Rabu, 22 Apr 2026
light_mode

Terbakar, 5 Rumah Rata dengan Tanah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 10 Agt 2011
  • print Cetak


SIPIROK-
Lima unit rumah di Dusun Bunga Bondar 10, Desa Pinagar, Kecamatan Arse, Tapsel, rata dengan tanah usai dilalap si jago merah. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini. Namun, kerugian sementara ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Informasi yang dihimpun METRO dari lokasi kebakaran, Selasa (8/8), menyebutkan, api bermula dari rumah Dimas boru Siregar (62) atau akrab disapa Oppu Lamsari. Saat itu, seperti biasa nenek dua cucu ini memasak untuk sarapan pagi sebelum berangkat ke gereja. Oppu Lamsari memasak menggunakan kayu bakar.
Selesai memasak dan sarapan, sekitar pukul 08.00 WIB Oppu Lamsari ke luar rumah dan ngerumpi (manjojor) dengan tetangganya. Awalnya, Oppu Lamsari bermaksud manjojor hingga pukul pukul 10.00 WIB atau sebelum pergi ke geraja. Namun, karena asyik ngerumpi bersama beberapa nenek seusianya, Oppu Lamsari tidak jadi ke gereja.
Lalu, sekitar pukul 12.00 WIB, salah seorang tetangganya Umak Mawar yang sedang menyuci di Tapian Umum yang berada di seberang jalan melihat asap mengepul dari rumah Oppu Lamsari. Selanjutnya, ia berteriak kebakaran..kebakaran.
Dalam hitungan menit, asap terus mengepul dan kobaran api mulai membara. Akhirnya masyarakat dusun yang berjumlah sekitar 12 kepala keluarga (KK) berhamburan, apalagi setelah mendengar isyarat yang dibunyikan dari masjid yang memberitahukan kebakaran.
Selanjutnya, api menjalar ke rumah yang dihuni Bulan (30) yang kebetulan sedang kosong. Akhirnya rumah panggung dengan ukuran sekitar 1X18 tersebut juga rata dengan tanah. Lalu, kendati ada upaya memadamkan api dari masyarakat, si jago mereh terus menunjukkan aksinya dengan melalap rumah Tarmidzi Pulungan yang juga sedang ditinggal pemiliknya. Api juga meratakan rumah Jannes Siregar (52) yang berada di depan rumah Oppu Lamsari, sedangkan Rumah Lena Hasibuan (45) juga harus rata dengan tanah. Tapi, rumah ini dirobohkan untuk menghindari kobaran api menjalar.
“Kebetulan kami sedang asyik cerita-cerita di depan lopo itu (sekitar 50 meter dari rumah terbakar). Dari pagi sampai siang kami duduk di situ, bahkan sempat kami tanyakan dia (oppu Lamsari) apakah sedang memasak, karena terlihat dari sekitar rumahnya ada asap. Tetapi tiba-tiba setelah diperjelas ternyata kebakaran telah terjadi dengan cepat, hanya sekitar 2 jam rumah hangus. Ratusan warga terus berusaha menyelamatkan barang dan memadamkan api dengan menggunakan kran air tapian yang ada namun tetap tak mampu memadamkan api,” terang salah seorang nenek boru Siregar.
Beberapa masyarakat lainnya mengatakan, sempat mendengar dentuman keras dari lokasi kebakaran, setelah bunyi dentuman kobaran api semakin menjadi. “Memang ada dentuman keras dari kobaran api. Selanjutnya, kobaran api semakin membesar. Mungkin saja itu tabung gas yang baru dibagikan,” kata beberapa warga.
Pantauan METRO, lima unit rumah dari bahan kayu rata dengan tanah dan meninggalkan debu dan puing-puing berserakan. Masyarakat setempat terus bergotong-royong membersihkan lokasi. Dan, sesuai dengan hasil musyawarah, kelima rumah akan dibangun dengan cara gotong-royong dan mengumpulkan bantuan.
Sedangkan keluarga yang ditimpa musibah kebakaran untuk sementara menggunakan rumah kosong di sebelahnya. Sedangkan Tarmidzi dan Bulan memilih tinggal dirumah orangtua. Beberapa warga lainnya berupaya mengumpulkan bantuan sukarela dari pengguna jalan yang melintas di jalan Provinsi Sipirok SDH tersebut.
Waspadai Kebaka
Bupati Tapanuli Selatan Syahrul Pasaribu mengajak seluruh masyarakat untuk mewaspadai terjadinya kebakaran. Sebab, saat ini Tapsel sedang dilanda musim kemarau.
“Kebakaran ini bencana bagi mereka dan peringatan bagi kita. Untuk itu tetaplah waspada. Mari kita semua membantu saduara kita yang ditimpa musibah,” ujar Syahrul saat meninjau 5 rumah di Dusun Bunga Bondar X, Desa Pinagar, Kecamatan Arse, yang terbakar Minggu (6/8).
“Atas nama Bupati dan seluruh masyarakat Tapsel saya turut berbelasungkawa atas kejadian yang menimpa bapak dan ibu semua. Yakin lah setiap cobaan dari-Nya pasti ada hikmahnya bagi kita,” ungkap Syahrul.
Mangaraja Endar selaku tetua adat dan mewakili para korban, di hadapan bupati menyebutkan, kalau seluruh masyarakat desa telah bermusyawarah dan sepakat untuk sama-sama membangun rumah bagi para korban.
“Terimakasih atas kunjungan dan kepedulian bupati. Mudah-mudahan bantuan ini dapat kami pergunakan sebaik mungkin untuk membangun kembali rumah korban di atas pertapakan terbakar,” pungkasnya. (ran/neo)
Sumber : Metro_Tabagse

