

Menyambut kedatangan Patuan Mandailing dan rombongan, Mangaraja Porkas Paruhuman mengundang perangkat adat setempat dalam acara silaturrahmi itu.

“Kami sependapat, Mandailing Natal terus-terusan menghadapi permasalahan besar yang sangat kompleks. Keadaan Madina saat sedang juga-jage, jumarampar, jumarorap,” katanya.

Dia mengungkapkan, karena keadaan yang seperti itu, Madina memang membutuhkan seorang tokoh pemimpin tangguh yang mumpuni.

Sosok yang diyakini cukup siap untuk membawa Madina keluar dari problem yang melilit saat ini, yakni, H Ivan Iskandar Batubara, yang sebelumnya sudah dipilih untuk menerima gelar adat tertinggi, yakni Patuan Parimpunan Gomgom Mandailing.

Persepsi dan permohonan Raja-raja Mandailing itu pun sudah dituangkan dalam satu naskah tertulis dan sudah disampaikan kepada Ivan. Sampai sekarang, sikap Pak Ivan Iskandar Batubara tetap sama: Inda mangilak tano ditinggang udan”.

Partisipasi “Marsialap Ari”

Di silaturrahmi itu Mangaraja Paruhuman menegaskan, “Sekarang, Patuan Mandailing yang hadir bersama Mangaraja Gunung dari Gunungtua, Mangaraja Enda Junjungan Panyabungan Tonga dan Suta Soalompoan dari Mompang hendak mengajak kita  yang berdomisili di Luat Bonandolok ini untuk mengambil peran atau partisipasi yang lebih besar.”

Menyahuti kalimat-kalimat pamangkal hata dari Mangaraja Porkas, Patuan Mandailing atau H Hasanul Arifin Nasution dari Bagas Godang Hutasiantar yang duduk melingkar bersama undangan menyampaikan tiga poin.

Pertama, komitmen Raja-raja Mandailing harus diteguhkan. Kedua, visi Raja-raja Mandailing dan Patuan Parimpunan Gomgom Mandailing sudah dirangkai dalam satu konsep, narasi atau gerakan besar, yaitu: “Patujoloon Mandailing Natal, Standar Baru Kemajuan Daerah”.

Ketiga, narasi besar yang sudah berjalan itu harus direspon secara  partisipatif, atau dalam istilah Mandailing marsialap ari sebagaimana harapan dan kehendak yang sudah dituangkan dalam ajakan Patujoloon Mandailing itu.

Dalam budaya marsialap ari, lanjut Patuan Mandailing, “ada saatnya kita yang harus siap untuk di-sabat dan ada kalanya kita yang memberi tumpuk. Jika sekarang kita harus memberi sabat ada saatnya kita mendapat tumpuk”.

“Makanya, kita mesti ambil peran dengan dua hal: Satu, masuk dan lebur ke dalam narasi ini secara partisipatif. Dua, kita luruskan yang bengkok-bengkok dan tegakkan yang miring-miring sehingga keberadaan dan marwah kita kembali ke posisi sentral dinamika masyarakat. Kita ubah kebiasaan buruk. Hilangkan kebiasaan menerima amplop yang memunculkan cap “raja amplop”. Jangan lagi memilih pemimpin karena uang-nya,” imbuh Patuan Mandailing.

Penguatan Aspirasi
Hal yang lebih mendasar terungkap dari Drs. H Wildan Siregar yang dikenal sebaiknya pengurus parsadaan marga dan Ketua Parsulukan Simaninggir di Bonandolok.

Menurutnya, kalau memang Harajaon (tokoh/raja adat) sebagai pemimpin informal bersedia menjadi penyambung aspirasi masyarakat, perlu ada sejenis MoU (kesepakatan tertulis) Raja-raja Mandailing dengan calon bupati yang akan dipilih, yaitu Ivan Iskandar Batubara.

“Dengan begitu, Harajaon punya kekuatan yang tidak bisa diabaikan atau dilupakan begitu saja,” tegasnya.

Namun, pemikiran yang mengemuka tentang pemenangan di Pilkada, langsung ditanggapi Patuan Mandailing dengan menyebutkan, “Kalau pun nanti bicara pemenangan, yang harus dimenangkan itu, bukan individu atau kelompok, melainkan harapan besar kita, yaitu menerapkan Patujoloon Mandailing secara utuh dan berkesinambungan.”

