Selasa, 14 Jul 2026
light_mode

FPR DPRD Madina Kunjungi Kampoeng Kaos

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 31 Jan 2012
  • print Cetak

Panyabungan. “Cintailah produk sendiri,” kata Ketua Fraksi Perjuangan Reformasi (FPR) DPRD Madina, Ali Hanafiah,(FPR) DPRD Madina, Ali Hanafiah, didampingi bendahara Iskandar Hasibuan ketika bertandang ke dapur Kampoeng Kaos Madina (KKM), Jalan Jambu Lintas Timur Sipolu – polu, Penyabungan Minggu (29/1).
Ali Hanafiah mengaku salut atas kehadiran KKM, karena membuktikan masih ada bibit – bibit berjiwa muda dalam membuka suatu peluang usaha dengan modal sendiri tanpa adanya bantuan dan campur tangan pemerintah.

Iskandar menambahkan, kehadiran KKM ini merupakan bukti bagaimana putra – putra Madina itu memiliki SDM tidak kalah dari daerah lain.

“Kita ketahui bersama bahwa KKM ini bergerak di bidang konveksi kaos dan kita berharap untuk apa lagi membeli produk dari luar jika ada produk sendiri,” harapnya.

Dia mencontohkan bentuk kepedulian atas produk sendiri, semisal untuk pakaian sekolah, Pemkab Madina harusnya memesan dari KKM.

“Saya sebelumnya pernah juga menekuni dunia konveksi, sehingga kita tahu bagiamana kualitas dan harga. Produk KKM kita lihat kualitas kain tidak kalah, harga juga bersaing,” katanya.
Menurut Ali Hanapiah, saat ini pemerintah sedang giat – giatanya mendongkrak UMKM, sehingga tidak ada kata lain bagi Pemkab Madina harus mendukung usaha-usaha local.

“Kita melihat KKM sudah berprestasi dengan berhasil meraih juara I dari Bank Sumut bidang usaha kecil. Prestasi ini merupakan peluang untuk dikembangkan. Apalagi kita dengar sudah beberapa bank menawarkan kerja sama untuk modal. Begitu juga dengan perusahan PT Sorikmas Mining juga sudah bekerja sama” jelasnya.

Dijelaskannya, dari sekian perestasi dan kerja sama tersebut sudah sewajarnya Pemkab Madina membuka mata dengan memberikan perhatian untuk menembus pasar lebih luas bagi produk – produk usaha kecil daerah.

“Ke depan, kita akan bawa ke DPRD hal – hal yang berkaitan dengan usaha kecil ini. Tujuannya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, karena dengan sendirinya nanti peluang – peluang lapangan kerja akan bermunculan,” ujarnya.

Jainal Abidin, bagian produksi KKM mengatakan, untuk saat ini pihaknya masih berusaha keras memperpeluas pasar ke luar daerah. Kalau soal produk, mereka yakin kualitasnya siap bersaing.
“Kalau selama ini untuk kaos olah raga anak – anak sekolah masih di pesan dari Bukit Tinggi, sekarang kita siap siap menampung, dan kami berharap kerja sama dari pihak – pihak terkait,” katanya.
(zamharir rangkuti.medanbisnis)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Info Jalur Mudik: Jalur Panyabungan-Gunung Baringin Ada 3 Titik Rawan

    Info Jalur Mudik: Jalur Panyabungan-Gunung Baringin Ada 3 Titik Rawan

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN TIMUR (Mandailing Online) : Bagi pembaca Mandailing Online yang hendak mudik lebaran ke kampung halaman Panyabungan Timur, Mandailing Natal, berikut ini kami sampaikan info jalur Panyabungan-Gunung Baringin. Berdasar pantauan di jalur ini, Minggu (12/7) setidaknya terdapat 3 titik rawan kecelakaan. Para pemudik diharapkan agar santai dan berhati-hati, tidak ngebut. Titik rawan pertama : […]

  • Ini Penjelasan Atika Tentang Lingkup Tugas Tim Investigasi PLTP

    Ini Penjelasan Atika Tentang Lingkup Tugas Tim Investigasi PLTP

    • calendar_month Rabu, 5 Okt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Hingga kini masih banyak masyarakat Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara yang belum memahami lingkup tugas Tim Investigasi Daerah yang melakukan investigasi pasca peristiwa dugaan paparan zat beracun di lokasi PT SMGP 6 Maret 2022. Akibanya muncul simpang siur penilaian masyarakat terhadap kinerja Tim Investigasi Daerah yang dibentuk Pemkab Madina dan […]

  • Willem Iskander Jadi Pahlawan Nasional: Why Not?

    Willem Iskander Jadi Pahlawan Nasional: Why Not?

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Komunitas Pengusul Willem Iskander Pahlawan Nasional   Indonesia sering ribut mencari teladan pendidikan nasional. Nama-nama besar terus diperingati. Seminar digelar. Hari pendidikan dirayakan saban tahun. Tetapi di tengah gegap-gempita itu, ada satu nama dari tanah Mandailing yang seperti berdiri sunyi di pinggir sejarah nasional: Willem Iskander. Atau lebih tepatnya: Sati Nasution. Pertanyaannya, sederhana […]

  • Provinsi sutra & tanggungjawab bupati

    Provinsi sutra & tanggungjawab bupati

    • calendar_month Jumat, 4 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Ratusan tokoh dan elemen masyarakat asal Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) berkumpul dan melakukan diskusi soal upaya percepatan pembangunan Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel), Jumat malam hingga Sabtu malam (20-21 Januari) di Hotel JW Marriot, Medan. Dari pusat ada Adnan Buyung Nasution, Todung Mulia Lubis, Bomer Pasaribu, dan Chairuman Harahap. Dari Medan ada Rahudman Harahap, Chaidir Ritonga, […]

  • Atika Itu Mewakili Kaum Perempuan

    Atika Itu Mewakili Kaum Perempuan

    • calendar_month Rabu, 16 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Perempuan itu unik. Mereka cenderung bangga jika ada perempuan yang mewakilinya di pemerintahan, apalagi posisinya berada di pucuk. Itu pula alasan sejumlah kaum ibu di Kecamatan Panyabungan memilih pasangan calon bupati dan wakil bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2 Saipullah Nasution-Atika Azmi Utammi Nasution (SAHATA). Mereka mengaku bangga dan mendukung […]

  • Kabulkan Gugatan FPI, MA Nilai Daerah Paling Kompeten Mengatur Miras

    Kabulkan Gugatan FPI, MA Nilai Daerah Paling Kompeten Mengatur Miras

    • calendar_month Kamis, 11 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Jakarta – Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengeluhkan pembatalan Keppres No 3/1997 tentang Pengendalian Minuman Beralkohol. Menurut Gamawan kini terjadi kekosongan rujukan pengendalian miras. Mahkamah Agung (MA) tidak sependapat karena masih ada peraturan dan perundang-undangan yang mengatur perdagangan termasuk peredaran miras. “Masih ada beberapa UU mengenai perdagangan, yang penting adalah pasca putusan ini adalah kebijakan […]

expand_less