Kamis, 15 Okt 2026
light_mode

Seputar 2 Ditikam 1 Tertembak saat Kibotan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 15 Sep 2011
  • print Cetak

Sepakat Damai
Aksi solidaritas warga Gunung Baringin, Kecamatan Panyabungan Timur, Madina, patut ditiru. Betapa tidak, sekitar 350 keluarga di sana rela merogoh kocek untuk membayar biaya rumah sakit korban penikaman dan penembakan saat kibotan, beberapa malam lalu. Di sisi lain, warga di dua desa tersebut belum mencapai kata sepakat untuk perdamaian.
Menurut Tokoh Pemuda Desa Gunung Baringin, Abdul Kholiq, aksi solidaritas itu dilakukan karena masyarakat prihatin dengan apa yang dialami ketiga warganya. Untuk itu, masyarakat rela membayar Rp50 ribu setiap rumah tangga untuk membiayai korban.
“Kamis sore (8/9), seluruh masyarakat telah melakukan musyawarah mengenai kejadian malam itu. Hasilnya, masyarakat akan menanggung biaya perobatan dan perawatan ketiga warga yang menjadi korban. Setiap keluarga membayar Rp50 ribu. Pembayaran boleh dicicil dua kali,” sebut Kholiq.
Kholid menambahkan, warga juga telah melakukan musyawarah antara tokoh masyarakat Desa Gunung Baringin dengan tokoh masyarakat Huta Tua, Jumat (9/9). Mereka sepakat mengungkap dan menangkap pelaku penusukan dan penembakan, sekilgus memberikan informasi mengenai ketiga orang korban. Namun, bagaimana tindak lanjutnya belum ada kata sepakat.
“Tokoh masyarakat Huta Tua telah datang ke desa kami untuk bermusyawarah mengenai kejadian itu. Namun, belum ada kesepakatan mengenai perdamaian tetapi dalam musyawarah yang dihadiri muspika kecamatan Timut. Mereka mengaku siap untuk membantu tugas polisi dalam mengungkap siapa pelakunya,” tambah Kholiq.
Sejumlah warga Desa Gunung Baringin kepada METRO mengaku, masih khawatir dan takut serta masih trauma atas kejadian yang dialami 3 warganya. Warga berharap polisi agar bekerja maksimal untuk menuntaskan kasus ini. “Kami minta pelaku penikaman dan penembakan segera ditangkap. Kami masih takut dan resah karena ada kemungkinan serangan susulan,” ujar Kasman.
Ketakutan warga, ungkap Kasman, berawal dari teriakan dari warga desa Huta Tua pada saat kejadian Rabu malam lalu yang mengatakan mereka akan melakukan serangan terhadap Desa Gunung Baringin.
“Malam itu kami sempat diancam dengan kalimat mereka akan menyerang dan membunuh kami. Ketakutan kami bertambah karena warga Huta Tua kami ketahui memiliki senjata api,” sebutnya.
Hingga saat ini, belum ada yang berangkat ke ladang dan sawah masing-masing. Alasannya, mereka takut warga Huta Tua menyebar dan sembunyi di hutan. Di mana letak geografis Desa Gunung Baringin itu dihimpit dua hutan dari arah selatan dan utara.
“Tadi dalam rapat warga mengaku takut untuk keluar dari desa. Sebab, dikhawatirkan warga Huta Tua termasuk para pelaku sembunyi di hutan dan bisa saja mereka menambahi korban, dan warga saat ini memilih untuk tetap ngumpul di desa,” tambahnya.
Di tempat terpisah Nur Asyuroh yakni istri dari Denin Lubis salah seorang korban penikaman mengatakan, keluarganya berharap agar pelaku penikaman suaminya itu segera ditangkap dan dihukum seberat mungkin.
Karena, malam itu suaminya berangkat dari rumah untuk menonton hiburan rakyat dan tiba-tiba ada keributan yang berujung suaminya Denin Lubis terkena benda tajam di bagian pinggangnya.
“Hiburan kibot itu sudah biasa di desa kami setiap tahun, dan suami saya saat itu berangkat seperti warga lainnya untuk menonton. Pengakuan suami saya dia hanya menonton di bawah panggung tiba-tiba terjadi perkelahian dan kerumunan orang akhirnya suami saya menjadi salah satu korban penusukan,” tandasnya.
Korban Masih Dirawat
Muhammad Maksum Nasution (30), korban penembakan di Desa Gunung Baringin, Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal, Kamis (8/9) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari lalu, masih dirawat di Rumah Sakit Mata, Kota Psp.
Dokter yang menangani korban, dr Tambar Bangun, kepada METRO, Jumat (9/9) mengatakan, usai dioperasi kondisi korban mulai membaik.
Ditegaskannya, akibat penembakan tersebut, mata sebelah kiri korban pecah dan tidak berfungsi lagi, makanya dilakukan operasi. Dari hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan, korban hanya mengalami kerusakan pada mata kiri dan tidak ada ditemukan gangguan kesehatan lainnya.
“Operasi berjalan lancar, mata kiri korban sudah tidak bisa digunakan lagi alias pecah karena terkena tembakan, makanya kita operasi,” jelasnya.
Dikatakannya korban direncanakan akan pulang ke kampungnya, Sabtu (10/9) dan akan menjalani pengobatan rawat jalan, karena kondisinya sudah memungkinkan. “Kondisinya sudah membaik. Kondisinya sudah mulai membaik. Korban masih dirawat, rencananya, besok (hari ini) akan pulang ke kampungnya. Selanjutnya, menjalani rawat jalan,” ucapnya.  (phn/wan)

