Rabu, 23 Sep 2026
light_mode

Dicari, Calon Kapolri Tak Korupsi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 26 Sep 2010
  • print Cetak

Sosok jenderal yang dicalonkan adalah yang tak terlibat pelanggaran HAM, korupsi, patuh membayar pajak, dan bisa menjalin kerjasama dengan lembaga terkait.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meninjau Museum Polri dalam acara perayaan ulang tahun Bhayangkara (HUT Polri) ke-63, di Markas Besar Polri, Jakarta, 1 Juli 2009. [TEMPO/ Panca Syurkani]

Masa jabatan Jenderal Bambang Hendarso Danuri tinggal setengah bulan lagi. Lulusan Akademi Kepolisian 1974 yang sudah dua tahun menjadi Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia ini diganti bukan lantaran menuai masalah, semata-mata faktor usianya yang masuk pensiun. Pada 10 Oktober 2010 pria kelahiran Bogor ini genap 58 tahun, ini masa purna tugas seorang perwira Polri.

Sebenarnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bisa saja memperpanjang masa jabatan Bambang Hendarso Danuri yang akrab disapa BHD. Namun selama dua periode memerintah, Yudhoyono belum pernah membudayakan kebijakan begitu.

Lihat saja proses pergantian dua Kepala Polri sebelum BHD. Ketika Jenderal Dai Bachtiar pensiun pada 2005, Presiden langsung mengajukan nama Jenderal Sutanto ke Komisi Hukum DPR-RI untuk mendapat persetujuan. Setelah Sutanto pensiun pada 2008, Yudhoyono meneruskan tongkat estafet ke tangan BHD.

Itulah sebabnya diyakini Presiden akan mencari jenderal polisi lain untuk mengisi posisi tampuk pimpinan Polri sepeninggalan BHD. Siapa sosok yang cocok menduduki jabatan yang sangat penting untuk mengawal tegaknya hukum itu? Yudhoyono hanya mau membukanya setelah sang calon diajukan ke Komisi Hukum DPR-RI.

Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri (tengah) foto bersama mantan Kapolri saat Upacara Peringatan HUT POLRI ke-64 di Markas Komando Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, 1 Juli 2010. [TEMPO/ Arnold Simanjuntak]

Maka ramailah spekulasi menebak-nebak siapa sang jenderal pilihan Presiden. Pembicaraan sosok pengganti BHD sudah muncul sejak Desember 2009. Ini bertepatan dengan pergeseran sejumlah perwira di posisi penting di lembaga berbaju coklat ini. Di antaranya, ada Nanan Sukarna yang waktu itu berpangkat Inspektur Jenderal mendapat promosi kenaikan pangkat.

Nanan yang semula menjabat sebagai Kepala Divisi Humas Polri menjadi Inspektur Pengawasan Umum Polri, menggantikan Komisaris Jenderal Yusuf Manggabarani yang diangkat menjadi Wakil Kepala Polri. Konsekuensinya, bintang lulusan Akpol 1978 ini bertambah satu menjadi Komisaris Jenderal.

Di titik ini, Nanan pun mulai digadang-gadang sebagai sosok calon pemimpin Polri setelah BHD. Namun, Nanan tak bicara banyak soal kemungkinannya untuk menggantikan BHD. Kami loyal pada Presiden, katanya saat ditanya wartawan soal kemungkinan dirinya dicalonkan sebagai Kepala Polri.

Gaung Nanan ditingkahi dengan kemunculan nama Ito Sumardi. Padahal, Ito semula dianggap sudah masuk kotak, sebab setelah menjabat Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan itu ditempatkan ke jajaran Staf Ahli Kapolri. Bintang Ito yang redup itu kembali bersinar setelah ditempatkan ke posisi Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, menggantikan Komisaris Jenderal Susno Duadji. Posisi ini membuat pangkat Ito yang Inspektur Jenderal naik menjadi Komisaris Jenderal. Saya siap ditugaskan di mana saja, kata Ito. Siapa pun yang dipilih Presiden adalah yang terbaik untuk Polri.

