Kamis, 16 Jul 2026
light_mode

Polisi Tetapkan 7 Pekerja Tambang Emas Ilegal di Madina Jadi Tersangka

  • account_circle Muhammad Hanapi
  • calendar_month Jumat, 31 Mei 2024
  • print Cetak

Alat berat milik penambang emas ilegal yang diamankan Kepolisian Polres Madina di Kecamatan Kota Nopan ( nap)

PANYABUNGAN ( Mandailing Online) : Ada 10 unit alat berat milik penambang emas ilegal hasil tangkapan Polres Madina pada selasa 28/5/2024, masih berada di lokasi. Dari 12 alat berat berat baru 2 unit yang sudah dibawa ke Mako Polres Madina.

Ipda Bagus Seto Plh Kasi Humasy Polres Madina saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. ” Benar baru 2 alat berat yang berhasil di geser ke Mako Polres Madina” Jelas Bagus, Jum’at 31/4/2024.

Terhadap 7 orang yang diamankan, kata Bagus sudah naikkan proses nya ke sidik dan ditetapkan tersangka. Dari 7 orang 6 diantaranya dilakukan penahanan, 1 orang masih di bawah umur dan diserahkan ke keluarga, namun apabila dibutuhkan keterangan, pihak keluarga diminta mengahadirkannya.

Polisi saat amankan Operator dan pekerja alat berat tambang emasn ilegal di kawasan hukum polsek kota nopan ( ist )

Sampai hari ini diketahui sejumlah Polisi dari Polres Madina masih berada di lokasi penambangan emas ilegal dimana ditemukannya alat berat.

Diberitakan sebelumnya, Polres Madina melakukan razia tambang emas di wilayah hukum Polsek Kota Nopan. Ada 3 lokasi yang jadi target operasi yakni aek kapesong di Kelurahan Pasar Kota Nopan, desa Hutarimbaru dan Saba Dolok.

Dari 3 lokasi itu, sebanyak 12 alat berat jenis exscavator berhasil diamankan polisi, namun 10 diantaranya alat berat itu tidak bisa di fungsikan karena saat ditemukan computer elektronik alat berat sudah copot dari bagian mesin. Saat ditemukan petugas, pekerja alat berat memang sudah tidak berada di lokasi. Diduga saat operasi di sungai aek kapesong, pekerja alat berat di wilayah lain sudah melarikan diri.

Dari operasi yang dilakukan saat itu, petugas berhasil mengamankan langsung 1 unit alat berat saat beroperasi beserta 7 orang pekerja di bantaran sungai aek kapesong. ( napi)

 

  • Penulis: Muhammad Hanapi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mabes TNI AD Terima Mahasiswa Menjadi Perwira Karier

    Mabes TNI AD Terima Mahasiswa Menjadi Perwira Karier

    • calendar_month Selasa, 7 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Markas Besar Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (Mabes TNI AD) menerima mahasiswa berbagai jurusan dari perguruan tinggi negeri atau swasta untuk menjadi perwira karier melalui beasiswa TNI. Kepala Penerangan Komando Daerah Militer I Bukit Barisan (Kepandam I/BB) Letnan Kolonel Caj Asren Nasution menjelaskan, jurusan/program studi berakreditasi A untuk pria yang dibutuhkan, yakni Fakultas Psikologi,Fakultas Agama […]

  • Usulan Wabup Terkait Penutupan PT SMGP Hanya Cakap-Cakap

    Usulan Wabup Terkait Penutupan PT SMGP Hanya Cakap-Cakap

    • calendar_month Senin, 12 Sep 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Usulan penutupan perusahaan panas bumi PT SMGP yang beroperasi di Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sebagaimana dimuat beberapa media menurut Ketua Dewan Pengurus Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC PPP) Muhammad Irwansyah Lubis hanya sebatas lip service. “Kita tidak pernah mendengar usulan itu diajukan secara resmi kepada pemerintah pusat […]

  • Korupsi di Jajaran Menteri, Tabiat Demokrasi?

    Korupsi di Jajaran Menteri, Tabiat Demokrasi?

    • calendar_month Rabu, 16 Des 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamat Politik Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan sudah sejak awal ia mengingatkan kepada jajaran Menteri Kabinet Indonesia Maju (KIM) untuk tidak melakukan korupsi. Hal itu dikatakan Presiden menyikapi penetapan tersangka Menteri Sosial Juliari Batubara oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam dugaan kasus suap Bantua Sosial (Bansos). Tidak hanya […]

  • Kemewahan gedung DPR "Spa, Kolam Renang di DPR, Buat Apa?"

    Kemewahan gedung DPR "Spa, Kolam Renang di DPR, Buat Apa?"

    • calendar_month Selasa, 31 Agt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pembangunan gedung baru DPR kembali disorot setelah pihak kesekjenan DPR menyatakan bahwa gedung baru tersebut akan dilengkapi oleh ruang rekreasi yang mencakup fasilitas fitness, spa, dan kolam renang. Seluruh sarana relaksasi itu rencananya akan ditempatkan di lantai 36 yang terletak paling atas. Namun ternyata rencana pembangunan fasilitas rekreasi itu belum diketahui oleh sebagian pimpinan DPR. […]

  • Tindak Lanjut LHP Ombudsman. Bupati Madina Cabut SK Hukuman Rahmad Daulay Tapi Langsung Nonaktifkan Lagi

    Tindak Lanjut LHP Ombudsman. Bupati Madina Cabut SK Hukuman Rahmad Daulay Tapi Langsung Nonaktifkan Lagi

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA || Mandailing Online – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal resmi mencabut hukuman disiplin terhadap Rahmad Daulay, ST dan mengaktifkan kembali jabatannya sebagai Inspektur Daerah. Namun di hari yang sama, Bupati Madina juga menerbitkan SK pemberhentian sementara dan memindahkannya jadi Penelaah Teknis Kebijakan di Disnaker. Langkah ini merupakan tindak lanjut atas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Perwakilan […]

  • 500 Ha Pengembangan Kacang Kedelai

    500 Ha Pengembangan Kacang Kedelai

    • calendar_month Jumat, 13 Nov 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – Pengembangan kacang kedelai di Kabupaten Mandailing Natal untuk tahun 2015 mencapai 500 hektar. Pengembangan itu melibatkan 50 kelompok tani  tersebar di berbagai desa dan kecamatan. Untuk Kecamatan Kotanopoan digarap 12 kelompok tani. Kepala Dinas Pertanian Mandailing Natal, Taufik Zulhendra Ritonga, kemarin, menyatakan program ini dilaksanakan dalam rangka menyahuti Program Gerakan Tanam PAT-PIT, […]

expand_less