Kamis, 29 Okt 2026
light_mode

Biografi Willem Iskander: Syarat Kunci Pengusulan Pahlawan Nasional?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
  • print Cetak

 

Ole: Muhammad Ludfan Nasution
Anggota Komunitas Pengusul Willem Iskander Pahlawan Nasional

 

Sati Nasution glr Sutan Iskandar (Willem Iskander)

Ada satu pertanyaan yang jarang muncul dalam diskusi tentang Willem Iskander. Padahal pertanyaan ini mungkin lebih penting daripada seminar, webinar, bahkan rekomendasi politik.

Pertanyaannya sederhana:
Sudahkah kita memiliki biografi Willem Iskander yang cukup kuat untuk mengantarkannya menjadi Pahlawan Nasional?

Banyak orang mungkin terkejut mendengar pertanyaan itu. Sebab, yang sering dibicarakan selama ini adalah jasa Willem Iskander. Bukan buku biografi yang mendeskripsikan secara utuh apa, dimana dan bagaimana jasa besar tokoh kita ini.

Padahal, dalam dunia kepahlawanan nasional, keduanya hampir tidak dapat dipisahkan.

Negara tidak pernah memberi gelar Pahlawan Nasional kepada legenda. Negara memberi gelar kepada tokoh sejarah. Dan, tokoh sejarah harus dapat dibuktikan.

Karena itu setiap pengusulan Pahlawan Nasional selalu berakhir pada satu dokumen penting:
riwayat hidup tokoh yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.

Dalam bahasa yang lebih sederhana: biografi.

Bukan sekadar cerita. Bukan sekadar kebanggaan daerah. Bukan pula sekadar tradisi lisan. Melainkan kisah hidup yang disusun dari arsip, dokumen, kesaksian, dan penelitian.

Lihatlah hampir semua Pahlawan Nasional Indonesia. Di belakang setiap gelar itu selalu berdiri sebuah biografi. Kadang berupa buku. Kadang berupa kumpulan penelitian. Kadang berupa dossier tebal berisi ribuan halaman.

Melalui biografi itulah negara menjawab pertanyaan: Siapa tokoh itu? Apa jasanya? Apa pengaruhnya? Apa bukti sejarahnya?

Mengapa ia layak dikenang oleh seluruh bangsa?

Karena itulah perjuangan Willem Iskander sebenarnya bukan hanya perjuangan administratif.

Bukan hanya mengumpulkan dukungan bupati, gubernur, atau kementerian. Perjuangan sesungguhnya adalah membangun pengetahuan tentang Willem Iskander.

Semakin lengkap biografinya, semakin terang pula kontribusinya bagi bangsa.

Di sinilah ironi itu muncul. Willem Iskander dikenal luas sebagai pelopor pendidikan bumiputera dari Mandailing.

Sati Nasution mendirikan Kweekschool Tanobato pada tahun 1862. Melahirkan generasi guru yang menyebar ke Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.

Sutan Iskander juga menulis karya sastra yang hingga kini masih dibaca. Mengabdikan hidupnya untuk pendidikan.

Namun hingga hari ini Indonesia belum memiliki satu biografi besar yang benar-benar menyatukan seluruh jejak kehidupannya.

Kita memang memiliki beberapa karya penting. Yang paling menonjol saat ini adalah buku:
Willem Iskander (1840–1876) Sebagai Pejuang Pendidikan dan Pendidik Pejuang Daerah Sumatera Utara.

Buku ini merupakan terbitan Pemerintah Daerah Tingkat I Sumatera Utara dan Kanwil Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Sumatera Utara pada tahun 1997.

Buku ini melibatkan Basyral Hamidy Harahap sebagai konsultan dan Anhar Gonggong sebagai penyunting/penilai.
Nilainya sangat besar.
Namun ia lebih tepat dipandang sebagai fondasi. Belum sebagai biografi definitif.

Padahal kehidupan Willem Iskander menyimpan begitu banyak lapisan yang belum tergali secara utuh.

Bagaimana masa kecil Sati Nasution di Pidoli? Bagaimana hubungan intelektualnya dengan lingkungan Hutasiantar? Seberapa besar pengaruh Sutan Kumala Yang Dipertuan Hutasiantar terhadap pembentukan pikirannya?

Bagaimana perjumpaannya dengan dunia Barat di Belanda? Bagaimana pergulatan batinnya ketika harus memilih antara karier pribadi dan pengabdian kepada bangsanya?

Apa yang sebenarnya terjadi pada bulan-bulan terakhir kehidupannya di Amsterdam?

Pertanyaan-pertanyaan ini bukan sekadar rasa ingin tahu.

Mereka adalah bagian dari proses pembuktian sejarah.

Semakin lengkap jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu, semakin kuat pula posisi Willem Iskander dalam historiografi nasional. Dan semakin kuat historiografinya, semakin kuat pula dasar moral dan akademik untuk menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional.

Karena pada akhirnya negara tidak hanya menilai seorang tokoh. Negara menilai bukti tentang tokoh tersebut.

Maka mungkin sudah saatnya perjuangan Willem Iskander memasuki babak baru.
Bukan hanya mengusulkan gelar. Tetapi membangun biografi besar. Biografi yang menghimpun arsip Mandailing. Menelusuri arsip Belanda. Memuat karya sastra, jaringan murid, sejarah Kweekschool Tanobato, hingga jejak kehidupannya di Amsterdam.

Sebuah biografi yang kelak mampu menjawab seluruh pertanyaan tentang Willem Iskander.

