Selasa, 14 Jul 2026
light_mode

Baitul Arqam Angkatan I Guru Muhammadiyah Sukses Digelar di Batahan

  • account_circle Muhammad Hanapi
  • calendar_month Senin, 8 Sep 2025
  • print Cetak

BATAHAN (Mandailing Online) – Kegiatan Baitul Arqam Angkatan I (Satu) bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Muhammadiyah resmi digelar di MTs Muhammadiyah 11 Batahan, Kecamatan Batahan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Senin, 8/9/2025.

Ketua Panitia, Muhammad Sanusi Hasibuan, S.Pd., S.E., M.Ak., dalam sambutannya menegaskan bahwa Baitul Arqam bertujuan menanamkan pemahaman Islam dan nilai-nilai Muhammadiyah, membentuk kader berintegritas, berkarakter, serta berwawasan luas untuk berkontribusi bagi umat dan bangsa. Kegiatan tersebut mengusung tema “Guru Muhammadiyah Agen Perubahan, Terwujudnya Generasi Qurani dan Sekolah Unggul Berkemajuan”, kegiatan ini diikuti 103 peserta utusan dari 17 sekolah/madrasah Muhammadiyah se-Kabupaten Madina.

“Melalui Baitul Arqam, yang dilaksanakan dari Jumat hingga ahad, 5-7 September 2025 ini, para guru dapat memperdalam ideologi Muhammadiyah dan ajaran Islam yang komprehensif sesuai Al-Qur’an dan As-Sunnah. Kegiatan ini juga baru menampung 30 persen dari total guru Muhammadiyah di Madina. InsyaAllah akan dilaksanakan Angkatan II untuk menampung lebih banyak peserta,” Jelas Ketua Panitia.

Acara pembukaan turut dihadiri Kapolsek Batahan, Camat Batahan, pimpinan Persyarikatan Muhammadiyah se-Madina, serta Ketua Dikdasmen Syakban Nur S. pd. MS., jajaran yang membidangi dikdasmen, dan Ortom (Organisasi Otonom) Muhamadiyah lainnya.

Menurut Sanusi, Para peserta terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Kemeriahan juga ditambah dengan penampilan Siswa / I Muhammadiyah, seperti drumband, Tapak Suci Putra Muhammadiyah, serta seni tari dari beberapa sekolah, di antaranya MTs Muhammadiyah 11 Batahan, SD IT Muhammadiyah Batahan, MA Muhammadiyah 8 Batahan, dan MTs Muhammadiyah 20 Natal.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan lahir kader guru Muhammadiyah yang berkomitmen, berakhlak mulia, serta siap menjadi agen perubahan dalam dunia pendidikan demi terwujudnya sekolah unggul dan berkemajuan.

Sekretaris kegiatan, Muhammad Habibie, S. A.P. juga menyampaikan Pada Mandailing Online bahwa Baitul Arqam ini bukan sekadar forum pembinaan, tetapi juga wadah penguatan ideologi dan profesionalitas guru. Diungkapkan Habibi, Baitul Arqam angkatan 1 ini salah satu contoh dari 21 Amal Usaha Muhamadiyah (AUM) di bawah naungan PDM Madina dalam sektor pendidikan.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap pendidik Muhammadiyah memiliki pemahaman yang utuh tentang visi dakwah persyarikatan, sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah maupun madrasah Muhammadiyah di Madina,” ujar Habibie.

Dalam silabus kegiatan yang disusun, dijelaskan bahwa Muhammadiyah melalui Dikdasmen memiliki tugas pokok dan fungsi mengelola lembaga pendidikan dari tingkat dasar hingga menengah. Hal ini sejalan dengan pedoman Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 01/PED/I.0/B/2018 tentang pendidikan dasar dan menengah Muhammadiyah.

“Pendidikan Muhammadiyah diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang berakhlak, cerdas, terampil, serta memiliki spiritualitas yang kuat demi kepentingan keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara,” tertulis dalam silabus tersebut,” Ditambah Sekretaris kegiatan.

Muhammadiyah, sebagai organisasi dakwah Islam yang menaruh perhatian besar pada dunia pendidikan, selama ini dikenal memiliki keterkaitan erat dengan dunia pendidikan. Dengan gerakan tajdid (pembaruan), Muhammadiyah terus berkembang mengikuti kemajuan zaman dan diterima oleh berbagai elemen masyarakat.

“Melalui kegiatan Baitul Arqam ini, Dikdasmen Muhammadiyah Madina berharap seluruh guru dan tenaga kependidikan semakin memiliki kompetensi serta semangat dakwah pendidikan, sehingga mampu membawa sekolah dan madrasah Muhammadiyah di Madina semakin maju dan berdaya saing. K.H. Ahmad Dahlan. Sang pendiri Muhammadiyah menekankan bahwa guru tidak hanya memberikan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga membentuk kepribadian siswa agar menjadi insan berkemajuan,”Ditutup Habibi.

