Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Aksi Pengarakan Bendera Merah oleh PAM Unair

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 5 Jul 2011
  • print Cetak


Aksi Pengarakan Bendera Merah Sepanjang Putih 54 Meter dan Penutupan jalan Airlangga depan pintu masuk kampus B Unair selama 54 Menit 54 detik. Aksi yang di pimpin koordinator aksi Dani Samuel ini mengambil Angka 54 yang merupakan simbol nasionalisasi Unair tahun 1954.
*
Kawan-kawan sekalian, beberapa waktu ini telah dilangsungkan
proses verifikasi data maba Unair yang diterima lewat jalur SNMPTN. Bagi
sebagian mahasiswa yang tidak lolos SNMPTN banyak yang memilih seleksi jalur
mandiri agar bisa masuk Unair, tentunya dengan resiko biaya masuk yang lebih
“sensasional” daripada jalur SNMPTN. Walaupun sampai saat ini tidak ada
transparansi mengenai kebenaran defisit anggaran Unair, skema baru kenaikan
biaya dengan sistem proporsional yang tetap sangat memberatkan para
mahasiswa baru, masih tetap di jalankan.

Hal tersebut terbukti ketika para mahasiswa baru melakukan
verifikasi data (bukan pendaftaran ulang) yang menentukan besaran nominal
yang di harus di bayar mahasiswa baru dengan sistem proporsional tersebut.
Banyak orang tua mahasiswa baru yang mengeluh dengan sistem tersebut yang
tetap saja membebankan biaya SP3 (Uang Gedung) yang sangat mahal kepada
mahasiswa. Apalagi pembayaran SP3 ini harus tunai dan tidak boleh dicicil,
sehingga beberapa orang tua mahasiswa merasa keberatan untuk melunasinya.
Bilamana orang tua mahasiswa tidak mempunyai uang, pihak birokrasi Unair
hanya memberikan tawaran agar para orang tua meminjam uang dari bank untuk
melunasi biaya masuk tersebut. Inilah wajah kampus Unair yang katannya *Pro
Poor * (Pro keluarga miskin), sangat arogan memaksa calon mahasiswa untuk
membayar di luar kemampuannya.

Berdasarkan kondisi diatas, kami kemudian membuat aksi simbolis
Pengarakan Bendera Merah Putih 54 Meter. Bendera sepanjang 54 meter ini
adalah untuk melambangkan tahun diresmikannya Unair oleh Presiden pertama
Indonesia Bung Karno, yang sejarahnya berasal dari dua lembaga pendidikan
kolonial Belanda bernama NIAS dan STOVIT yang dinasionalisasi oleh para
pejuang kemerdekaan untuk kepentingan rakyat di sektor pendidikan.

Aksi simbolis ini bertujuan untuk mengingatkan kembali bahwa
nasionalisasi Unair tahun 1954 bukanlah ingin menjadikan kampus Unair ini
sebagai kampus yang mahal, namun menjadikannya kampus yang terjangkau oleh
semua kalangan rakyat. Namun sayangnya, amnesia sejarah ternyata masih tetap
terjadi. Terjadi permufakatan jahat antara Rezim Neoliberal SBY-Boediono,
Menteri Pendidikan Nasional dan Pejabat struktural Unair, untuk menggadaikan
kampus Unair kepada kaum pemodal dan tiga setan dunia (IMF, World Bank,
WTO). Rasa kebangsaan yang digembor-gemborkan dalam Kongres Pancasila di
Unair beberapa waktu lalu, ternyata tak lebih hanyalah pepesan kosong, tak
terwujud di lapangan.

Oleh karena itulah, dalam aksi damai ini kami dari Forum
Advokasi Mahasiswa Universitas Airlangga menyatakan sikap :

1. Menuntut kepada Pejabat Unair, Menteri Pendidikan Nasional dan
Pemerintahan SBY-Boediono untuk segera membatalkan kenaikan biaya pendidikan
di Unair karena kebijakan tersebut adalah simbol pelupaan dan pengkhianatan
sejarah perjuangan nasionalisasi Unair dari tangan Kolonial Belanda.

2. Kasus kenaikan Biaya SP3 di Unair semakin menunjukkan tentang
bahaya neoliberalisme Pendidikan yang pasti akan di ikuti dengan kenaikan
biaya kuliah, Pemadatan Kurikulum, pungutan liar dalam dunia pendidikan.

3. Hancurkan Neoliberalisme yang terbukti hanya akan membawa
keuntungan bagi segelintir orang dan sebaliknya akan menyengsarakan banyak
orang.

