Senin, 25 Mei 2026
light_mode

Potret Buram Sekolah di Labuhanbatu Siswa Belajar Beralaskan Tikar dan di Ruang Guru

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 3 Feb 2012
  • print Cetak

Labuhanbatu. Kasus siswa-siswi belajar tanpa dilengkapi sarana dan prasarana proses belajar mengajar (PBM) yang memadai, mulai terungkap di Kabupaten Labuhanbatu. Kalau siswa SMA Negeri 1 Kecamatan Panai Hilir, belajar beralaskan tenda biru, di SMP Negeri 2 (satu atap) Dusun Tanjung Harapan, Kecamatan Pangkatan, harus belajar dengan beralaskan tikar.
Siswa-siswi SMPN 2 sebanyak 44 orang terpaksa belajar beralaskan tikar. Pasalnya, meubeler seperti meja dan kursi yang sudah lama dipesan pihak sekolah ke Dinas Pendidikan setempat tak kunjung direalisasikan.

Ironisnya lagi, ruangan perpustakaan yang disulap menjadi ruangan belajar tersebut tanpa memiliki papan tulis. Sedangkan disisi kiri dan kanan ruangan itu banyak ditemukan barang bekas seperti kayu dan papan. Ruangan ini sendiri sudah sejak Senin (29/1), digunakan sebagai ruangan belajar tanpa meja dan kursi. Padahal jarak antara sekolah tersebut dengan Dinas Pendidikan Labuhanbatu tidak jauh, hanya sekitar 30 menit perjalanan dengan kendaraan roda dua melewati aspal yang mulus hingga ke lokasi.

Wakil Kepala Sekolah SMPN 2 Kecamatan Pangkatan Roma Uli Ambarita mengatakan, siswanya terpaksa belajar di ruangan tanpa meja, kursi dan papan tulis. Karena empat ruangan yang diperuntukkan menampung 157-an siswa mulai dari kelas I hingga kelas III tidak lagi dapat menampung seluruh pelajar yang bersekolah di SMPN 2 tersebut.

“Sebelumnya memang ada yang masuk siang. Tapi kalau diterapkan masuk siang ada orang tua murid yang keberatan, karena memang aturannya sekolah SMPN 2 ini masuk pagi gini,” kata Roma Uli, Kamis (2/2).

Dia menambahkan, Dinas Pendidikan Labuhanbatu belum mengetahui kondisi proses belajar tanpa meja dan kursi di sekolah itu. Karena pihak terkait belum ada yang berkunjung ke sana, meski pengusulan kekurangan moubeler sudah sejak tahun 2010 sudah disampaikan pihak sekolah ke Dinas Pendidikan Labuhanbatu.

Ummu A’iman guru honorer bidang study Agroindustri di SMP Negeri 2 Tanjung Harapan, Kecamatan Pangkatan, Kabupaten Labuhanbatu mengatakan, tikar yang menjadi alas duduk bagi para pelajar itu adalah hasil inisatif para guru. Sejumlah guru terpaksa membawa tikar dari rumah sendiri agar siswa-siswi memiliki alas duduk ketika sedang berlangsung proses belajar di ruang tersebut.

Selain itu, Ummu mengatakan, di SMP Negeri 2 Tanjung Harapan itu terdapat 18 tenaga pengajar, namun yang PNS hanya tiga orang, satu di antaranya kepala sekolah dan dua lagi sebagai tenaga pengajar bidang study Bahasa Indonesia. “Memang disini ada 18 guru, tapi yang berstatus PNS hanya tiga orang satu kepala sekolah dan dua guru Bahasa Indonesia. Sisanya honor semua,” ungkap wanita berjilbab tersebut.

Melihat kondisi sistem pendidikan di Labuhanbatu masih jauh dari harapan, sehingga perlu adanya perbaikan secara menyeluruh. Sebab, dua guru PNS yang terdapat di sekolah itu jurusan yang diajarkan sama yakni, Bahasa Indonesia.

Belajar di Ruang Guru
Sementara itu, hanya berjarak sekitar 50 meter dari SMPN 2 Dusun Tanjung Harapan Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Pangkatan, Labuhanbatu, juga terdapat murid kelas III SDN118376 yang belajar sangat memperihatinkan. Pasalnya, selama tiga tahun belakangan ini para siswa terpaksa belajar di ruangan guru dan rumah sekolah yang dijadikan sebagai ruangan kelas bagi murid.

Plapon ruangan itu tampak seadanya terbuat dari anyaman bambu. Sehingga kalau kondisi cuaca panas, tentunya akan terasa dari pantulan atap ruangan tersebut. Karena tidak semuanya ruangan itu memiliki flapon.

