Selasa, 14 Jul 2026
light_mode

Willem Iskander Jadi Pahlawan Nasional: Why Not?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
  • print Cetak

 

Oleh: Komunitas Pengusul Willem Iskander Pahlawan Nasional

 

Indonesia sering ribut mencari teladan pendidikan nasional. Nama-nama besar terus diperingati. Seminar digelar. Hari pendidikan dirayakan saban tahun. Tetapi di tengah gegap-gempita itu, ada satu nama dari tanah Mandailing yang seperti berdiri sunyi di pinggir sejarah nasional:
Willem Iskander.

Atau lebih tepatnya:
Sati Nasution.

Pertanyaannya, sederhana saja:
> kalau tokoh seperti Willem Iskander belum layak jadi Pahlawan Nasional, lalu ukuran kelayakan kita sebenarnya apa?

Mari jujur membaca sejarah.

Ketika sebagian besar bumiputera masih dianggap “kelas bawah” oleh kolonial, Willem Iskander justru sudah berpikir tentang pendidikan rakyat.

Bukan di Jawa.
Bukan di pusat kekuasaan.
Tetapi di Tanobato, Mandailing.

Tahun 1862, ia mendirikan Kweekschool Tanobato — sekolah guru bumiputera yang menjadi salah satu pelopor pendidikan modern di Sumatra. Bahkan banyak sejarawan menilai sekolah itu termasuk eksperimen pendidikan pribumi paling maju pada zamannya.

Ini bukan perkara kecil.

Karena di masa itu:
* pendidikan modern masih barang mewah,
* rakyat pribumi belum dipandang pantas maju,
* dan kolonial lebih suka rakyat tetap bodoh daripada kritis.

Tetapi seorang anak Mandailing bernama Sati Nasution justru pulang dari Belanda membawa gagasan:
> bangsa yang ingin bangkit harus mulai dari sekolah.

Dan ironisnya, gagasan itu muncul jauh sebelum pendidikan nasional menjadi slogan politik Indonesia modern.

Masalahnya mungkin satu:
Willem Iskander lahir terlalu cepat.

Sati Nasution datang sebelum republik berdiri.
Sebelum nasionalisme Indonesia punya panggung besar.
Sebelum sejarah ditulis dari sudut Jakarta dan Jawa.

Akibatnya, pengaruhnya lama terkunci sebagai “tokoh daerah”.

Padahal jika memakai ukuran objektif, modal historis Willem Iskander sangat kuat:

* pelopor pendidikan bumiputera,
* punya karya sastra,
* punya pemikiran kemajuan,
* minim kontroversi politik,
* dan membawa semangat kebangkitan intelektual pribumi.

Lalu kurangnya di mana?

Di sinilah kita mulai melihat problem lama Indonesia:

> sejarah nasional sering lebih ramah kepada tokoh yang populer, dibanding tokoh yang benar-benar meletakkan fondasi.

Banyak tokoh besar daerah kalah bukan karena jasanya kecil.
Tetapi karena:

* dokumentasi lemah,
* promosi sejarah minim,
* dan tidak punya “lobi narasi” di tingkat nasional.

Padahal bangsa besar seharusnya mampu melihat jasa, bukan sekadar gema popularitas.

Willem Iskander bukan sekadar guru.

Ia simbol bahwa dari Mandailing pernah lahir gagasan besar tentang:

* pendidikan,
* kemajuan,
* dan martabat bumiputera.

Ia membuktikan bahwa intelektualisme Indonesia tidak lahir dari satu wilayah saja.

Dan mungkin di situlah alasan kenapa namanya penting diangkat hari ini:

> agar Indonesia tidak terus membaca sejarah dengan mata yang terlalu sempit.

Pertanyaan akhirnya sederhana:
kalau negara bisa memberi ruang bagi banyak tokoh lain dengan pengaruh regional yang kuat, lalu mengapa Willem Iskander harus terus menunggu?

Why not?

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • PDB Madina dan Institusi Bisnis

    PDB Madina dan Institusi Bisnis

    • calendar_month Selasa, 14 Mei 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Catatan Ringkas : RAJA BANGUN NASUTION   PDB Kabupaten Mandailing Natal (Madina) berada di peringkat tertinggi dari 33 Kabupaten/kota di Provinsi Sumut dengan skor ; 6,09. Posisi Kota Gunungsitoli menuyusul Madina, yakni skor ; 6,01. Sedangkan daerah lainnya rata-rata anjlok di angka 5. Dari sisi laju pertumbuhan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) dari tahun 2013, […]

  • 10 Mahasiswa Asal Sumut Raih Gelar Lc di Universitas Al-Ahgaff, Yaman

    10 Mahasiswa Asal Sumut Raih Gelar Lc di Universitas Al-Ahgaff, Yaman

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Laporan: M. Ghani Nasution Tim media IPSU, Yaman TARIM, YAMAN (Mandailing Online) – Sepuluh mahasiswa asal Sumatera Utara, Indonesia berhasil meraih gelar Licence (Lc) di Universitas Al-Ahgaff, Tarim, Hadhramaut, Yaman. Mereka diwisuda dalam prosesi wisuda ke-27 Fakultas Syariah dan Hukum, Kamis (16/4/2026) di Aula Mahsun, Tarim. Total 208 mahasiswa dari berbagai negara yang diwisuda […]

  • 4.000 mahasiswa Unimed terima beasiswa

    4.000 mahasiswa Unimed terima beasiswa

    • calendar_month Minggu, 11 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO) – Lebih dari 4.000 mahasiswa jenjang pendidikan S-1 maupun D-3 Universitas Negeri Medan mendapat beasiswa dari berbagai instansi dan lembaga pemerintah maupun swasta. Pembantu Rektor III Universitas Negeri Medan (Unimed) Prof Biner Ambarita di Medan, mengatakan beberapa jenis beasiswa tersebut di antaranya Supersemar, Bidik Misi, PTP 4, VDMS, Toyota Astra, BNI, BBM, PPA […]

  • Warga Aceh Didakwa Lakukan Pencucian Uang Narkoba

    Warga Aceh Didakwa Lakukan Pencucian Uang Narkoba

    • calendar_month Rabu, 23 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, M Jaffar (43) warga Desa Namploh Krueng, Samalanga, Aceh Utara, Provinsi Aceh, Selasa (22/02/2011) diajukan ke persidangan Pengadilan Negeri Medan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Masni SH karena didakwa melakukan pencucian uang yang berasal dari tindak pidana narkotika jenis sabu-sabu seberat 590 gram. Dalam persidangan yang diketuai Majelis hakim Drs H Panusunan Harahap SH […]

  • Undangan PLPG Sertifikasi Guru 2010 Mandailing Natal

    Undangan PLPG Sertifikasi Guru 2010 Mandailing Natal

    • calendar_month Senin, 13 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Undangan Mengikuti PLPG 2010 (Diknas) Tahap II (16 s.d 25 September 2010) Untuk Mandailing Natal Klik Untuk Mendownload

  • Gubsu lantik Hasban Ritonga jadi Sekda

    Gubsu lantik Hasban Ritonga jadi Sekda

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho, Rabu, melantik H Hasban  Ritonga menjadi Sekretaris Daerah Provinsi setelah Surat Keputusan  Presiden Joko Widodo atau Jokowi No 214/M Tahun 2014yang dikeluarkan 29 Desember 2014. "Hasban diharapkan bisa mengemban tugas membantu Pemerintah Provinsi membawap  Sumut ke arah lebih baik.Peran Sekda sangat strategis," kata Gubernur Sumut H Gatot […]

expand_less