Ketua Dikdasmen PDM Madina, Syakban Nur, S.Pd., M.S., dan WK, PDM Kordinator Bidang Majelis Dikdasmen & PNF, Mhd Idris Harahap, ST, M.Si, mereka memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan perdana ini. Syakbar Nur, menekankan pentingnya peran guru Muhammadiyah sebagai agen perubahan yang tidak hanya mendidik, tetapi juga membimbing siswa menuju akhlak mulia dan prestasi unggul.( fikri )

  • Penulis: Muhammad Hanapi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Plt Bupati Madina: Tidak Ada Main Duit di CPNS

    Plt Bupati Madina: Tidak Ada Main Duit di CPNS

    • calendar_month Senin, 4 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 8Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Plt Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution disela kegiatan pemantauan ujian CPNS, Minggu (3/11/2013) mengatakan sesuai hasil pantauannya di lapangan ujian tersebut berjalan dengan lancar. “Tidak ada anggota saya yang bermain-main duit dalam pelamaran CPNS ini, namun kalau orang luar yang menjual-jual nama saya itu saya tidak tahu, namun yang jelas penerimaan […]

  • Guru Honorer Dapat Insentif

    Guru Honorer Dapat Insentif

    • calendar_month Sabtu, 27 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANGKALPINANG : Guru honorer yang mengajar pada sekolah negeri di Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung diberi insentif sebesar Rp400.000/bulan untuk meningkatkan kesejahteraannya. “Guru honor yang mengajar di sekolah negeri diberi insentif Rp400.000 per bulan, namun insentif bisa dikurangi jika kehadirannya juga kurang,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang, Edison Taher di Pangkalpinang, Jumat 26 November […]

  • Pernikahan Beda Agama Legal, Tuntunan Agama Diabaikan Negara?

    Pernikahan Beda Agama Legal, Tuntunan Agama Diabaikan Negara?

    • calendar_month Sabtu, 8 Jul 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Dewi Soviariani Pemerhati Umat “Amin kita sama, tapi iman kita berbeda”, begitu kira-kira semboyan generasi milennial dan generasi z dalam mewacanakan kehidupan mereka dalam bingkai liberalisasi beragama. Bebasnya interaksi pergaulan lawan jenis menempatkan hubungan perasaan pada batasan yang sudah melewati rambu rambu akidah. Tak sedikit dari milenial maupun gen z menyatukan perbedaan keyakinan tersebut […]

  • Teman Sekelas Harun di SMA N 1 Panyabungan Siap Bersaksi Soal Laporan Henri Husein

    Teman Sekelas Harun di SMA N 1 Panyabungan Siap Bersaksi Soal Laporan Henri Husein

    • calendar_month Kamis, 7 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan (Mandailing Online) – Terkait pengaduan Henri Husein Nasution ke Bawaslu dan Gakumdu soal dugaan menggunakan surat keterangan palsu dan ijazah palsu saat mendaftarkan diri sebagai Calon Bupati Mandailing Natal (Madina). Teman sekelas Cabup Harun Mustafa Nasution bersuara. Nis’at Sidik Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Madina pun siap bersaksi bahwa Harun Mustafa Nasution merupakan […]

  • 6 Parpol Rata-rata 1 Kursi di Dapil II

    6 Parpol Rata-rata 1 Kursi di Dapil II

    • calendar_month Senin, 14 Apr 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Berdasar penelusuran Mandailing Online di beberapa posko partai politik, Minggu hingga Senin (13-14/4/2014) perkiraan sementara perolehan kursi legislatif DPRD Mandailing Natal (Madina) untuk Dapil II (Daerah Pemilihan II) sebanyak 6 parpol memperoeh rata-rata 1 kursi. Dapil II Meliputi Kecamatan Tambangan, Kotanopan, Ulu Pungkut, Muara Sipongi, Pakantan dan Kecamatan Puncak Sorik Marapi. […]

  • Rawa Bukan Nama Suku

    Rawa Bukan Nama Suku

    • calendar_month Rabu, 4 Des 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PASAMAN (Mandailing Online) – Rawa bukan nama suku, melainkan nama tempat. Rawa berada di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, Indonesia. Berpenduduk mayoritas suku Mandailing. Muklan S, pejabat dari kantor Camat Rao mengungkapkan bahwa Rawa atau Rao itu adalah tempat yang sama. “Rawa adalah Rao. Rao adalah Rawa,” jelas Muklan. Itu diungkapkan Muklan menjawab Mandailing […]

expand_less