Menutup pertemuan itu, Ustadz Sulhan Lubis pun memimpin doa secara khusus, salah satunya memohon agar konsep Patujoloon Mandailing itu nantinya benar-benar terwujud di Mandailing Natal.(rel)

Editor: Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pencarian Identitas Diri Muslimah Spanyol

    Pencarian Identitas Diri Muslimah Spanyol

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        NEW YORK (Mandailing Onlne) – Kalene Santana (19 tahun) masih tergolong muda saat berani memutuskan berpindah keyakinan dari Katolik menjadi seorang muslimah. Perempuan Hispanik keturunan Puerto Rico dan Dominika ini merasa kehidupannya kini lengkap. Lantaran ia hidup dan mencintai kehidupan khas Spanyol, berbahasa Inggris, namun beribadah dengan cara Islam. Santana pun meyakinkan dirinya […]

  • DPR sahkan UU Ormas

    DPR sahkan UU Ormas

    • calendar_month Rabu, 3 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    Rapat paripurna DPR akhirnya mengesahkan RUU Ormas menjadi Undang-undang pada Selasa (02/07) siang, yang ditandai dukungan mayoritas fraksi-fraksi di DPR, kecuali F-PAN, Gerindra dan Hanura. “Enam fraksi, termasuk Demokrat, Golkar dan PDI-P, mendukung, tetapi tiga fraksi yakni F-PAN, Gerindra dan Hanura menolak,” kata wartawan BBC Indonesia, Arti Ekawati, yang melaporkan dari Gedung DPR, Selasa siang. […]

  • Hore, Tiket KA ke Kualanamu Turun Harga

    Hore, Tiket KA ke Kualanamu Turun Harga

    • calendar_month Minggu, 27 Apr 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Pelayanan angkutan darat jenis kereta api yang ada di Bandara Kualanamu atau Airport Raillink Service (ARS) menurunkan harga tiketnya. General Manager PT Railink, Agus mengatakan, mulai 1 Mei akan menurunkan harga, Kualanamu-Medan Rp 60.000 Sedangkan Medan-Kualanamu  tetap Rp 80.000. “Kini waktu tempuh lebih cepat 30 menit Medan-Kualanamu, 45 Menit Kualanamu-Medan,” katanya di Stasiun […]

  • Bupati Madina Minta Pemerintah Pusat Hentikan SMGP

    Bupati Madina Minta Pemerintah Pusat Hentikan SMGP

    • calendar_month Selasa, 27 Sep 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, Jafar Sukhairi Nasution menyatakan bahwa sejak awal telah meminta pemerintah pusat menghentikan operasional SMGP di Sibanggor. Itu dikatakan Sukhairi didampingi Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution dan Ketua DPRD Madina, Erwin Efendi Lubis usai menjenguk para korban di ruang UGD RSU Panyabungan, Selasa malam […]

  • Harun Mustafa Nasution Dorong Penegakan Hukum yang Setimpal Bagi Tersangka Pembunuh Anak Paskibra di Madina

    Harun Mustafa Nasution Dorong Penegakan Hukum yang Setimpal Bagi Tersangka Pembunuh Anak Paskibra di Madina

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ): Harun Mustafa Nasution seorang politikus dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Sumut meminta penegakan hukum yang tepat bagi pelaku pembunuhan terhadap Diva Febriani siswa Paskibra di Kecamatan Natal, Mandailing Natal ( Madina ) Harun yang juga putra daeah madina itu mengatakan masalah pembunuhan adalah isu serius yang memerlukan penanganan hukum […]

  • Pencurian Meningkat, Warga Lintas Timur Desak PLN Buka Jaringan Baru

    Pencurian Meningkat, Warga Lintas Timur Desak PLN Buka Jaringan Baru

    • calendar_month Selasa, 1 Des 2015
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Warga mendasak PLN membuka jaringan di jalur Lintas Timur Panyabungan dari titik jembatan Aek Pohon, sebab hingga kini belum ada listrik ke sana. Desakan itu juga dalam upaya menekan jumlah tindak kriminal di kawasan tersebut terutama aksi pencurian yang sudah berulang kali dialami warga. Belum lama ini, warga bernama Ismail Nasution […]

expand_less