Jumat, 11 Sep 2026
light_mode

Biografi Willem Iskander: Syarat Kunci Pengusulan Pahlawan Nasional?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
  • print Cetak

 

Ole: Muhammad Ludfan Nasution
Anggota Komunitas Pengusul Willem Iskander Pahlawan Nasional

 

Sati Nasution glr Sutan Iskandar (Willem Iskander)

Ada satu pertanyaan yang jarang muncul dalam diskusi tentang Willem Iskander. Padahal pertanyaan ini mungkin lebih penting daripada seminar, webinar, bahkan rekomendasi politik.

Pertanyaannya sederhana:
Sudahkah kita memiliki biografi Willem Iskander yang cukup kuat untuk mengantarkannya menjadi Pahlawan Nasional?

Banyak orang mungkin terkejut mendengar pertanyaan itu. Sebab, yang sering dibicarakan selama ini adalah jasa Willem Iskander. Bukan buku biografi yang mendeskripsikan secara utuh apa, dimana dan bagaimana jasa besar tokoh kita ini.

Padahal, dalam dunia kepahlawanan nasional, keduanya hampir tidak dapat dipisahkan.

Negara tidak pernah memberi gelar Pahlawan Nasional kepada legenda. Negara memberi gelar kepada tokoh sejarah. Dan, tokoh sejarah harus dapat dibuktikan.

Karena itu setiap pengusulan Pahlawan Nasional selalu berakhir pada satu dokumen penting:
riwayat hidup tokoh yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.

Dalam bahasa yang lebih sederhana: biografi.

Bukan sekadar cerita. Bukan sekadar kebanggaan daerah. Bukan pula sekadar tradisi lisan. Melainkan kisah hidup yang disusun dari arsip, dokumen, kesaksian, dan penelitian.

Lihatlah hampir semua Pahlawan Nasional Indonesia. Di belakang setiap gelar itu selalu berdiri sebuah biografi. Kadang berupa buku. Kadang berupa kumpulan penelitian. Kadang berupa dossier tebal berisi ribuan halaman.

Melalui biografi itulah negara menjawab pertanyaan: Siapa tokoh itu? Apa jasanya? Apa pengaruhnya? Apa bukti sejarahnya?

Mengapa ia layak dikenang oleh seluruh bangsa?

Karena itulah perjuangan Willem Iskander sebenarnya bukan hanya perjuangan administratif.

Bukan hanya mengumpulkan dukungan bupati, gubernur, atau kementerian. Perjuangan sesungguhnya adalah membangun pengetahuan tentang Willem Iskander.

Semakin lengkap biografinya, semakin terang pula kontribusinya bagi bangsa.

Di sinilah ironi itu muncul. Willem Iskander dikenal luas sebagai pelopor pendidikan bumiputera dari Mandailing.

Sati Nasution mendirikan Kweekschool Tanobato pada tahun 1862. Melahirkan generasi guru yang menyebar ke Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.

Sutan Iskander juga menulis karya sastra yang hingga kini masih dibaca. Mengabdikan hidupnya untuk pendidikan.

Namun hingga hari ini Indonesia belum memiliki satu biografi besar yang benar-benar menyatukan seluruh jejak kehidupannya.

Kita memang memiliki beberapa karya penting. Yang paling menonjol saat ini adalah buku:
Willem Iskander (1840–1876) Sebagai Pejuang Pendidikan dan Pendidik Pejuang Daerah Sumatera Utara.

Buku ini merupakan terbitan Pemerintah Daerah Tingkat I Sumatera Utara dan Kanwil Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Sumatera Utara pada tahun 1997.

Buku ini melibatkan Basyral Hamidy Harahap sebagai konsultan dan Anhar Gonggong sebagai penyunting/penilai.
Nilainya sangat besar.
Namun ia lebih tepat dipandang sebagai fondasi. Belum sebagai biografi definitif.

Padahal kehidupan Willem Iskander menyimpan begitu banyak lapisan yang belum tergali secara utuh.

Bagaimana masa kecil Sati Nasution di Pidoli? Bagaimana hubungan intelektualnya dengan lingkungan Hutasiantar? Seberapa besar pengaruh Sutan Kumala Yang Dipertuan Hutasiantar terhadap pembentukan pikirannya?

Bagaimana perjumpaannya dengan dunia Barat di Belanda? Bagaimana pergulatan batinnya ketika harus memilih antara karier pribadi dan pengabdian kepada bangsanya?

Apa yang sebenarnya terjadi pada bulan-bulan terakhir kehidupannya di Amsterdam?

Pertanyaan-pertanyaan ini bukan sekadar rasa ingin tahu.

Mereka adalah bagian dari proses pembuktian sejarah.

Semakin lengkap jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu, semakin kuat pula posisi Willem Iskander dalam historiografi nasional. Dan semakin kuat historiografinya, semakin kuat pula dasar moral dan akademik untuk menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional.

Karena pada akhirnya negara tidak hanya menilai seorang tokoh. Negara menilai bukti tentang tokoh tersebut.

