Minggu, 25 Okt 2026
light_mode

ASI Eksklusif, MP-ASI, dan Dadih: Cara Sederhana Cegah Stunting dari Rumah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
  • print Cetak

Oleh: Wahyuni Sari Zein Lubis, S.Tr.Gz dan Prof. Dr. Helmizar, SKM, M. Biomed

Program Studi Magister Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas

 

 

Stunting masih menjadi masalah serius di Indonesia. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Indonesia memang telah menurun menjadi 19,8%. Namun, angka ini masih menunjukkan bahwa hampir satu dari lima anak Indonesia mengalami gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi kronis. Banyak orang mengira stunting hanya soal anak yang bertubuh pendek. Padahal, lebih dari itu, stunting adalah tanda adanya kekurangan gizi kronis sejak masa kehamilan hingga awal kehidupan anak. Dampaknya tidak main-main, mulai dari gangguan kecerdasan, daya tahan tubuh lemah, hingga risiko penyakit kronis di masa depan.

Kabar baiknya, stunting sebenarnya bisa dicegah dari rumah. Kuncinya ada pada tiga hal sederhana yang sering diabaikan: ASI eksklusif, MP-ASI yang berkualitas, dan pemanfaatan pangan lokal fungsional seperti dadih.

ASI Eksklusif: Fondasi Awal Kehidupan Anak

Enam bulan pertama kehidupan adalah masa emas. Pada periode ini, bayi hanya membutuhkan ASI tanpa tambahan makanan atau minuman lain. ASI bukan sekadar makanan, tetapi juga perlindungan alami yang mengandung zat gizi lengkap serta antibodi untuk melindungi bayi dari berbagai infeksi.

Bayi yang mendapatkan ASI eksklusif memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit infeksi, seperti diare dan infeksi saluran pernapasan. Hal ini penting karena infeksi berulang dapat mengganggu penyerapan nutrisi dan berujung pada stunting.

Namun, perlu dipahami bahwa ASI eksklusif saja tidak cukup untuk mencegah stunting jika tidak dilanjutkan dengan praktik pemberian makan yang tepat setelah usia 6 bulan. Faktanya, banyak kasus stunting mulai muncul setelah bayi berusia di atas 6 bulan, terutama ketika MP-ASI yang diberikan tidak memenuhi kebutuhan gizi anak.

MP-ASI: Bukan Sekadar Makanan Tambahan

Setelah usia 6 bulan, kebutuhan gizi bayi meningkat. ASI tetap diberikan, tetapi harus didampingi dengan MP-ASI yang tepat. Di sinilah sering terjadi kesalahan dalam praktik pemberian makan pada anak.

MP-ASI yang baik bukan hanya soal “bayi sudah makan”, tetapi harus memenuhi prinsip tepat waktu, adekuat (mengandung zat gizi lengkap dan seimbang), aman (higienis), serta diberikan dengan cara yang benar melalui responsive feeding, yaitu memperhatikan sinyal lapar dan kenyang anak.

MP-ASI berperan penting dalam mencegah stunting dan masalah gizi lainnya, memenuhi kebutuhan nutrisi pada usia 6 –24 bulan, serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Jika MP-ASI tidak berkualitas, misalnya hanya berupa bubur encer tanpa protein hewani, maka risiko stunting akan meningkat. Oleh karena itu, periode usia 6 –24 bulan menjadi fase yang sangat krusial dalam pencegahan stunting.

Dadih: Kearifan Lokal dengan Manfaat Global

Di tengah upaya perbaikan gizi, Indonesia sebenarnya memiliki potensi besar dari pangan lokal, salah satunya dadih. Di Sumatera Barat, dadih telah lama menjadi bagian dari pola makan masyarakat dan dikonsumsi secara turun-temurun. Dadih adalah produk fermentasi susu kerbau yang kaya akan bakteri asam laktat atau probiotik.

Probiotik dalam dadih memiliki berbagai manfaat, seperti menjaga kesehatan saluran cerna, meningkatkan sistem imun, menghambat pertumbuhan bakteri patogen seperti E.coli, serta membantu penyerapan zat gizi lebih optimal. Dalam konteks stunting, hal ini sangat penting. Banyak kasus stunting tidak hanya disebabkan oleh kurangnya asupan makanan, tetapi juga karena gangguan penyerapan nutrisi akibat infeksi atau kondisi usus yang tidak sehat. Dengan kondisi usus yang sehat, zat gizi dari makanan dapat diserap dan dimanfaatkan tubuh secara lebih maksimal untuk pertumbuhan anak.

Artinya, pencegahan stunting tidak harus selalu mahal. Pangan lokal seperti dadih dapat menjadi solusi yang mudah, terjangkau, dan berkelanjutan.

Pencegahan Stunting Harus Dimulai Sejak Dini

Pencegahan stunting tidak bisa dilakukan hanya saat anak sudah lahir, tetapi harus dimulai sejak remaja putri, masa kehamilan, hingga 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Upaya yang perlu dilakukan meliputi pemenuhan gizi ibu hamil, inisiasi menyusu dini (IMD), pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan, pemberian MP-ASI bergizi setelah 6 bulan, imunisasi lengkap, serta perbaikan sanitasi dan perilaku hidup bersih.