Sebab gelar Pahlawan Nasional pada akhirnya bukan sekadar penghormatan. Itu adalah pengakuan negara terhadap sebuah kisah hidup. Dan, kisah hidup itu harus terlebih dahulu ditulis dengan terang.

Mungkin karena itulah pertanyaan paling penting hari ini bukan lagi:
Apakah Willem Iskander layak menjadi Pahlawan Nasional?

Melainkan:
Sudahkah kita menulis Willem Iskander sedemikian utuh sehingga bangsa Indonesia dapat melihat sendiri mengapa Sutan Iskander Nasution layak menjadi Pahlawan Nasional?

Dalam sejarah Indonesia, banyak tokoh menjadi pahlawan karena jasanya. Tetapi tidak sedikit yang baru diakui sebagai pahlawan setelah biografinya berhasil ditulis dengan baik. Maka menulis biografi Willem Iskander mungkin bukan pekerjaan yang terpisah dari perjuangan kepahlawanan; bisa jadi itulah bagian terpenting dari perjuangan itu sendiri. ***

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • 46 Korban Hidup Keracunan PLTP Sorik Marapi Disantuni Puluhan Juta

    46 Korban Hidup Keracunan PLTP Sorik Marapi Disantuni Puluhan Juta

    • calendar_month Rabu, 10 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebanyak 46 korban hidup keracunan zat H2S di kawasan operasional PLTP Sorik Marapi disantuni puluhan juta rupiah. Penyerahan dilalukan pihak manajemen PT SMGP kepada para korban di aula kantor bupati Mandailing Natal, Selasa (9/2/2021). Besaran rupiah yang disantunkan bervariasi, tergantung tingkat keracunannya. Untuk kategori keracunan berat disantuni sebesar 50 juta Rupiah. […]

  • Pembajak Akun Facebook Toni Darius Sitorus Ditangkap

    Pembajak Akun Facebook Toni Darius Sitorus Ditangkap

    • calendar_month Kamis, 20 Okt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    TAPANULI SELATAN (Mandailing Online) – Polres Tapsel akhirnya berhasil mengungkap pembajak akun facebook Toni Darius Sitorus. Pembajak akun itu seorang remaja berinisial ABS. ABS ditangkap di Desa Purbatua, Kecamatan Tana Tombangan Angkola, Kabupaten Tapsel, Kamis (20/10) dinihari. Akun facebook Toni Darius Sitorus yang dihacker atau diretas atau dibajak itu sempat memicu kerusuhan antara muslim Desa […]

  • Atika: Jadikan 1 Muharram Momen Gerakan Evaluasi Merubah Madina

    Atika: Jadikan 1 Muharram Momen Gerakan Evaluasi Merubah Madina

    • calendar_month Selasa, 10 Agt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tahun baru Hijriah harus maknai sebagai evaluasi dan membuat pijakan baru. Momentum berpindah atau bergerak ke arah yang lebih baik untuk mencapai Madina yang Madani. Itu ditekankan Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution, diunggah pada akun pribadinya di facebook, Selasa (10/8/2021) Tahun baru bukan sebatas perayaan, euforia atau penanda hari libur. Melainkan harus dipandang […]

  • TGSC : Polisi Sedang Menyiapkan Jadwal Klarifikasi Terhadap Saipullah Nasution Terkait Dugaan Pemerasan dan Pencemaran Nama Baik

    TGSC : Polisi Sedang Menyiapkan Jadwal Klarifikasi Terhadap Saipullah Nasution Terkait Dugaan Pemerasan dan Pencemaran Nama Baik

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA||Mandailing Online- Selasa sore 7/4/2026 Tim Gordang Sambilan Center ( TGSC ) datangi Unit Reskrim Polres Madina. Mereka hendak mempertanyakan kelanjutan laporan LP/ B/9/1/2026/ SPKT/ POLRES MANDAILING NATAL / POLDA SUMATERA UTARA tertanggal 5 Januari 2026 tentang laporan dugaan pemerasan dan pencemaran nama baik oleh Saipullah Nasution yang dilaporkan Miswar Daulay selaku Ketua TGSC ” […]

  • Pasangan Ihsan-Ali Asfi Siap jadi Petinggi BEM STAI Madina

    Pasangan Ihsan-Ali Asfi Siap jadi Petinggi BEM STAI Madina

    • calendar_month Selasa, 11 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Pemilihan Rakyat (Pemira) di Badan Layanan Umum Sekolah Tinggi Agama Islam Mandailing Natal (STAI Madina) akan berlangsung Minggu (15/1) mendatang. Dalam pemira ini, pasangan Ihsan-Ali Asfi siap menjadi Presiden Mahasiswa atau ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di STAI Madina untuk periode 2011-2012. Pasangan Ihsan-Asfi didampingi tim pemenangan, kepada METRO, Jumat (7/1) mengatakan, saat ini […]

  • Kasus KP-USU, Hakim Sidang Di Lapangan

    Kasus KP-USU, Hakim Sidang Di Lapangan

    • calendar_month Senin, 7 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online) – Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan melakukan sidang lapangan di lahan bekas KP-USU di Kecamatan Muara Batang Gadis, Madina, Jum,at (4/1). Kegitan sidang lapangan itu langsung dipimpin Ketua Majelis Hakim, Yarwan SH dan didampingi Hakim Anggota Hardoyo dan Joko. Kasus ini mencuat setelah pihak Polres Madina menyetop aktivitas […]

expand_less