Maka mungkin sudah saatnya perjuangan Willem Iskander memasuki babak baru.
Bukan hanya mengusulkan gelar. Tetapi membangun biografi besar. Biografi yang menghimpun arsip Mandailing. Menelusuri arsip Belanda. Memuat karya sastra, jaringan murid, sejarah Kweekschool Tanobato, hingga jejak kehidupannya di Amsterdam.

Sebuah biografi yang kelak mampu menjawab seluruh pertanyaan tentang Willem Iskander.

Sebab gelar Pahlawan Nasional pada akhirnya bukan sekadar penghormatan. Itu adalah pengakuan negara terhadap sebuah kisah hidup. Dan, kisah hidup itu harus terlebih dahulu ditulis dengan terang.

Mungkin karena itulah pertanyaan paling penting hari ini bukan lagi:
Apakah Willem Iskander layak menjadi Pahlawan Nasional?

Melainkan:
Sudahkah kita menulis Willem Iskander sedemikian utuh sehingga bangsa Indonesia dapat melihat sendiri mengapa Sutan Iskander Nasution layak menjadi Pahlawan Nasional?

Dalam sejarah Indonesia, banyak tokoh menjadi pahlawan karena jasanya. Tetapi tidak sedikit yang baru diakui sebagai pahlawan setelah biografinya berhasil ditulis dengan baik. Maka menulis biografi Willem Iskander mungkin bukan pekerjaan yang terpisah dari perjuangan kepahlawanan; bisa jadi itulah bagian terpenting dari perjuangan itu sendiri. ***

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • HUT Tapsel Order 8.000 Pakaian Daerah dari Kampoeng Kaos Madina

    HUT Tapsel Order 8.000 Pakaian Daerah dari Kampoeng Kaos Madina

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak Kampoeng Kaos Madina (KKM) yang berpusat di Panyabungan, Mandailing Natal terus menggenjot tingkat kepercayaan pasar terhadap produk-produknya, sehingga permintaan terhadap pakaian tradisional yang diproduksi KKM kian meningkat. Kepercayaan pasar itu bukan saja di kawasan Mandailing Natal, tetapi juga telah dipercaya daerah lain di Sumatera Utara. Pada HUT Kabupaten Tapanuli […]

  • Warga Kota Panyabungan Keluhkan Debu Pengerjaan Jalan

    Warga Kota Panyabungan Keluhkan Debu Pengerjaan Jalan

    • calendar_month Minggu, 29 Okt 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Warga kota Panyabungan, Mandailing Natal, Sumut, Sabtu, (28/10/2023) mengeluhkan debu yang timbul dari pelebaran dan pengaspalan Jalan Willem Iskander, Panyabungan. Pelebaran jalan di kota Panyabungan sejauh ini dikerjakan PT. Jaya Konstruksi. Sejumlah pengendara kepada Mandailing Online sejak dimulainya proyek pengerjaan jalan itu warga yang melintas sering terkena semprotan abu dari alat […]

  • Juni, Harga BBM Bakal Naik Lagi

    Juni, Harga BBM Bakal Naik Lagi

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Ini sungguh kabar tak sedap. Pada pertengahan tahun, kemungkinan harga bahan bakar minyak (BBM) kembali naik. Alasannya, pada Juni sampai September permintaan minyak mentah di negara-negara barat melonjak tajam. Diperkirakan, kondisi itu membuat harga emas hitam tersebut  rebound signifikan. Menteri ESDM Sudirman Said menyatakan, pemerintah memprediksi bahwa pada pertengahan tahun minyak dunia berada […]

  • Togel dan KIM Kembali Marak

    Togel dan KIM Kembali Marak

    • calendar_month Selasa, 26 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Judi toto gelap (togel) dan KIM kembali marak di wilayah Tapanuli Tengah (Tapteng). Menurut beberapa sumber METRO, dari berbagai daerah di Tapteng, Senin (25/10), menyebutkan judi togel kian merajalela di Tapteng. Meski tidak secara terang-terangan, namun bukan rahasia umum lagi bahwa judi togel itu tumbuh subur di Tapteng. “Saat ini, hampir setiap warga yang nongkrong […]

  • Tak Berkategori

    KPK Tangkap Bupati Mandailing Natal

    • calendar_month Kamis, 16 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    KPK menangkap Bupati Mandailing Natal Hidayat Batubara atas dugaan suap dalam alokasi Bantuan Dana Bawahan dari Provinsi Sumatera Utara kepada Kabupaten Mandailing Natal APBD 2013. Hidayat yang ditangkap di Medan, Rabu (15/5/2013) siang tadi, tiba di gedung KPK pukul 22.45 WIB.(detik)

  • Kadin Sumut dan Dubes Belgia Bahas KEK Madina

    Kadin Sumut dan Dubes Belgia Bahas KEK Madina

    • calendar_month Senin, 24 Feb 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MEDAN (Mandailing Online) – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Utara hari ini membahas progres dan peluang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batahan di Mandailing Natal. Pembahasan berlangsung di kantor Kadin Sumut di Medan, Senin (24/2/2020) dipimpin Ketua Kadin Sumut, Ivan Iskandar Batubara. Hadir antara lain Duta Besar Belgia, Stephane De Locker serta delegasinya dan […]

expand_less