Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Seputar 2 Ditikam 1 Tertembak saat Kibotan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 15 Sep 2011
  • print Cetak

Sepakat Damai
Aksi solidaritas warga Gunung Baringin, Kecamatan Panyabungan Timur, Madina, patut ditiru. Betapa tidak, sekitar 350 keluarga di sana rela merogoh kocek untuk membayar biaya rumah sakit korban penikaman dan penembakan saat kibotan, beberapa malam lalu. Di sisi lain, warga di dua desa tersebut belum mencapai kata sepakat untuk perdamaian.
Menurut Tokoh Pemuda Desa Gunung Baringin, Abdul Kholiq, aksi solidaritas itu dilakukan karena masyarakat prihatin dengan apa yang dialami ketiga warganya. Untuk itu, masyarakat rela membayar Rp50 ribu setiap rumah tangga untuk membiayai korban.
“Kamis sore (8/9), seluruh masyarakat telah melakukan musyawarah mengenai kejadian malam itu. Hasilnya, masyarakat akan menanggung biaya perobatan dan perawatan ketiga warga yang menjadi korban. Setiap keluarga membayar Rp50 ribu. Pembayaran boleh dicicil dua kali,” sebut Kholiq.
Kholid menambahkan, warga juga telah melakukan musyawarah antara tokoh masyarakat Desa Gunung Baringin dengan tokoh masyarakat Huta Tua, Jumat (9/9). Mereka sepakat mengungkap dan menangkap pelaku penusukan dan penembakan, sekilgus memberikan informasi mengenai ketiga orang korban. Namun, bagaimana tindak lanjutnya belum ada kata sepakat.
“Tokoh masyarakat Huta Tua telah datang ke desa kami untuk bermusyawarah mengenai kejadian itu. Namun, belum ada kesepakatan mengenai perdamaian tetapi dalam musyawarah yang dihadiri muspika kecamatan Timut. Mereka mengaku siap untuk membantu tugas polisi dalam mengungkap siapa pelakunya,” tambah Kholiq.
Sejumlah warga Desa Gunung Baringin kepada METRO mengaku, masih khawatir dan takut serta masih trauma atas kejadian yang dialami 3 warganya. Warga berharap polisi agar bekerja maksimal untuk menuntaskan kasus ini. “Kami minta pelaku penikaman dan penembakan segera ditangkap. Kami masih takut dan resah karena ada kemungkinan serangan susulan,” ujar Kasman.
Ketakutan warga, ungkap Kasman, berawal dari teriakan dari warga desa Huta Tua pada saat kejadian Rabu malam lalu yang mengatakan mereka akan melakukan serangan terhadap Desa Gunung Baringin.
“Malam itu kami sempat diancam dengan kalimat mereka akan menyerang dan membunuh kami. Ketakutan kami bertambah karena warga Huta Tua kami ketahui memiliki senjata api,” sebutnya.
Hingga saat ini, belum ada yang berangkat ke ladang dan sawah masing-masing. Alasannya, mereka takut warga Huta Tua menyebar dan sembunyi di hutan. Di mana letak geografis Desa Gunung Baringin itu dihimpit dua hutan dari arah selatan dan utara.
“Tadi dalam rapat warga mengaku takut untuk keluar dari desa. Sebab, dikhawatirkan warga Huta Tua termasuk para pelaku sembunyi di hutan dan bisa saja mereka menambahi korban, dan warga saat ini memilih untuk tetap ngumpul di desa,” tambahnya.
Di tempat terpisah Nur Asyuroh yakni istri dari Denin Lubis salah seorang korban penikaman mengatakan, keluarganya berharap agar pelaku penikaman suaminya itu segera ditangkap dan dihukum seberat mungkin.
Karena, malam itu suaminya berangkat dari rumah untuk menonton hiburan rakyat dan tiba-tiba ada keributan yang berujung suaminya Denin Lubis terkena benda tajam di bagian pinggangnya.
“Hiburan kibot itu sudah biasa di desa kami setiap tahun, dan suami saya saat itu berangkat seperti warga lainnya untuk menonton. Pengakuan suami saya dia hanya menonton di bawah panggung tiba-tiba terjadi perkelahian dan kerumunan orang akhirnya suami saya menjadi salah satu korban penusukan,” tandasnya.
Korban Masih Dirawat
Muhammad Maksum Nasution (30), korban penembakan di Desa Gunung Baringin, Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal, Kamis (8/9) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari lalu, masih dirawat di Rumah Sakit Mata, Kota Psp.
Dokter yang menangani korban, dr Tambar Bangun, kepada METRO, Jumat (9/9) mengatakan, usai dioperasi kondisi korban mulai membaik.
Ditegaskannya, akibat penembakan tersebut, mata sebelah kiri korban pecah dan tidak berfungsi lagi, makanya dilakukan operasi. Dari hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan, korban hanya mengalami kerusakan pada mata kiri dan tidak ada ditemukan gangguan kesehatan lainnya.
“Operasi berjalan lancar, mata kiri korban sudah tidak bisa digunakan lagi alias pecah karena terkena tembakan, makanya kita operasi,” jelasnya.
Dikatakannya korban direncanakan akan pulang ke kampungnya, Sabtu (10/9) dan akan menjalani pengobatan rawat jalan, karena kondisinya sudah memungkinkan. “Kondisinya sudah membaik. Kondisinya sudah mulai membaik. Korban masih dirawat, rencananya, besok (hari ini) akan pulang ke kampungnya. Selanjutnya, menjalani rawat jalan,” ucapnya.  (phn/wan)