Kawan di Tanah Unair ini tertulis sebuah cerita tentang perjuangan
gigih anak bangsa untuk menasionalisasi aset Kolonial Belanda menjadi milik
rakyat Indonesia. Di tanah Surabaya ini ! tertulis cerita, dulu tahun 1945
arek-arek Surabaya dan Rakyat Jawa Timur tidak pernah takut serta mundur
menghadapi gempuran kaum kolonial Sekutu. Di tanah air Indonesia ini ! tentu
masih sangat terasa bagi kita semua bau anyir ceceran darah dari para
pejuang kemerdekaan. Jadi sekali lagi kami serukan kepada kawan-kawan
sekalian, *“Jangan pernah takut dan mundur dalam melawan penjajahan gaya
baru di Universitas Airlangga maupun di Indonesia umumnya”*.
*Juru Bicara FAM Unair*

* *

*Angela Sima Nariswari Mahasiswa Kedokteran Unair
08385566400*

*Albertus Beny Mahasiswa Farmasi Unair
085732584042 ***

* *

*NB : FAM UNAIR juga membuka “Posko Gerakan Merah Putih 1954” bagi
kawan-kawan yang ingin bersolidaritas mengumpulkan bendera dan pengaduan
kasus bagi kawan-kawan mahasiswa baru terkait kenailkan SP3. Bertempat di
depan perpustakaan kampus B Unair dan Depan Auditorium Kampus C Unair. *

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lagu Mandailing Tak Seistiqomah Lagu Toba

    Lagu Mandailing Tak Seistiqomah Lagu Toba

    • calendar_month Kamis, 28 Jul 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOLOM Dahlan Batubara Pemimpin Redaksi Mandailing Online Para pencipta lagu-lagu Toba itu sangat setia kepada bahasa Toba, bahasa mereka, bahasa leluhur, jati diri mereka. Kesetiaan mereka kepada bahasa mereka itu sebagai sebuah keistiqomahan pada kebudayaan mereka, budaya Toba. Para pencipta lagu-lagu Minangkabau itu sangat setia kepada bahasa Minang, bahasa mereka, bahasa leluhur, jati diri mereka. […]

  • Polres Madina Lakukan Penyelidikan Tewasnya 2 Penambang Emas Ilegal Sungai Batang Gadis

    Polres Madina Lakukan Penyelidikan Tewasnya 2 Penambang Emas Ilegal Sungai Batang Gadis

    • calendar_month Rabu, 10 Jul 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Polisi dari Polres Madina saat melakukan penyelidikan TKP tewasnya 2 penambang emas ilegal di Kelurahan Dalam Lidang, Panyabungan, Madina ( ist)MADINA- Mandailing Online : Kasus tewasnya dua penambang emas ilegal di bantaran sungai batang gadis, Kelurahan Dalam Lidang, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina) pada senin 7/7/2024 terus bergulir. Satreskrim Polres Madina saat ini […]

  • UMK 22 Kabupaten/Kota Sudah Diteken Gubsu, Madina Belum Ada?

    UMK 22 Kabupaten/Kota Sudah Diteken Gubsu, Madina Belum Ada?

    • calendar_month Jumat, 3 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Tahun 2022 untuk 22 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara, telah ditandatangani Gubernur Edy Rahmayadi. UMK tersebut merupakan usulan bupati dan wali kota, yang sebelumnya telah melalui pembahasan di tingkat dewan pengupahan kabupaten/kota masing-masing. “UMK 2022 untuk 22 daerah sudah ditandatangani Pak Gubernur,” ujar Kadis Tenaga Kerja Sumut, […]

  • Kemhan Pantau Isu Penyadapan Rombongan KTT G-20

    Kemhan Pantau Isu Penyadapan Rombongan KTT G-20

    • calendar_month Rabu, 31 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    JAKARTA, – Isu penyadapan terhadap rombongan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam KTT G-20 di Inggris tak hanya didalami Badan Intelijen Negara (BIN). Kementerian Pertahanan (Kemhan) juga meneliti kasus ini agar tidak menjadi ancaman nasional. “Kita sekarang masih dalami. Supaya harus jelas, harus dilacak darimana sumber awal informasinya itu,” ujar Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dalam […]

  • Komnas HAM: Polri teror wartawan di Bima

    Komnas HAM: Polri teror wartawan di Bima

    • calendar_month Jumat, 6 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    strong>JAKARTA – Kepala Kepolisian RI Jenderal Timur Pradopo diminta untuk menghimbau anggota-anggotanya di Bima, Nusa Tenggara Barat untuk segera menghentikan intimidasi terhadap sejumlah pekerja jurnalistik. Hal itu diungkapkan anggota Komisi III DPR Ahmad Yani menanggapi pernyataan Ketua Komnas HAM terkait adanya teror terhadap sejumlah wartawan di Bima. “Berdasarkan informasi ini, kita meminta kepada Kapolri untuk […]

  • 13 Anak Punk Terjaring Razia

    13 Anak Punk Terjaring Razia

    • calendar_month Rabu, 22 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BINJAI- Dalam beberapa bulan terakhir, anak punk semakin menjamur di Kota Binjai. Untuk melakukan penertiban terhadap anak-anak punk itu, Pemerintah Kota (Pemko) Binjai, menggelar razia yang dilakukan langsung oleh Satuan Polsi Pamung Peraja (Sat Pol PP), Senin (20/2) pagi pukul 09.00 WIB. Dalam razia yang dilakukan itu, petugas Sat Pol PP mengamankan 13 anak punk […]

expand_less