Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Willem Iskander Jadi Pahlawan Nasional: Why Not?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
  • print Cetak

 

Oleh: Komunitas Pengusul Willem Iskander Pahlawan Nasional

 

Indonesia sering ribut mencari teladan pendidikan nasional. Nama-nama besar terus diperingati. Seminar digelar. Hari pendidikan dirayakan saban tahun. Tetapi di tengah gegap-gempita itu, ada satu nama dari tanah Mandailing yang seperti berdiri sunyi di pinggir sejarah nasional:
Willem Iskander.

Atau lebih tepatnya:
Sati Nasution.

Pertanyaannya, sederhana saja:
> kalau tokoh seperti Willem Iskander belum layak jadi Pahlawan Nasional, lalu ukuran kelayakan kita sebenarnya apa?

Mari jujur membaca sejarah.

Ketika sebagian besar bumiputera masih dianggap “kelas bawah” oleh kolonial, Willem Iskander justru sudah berpikir tentang pendidikan rakyat.

Bukan di Jawa.
Bukan di pusat kekuasaan.
Tetapi di Tanobato, Mandailing.

Tahun 1862, ia mendirikan Kweekschool Tanobato — sekolah guru bumiputera yang menjadi salah satu pelopor pendidikan modern di Sumatra. Bahkan banyak sejarawan menilai sekolah itu termasuk eksperimen pendidikan pribumi paling maju pada zamannya.

Ini bukan perkara kecil.

Karena di masa itu:
* pendidikan modern masih barang mewah,
* rakyat pribumi belum dipandang pantas maju,
* dan kolonial lebih suka rakyat tetap bodoh daripada kritis.

Tetapi seorang anak Mandailing bernama Sati Nasution justru pulang dari Belanda membawa gagasan:
> bangsa yang ingin bangkit harus mulai dari sekolah.

Dan ironisnya, gagasan itu muncul jauh sebelum pendidikan nasional menjadi slogan politik Indonesia modern.

Masalahnya mungkin satu:
Willem Iskander lahir terlalu cepat.

Sati Nasution datang sebelum republik berdiri.
Sebelum nasionalisme Indonesia punya panggung besar.
Sebelum sejarah ditulis dari sudut Jakarta dan Jawa.

Akibatnya, pengaruhnya lama terkunci sebagai “tokoh daerah”.

Padahal jika memakai ukuran objektif, modal historis Willem Iskander sangat kuat:

* pelopor pendidikan bumiputera,
* punya karya sastra,
* punya pemikiran kemajuan,
* minim kontroversi politik,
* dan membawa semangat kebangkitan intelektual pribumi.

Lalu kurangnya di mana?

Di sinilah kita mulai melihat problem lama Indonesia:

> sejarah nasional sering lebih ramah kepada tokoh yang populer, dibanding tokoh yang benar-benar meletakkan fondasi.

Banyak tokoh besar daerah kalah bukan karena jasanya kecil.
Tetapi karena:

* dokumentasi lemah,
* promosi sejarah minim,
* dan tidak punya “lobi narasi” di tingkat nasional.

Padahal bangsa besar seharusnya mampu melihat jasa, bukan sekadar gema popularitas.

Willem Iskander bukan sekadar guru.

Ia simbol bahwa dari Mandailing pernah lahir gagasan besar tentang:

* pendidikan,
* kemajuan,
* dan martabat bumiputera.

Ia membuktikan bahwa intelektualisme Indonesia tidak lahir dari satu wilayah saja.

Dan mungkin di situlah alasan kenapa namanya penting diangkat hari ini:

> agar Indonesia tidak terus membaca sejarah dengan mata yang terlalu sempit.

Pertanyaan akhirnya sederhana:
kalau negara bisa memberi ruang bagi banyak tokoh lain dengan pengaruh regional yang kuat, lalu mengapa Willem Iskander harus terus menunggu?

Why not?

