Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

Anggota DPRD Sumut jangan pura-pura

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 24 Jan 2012
  • print Cetak

MEDAN – Para anggota DPRD Sumatera Utara dinilai berpura-pura jika tidak mengetahui pengadaan sejumlah fasilitas mewah di gedung tersebut. Terlebih, jika mereka termasuk anggota Badan Anggaran (Banggar).

“Sangat mustahil jika anggota dewan mengaku tidak tahu. Apalagi mereka sebagai anggota badan anggaran,” kata pemerhati anggaran Sumut, Elfenda Ananda, tadi malam.
Elfanda menilai, kondisi ini semakin menunjukkan kelemahan para legislator. “Atau jangan-jangan, mereka pura-pura tidak tahu,” ungkapnya. Sebab, kata Elfanda, dalam penyusunan anggaran ini, pastinya sudah melalui pembahasan di internal badan anggaran.

Dia justru mempertanyakan pembahasan RAPBD maupun PAPBD. Menurutnya, munculnya pengadaan-pengadaan tersebut, menunjukkan adanya persoalan di sekretariat dewan. “Ada hal-hal yang lolos dan sengaja tidak bahas. Atau ada sandiwara atau seolah tidak tahu. Ini untuk menutupi kelemahan mereka. Jadi apa yang terjadi di pusat, dengan revonasi banggar, salah satu contoh yang terjadi daerah,” sebut Elfenda.

Hal senada juga dikatakan analis politik dari Universitas Sumatera Utara (USU), Taufan Damanik. Dia mengatakan, setiap penyusunan anggaran, tidak mungkin anggota dewan tidak mengetahuinya. Sebelumnya, anggota Banggar DPRD Sumut, Zurkarnain mengakui, jika pihaknya kebobolan dalam pembahasan anggaran di legislatif. “Iya, kok nggak tahu kita ya,” katanya.

Menurutnya, kecolongan itu dikarenakan pembahasan anggaran yang tidak mungkin diteliti satu persatu dengan angka-angka dan ketebalan berkas yang mencapai ribuan lembar. Hingga saat ini, sejumlah anggota DPRD Sumut mengaku tidak tahu keberadaan fitness center. Juga mengenai pengadaan fasilitas lainnya seperti televisi dan aquarium. “Akhirnya tahu setelah diribut-ributi,” ujar Ketua Komisi B, T Dirkhansyah Abu Sublihar Ali.

Berbeda dengan Diky, Ketua Fraksi PPP DPRD Sumut, Fadly Nurzal, meski mengaku tidak terkejut dengan pengadaan alat fitness ini, dia mengakui tidak semua anggota dewan menyukai alat tersebut. Fadly sendiri mengaku lebih suka jalan-jalan sore dan jalan pagi setelah shalat subuh daripada menggunakan alat ini.

Anggota Komisi A DPRD Sumut, Raudin Purba juga mengaku tidak tahu adanya pengadaan tersebut. Bahkan, Raudin juga dengan tegas mengatakan banyak pengadaan di gedung dewan yang tidak transparan. Begitu juga mengenai pengawasan yang dilakukan pihaknya terbilang tidak maksimal.

Anggota Komisi E DPRD Sumut, Richard Eddy M Lingga mengaku juga tidak mengetahui hal tersebut. Bedanya, meski tidak mendukung secara gamblang, namun dia menilai pengadaan sarana tersebut penting demi kesehatan. Meski banyak yang bersuara, tak sedikit pula yang bungkam dan enggan memberikan komentar terkait adanya pengadaan tersebut.

Hingga saat ini, fitness center yang berada di lantai I gedung baru tersebut belum dibuka dan masih terkunci. Menurut pengakuan salah seorang pegawai, fitness center ini hanya akan digunakan anggota dewan.

Sementara Sekretaris DPRD Sumut, Randiman Tarigan, terkesan menghilang sejak isu ini mencuat. Saat coba ditemui di ruangannya, Jum’at (20/1) lalu, menurut stafnya dia keluar. Meski seharian telah ditongkrongi, Randiman tak kunjung muncul.

Untuk diketahui, sejumlah proyek yang dilaksanakan di tahun 2011, namun barang-barangnya baru masuk pada kisaran Desember lalu, seperti fitness center yang dilengkapi dengan peralatannya, pengadaan aquarium beserta satu ekor ikan arwana untuk setiap fraksi dan setiap komisi. Itu artinya dengan lima komisi dan 10 fraksi, ada 15 aquarium lengkap dalam ikannya yang diadakan di APBD tahun lalu.

