Jumat, 13 Mar 2026
light_mode

Merdeka, akan tetapi…

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 16 Agt 2011
  • print Cetak

Tanggal 17 Agustus merupakan hari yang amat istimewa dan bersejarah bagi seluruh bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia dengan suka cita memeriahkan peringatan HUT RI yang kini memasuki usia 66 tahun itu. Keistimewaan tanggal 17 Agustus tidak hanya karena menyimpan sejarah yang tinggi, namun juga amat sakral bagi seluruh bangsa Indonesia. Karena pada tanggal itulah Bung Karno didampingi Bung Hatta 66 tahun yang lalu dengan gagah berani memproklamirkan kemerdekaan Republik Indonesia dari segala bentuk penjajahan oleh bangsa asing. Seluruh rakyat Indonesia kala itu menyambut pembacaan teks proklamasi yang dibacakan Bung Karno dengan sujud syukur serta berteriak, ALLAHU AKBAR…MERDEKA

Bangsa ini patut bangga dan berterimakasih kepada para pejuang dan pahlawan yang dengan darah mereka-lah Indonesia berhasil meraih kemerdekaan dan berdiri kokoh hingga sekarang ini. Kita juga harus sadari bahwa kemerdekaan yang berhasil diraih para pejuang dan pahlawan kemerdekaan kala itu tidak akan berhasil tanpa campur tangan Tuhan. Kita tentu tahu betapa Bung Karno seorang pemuda yang amat mencintai Al-Quran dan selalu selalu mendekatkan diri kepada Tuhan. Begitu pula Bung Hatta, Pangeran Diponegoro, Tuanku Imam Bonjol, dan para pejuang-pejuang kemerdekaan lainnya. Maka dari itu hal utama yang harus kita lakukan dalam memperingati kemerdekaan RI ini adalah bersyukur kepada Tuhan Semesta Alam. Karena berkat rohmat Tuhan-lah bangsa Indonesia bisa merdeka.

66 tahun sudah bangsa Indonesia merdeka, 66 tahun pula terjadi banyak perubahan di negeri ini. Namun sudah cukup-kah dengan merdeka saja? Menurut penulis, merdeka saja tidak cukup Bung! Apalagi jika kemerdekaan itu justru semakin melunturkan semangat nasionalisme bangsa Indonesia seperti yang terjadi akhir-akhir ini. Bangsa Indonesia khususnya para generasi muda kini justru banyak yang semakin terlena oleh kemerdekaan yang telah diraih selama ini. Kita lebih sering mengagung-agungkan Negara lain yang lebih maju, dari pada dengan besar hati mengakui akan Indonesia dengan segala kelimpahan yang terkandung di dalamnya. Banyak kalangan yang sering kali menyerukan cinta dan bangga Indonesia, bahkan ada yang berani bilang 100%. Namun itu masih sedikit sekali saudara-saudara!

Merdeka saja tidak cukup saudara-saudara! Banyak hal yang harus kita kerjakan untuk mengisi kemerdekaan itu.Banyak tantangan yang akan terus menghadang perjalanan bangsa ini ke depan. Tidak sedikit pula ujian dan cobaan yang Tuhan berikan terhadap bangsa ini, sebagai peringatan agar kita kembali ke jalan-Nya. Belum lagi berbagai persoalan bangsa yang mendesak untuk segera dituntaskan, seperti kemiskinan, kebodohan, kelaparan, korupsi, pelanggaran HAM, ledakan jumlah penduduk, dsb. Merdeka saja tidak cukup saudara-saudara! Merdeka memang begitu mudah terucap dibibir kita, namun terkadang sulit kita menjiwainya. Bangsa ini harus terus bangkit saudara-saudara! Bangkit dalam artian bangun dari tidur panjang kita selama ini. Kini saatnya kita berhenti beromantisme yang berlebih-lebihan terhadap sejarah masa lalu bangsa, jangan sampai tidur panjang bangsa ini jadi kebablasan.

Bangkitlah saudara-saudara! Demi nusa, bangsa dan negeri kita tercinta ini. Jangan biarkan ibu pertiwi menangis, merdeka saja memang tidak cukup. Bangkit berarti seluruh individu masyarakatnya juga harus bangkit beserta seluruh komponen bangsa Indonesia. Menurut penulis, setiap individu masyarakat kita harus bangkit menjadi agen-agen perubahan, menjadi motor penggerak untuk kemajuan Indonesia menjadi lebih baik. Merdeka saja memang tidak cukup saudara-sauadara! Setiap individu masyarakat harus menyadari akan tanggungjawabnya terhadap nusa, bangsa dan Negara. Kita tidak boleh egois saudara-saudara, jangan hanya sibuk menuntut hak dan terus-terusan menyalahkan Negara. Sementara kita sendiri seringkali melalaikan kewajiban kita terhadap nusa, bangsa dan Negara ini.