Selain itu pihak sekolah juga menggunakan ruangan rumah sekolah sebagai tempat proses belajar bagi murid. Kondisinya pun tampak kumuh karena kurang mamadai. “Sudah tiga tahun kami menggunakan ruangan ini sebagai tempat belajar bagi anak-anak. Karena ruangan sekolah tidak cukup,” kata guru yang enggan memberitahukan namanya. (fajar dame harahap.medanbisnis)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rapat Terkait PETI, Dandim 0212/TS Minta Polisi Terbuka, Wakil Bupati Bantah Terima Hasil PETI

    Rapat Terkait PETI, Dandim 0212/TS Minta Polisi Terbuka, Wakil Bupati Bantah Terima Hasil PETI

    • calendar_month Kamis, 4 Apr 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online): Letkol Inf Amrizal Nasution Dandim 0212/TS meminta penertipan tambang emas ilegal tidak hanya di aliran sungai batang gadis di kota nopan saja, tetapi harus dilakukan secara merata di Kabupaten Mandailing Natal. ” rapat kita ini bukan rapat Forkopincam ( Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan, tetapi rapat melibatkan Forkopimda ( Forum Komunikasi Pimpinan […]

  • 5 Milyar Dana BPJS Masih Mengendap di Rekening Dinas Kesehatan Madina

    5 Milyar Dana BPJS Masih Mengendap di Rekening Dinas Kesehatan Madina

    • calendar_month Kamis, 17 Jul 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekitar 5 milyar rupiah dana kapitasi program BPJS di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) belum sampai ke pihak puskesmas dan diduga masih mengendap di rekening Dinas Kesehatan Madina. Sejumlah pimpinan puskesmas mengaku, Senin (14/7/2014) dana tersebut belum sampai kepada puskesmas. Kondisi ini membuat hubungan antara Plt Kadis Kesehatan, Ismail Lubis dengan para […]

  • TRADISI MARBANTE

    TRADISI MARBANTE

    • calendar_month Minggu, 1 Mei 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    (Kearifan Sosial Ekonomi di Mandailing)   Oleh: Dr. M. Daud Batubara, MSi   ‘Marbante’ adalah kosa kata Bahasa Mandailing yang berasal dari kata ‘bante” yang dapat diartikan sebagai keseluruhan yang halal untuk dimakan dari bagian tubuh hewan yang berukuran besar, yang sudah disembelih seperti kerbau (horbo) dan lembu (lombu). Kemudian ditambah dengan awal ‘mar’ yang […]

  • Perampok Gasak Uang Bendahara Sekwan Labusel

    Perampok Gasak Uang Bendahara Sekwan Labusel

    • calendar_month Senin, 17 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Ditodong Pistol, Rp200 Juta Uang Operasional Anggota DPRD Lewong LABUHANBATU (MO)-Labuhanbatu Selatan (Labusel) mulai tidak aman. Delapan perampok dengan menggunakan senjata api (senpi) menggasak uang operasional anggota DPRD Labusel yang baru ditarik Bendahara di Sekretariat DPRD (Sekwan) Labusel, Mahrizal (52) bersama rekannya Fauzi (27) dari kantor Unit Bank Sumut, Kota Pinang, Jumat (14/9) sekitar pukul […]

  • Ribuan anak korban banjir Singkil tidak sekolah

    Ribuan anak korban banjir Singkil tidak sekolah

    • calendar_month Sabtu, 17 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Banda Aceh, (MO) – Ribuan anak dari puluhan desa yang diterjang banjir di Kabupaten Aceh Singkil dilaporkan tidak bisa sekolah karena sarana sekolah mereka rusak akibat bencana alam tersebut. “Memprihatinkan pelajar yang sekolahnya terendam banjir dipastikan tidak bisa beraktivitas, karena sebagian besar sarana tidak bisa digunakan,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh Jarwansyah yang dihubungi […]

  • MQK Madina Diikuti 367 Santri

    MQK Madina Diikuti 367 Santri

    • calendar_month Selasa, 18 Okt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    LEMBAH SORIK MARAPI (Mandailing Online) Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) antar pesantren tingkat Kabupaten Mandailing Natal (Madina) resmi dimulai di Pondok Pesantren Roihanul Jannah, Kecamatan Lembah Sorik Marapi, Selasa (18/10/2022). Musabaqah ini berlangsung selama tiga hari, 18 Oktober hingga 20 Oktober 2022, dan diikuti seluruh pondok pesantren yang ada di Kabupaten Madina. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat […]

expand_less