Stunting juga tidak berdiri sendiri. Faktor seperti kemiskinan, sanitasi buruk, dan rendahnya edukasi gizi turut berperan. Karena itu, penanganannya harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya fokus pada makanan, tetapi juga lingkungan dan perilaku keluarga.

Peran Keluarga: Kunci yang Sering Dilupakan

Sering kali, program pemerintah sudah berjalan, tetapi hasilnya belum optimal. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya keterlibatan keluarga. Padahal, keluarga memiliki peran penting dalam menentukan pola makan anak, menjaga kebersihan lingkungan, membiasakan perilaku hidup sehat, serta memantau pertumbuhan anak secara rutin. Edukasi yang tepat kepada ibu, ayah, dan pengasuh menjadi kunci agar praktik pemberian makan dan perawatan anak berjalan dengan baik.

Pada akhirnya, pencegahan stunting dimulai dari rumah. Dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten, keluarga dapat berperan besar dalam membentuk generasi yang sehat dan berkualitas.***

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pospedasu VI di Madina, Diikuti 23 Kabupaten/Kota

    Pospedasu VI di Madina, Diikuti 23 Kabupaten/Kota

    • calendar_month Senin, 30 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pospedasu Sumatera Utara  ke-VI diikuti diikuti sebanyak 908 peserta dari 23 kabupaten/kota di Sumut. Popedasu (Pekan Olahraga dan Seni antar Pondok Pesantren) itu dilaksanakan di Kabupaten Mandailing Natal selabagai tuan rumah dari tanggal 29 Maret sampai 4 Juni 2016.  Dibuka oleh Gubernur Sumut, Tengku Erry Nuradi, Minggu (29/5). Ketua Panitia Pelaksana, […]

  • 3 calon Sekdaprovsu belum jelas

    3 calon Sekdaprovsu belum jelas

    • calendar_month Senin, 11 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Walaupun pihak Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) telah melangsungkan proses fit and proper test (uji kelayakan, red) terhadap 3 calon Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprovsu), namun hingga saat ini Sumatera Utara (Sumut) masih minus akan keberadaan Sekdaprovsu definitif. Wakil Ketua DPRD Sumut, Sigit Pramono Asri menuturkan, tidak tertutup kemungkinan ketiga nama calon Sekdaprovsu […]

  • Tingkatkan SDM, Bupati Madina Salurkan Bansos untuk Mahasiswa

    Tingkatkan SDM, Bupati Madina Salurkan Bansos untuk Mahasiswa

    • calendar_month Selasa, 19 Okt 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Peningkatan sumber daya manusi (SDM) sangat dibutuhkan dalam membangun satu daerah. Pemerintah sebagai fasilitator harus bisa membangun infrastruktur peningkatan SDM. Salah satunya kelanjutan pendidikan masyarakatnya. Dalam rangka peningkatan SDM di Mandailing Natal (Madina), Bupati Madina H. M. Ja’far Sukhairi Nasution pada Selasa (19/10) menyalurkan bantuan sosial kepada 50 mahasiswa kurang mampu-berprestasi-yang […]

  • Puisi : Siapakah Yang Mengantarku Pulang?

    Puisi : Siapakah Yang Mengantarku Pulang?

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Karya : Elsa Novia Wita Siregar Tuhan, dengarkan bisikku berbalut cemas dan pilu Aku mau beritahu, makhluk kecil-Mu belum usai jalankan perintah-Mu Dia masih bersembunyi dan menutup rapat rahasianya itu Yang jelas ia telah menjadi sebab pertemuan sebagian kami dengan-Mu Tuhan, apakah makhluk kecil-Mu seganas dan sejahat yang dikira Hingga kami harus dibalut pengaman diri […]

  • Harga Kakao di Madina Bertahan

    Harga Kakao di Madina Bertahan

    • calendar_month Senin, 25 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Semenjak pemerintah menerapkan Bea Keluar (BK) kakao (coklat–red), harga komoditas ini pada tingkat petani di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tak lagi bisa menyentuh level Rp 20.000/kg seperti yang pernah terjadi sebelumnya. Harganya kini hanya mampu bertahan pada level Rp 15.000 hingga Rp 17.000/kg. Menurut pemhakuan sejumlah petani, sebelum BK kakao diberlakukan, harga jual kakao […]

  • ANGGOTA KPU MADINA BUDI ARYANSAH MENINGGAL DUNIA

    ANGGOTA KPU MADINA BUDI ARYANSAH MENINGGAL DUNIA

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2015
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    Panyabungan, Anggota KPU Mandailing Natal, Divisi Logistik, SDM dan Perencanaan Anggaran, Budi Aryansah, S.T meninggal dunia di Rumah Sakit Umum (RSU) Achmad Muchtar Bukit Tinggi, Selasa (17/3). Berdasarkan informasi yang diperoleh kpumadina.com dari salah seorang keluarga almurham, Budi Aryansah mengehembuskan nafas terakhirnya pada sekitar pukul 22.10 WIB. Kemudian jenazah Almarhum dibawa ke kampung halamannya di […]

expand_less