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ludfan Nasution Optimis Masuk Nominasi KPID Sumut

    Ludfan Nasution Optimis Masuk Nominasi KPID Sumut

    • calendar_month Jumat, 14 Jan 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Setelah mengantongi surat dukungan dari 13 ormas dan lima tokoh masyarakat, Calon Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumut periode 2021-2024 Muhammad Ludfan Nasution S.Sos merasakan sangat optimis bisa lolos dalam Fit and Proper Test (uji kelayakan dan kepatutan) yang akan akan digelar pekan depan (21/1/2022). Arah tahap kedua dari uji […]

  • Bupati Madina Melindungi Koruptor, Langkah Keliru

    Bupati Madina Melindungi Koruptor, Langkah Keliru

    • calendar_month Senin, 8 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) : Kebijakan bupati Madina menyurati polres untuk menangguhkan penahanan terhadap Kadis Perhubungan Madina Harlan Batubara tersangka korupsi, merupakan langkah keliru. “Seharusnya bupati bukan membuat surat permohonan penangguhan penahan, karena yang paling pas seharusnya bupati itu menonaktifkan Kadishub,” kata pengacara DR.H.Razman Arif Nasution, SH, S.Ag. MA (PHD) yang dilansir surat kabar Malintang Pos […]

  • Kampung Mandailing di Kedah, Malaysia Dikukuhkan

    Kampung Mandailing di Kedah, Malaysia Dikukuhkan

    • calendar_month Rabu, 19 Jul 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      KEDAH, MALAYSIA (Mandailing Online) – Tidak banyak yang mengetahui keberadaan masyarakat suku Man­­dailing di Kampung Je­rung Atas, Sg Petani, Negeri Kedah, Malaysia. Masyarakat Mandailing telah bertempat tinggal di Kedah sejak 1880. Kedah merupakan salah satu negeri di Malaysia yang berdekatan perbatasan dengan Thailand. Untuk memeriahkan kem­bali suasana perkampungan masyarakat Mandailing itu, satu aktivitas menarik […]

  • Tapanuli Tengah Berduka Kembali Dengan Kasus Pencabulan Terhadap Anak Tiri

    Tapanuli Tengah Berduka Kembali Dengan Kasus Pencabulan Terhadap Anak Tiri

    • calendar_month Rabu, 19 Mei 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Siti Khadijah Sihombing, S.Pd Pemerhati Keluarga dan Generasi Muda Saat bulan suci Ramadhan kita dikejutkan kabar yang bertubi-tubi menyiksa diri. Setelah kabar tindak pidana narkoba sekarang kita dikejutkan dengan kasus tindak pidana pencabulan anak. Seorang ayah di Tapanuli Tengah tega memperkosa anak tirinya sendiri sampai hamil. Pelaku berinisial DH (35) tega mencabuli anaknya yang […]

  • Ini Kali Ketiga, SMA Negeri 1 Kotanopan Sabet Juara Umum RM2C

    Ini Kali Ketiga, SMA Negeri 1 Kotanopan Sabet Juara Umum RM2C

    • calendar_month Kamis, 13 Okt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      KOTANOPAN (Mandailing Online) – Group Marching Band Gita Perdana Karya SMA Negeri 1 Kotanopan, Mandailing Natal kembali menyebet juara umum di kejuaran  Raja Majestik Marching Competition (RM2C). Kepala Sekolah SMAN 1 Kotanopan, Annagian Siregar, Kamis (13/10) mengungkapkan, group marching band sekolah itu berhasil meraih juara I Display And Showmanship, Juara I General Effect, Juara […]

  • Ribuan Santri Musthafawiyah Ikuti Vaksinasi

    Ribuan Santri Musthafawiyah Ikuti Vaksinasi

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PURBA BARU (Mandailing Online) – Ribuan santri dan santriwati Pondok Pesantren Musthafawiyah mengikuti vaksinasi massal hari Kamis (25/11). Vaksinasi ini merupakan pendekatan pemerintah Kabupaten Mandailing Natal bersama Kodim 212 Tapanuli Selatan bersama Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Vaksinasi untuk pokir (santri laki-laki) digelar di perpustakaan, sedangkan fatayat dilaksanakan di asrama putri pesantren, Purba Baru, Madina. […]

expand_less