Rabu, 7 Okt 2026
light_mode

Bela Palestina Tak Cukup Dengan Retorika

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 27 Des 2024
  • print Cetak

Oleh: Novida Sari, S.Kom
Ketua Majelis Taklim Islam Kaffah Madina

Pidato Presiden Prabowo dalam Forum KTT Developing Eight (D-8) dinilai bagus tapi terkesan menggurui dan abai atas apa yang dilakukan oleh negara-negara tersebut, demikian menurut Pengamat Timur Tengah, Smith Alhadar. Menurutnya, Prabowo tidak mendapatkan cukup informasi tentang perkembangan di Gaza. Meskipun Indonesia sendiri begitu vokal membela Palestina di kancah internasional, namun tidak berarti kontribusi dari negara lain itu kecil. Smith juga menyoroti kebijakan Prabowo tentang ketiadaan solidaritas, kerjasama dan keterpecahan suara di antara sesama negara muslim. Prabowo juga mengkritik devide et impera yang melemahkan solidaritas negara muslim; namun menurut Smith, secara substansi, Prabowo tidak salah, tapi artikulasinya tidak diplomatis dan salah tempat. Karena KTT D-8 seharusnya bukan menjadi ajang saling menyalahkan (mediaindonesia.com, 22 Desember 2024). Lantas bagaimana harusnya membela Palestina?

Retorika di Atas Keberlangsungan Genosida

Berdasarkan laporan Palestine Press Agency yang dikutip melalui kanal telegram Gazamedia, kondisi terkini Palestina (26/12) di hari ke 447, telah menelan korban yang kian meningkat, jumlah syahid 45.339 jiwa, 107.940 terluka sejak 7 Oktober 2023 lalu. Dan 75% korbannya adalah anak-anak dan wanita, jelas ini adalah genosida terstruktur dan tersistematis yang dilakukan oleh Zionis-Israel. Bahkan zionis telah melakukan tiga pembantaian terhadap keluarga di wilayah jalur Gaza saat tiba di rumah sakit, 38 orang syahid, 137 orang dilaporkan mengalami luka-luka selama 24 jam terakhir.

Namun kondisi faktual seperti ini, sering kali luput untuk dibicarakan di kancah internasional oleh para pemimpin negeri kaum muslim. Biasanya hanya berisi pembicaraan diplomatis atas solusi yang sebenarnya tidak menuntaskan akar masalah. Diplomasi yang berulang-ulang, yang ujung-ujungnya akan berakhir sia-sia, karena sesungguhnya itu hanyalah basa-basi politik semata. Bagaimana mungkin mereka mampu mengajukan solusi two nation state untuk satu wilayah yang sama, pada pihak yang sangat serius untuk melakukan genosida. Dan parahnya, ini adalah realita, bukan isapan jempol belaka. Sehingga perjuangan diplomasi oleh para pemimpin negeri kaum muslimin atas Palestina, tak tak ubah bagaikan talking doll.

Menggantungkan harapan atas solusi yang diberikan oleh PBB atas Palestina merupakan sesuatu yang mustahil. Apalagi jika memperhatikan sejarah dan posisi PBB, yang merupakan perpanjangan tangan dari kepentingan negara yang membidangi lahirnya negara Israel di tahun 1942. Lembaga ini juga menjadi alat perpanjangan negara yang senantiasa melindungi Israel, yakni Amerika.

Keputusan berupa surat perintah penangkapan dari pengadilan kriminal internasional (International Criminal Court/ ICC) yang ditujukan pada perdana menteri (PM) Benjamin Netanyahu juga pada mantan menteri pertahanan Yoav Gallant, telah menunjukkan ketegasan dari sikap Amerika dalam menolak keputusan ICC ini, secara terang benderang.

Mitos Perdamaian Dunia

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa PBB itu disetir oleh Amerika selaku negara adidaya pasca Perang Dunia II. Meskipun ratusan resolusi dewan keamanan telah mengutuk, mengecam dan menuntut kebrutalan zionis dalam me-genosida wilayah Gaza, namun Amerika tetap berdiri kokoh dalam membela anak emasnya, yakni Zionis-Israel. Berbagai kesaksian pejabat militer juga laporan komisi khusus PBB, yang telah membuktikan terjadinya genosida dan pelanggaran HAM keras di Palestina, Amerika tetap tidak mendengar bahkan membela mati-matian anak kesayangannya, Israel.

Jadi, bagaimana mungkin menggantungkan impian atas PBB dalam penyelesaian konflik yang ada di Palestina.

Palestina Butuh Militer dan Khilafah

Kemustahilan dalam mengharap solusi yang diberikan oleh PBB, semakin menyadarkan kita bahwa, Palestina butuh militer dan juga Khilafah. Karena kepemimpinan sekuler tidak akan pernah mengirimkan militernya untuk mengusir zionis Israel dan menyelamatkan rakyat Palestina.