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Madina Rampungkan 2.300 Ha Oplah Rawa

    Madina Rampungkan 2.300 Ha Oplah Rawa

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Optimalisasi Lahan (Oplah) Rawa di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut seluas 2.300 hektar sudah rampung. Oplah tersebut termasuk dalam strategi mencapai swasembada pangan di Indonesia. Kepala Dinas Pertanian Madina Siar Nasution, SP mengatakan seluas 2.300 Hektare lahan masyarakat di dua kecamatan di Madina sudah dilakukan pematangan. Lokasinya yakni di Kecamatan Siabu […]

  • Yusril Ihza Mahendra Terpilih Sebagai Ketua Umum PBB

    Yusril Ihza Mahendra Terpilih Sebagai Ketua Umum PBB

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      CISARUA  – Mukhtamar ke IV Partai Bulan Bintang (PBB) menghasilkan ketua umum baru. Nama Yusril Ihza Mahendra dipilih untuk menjadi imam politik PBB untuk masa jabatan 2015 sampai 2020. Yusril resmi menggantikan kepemimpinan MS Ka'ban yang sudah memimpin partai turunan Masyumi itu selama dua periode terakhir. "Dengan bertawakal kepada Allah Subhanawataala, memutuskan menetapkan, mengesahkan […]

  • Fitrah Suryani Berangkat Menuju OSN Tingkat Nasional

    Fitrah Suryani Berangkat Menuju OSN Tingkat Nasional

    • calendar_month Jumat, 13 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Fitra Suryani, siswi kelas VIII SMP Negeri 1 Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal berangkat ke Palembang sebagai utusan Sumatera Utara di Olimpiade Sains tingkat Nasional, di Palembang. Dia dan rombongan pendamping diberangkatkan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Mandailing  Natal (Madina), Syafi’I Lubis, Kamis (12/5) dari perkantoran pemkab Madina dihadiri Sekretaris Dinas Pendidikan M.Yasir; […]

  • MANFAAT ENERGI PANAS BUMI DI INDONESIA

    MANFAAT ENERGI PANAS BUMI DI INDONESIA

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: J. Simanjuntak (Anggota Ikatan Ahli Panas Bumi Indonesia)   Energi panas bumi merupakan sumber energi yang tidak dapat diekspor dan sangat ideal untuk mengurangi dan menggantikan peran bahan bakar fosil nasional (solar/diesel) dan juga batubara dan merupakan sumber energi yang ideal untuk pengembangan daerah setempat. Selain itu, energi panas bumi adalah energi terbarukan yang […]

  • Kuasa Hukum Tegaskan Tak Ada Kelalaian Terkait LHKPN Saipullah

    Kuasa Hukum Tegaskan Tak Ada Kelalaian Terkait LHKPN Saipullah

    • calendar_month Sabtu, 16 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tim kuasa hukum pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati Madina nomor urut 2, H. Saipullah Nasution-Atika Azmi Utammi Nasdution (SAHATA) menegaskan bahwa tidak ada pelanggaran hukum dan/atau kelalaian yang dilakukan KPU Mandailing Natal (Madina) dalam memverfikasi dokumen Paslon SAHATA. Menurut tim kuasa hukum, seluruh verifikasi dokumen telah dilakukan dengan mengacu […]

  • Pertumbuhan Ekonomi di Visi Misi Dahlan-Sukhairi

    Pertumbuhan Ekonomi di Visi Misi Dahlan-Sukhairi

    • calendar_month Minggu, 6 Des 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Mempercepat pembangunan infrastruktur untuk pertumbuhan ekonomi di Madina dan pemerataan pembangunan merupakan salah satu poin di dalam visi misi calon bupati/wakil bupati Dahlan-Sukhairi. Selain di bidang infrastruktur, meningkatkan pengelolaan sumber daya alam dan nilai tambah sektor pertanian juga pin lain di visi misi itu. Pasangan ini juga memberikan perhatian pada sector […]

expand_less