Polisi Kantongi Nama Pelaku
Polres Madina telah mengantongi sejumlah nama-nama yang diduga sebagai pelaku penikaman terhadap dua warga Gunung Baringin dan penembakan seorang warga lainnya. Ini sesuai hasil pengembangan dan penyelidikan serta pemeriksaan saksi-saksi.
Namun, kepolisian belum bisa mengungkap nama-nama tersebut ke publik. Sebab, pihak Polres Madina masih melakukan pencarian. Menurut informasi, sebagian besar warga Desa Huta Tua saat ini tidak berada di desa tersebut.
“Kita telah mengantongi nama-nama pelaku. Jumlah pelaku akan diketahui setelah ada pemeriksaan terhadap yang diduga pelaku tersebut. Artinya, saat ini kita masih terus di lapangan,” ujar Kapolres Madina AKBP Ahmad Fauzi Dalimunthe, Jumat (9/9).
Dilanjutkan AKBP Fauzi, hingga hari ini (kemarin), pihaknya belum mengamankan barang bukti yang digunakan untuk menikam dan menembak korban. Karena, pelaku setelah membawa benda yang digunakan tersebut. ”Barang bukti belum ada kita amankan karena pelakunya langsung membawa lari. Tetapi, saya optimis kasus ini akan bisa diselesaikan dalam waktu dekat,” tambahnya.
Sementara itu, 25 personel Polres Madina ditambah aparat Polsek Panyabungan tetap siaga di Desa Gunung Baringin dengan sebagian menggunakan senjata lengkap. Hal ini dilakukan atas kondisi masyarakat yang masih takut akan kemungkinan adanya serangan dari warga Desa Huta Tua.
Kapolres meyakinkan, pihaknya akan memberikan perlindungan maksimal terhadap masyarakat. “Saya sudah perintahkan anggota untuk terus berjaga di Gunung Baringin hingga waktu yang belum ditentukan, tergantung situasi di lapangan,” pungkasnya. (wan)

Sumber : metrosiantar

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Panwaslu Padang Sidimpuan Temukan Banyak Pelanggaran Kampanye Cagub Sumut

    Panwaslu Padang Sidimpuan Temukan Banyak Pelanggaran Kampanye Cagub Sumut

    • calendar_month Senin, 4 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MEDAN, (MO)  –  Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Padang Sidimpuan menemukan berbagai pelanggaran yang dilakukan pasangan calon Gubernur Sumatera Utara (Sumut) saat berkampanye. Teguran dan sanksi akan segera diberikan. Berbicara kepada wartawan, Minggu (3/3/2013) Ketua Panwaslu Padang Sidimpuan Zulkarnain Hasibuan menyatakan hingga masa terakhir kampanye hari ini, ada dua pasangan yang melakukan pelanggaran. Masing-masing […]

  • Harapkan Perbaikan.

    Harapkan Perbaikan.

    • calendar_month Jumat, 20 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Masyarakat Desa Ranto Panjang, Kecamatan Ranto Baek, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), mengharapakan perbaikan jembatan rambin menjadi permanen. Jembatan rambin ini selain dilewati warga, juga sebagai sarana mengangkut hasil pertanian masyarakat. (MB)

  • Khilafah Mampu Membendung Neoliberalisme dan Neoimperialisme

    Khilafah Mampu Membendung Neoliberalisme dan Neoimperialisme

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: KH M. Shiddiq Al-Jawi Neoliberalisme adalah perkembangan mutakhir ideologi kapitalisme yang meminimalkan peran negara dalam perekonomian dan menyerahkan perekonomian pada mekanisme pasar. Adapun neoimperialisme adalah penjajahan gaya baru, yakni penjajahan yang tidak lagi menggunakan militer sebagai instrumen dominasinya, melainkan instrumen dominasi lainnya seperti politik, ekonomi dan budaya. Neoliberalisme mulai diterapkan bagi publik secara […]

  • Disdik se-Sumut Sepakati Tunda Belajar Tatap Muka

    Disdik se-Sumut Sepakati Tunda Belajar Tatap Muka

    • calendar_month Rabu, 10 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MEDAN (Mandailing Online) – Dinas Pendidikan se-Sumatera Utara menyepakati ditundanya pembukaan belajar secara tatap muka di sekolah pada semua tingkatan di seluruh kabupaten/kota di Sumut hingga Maret. Kesepakatan itu diambil menyusul masih tingginya tren pertambahan kasus yang positif terpapar covid-19 di Sumut dalam sejak awal tahun 2021 yang bahkan terjadi hingga saat ini. Dan […]

  • Tepatkah Penghentian Pelayanan Poliklinik di Tengah Pandemi?

    Tepatkah Penghentian Pelayanan Poliklinik di Tengah Pandemi?

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pasca Dokter Spesialis di RSU Panyabungan Terjangkit Covid-19 Oleh: Novida Sari Ketua Muslimah Peduli Generasi Kabupaten Mandailing Natal Salah seorang dokter spesialis kandungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panyabungan Positif Covid-19. Hal ini menyebabkan belasan tenaga medis RSUD Panyabungan menjalani tes swab. Mereka yakni dokter, bidan hingga perawat yang melakukan kontak langsung dengan dokter LD. […]

  • Tahun ini Pemerintah Anggarkan 2 M lebih Untuk Jaminan Sosial Kades dan Perangkatnya di Madina

    Tahun ini Pemerintah Anggarkan 2 M lebih Untuk Jaminan Sosial Kades dan Perangkatnya di Madina

    • calendar_month Senin, 30 Jun 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) alokasikan dana Rp.2.029.636.050 Untuk belanja jaminan sosial Kepala Desa dan Perangkatnya sepanjang Tahun 2025. Irsal Pariadi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) melalui Kepala Bidang (Kabid) Pemerintah Desa Anjur Brutu membenarkan hal tersebut. “Ya benar, namun dari jumlah anggaran […]

expand_less