Akhirnya sebagai penutup tulisan ini penulis ucapkan Dirgahayu Republik Indonesia ke 66! Dirgahayu Negeriku! Bangkitlah Bangsaku! Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh! Mari bangkitkan kembali rasa cinta kepada Indonesia. Mari kita berkarya, berprestasi, peduli dan berbuat hal-hal positif untuk mengharumkan nama bangsa ini. Percayalah dan Optimislah saudara-saudara, bersama kita pasti bisa. MERDEKA!
oleh : Cipto Wardoyo

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • PT Sorikmas Mining Santuni Anak Yatim Dan Jompo Di Dua Kecamatan

    PT Sorikmas Mining Santuni Anak Yatim Dan Jompo Di Dua Kecamatan

    • calendar_month Jumat, 31 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Madina (MO) – Perusahaan tambang emas PT Sorikmas Mining (PTSM) membagikan bantuan kepada sejumlah anak yatim dan orangtua jompo di tiga desa yakni di desa Gunungtua lumbanpasair, dan desa Sopo sorik di kecamatan Panyabungan dan desa Binanga di kecamatan Hutabargot. Di Desa Gunung Tua Lumban Pasir santunan diberikan di kantor Kepala Desa, Jumat (17/8). PT […]

  • Ya Ampun! Sekelas Setneg salah Tulis Kepanjangan BIN di Surat Undangan

    Ya Ampun! Sekelas Setneg salah Tulis Kepanjangan BIN di Surat Undangan

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      JAKARTA – Pihak Sekretariat Negara (Setneg) akhirnya mengklarifikasi soal penulisan surat undangan yang salah. Undangan itu terkait acara pelantikan Kepala Badan Intelijen Negara dan Panglima TNI di istana, Rabu (8/7). Di dalam surat undangan ada kesalahan tulis yang sangat fatal. BIN, ditulis dengan kepanjangan dari Badan Intelijen Nasional, bukan Badan Intelijen Negara. Surat undangan […]

  • DPRD Tidak Terima Alasan Dinas PU

    DPRD Tidak Terima Alasan Dinas PU

    • calendar_month Kamis, 5 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Soal Pembatalan Tender Proyek Panyabungan (MO) – DPRD Mandailing Natal (Madina) tidak bisa menerima alasan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Madina dalam hal pembatalan tender proyek di instansi itu. Rapat dengar pendapat yang digelar di ruang Komisi III DPRD Madina, Kamis (5/7) pun ditunda untuk dilanjutkan besok. Pihak PU menyatakan pembatalan tender proyek pada 26 Juni […]

  • Ketua Komisi I: Pemegang Mandat Penanganan Keuangan Daerah Perlu Berbenah

    Ketua Komisi I: Pemegang Mandat Penanganan Keuangan Daerah Perlu Berbenah

    • calendar_month Senin, 30 Mei 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua Komisi I DPRD Mandailing Natal (Madina) Zubaidah Nasution mengatakan pemegang mandat dalam penanganan keuangan daerah atau anggaran perlu berbenah. Hal itu menanggapi opini wajar dengan pengecualian (WDP) yang diterima Pemkab Madina untuk pengelolaan keuangan tahun 2021. “Berdasarkan laporan keuangan daerah yang kita terima, yang memegang mandat dalam penanganan keuangan atau […]

  • Bencana Madina, Gubsu Ajak Solat Taubat

    Bencana Madina, Gubsu Ajak Solat Taubat

    • calendar_month Selasa, 13 Nov 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Menyaksikan bencana alam di nyaris seluruh wilayah Mandailing Natal, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengajak kita bermuhasabah, istighfar berkali-kali, berdoa di sepertiga malam. Itu dikatakan gubernur saat membuka rapat kordinasi penanganan bencana alam Madina di Panyabungan, Senin malam (12/11/201). Manusia tidak mampu menepis jika Allah SWT menghadirkan amuk alam, tentunya jika bukan atau belum termasuk […]

  • Besok PLN Padamkan 3 Kecamatan

    Besok PLN Padamkan 3 Kecamatan

    • calendar_month Jumat, 23 Agt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak PLN akan melakukan pemadaman pada ti ga kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal Sabtu besok (24/8/2019). Pemadaman akan dilakukan dari pukul 9.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Wilayah yang akan terkena pemadaman meliputi Kecamatan Panyabungan, Kecamatan Panyabungan Timur dan Kecamatan Panyabungan Barat sekitarnya. Pemadalam itu dilakukan akibat dua kegiatan di jaringan […]

expand_less