Kamis, 15 Okt 2026
light_mode

Di Madina, Minyak Tanah Langka dan Mahal

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 9 Sep 2010
  • print Cetak

Minyak tanah di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) langka. Kalau pun ada harganya melambung hingga mencapai Rp8 ribu per liter. Kondisi ini memaksa warga yang memasak menggunakan kompor minyak beralih memakai kayu bakar.

Salah seorang ibu rumah tangga (IRT) di Desa Lumban Dolok, Kecamatan Siabu, Suryani (24), mengaku, pihaknya kesulitan memeroleh minyak tanah. Padahal, minyak tanah merupakan salah satu kebutuhan pokok sehari-hari.

“Sekitar 200 rumah tangga di desa ini masih menggunakan kompor biasa untuk memasak dan tidak ada yang memakai kompor gas,” kata Suryani, kepada METRO, Selasa (7/9).

Suryani menambahkan, sejak sebulan terakhir seluruh warga terutama IRT kesulitan mencari minyak tanah. Padahal, sebelumnya minyak tanah mudah diperoleh tetapi yang terjadi sekarang warga kehilangan jejak untuk mendapatkan bahan bakar tersebut. Sebenarnya, sambung Suryani, minyak tanah datang ke pangkalan di Desa Lumban Dolok sekali dalam 2 minggu. Namun, banyak warga yang tak kebagian. Oleh sebab itu, warga yang tidak kebagian terpaksa beli di pengecer minyak tanah. Tapi, ironinya harga di pengecer mencekik leher.

“Bahkan pengecer menjualnya Rp8 ribu per liter. Padahal, harga minyak tanah normalnya hanya Rp5 ribu hingga Rp6 ribu per liter,” tuturnya.

Hal senada juga dikatakan Fatimah, IRT Kelurahan Sigalapang, Kecamatan Panyabungan. Menurutnya, untuk memeroleh 5 liter minyak tanah, ia harus menunggu beberapa jam antrean. “Apakah ini memang disengaja oleh orang-orang tertentu yang ingin meraup keuntungan yang lebih banyak, kami tak tahu tapi kami yakin seperti itu,” ujar Fatimah.

Diceritakannya, terakhir kali mendapatkan minyak tanah di Panyabungan sejak 2 pekan lalu dan saat itu juga mereka hanya memperoleh 5 liter. “Saat ini saja kami harus pasrah untuk menukar bahan bakar kami dengan kayu bakar dengan mencarinya keliling ke desa-desa dekat Panyabungan,” terang Fatimah mengakhiri.

Sementara salah satu pengecer minyak tanah di Desa Lumban Dolok, Munawati (42), menambahkan, harga jual minyak tanah naik sebesar itu karena mereka sebagai pengecer pun membeli minyak tanah dengan harga yang cukup mahal. Dan itu didapat berasal dari luar kecamatan, karena dari pangkalan di Kecamatan Siabu tidak ada diperoleh dua hingga tiga pekan terakhir ini. (wan)
Sumber: Metrotabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Awas Joki CPNS

    Awas Joki CPNS

    • calendar_month Selasa, 14 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    *18.432 Pelamar Rebut 324 Kursi CPNS Medan Informasi dihimpun Berita di lapangan, Selasa (14/12), sejumlah peserta seleksi CPNS tetap saja mengkhawatirkan terjadi kecurangan dalam rek-rutmen CPNS ini. ‘Pengamanan naskah ujian harus dilakukan secara ketat, jangan sampai bocor. Kemudian, harus juga diwaspadai keberadaan joki CPNS saat ujian berlangsung,’ ujar Irma, salah sorang calon peserta seleksi CPNS […]

  • Pengangguran di Indonesia 8,59 juta

    Pengangguran di Indonesia 8,59 juta

    • calendar_month Kamis, 9 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KUPANG : Pengangguran di Indonesia mencapai 8,59 juta orang atau 7,41 persen dari total angkatan kerja yang kini mencapai sekitar 116,5 juta orang, kata Staf Khusus Menteri Tenaga Kerja, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Anton Doni Dihen. Menurut Anton, di Kupang, Rabu 8 Desember 2010, secara nasional jumlah angkatan kerja di Indonesia pada Agustus 2010 […]

  • Jelang 17 Agustus, Peminat Bendera Merah Putih Masih Sepi

    Jelang 17 Agustus, Peminat Bendera Merah Putih Masih Sepi

    • calendar_month Jumat, 5 Agt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bisnis bendera merah putih di Panyabungan masih lesu menjelang HUT RI ke-71 tahun ini. Sejumlah pedagang musiman bendera di sepanjang jalan Willem Iskander, Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal masih sepi dikunjungi pembeli. Roni salah seorang pedagang bendera kepada Mandailing Online, Jum’at, (5/8) menyebutkan sejak menggelar dagangannya beberapa minggu yang lalu hingga sampai […]

  • IKM Dukung Paslon Harun – Ichwan di Pilkada Madina

    IKM Dukung Paslon Harun – Ichwan di Pilkada Madina

    • calendar_month Minggu, 29 Sep 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online) : Ikatan Keluarga Minang ( IKM) Kabupaten Mandailing Natal ( Madina) menyatalan dukungan kepada Paslon nomor urut 1 Harun- Ichwan pada Pemilukada serentak yang akan digelar bulan November depan. Sikap tersebut diutarakan Ketua IKM Harmansyah Tanjung saat silaturahmi Harun Mustafa Nasution dengan pengurus IKM Minggu 29/9/2024. “Saya yakin pasangan Harun- Ichwan […]

  • PT Inalum Milik Sumut

    PT Inalum Milik Sumut

    • calendar_month Jumat, 3 Jun 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    10 Pemda dan Pemprov Bentuk Konsorsium JAKARTA- Selangkah lagi, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) benar-benar menjadi milik Sumatera Utara (Sumut). Meski tidak sepenuhnya, pemerintah pusat telah memberikan lampu hijau bagi 10 kabupaten/kota dan Pemprov Sumut untuk ikut terlibat mengelola PT Inalum pasca 2013. Hanya saja, pemerintah pusat belum menyebutkan berapa saham Inalum yang akan diberikan […]

  • GURU PEMBURU

    GURU PEMBURU

    • calendar_month Selasa, 19 Mar 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Cerpen: Rina Youlida Nurdina Arfan anak murid yang duduk di bangku kelas lima SD, tergolong soleh dan rajin. Disiplin yang sudah mulai tertanam dalam dirinya merupakan buah dari didikan ayah bundanya. Ayahnya bekerja sebagai salah satu pejabat pemerintah dan bundanya seorang guru di satu SMP terkemuka di kota. Dengan disiplin dan sifat mandiri yang sudah […]

expand_less