STAIN Madina Gelar Diskusi Ilmiah Revitalisasi Kebudayaan
- account_circle Supardi
- calendar_month 15 menit yang lalu
- print Cetak

…
PANYABUNGAN (Mandailing Online) – STAIN Madina menggelar Diskusi Ilmiah bertopik “Revitalisasi Budaya Mandailing di Tengah Disrupsi Informasi”, Kamis (1/10/2026).
Budaya adalah aset yang harus terus dilestarikan karena sarat dengan nilai.
Revitalisasi diperlukan sebagai upaya menghidupkan kembali, memperkuat, dan mengembangkan kebudayaan yang mulai melemah, atau kehilangan fungsi dalam kehidupan masyarakat, tanpa menghilangkan nilai dan identitas aslinya.
Disrupsi informasi mengubah cara masyarakat memperoleh pengetahuan, berkomunikasi, membentuk selera, dan mengenal identitas.
Revitalisasai kebudayaan diperlukan dalam konteks terkini, agar masyarakat tidak kehilangan jati dirinya di tengah perubahan zaman dan globalisasi.
Karena itu, Budayawan Mandailing Askolani Nasution yang tampil sebagai narasumber, menyatakan bahwa kebudayaan tidak cukup hanya dilestarikan, tetapi harus dihidupkan kembali melalui ekosistem informasi baru.
Generasi muda harus terlibat dan memberi atensi terhadap budaya tersebut terutama kaitannya dengan upaya revitalisasi.
Di sisi lain, budaya juga budaya dapat menjadi peluang enterpreneur bila mahasiswa dan generasi muda kreatif dan inovatif. Mengembangkan kerajinan dan produk budaya agar memiliki nilai ekonomi.
Diskusi yang dilaksanakan Program Studi Manajemen Pendidkan Islam berlangasung di Aula Gedung Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIN) Mandailing Madina (Madina).
Ketua Prodi Dr. H. Ahmad Asrin, S.Ag, M.A menyatakan tujuan diskusi untuk menumbuhkan budaya diskusi ilmiah di kalangan mahasiswa dan memberkuat rasa memiliki terhadap budaya daaerah (kearifan lokal) khususnya budaya Mandailing sebagai instrumen penting dalam membangun pendidikan karakter generasi muda. (Sup)
- Penulis: Supardi
- Editor: Dahlan Batubara