Polisi Kantongi Nama Pelaku
Polres Madina telah mengantongi sejumlah nama-nama yang diduga sebagai pelaku penikaman terhadap dua warga Gunung Baringin dan penembakan seorang warga lainnya. Ini sesuai hasil pengembangan dan penyelidikan serta pemeriksaan saksi-saksi.
Namun, kepolisian belum bisa mengungkap nama-nama tersebut ke publik. Sebab, pihak Polres Madina masih melakukan pencarian. Menurut informasi, sebagian besar warga Desa Huta Tua saat ini tidak berada di desa tersebut.
“Kita telah mengantongi nama-nama pelaku. Jumlah pelaku akan diketahui setelah ada pemeriksaan terhadap yang diduga pelaku tersebut. Artinya, saat ini kita masih terus di lapangan,” ujar Kapolres Madina AKBP Ahmad Fauzi Dalimunthe, Jumat (9/9).
Dilanjutkan AKBP Fauzi, hingga hari ini (kemarin), pihaknya belum mengamankan barang bukti yang digunakan untuk menikam dan menembak korban. Karena, pelaku setelah membawa benda yang digunakan tersebut. ”Barang bukti belum ada kita amankan karena pelakunya langsung membawa lari. Tetapi, saya optimis kasus ini akan bisa diselesaikan dalam waktu dekat,” tambahnya.
Sementara itu, 25 personel Polres Madina ditambah aparat Polsek Panyabungan tetap siaga di Desa Gunung Baringin dengan sebagian menggunakan senjata lengkap. Hal ini dilakukan atas kondisi masyarakat yang masih takut akan kemungkinan adanya serangan dari warga Desa Huta Tua.
Kapolres meyakinkan, pihaknya akan memberikan perlindungan maksimal terhadap masyarakat. “Saya sudah perintahkan anggota untuk terus berjaga di Gunung Baringin hingga waktu yang belum ditentukan, tergantung situasi di lapangan,” pungkasnya. (wan)

Sumber : metrosiantar

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nama-nama Korban Anatra Vs Sepeda Motor

    Nama-nama Korban Anatra Vs Sepeda Motor

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Berdasar data yang berhasil dihimpun di Pos Lantas Siabu, selain Nurhayati Rambe (56), sekitar 10 penumpang yang umumnya anak sekolah mengalami luka parah dan luka ringan dalam peristiwa tabrakan maut antara angkutan umum Anatra dengan sepeda motor di Jalinsum Mandailing Natal, Senin (20/1/2014). Berdasar informasi yang dikumpul di Mapolres Mandailing Natal, […]

  • Banyak Kontraktor di Madina Belum Layak Dapat Paket

    Banyak Kontraktor di Madina Belum Layak Dapat Paket

    • calendar_month Rabu, 2 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 5Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pembuatan dokumen penawaran paket proyek fisik melibatkan PNS di Dinas PU Mandailing Natal (Madina) diakui salah satu pejabat di instansi itu. “Sepanjang tidak menganggu tugas, bisa pegawai buat dokemen penawaran proyek,” kata Sahruddin salah seorang PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) menjawab wartawan pada Jum’at (27/9/2013) lalu usai mengikuti rapat di ruang Sekda […]

  • Mengapa Perkampungan Mandailing Banyak Ditemukan di Muara Dua Sungai

    Mengapa Perkampungan Mandailing Banyak Ditemukan di Muara Dua Sungai

    • calendar_month Rabu, 19 Jan 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Keluarga Sutan Naposo mendiami  Sungai Kelang dan menemui titik tempat pertemuan 2 sungai yang merupakan tempat yang ideal bagi orang-orang Mandailing untuk membuka penempatan baru. Tempat tersebut merupakan tempat pertemuan Sungai Kelang dan Sungai Gombak (kini berada di Kuala Lumpur, Malaysia). Kawasan begini dipanggil ‘muara’ dalam bahasa Mandailing. Jika kita tinjau dan kaji kembali, orang-orang […]

  • MARSIDAO-DAO (episode 31)

    MARSIDAO-DAO (episode 31)

    • calendar_month Rabu, 29 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Nanisuratkon : Dahlan Batubara I huta Huraba, ngada adong na paomohon sabana. Angke tola dokonon, madung sidung suanan ni parsaba i huta i. Juguk turnguk Si Siti dohot donganna na tolu alak i i sopo banjar na nilambung masojid i. “Tu huta Lumban Dolok ma batas ita kehe marsapa antap adong pangomoan i […]

  • Gemasu Unjukrasa, Dukung Kejatisu Usut Dugaan Korupsi Taman Raja Batu

    Gemasu Unjukrasa, Dukung Kejatisu Usut Dugaan Korupsi Taman Raja Batu

    • calendar_month Rabu, 7 Mar 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MEDAN (Mandailing Online) – Ratusan massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Sumatera Utara (Gemasu) berunjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera  Utara (Kejatisu), Selasa (6/3). Massa menyatakan mendukung penuh terhadap langkah Kejatisu dalam penyelidikan dugaan korupsi pembangunan objek wisata  Taman Raja Batu dan Tapian Siri-siri Syariah di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang diduga […]

  • Perpanjangan pensiun Sekda Sumut terus dipermasalahkan

    Perpanjangan pensiun Sekda Sumut terus dipermasalahkan

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Lembaga  Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), kembali menyurati Presiden RI, guna mempertanyakan legalitas Keputusan Presiden (Kepres) No 127/M/2013 tentang masa perpanjangan pensiun Sekda Provsu, Nurdn Lubis. Direktur Eksekutif LIPPSU, Azhari AM Sinik mengatakan, Kepres tersebut sangat meragukan, karena bertentangan dengan sejumlah logika. Pertama, Kepres tersebut ditandatangi pada hari Minggu. Kemudian, lahirnya Kepres […]

expand_less