Selain itu, masing-masing anggota dewan juga diberikan satu unit televisi LCD 32 Inch, dispenser lengkap dengan aquanya. Pengadaan lainnya berdasarkan PAPBD 2011, pengadaan note book sebanyak 101 unit senilai Rp1.138.217.000, belanja pengadaan peralatan olahraga Rp150.000.000, pengadaan rak buku/TV/kembang Rp776.500.000, pengadaan penghias ruang Rp80.500.000, pengadaan taman indoor sekitar Rp180 juta.(waspada)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kejar Capaian Vaksinasi Kedua, Ketua Gerindra Madina Ajak 200-an Sopir Betor ke Mako Polres

    Kejar Capaian Vaksinasi Kedua, Ketua Gerindra Madina Ajak 200-an Sopir Betor ke Mako Polres

    • calendar_month Kamis, 10 Feb 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    GUNUNGTUA (Mandailing Online) – Dalam rangka mengejar capaian vaksinasi tahap kedua, Ketua DPC Gerindra Mandailing Natal (Madina) Erwin Efendi Lubis mengajak 200-an sopir becak bermotor (betor) ke Mako Polres di Mompang, Panyabungan Utara. Para sopir becak ini diajak ke Mako Polres untuk mendapatkan vaksin tahap kedua, Kamis (10/2). Seperti yang diketahui dari data sementara, persentase […]

  • KPU Madina Siap Laksanakan Pilkada

    KPU Madina Siap Laksanakan Pilkada

    • calendar_month Selasa, 8 Des 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – KPU Mandailing Natal menyatakan siap menyelenggarakan Pilkada, besok, Rabu (9/12). “Secara garis besar ada dua tahapan yang dilaksanakan oleh KPU dalam penyelenggaraan Pilkada Serentak Tahun 2015 ini, yaitu tahapan persiapan dan tahapan penyelenggaraan, dan kami siap mensukseskan pilkada pada 9 Desember 2015,” ungkap Ketua KPU Madina, Agus Salam saat menyampaikan laporan […]

  • Silangitkoi Pengejawantahan Green Economy

    Silangitkoi Pengejawantahan Green Economy

    • calendar_month Jumat, 4 Feb 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Silangitkoi merupakan pengejawantahan dari green economy seperti yang disampaikan Presiden Joko Widodo pada pertemuan Group of Twenty (G20) beberapa waktu lalu. Hal itu disampaikan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Utara (Sumut) H. Ivan Iskandar saat berkunjung ke Silangitkoi Hutasiantar, Panyabungan, Jumat (4/2). “Saya melihat apa yang dilakukan oleh owner […]

  • Penasehat Hukum Minta Hakim Bebaskan Kadis PUPR Madina

    Penasehat Hukum Minta Hakim Bebaskan Kadis PUPR Madina

    • calendar_month Jumat, 27 Des 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MEDAN (Mandailing Online) – Dakwaan yang diajukan JPU terhadap Kadis PUPR Madina, Syahruddin dan staf Dinas PUPR Madina, Nazaruddin Sitorus STdinilai kabur dan tidak cermat. Sehingga kuasa hukum memohon agar majelis hakim nantinya menjatuhkan vonis bebas terhadap kedua kliennya. Hal itu diungkapkan Kuasa Hukum Dr. Adi Mansar ketika menyampaikan nota keberatan (eksepsi) atas dakwaan […]

  • Jalan ke Sawah Hancur, Warga Hutapuli Tuntut CV Reza Ratu Contraktor

    Jalan ke Sawah Hancur, Warga Hutapuli Tuntut CV Reza Ratu Contraktor

    • calendar_month Rabu, 25 Jul 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Masyarakat Desa Huta Puli Kecamatan Siabu merasa kesal kepada manajemen CV Reza Ratu Contraktor yang mengerjakan pekerjaan Rehabilitasi Normalisasi Saluran di Desa Huta Puli Kecamatan Siabu Madina, pasalnya pihak Kontraktor melewati jalan sentra Produksi mereka dan lahan pertanian mereka sehingga menyebabkan hancurnya jalan dan lahan persawahan masyarakat di Desa tersebut. Kekecewaan […]

  • MERANTAU KE TANAH DELI

    MERANTAU KE TANAH DELI

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Basyral Hamidi Harahap Perjalanan Tuanku Tambusai yang berperang melawan Belanda melintasi pegunungan Bukit Barisan (Mandailing Godang, Angkola, Padang Lawas dan Kota Pinang) kemudian dipandang bagian penting dalam sejarah migrasi orang Mandailing.  Jalur perjalanan itu kemudian dipakai para perantau sebagai jalur pertama ke Sumatera Timur. Gelombang kedua migrasi orang Mandailing dalam jumlah besar terjadi […]

expand_less