Khilafah adalah ajaran Islam, ia akan tegak dalam sistem yang khas, yang telah ditentukan oleh hukum syara, yakni dalam bentuk institusi kekhilafahan yang akan dipimpin oleh seorang Khalifah.

Kemunculan Khilafah adalah sebuah keniscayaan. Karena Khilafah adalah bisyaroh yang pernah disampaikan oleh Rasulullah Saw., mengimani bisyaroh Rasulullah saw. adalah bagian daripada akidah, meskipun ia dipandang sebagai sesuatu yang utopis hari ini.

Karena bagaimanapun, kaum muslim tidak akan bisa menjadi umat yang satu, dalam sekat nasionalisme. Hanya Khilafah yang mampu menyatukan seluruh negeri kaum muslimin, dan akan membebaskan negeri-negeri yang tersandera, terjajah dan terpuruk secara sistematis. Palestina pun akan terbela melalui militer yang akan diutus oleh Khalifah. Dan itu akan terwujud atas izin Allah SWT. Wallahu a’lam

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dugaan Korupsi Smart Village di Madina. Presidium MARAK Minta Kejari Serius

    Dugaan Korupsi Smart Village di Madina. Presidium MARAK Minta Kejari Serius

    • calendar_month Rabu, 21 Mei 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ): Presidium Mimbar Rakyat Anti Korupsi (MARAK), Arief Tampubolon meminta Kejaksaan harus serius menuntaskan dugaan kasus korupsi smart village desa digital di Mandailing Natal (Madina) yang merugikan keuangan negara. Pernyataan itu ditegaskan Arief karena melihat dugaan korupsi yang bersumber Dana Desa tahun 2023 tersebut hingga saat ini belum juga menunjukkan perkembangan […]

  • PC PMII Madina: Perlu Efek Jera untuk Iqbal Rihanna

    PC PMII Madina: Perlu Efek Jera untuk Iqbal Rihanna

    • calendar_month Sabtu, 29 Jan 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Mandailing Natal (PC PMII Madina) mengecam tindakan Iqbal atau Rihanna yang kembali berulah usai meminta maaf akibat perayaan ulang tahun yang menyulut emosi masyarakat Madina. Ketua PC PMII Ali Musa mengatakan, video Iqbal terbaru menunjukkan tidak ada rasa bersalah dari yang bersangkutan. “Video yang saat […]

  • Pastikan Kenaikan BOS Rp 16,8 Triliun

    Pastikan Kenaikan BOS Rp 16,8 Triliun

    • calendar_month Senin, 6 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA-Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) mulai merealisasikan rencana kenaikan dana Bantuan Operasional Siswa (BOS). Mulai awal 2011 mendatang, dana BOS yang sebelumnya berjumlah Rp 12 triliun naik sebesar 12 persen menjadi Rp 16,8 triliun. Kemendiknas kini merancang mekanisme anyar untuk mengubah penyaluran dana bantuan kepada masyarakat. “Ini telah dirancang sejak lama dan kini sudah […]

  • Miniatur Gordang Sambilan

    Miniatur Gordang Sambilan

    • calendar_month Kamis, 15 Mei 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Dua gadis Mandailing memperlihatkan miniatur Gordang Sambilan di Kampoeng Kaos Madina, Panyabungan, Mandailing Natal. Kampoeng Kaos Madina terus memproduksi kerajinan aksesoris budaya Mandailing dalam upaya memperkenalkan lebih intens kebudayaan Mandailing di Indonesia dan luar negeri. (foto/naskah: Dahlan Batubara)

  • Madina Diperkirakan Pilkada Desember 2015

    Madina Diperkirakan Pilkada Desember 2015

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kabupaten Mandailing Natal diperkirakan ikut pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) pada Desember 2015. Itu dipastikan berdasar revisi UU nomor 1 tahun 2015 tentang Pilkada, ada penambahan daerah yang ikut pada pelaksanaan Pilkadan serentak tahun 2015. Dalam revisi UU nomor 1 tahun 2015 disebutkan bagi daerah yang masa jabatan kepala daerah […]

  • Gaji Anggota KPPS Gunung Barani Disunat Alasan Pajak

    Gaji Anggota KPPS Gunung Barani Disunat Alasan Pajak

    • calendar_month Sabtu, 17 Feb 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Gaji anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Desa Gunung Barani, Kecamatan Panyabungan Kota, Mandailing Natal diduga sunat Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS). Diketahui gaji anggota KPPS Sendiri sesuai dengan ketentuan PKPU Rp. 1.100.000 setiap anggota yang bekerja di setiap TPS dan Ketua PPS Rp. 1.200.000. Namun, Salah seorang anggota KPPS di […]

expand_less