Kamis, 30 Jul 2026
light_mode

Pekan Raya Sumatera Utara Harus Menampilkan Wajah Utuh Budaya Mandailing Natal

  • account_circle Dina Syarifah
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • print Cetak

 

Oleh: Dina Syarifah Nasution
Pegiat di GEREP INSTITUTE (Pusat Kajian Mandailing Natal)

 

Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) merupakan salah satu agenda budaya terbesar di Provinsi Sumatera Utara. Kegiatan ini bukan sekadar ajang hiburan, melainkan ruang strategis untuk memperkenalkan identitas, kekayaan budaya, serta potensi setiap kabupaten dan kota kepada masyarakat luas. Oleh karena itu, setiap daerah seharusnya diberikan kesempatan untuk menampilkan representasi budayanya secara utuh dan berimbang.

Sebagai salah satu kabupaten yang memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam, Mandailing Natal semestinya tidak hanya diwakili oleh budaya Mandailing saja. Memang, budaya Mandailing merupakan identitas besar yang telah dikenal secara nasional melalui adat istiadat, seni musik Gordang Sambilan, tari tradisional, pakaian adat, hingga falsafah hidup masyarakatnya. Namun, Mandailing Natal bukan hanya Mandailing.

Kabupaten ini memiliki keberagaman budaya yang lahir dari kondisi geografis dan sejarah yang berbeda. Di wilayah pesisir Pantai Barat terdapat masyarakat dengan tradisi, kesenian, bahasa, kuliner, dan adat yang memiliki karakteristik tersendiri. Kekayaan budaya pesisir tersebut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari identitas Mandailing Natal. Justru keberagaman inilah yang menjadi kekuatan daerah, sekaligus memperkaya mozaik budaya Sumatera Utara.

Sangat disayangkan apabila dalam pelaksanaan Pekan Raya Sumatera Utara tahun ini, pertunjukan seni dan budaya yang ditampilkan lebih didominasi oleh budaya Mandailing. Dominasi tersebut tentu tidak mengurangi nilai budaya Mandailing yang memang sangat luhur, tetapi di sisi lain menyisakan pertanyaan mengenai representasi budaya masyarakat pesisir Pantai Barat yang juga merupakan bagian resmi dari Kabupaten Mandailing Natal.

Budaya pesisir memiliki daya tarik yang unik. Mulai dari seni pertunjukan, musik tradisional, adat istiadat, bahasa, kuliner laut, hingga tradisi masyarakat nelayan yang telah diwariskan secara turun-temurun. Keunikan inilah yang sesungguhnya dapat menjadi nilai tambah dalam promosi pariwisata dan budaya Sumatera Utara. Wisatawan maupun masyarakat luar daerah akan memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai kekayaan budaya Mandailing Natal apabila seluruh unsur budayanya diberikan ruang untuk tampil.

Pelestarian budaya tidak hanya berarti menjaga tradisi yang telah dikenal luas, tetapi juga memberikan kesempatan yang sama kepada budaya-budaya lokal yang belum banyak diperkenalkan. Ketika salah satu unsur budaya terus-menerus menjadi representasi tunggal, sementara unsur budaya lainnya kurang memperoleh ruang, maka secara perlahan akan muncul kesenjangan dalam upaya pelestarian dan regenerasi budaya.

Ke depan, pemerintah daerah bersama panitia penyelenggara diharapkan dapat lebih bijaksana dalam menentukan konsep representasi budaya pada setiap event tingkat provinsi maupun nasional. Hal-hal yang tampak kecil, seperti pemilihan jenis pertunjukan seni atau delegasi budaya, sesungguhnya memiliki dampak besar terhadap pengakuan identitas masyarakat, rasa memiliki, dan keberlanjutan warisan budaya.

Representasi budaya yang inklusif bukan berarti mengurangi nilai budaya Mandailing, melainkan memperkuat citra Mandailing Natal sebagai daerah yang kaya akan keberagaman. Ketika budaya Mandailing dan budaya masyarakat pesisir Pantai Barat dapat tampil berdampingan, masyarakat akan melihat wajah Mandailing Natal yang sesungguhnya: sebuah daerah yang memiliki kekayaan adat, seni, tradisi, dan kearifan lokal yang saling melengkapi.