Nama dua jenderal bintang tiga ini tentu tak menafikan peluang dua jenderal bintang tiga lainya, yaitu Wakapolri Komjen Yusuf Manggabarani dan Kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional (Kalahar BNN) Komisaris Jenderal Gories Mere. Adapun satu lagi posisi yang ditempati jenderal bintang tiga yaitu Kepala Badan Pembinaan dan Keamanan (Kababinkam) Polri, masih dipegang Komisaris Jenderal Iman Haryatna. Peluang Iman dinilai tipis, sebab dia akan pensiun pada Oktober ini.

Tak hanya bintang tiga saja yang berkesempatan masuk ke bursa calon Kapolri, peluang yang sama juga ada pada jenderal bintang dua. Sosok yang muncul adalah Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri Imam Sudjarwo.

Bersama Imam ada Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Timur Pradopo, dan Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara Inspektur Jenderal Oegroseno. Di level bintang dua, peluang Imam makin terkuat setelah pangkatnya naik dari Inspektur Jenderal menjadi Komisaris Jenderal, pada 20 September 2010. Sebabnya, lembaga yang dipimpin alumni Akpol 1980 itu telah ditingkatkan levelnya.

Memang di hari itu tak hanya Imam yang naik pangkat, bersamanya ada Inspektur Jenderal Wahyono. Posisi yang diemban Wahyono, Kepala Badan Intelijen dan Kemanan Polri, dinaikkan satu level. Ini otomatis membuat pangkatnya harus dinaikkan menjadi komisaris jenderal.

Dua calon kuat kandidat Kapolri, Komisaris Jenderal (Komjen) Pol. Nanan Sukarna (kiri) dan Komjen Pol. Imam Sudjarwo hadir dalam perayaan HUT ke-62 Polwan, di Jakarta, Rabu, 22 September 2010. [TEMPO/ Aditia Noviansyah]

Menarik mengamati pergerakan yang terjadi pada Imam. Ini hampir mirip dengan pola Sutanto menuju Kapolri. Saat nama Sutanto disebut-sebut sebagai calon Kepala Polri, dia menjabat Kalemdiklat dengan pangkat Inspektur Jenderal. Namanya makin menguat setelah dipromosikan sebagai Kalahar BNN dan pangkatnya meningkat satu level menjadi Komisaris Jenderal. Hanya sebulan di BNN dia sudah menjadi Kepala Polri.

Bahkan, soal syarat calon Kapolri harus pernah berpengalaman sebagai Kepala Polda di kewilayahan tipe A (Inspektur Jenderal) pun tak lagi menjadi hambatan bagi Imam. Sebab, syarat ini sudah diperlunak, seorang calon Kapolri sudah cukup dengan pengalaman memimpin di daerah saja. Jadi, kendati Imam hanya pernah memimpin di kewilayahan tipe B sebagai Kepala Polda Bangka Belitung tentu saja dianggap sudah memadai.

Apakah ini sebagai isyarat jalan mulus bagi Imam? Belum ada jawaban yang pasti. Imam sendiri saat ditanya soal kansnya hanya menjawab dengan senyum. Yang jelas dari Mabes Polri mengusulkan delapan nama jenderalnya untuk calon kepala polri ke Komisi Kepolisian Nasional yang kemudian diteruskan ke Presiden.

Dari delapan calon itu, di antaranya ada empat orang berpangkat komisaris jenderal dan empat lagi berpangkat inspektur jenderal. Siapa saja mereka?

Terdapat dua nama yang sering disebut-sebut saat ini, kata Prof. Laode Husen, anggota Kompolnas.

Apakah itu Nanan dan Imam? Surat yang disampaikan kepada kami bersifat rahasia, Laode berdiplomasi.

Menurut Laode, Kompolnas memberi pertimbangan kepada Presiden tentang kriteria calon kepala Polri. Adapun kriterianya mencakup senioritas kepangkatan, rekam jejak, riwayat pendidikan, penghargaan yang pernah diperoleh, latar belakang keluarga, pengalaman memimpin satuan wilayah, integritas, dan visioner.

Kemudian menelusuri calon kapolri tidak terlibat pelanggaran HAM, korupsi, kepatuhan membayar pajak, dan kerjasama dengan lembaga terkait, kata Laode.

Menurut Laode, jika mencermati kriteria itu maka akan ditemukan satu sosok yang pas dari delapan nama yang telah diajukan itu. Ibarat baju yang sudah disiapkan, tentu hanya orang tertentu yang bisa pas.

