Selasa, 26 Mei 2026
light_mode

2 Warga Jerber Korban Penembakan di Bireun

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 2 Jan 2012
  • print Cetak

JEMBER: Dua warga Kabupaten Jember, Jawa Timur, menjadi korban atas insiden penembakan di Kabupaten Bireun, Aceh, pada malam Tahun Baru 2012.

“Kami tidak menyangka Suparno menjadi korban penembakan di tempatnya bekerjanya di Aceh dan tidak ada firasat apapun,” kata paman korban, Maksum di Jember, Senin 2 Januari 2012.

Keduanya adalah Suparno (26) warga Desa Sidomekar, Kecamatan Semboro, dan Sunyoto warga Desa Gumuk Gong, Kecamatan Umbulsari. Mereka sebagai pekerja galian kabel fiber optik Telkomsel, anak perusahaan Telkom.

Insiden penembakan di Aceh terjadi menjelang pergantian malam Tahun Baru 2012 yakni sekitar pukul 21.00 WIB, Sabtu (31/12), yang mengakibatkan tiga orang meninggal dunia.

Penembakan terjadi di mess pekerja galian kabel fiber optik Telkomsel di Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen. Pelaku penembakan menggunakan sepeda motor yang kemudian menembaki mess dengan menggunakan senjata api laras panjang otomatis diduga jenis AK-47.

Akibat insiden tersebut, sebanyak 10 orang menjadi korban, tiga di antaranya meninggal dunia yakni Sunyoto dan Suparno, keduanya warga Kabupaten Jember, serta satu korban lagi Daud asal Kabupaten Banyuwangi.

Maksum menuturkan keluarga merasa sangat kehilangan dengan sosok Suparno yang dikenal ramah dan baik hati karena korban pergi merantau dengan harapan mendapatkan kehidupan yang lebih layak daripada di Jember.

“Sehari-hari Suparno bekerja sebagai buruh tani, sehingga ia memutuskan pergi merantau dan bekerja di Aceh bersama puluhan teman lainnya yang berasal di Jember, beberapa bulan lalu,” paparnya.

Suparno, kata dia, direkrut oleh PT Parti Jakarta sebagai perusahaan yang mengerjakan proyek galian kabel fiber optik Telkomsel, anak perusahaan Telkom.

“Saya berharap PT Parti Jakarta bertanggung jawab atas meninggalnya Suparno dan aparat kepolisian mengusut tuntas kasus itu, serta menangkap pelakunya,” katanya.

Suparno meninggalkan seorang istri yang bernama Evi Purwanti Ningsih dan seorang anak yang masih berusia empat tahun yakni Iqbal. (antara)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Antisipasi Banjir Warga Harapkan Pelurusan Sungai

    Antisipasi Banjir Warga Harapkan Pelurusan Sungai

    • calendar_month Selasa, 26 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, (Mandailingonline) -Banjir bandang yang melanda 6 desa di Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal beberapa waktu lalu telah membawa kerugian besar bagi masyarakat yang ada disekitar bantaran Aek Ranto Puran. Daerah yang paling parah untuk banjir kali ini adalah desa Manyabar kecamatan Panyabungan. Selain merusak pemukiman warga juga merusak lahan persawahan.Untuk mengantisipasi banjir di desa […]

  • Sukhairi, Anak Pramuka Yang Jadi Bupati Madina

    Sukhairi, Anak Pramuka Yang Jadi Bupati Madina

    • calendar_month Selasa, 8 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ) ” saya adalah anak Pramuka yang di didik disiplin,  dari ke Pramukaan, saya diajari disiplin. Untuk mendapatkan kedisiplinan, tidak hanya cukup dari pembelajaran di kelas saja, Pramuka lah tempatnya peserta di ajari berbagai hal yang baik mulai dari takwa kepada Tuhan, cinta alam, sopan kesatria, suka bermusyawarah, sosial, rajin, dan […]

  • Kongres PSSI Utusan FIFA Cuma Diam Saat Agum Gumelar Minta Maaf

    Kongres PSSI Utusan FIFA Cuma Diam Saat Agum Gumelar Minta Maaf

    • calendar_month Minggu, 22 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Usaha agar FIFA tak menjatuhkan sanksi kepada PSSI terus dilakukan Ketua Komite Normalisasi Agum Gumelar. Sehari setelah Kongres PSSI di Golden Ballroom Hotel Sultan Gagal, Agum menemui utusan FIFA, Thierry Regennas untuk meminta maaf agar Indonesia tak dijatuhi sanksi. “Saya memohon pengertian bahwa Komite Normalisasi sudah bekerja keras, tapi ternyata seperti itu hasilnya. […]

  • Bupati Madina: Defisit Anggaran Itu Ada, Tapi Belum Pasti Jumlahnya

    Bupati Madina: Defisit Anggaran Itu Ada, Tapi Belum Pasti Jumlahnya

    • calendar_month Jumat, 15 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Berita): Pj Bupati Mandailing Natal Ir H Aspan Sofian Batubara, MM menanggapi pembicaraan yang hangat tentang terjadinya Devisit Kas Daerah di Madina yang sempat mengakibatkan unjuk rasa dari Aliansi Mahasiswa Pemuda Peduli Madina kemaren, saat di Konfirmasi Waratawan, Rabu (13/10) di ruang kerjanya yang didampingi oleh Kabag Humasy M. Taufiq Lubis, SH, MM. Aspan […]

  • Bahasa Ibu Dulu, Kini dan Esok

    Bahasa Ibu Dulu, Kini dan Esok

    • calendar_month Minggu, 9 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Oleh : Edi Nasution Terjadinya proses evolusi sehubungan dengan seleksi alam yang menimpa makhluk hidup, kini mungkin terjadi pula pada bahasa manusia. Terlepas dari kontroversi teori evolusi yang dirumuskan oleh Charles Darwin (1809-1882) itu, lalu muncul kekhawatiran karena cukup fakta yang menunjukkan bahwa sejumlah Bahasa Ibu di dunia terancam punah. Kekhawatiran akan punahnya sejumlah Bahasa […]

  • Kenapa DPRD Madina Enggan Membahas 11 Ranperda

    Kenapa DPRD Madina Enggan Membahas 11 Ranperda

    • calendar_month Jumat, 30 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 4Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sejak tanggal 27 Juni 2013 lalu, 11 Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) menyangkut kepentingan pembangunan dan hajat hidup rakyat Mandailing Natal (Madina) masih terkatung-katung nasibnya di DPRD Madina. Pasalnya, sampai saat ini Badan Legislasi (Baleg) DPRD Madina masih enggan untuk membahas Ranperda tersebut. “Informasi yang kita himpun digedung DPRD Madina menyebutkan enggannya […]

expand_less