Sudah saatnya Mandailing Natal diperkenalkan kepada publik bukan hanya melalui satu identitas budaya, tetapi melalui keseluruhan warisan budayanya. Dengan demikian, Pekan Raya Sumatera Utara benar-benar menjadi panggung yang mencerminkan keberagaman budaya Sumatera Utara secara adil, proporsional, dan membanggakan bagi seluruh masyarakatnya. ***

  • Penulis: Dina Syarifah
  • Editor: Dahlan Batubara

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa Sosa Desak Wisjnu Selidiki Pembalak Liar di Palas

    • calendar_month Kamis, 19 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Belasan massa dari Ikatan Mahasiswa Sosa dan Sekitarnya (IMSS) menuntut Kapolda Sumut Irjen Wisjnu Amat Sastro melakukan pemeriksaan terhadap PT Evi Group, yang diduga melakukan pembalakan liar hasil hutan dikawasan Hutang Batang Lubu Sutam, Padang Lawas (Palas). Dalam pernyataan sikapnya, pengunjuk rasa, menggelar orasi di depan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Mapolda Sumut, Kamis (19/7/2012), […]

  • DPC Khusus Ikanas Madina Salurkan Bantuan untuk 50 Masjid

    DPC Khusus Ikanas Madina Salurkan Bantuan untuk 50 Masjid

    • calendar_month Jumat, 15 Apr 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Natal) – Selama 3 (tiga) hari ke depan DPC Khusus Ikanas (Ikatan Keluarga Nasution dohot Anak Boruna) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) akan mendistribusikan bantuan untuk 50 masjid yang tersebar di wilayah Madina. Ketua Ikanas Khusus dr. Syarifuddin Nasution didampingi Kepala Biro Ekonomi dan Bisnis DPD Ikanas Sumatera Utara Drs. H. Syafaruddin Nasution kepada […]

  • Paslon 01 Madina Jadi Harapan Petani Hutaraja Bawa Perubahan dan Kesejahteraan 

    Paslon 01 Madina Jadi Harapan Petani Hutaraja Bawa Perubahan dan Kesejahteraan 

    • calendar_month Jumat, 4 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Siabu (Mandailing Online) – Calon Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 01 Muhammad Ichwan Husein Nasution menyempatkan diri mengunjungi lahan pertanian warga yang terendam banjir di Desa Hutaraja Kecamatan Siabu. Jumat (4/10/2024). Kunjungan Calon Wakil Bupati ke lahan seluas 60 hektar lebih yang terendam banjir itu diketahui milik petani 3 Desa yang ada di […]

  • Dorong Swasembada Pangan, H. Awaluddin Nasution Serahkan Alat Bantu Panen Padi

    Dorong Swasembada Pangan, H. Awaluddin Nasution Serahkan Alat Bantu Panen Padi

    • calendar_month Sabtu, 15 Jan 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Sebagai upaya mendorong swasembada pangan di Mandailing Natal (Madina), anggota DPRD dari Fraksi PKS H. Awaluddin Nasution menyerahkan alat bantu panen padi kepada Poktan Mawar di Siabu, Jumat (15/1).   Peliput: Jakfar

  • Sungai Batang Gadis Meluap. Lahan Pertanian Terendam

    Sungai Batang Gadis Meluap. Lahan Pertanian Terendam

    • calendar_month Minggu, 13 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Meluapnya sungai batang gadis di Desa Huta Godang Muda,Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) membuat lahan pertanian dan perkebunan warga terendam. Kepala Badan (Kaban) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Madina Muksin mengatakan tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Madina menjadi penyebab. ” kondisi sore ini air sudah mulai surut, […]

  • Hari Ini Penetapan Jadwal Pemilukada

    Hari Ini Penetapan Jadwal Pemilukada

    • calendar_month Rabu, 18 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Hari ini, Rabu (18/1), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Padangsidimpuan rapat pleno penetapan tahapan, program dan jadwal pemilukada digelar. “Rapat pleno dimulai sekira pukul 10.00 WIB,” ujar Ketua KPU Kota Psp Arbanur Rasyid. Soal gambaran tahapan, program dan jadwal pemilukada Kota Salak ini, sambung Arbanur bisa dilihat usai pleno. “Rancangan tahapan, program dan jadwalnya sudah […]

expand_less