Nurlis Effendi, mantan wartawan TEMPO, kini menjadi penulis lepas di sejumlah media dan aktif di dunia pertelevisian. Di Yahoo! dia menulis politik, hukum, kriminal, dan features.
penulis:nurlismeuko@yahoo.com
sumber:yahoonews

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Madina Sosialisasi Bahaya Merkuri

    Polres Madina Sosialisasi Bahaya Merkuri

    • calendar_month Sabtu, 9 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Polres Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dengan tokoh agama sepakat memberikan sosialisasi bahaya merkuri (air raksa-red) terhadap kesehatan manusia dalam jangka pendek dan panjang baik terhadap warga yang bersentuha, galundung, air raksa, kuik, aula mapolres madina, hutabargot, kota panyabungann langsung juga dengan warga yang menghirup udara. Termasuk bahayanya terhadap mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi dengan merkuri […]

  • Neil Iskandar Daulay : Keluarga Mustafawiyah Telah Bangun Pondasi Pendidikan Keagamaan di Madina

    Neil Iskandar Daulay : Keluarga Mustafawiyah Telah Bangun Pondasi Pendidikan Keagamaan di Madina

    • calendar_month Selasa, 12 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Jakarta ( Mandailing Online ) : Masih ingat nama Ir. H. Neil Iskandar Daulay seorang Pengusaha Indonesia dan politikus Partai Golkar anak dari Alm. H Amru Daulay Bupati Madina pertama. Dengan mantap hati memberi dukungan kepada Harun Mustafa Nasution dan Ichwan Husein Nasution sebagai calon bupati dan wakil bupati kabupaten madina nomor urut 1. Dukungan […]

  • Butuh Pelayanan Maksimal.

    Butuh Pelayanan Maksimal.

    • calendar_month Sabtu, 16 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pelayan Pemerintah Kecamatan Panyabungan Timur didalam memudahkan masyarakat Kelurahan Gunung Baringin untuk urusan administrasi sangat diharapkan, terutama dalam penempatan lurah pada kelurahan itu, dimana sudah 2 tahun kelurahan tersebut tidak mempunyai lurah.(MOL)

  • Cerpen: GULAI BATU

    Cerpen: GULAI BATU

    • calendar_month Selasa, 22 Agt 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Karya: Rina Youlida Nurdina Waktu sudah menunjukkan pukul 18.30 WIB, Rahmadi yang biasa disapa Madi baru saja pulang bermain sepak bola dengan teman-temannya di lapangan yang ada di kampung sebelah. Adzan berkumandang menandakan sudah  waktunya untuk melaksanakan salat Magrib. Madi yang badan dan kakinya dipenuhi dengan lumpur langsung bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya […]

  • Namira Madina Akan Buka Jurusan Tekhnik Komputer dan Multimedia

    Namira Madina Akan Buka Jurusan Tekhnik Komputer dan Multimedia

    • calendar_month Kamis, 7 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekolah Menengah Kejuruan Namira Madina Husada Panyabungan menambah dua jurusan lagi. Kedua jurusan yang akan dibuka adalah jurusan Tekhnik Komputer dan Multimedia. Dengan demikian, Namira Husada kelak akan memiliki 4 jurusan. Namira Madina Husada Panyabungan selama ini hanya ada dua jurusan, yakni Keperawatan dan Farmasi. Demikian dikatakan Kepala Sekolah SMK Namira […]

  • Surat Bupati Madina Viral, Laporkan Ular Sebesar Batang Kelapa Kepada Menteri PU

    Surat Bupati Madina Viral, Laporkan Ular Sebesar Batang Kelapa Kepada Menteri PU

    • calendar_month Kamis, 24 Jun 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Surat bupati Madina kepada Menteri PUPR viral di media sosial. Surat tanggal 22 Juni 2021 itu menyebutkan keberadaan rongga-rongga tanah di kawasan Taman Raja Batu yang menjadi sarang binatang jenis babi dan ular sebesar pohon kelapa berakibat meresahkan mayarakat. “Sebagai upaya meningkatkan perekonomian masyarakat, lokasi tersebut kami timbun dan kami tata […]

expand_less