Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

Harga Karet Terendah Dalam Lima Tahun Terakhir

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2014
  • print Cetak

Medan – Tekanan terhadap harga karet di pasar dunia belum berakhir. Memasuki awal Oktober, harga karet diperdagangkan di bawah US$1,38 per kg yang merupakan harga terendah dalam 69 bulan terakhir atau sekitar lima tahun terakhir.

Sekretaris Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumut, Edy Irwansyah mengungkapkan, khusus selama sepekan terakhir, melemahnya harga karet dipicu turunnya harga minyak mentah, penantian atas stimulus Bank Sentral Eropa, dan demonstrasi massal di Hongkong.

“Ketiga peristiwa itu menyebabkan perekonomian dunia tergoncang dan tak menentu sehingga harga sejumlah komoditas anjlok,” katanya kepada MedanBisnis, Jumat (3/10).

Diungkapkannya, selain lemahnya perekonomian AS, Tiongkok dan Jepang, perekonomian global juga ditekan ekonomi Eropa. Hal tersebut diperburuk oleh demo massa di Hongkong. Di tengah masih lemahnya perekonomian Tiongkok, unjuk rasa itu semakin membebani upaya pemulihan ekonomi. Aksi yang sudah berjalan beberapa hari itu menekan sektor keuangan, khususnya bursa saham.

Investor di pasar modal mulai khawatir menyikapi aksi itu dan melakukan aksi lepas saham. Demo massa itu menuntut pemerintah Tiongkok memberikan hak kepada warga Hongkong melakukan pemilu yang bebas. “Tak pelak, semua sektor ekonomi terkena imbas. Harga komoditas anjlok, termasuk karet yang saat ini tak lepas dari tekanan harga rendah,” ungkapnya.

Menyikapi lemahnya harga karet dunia, saat ini pemerintah Thailand menunda penjualan 200.000 metrik ton karet, sebuah langkah yang diharapkan membantu menenangkan petani dari ancaman protes karena harga merosot ke level terendah dalam lima tahun terakhir.

“Saat ini, Kementerian Pertanian Thailand sedang memeriksa kualitas dan kuantitas persediaan dan meninjau strategi untuk memastikan bahan baku dijual dengan harga yang rasional. Langkah ini sejalan dengan permintaan petani agar prosesnya transparan,” jelasnya.

Sejak tahun 2011, harga karet Thailand telah turun 75% di tengah kekhawatiran perlambatan pertumbuhan di Tiongkok sebagai pasar utama, yang akan mengurangi permintaan komoditas yang digunakan untuk ban dan berlanjutnya kelebihan pasokan dunia. Pemerintah Gajah Putih itu sedang mempertimbangkan langkah-langkah lanjutan untuk membantu petani, tetapi telah mengesampingkan program pembelian untuk meningkatkan harga karena akan mendistorsi pasar, harga pun kian anjlok. “Saat ini, Thailand berencana mengadakan pembicaraan dengan Indonesia dan Malaysia untuk bersama-sama mengelola stok untuk menstabilkan harga,” tambahnya.

Pihaknya berharap, pemerintah segera bergerak cepat mengatasi masalah harga karet itu. Maklum, saat ini petani dan pengusaha mulai merugi akibat harga karet tak kunjung naik. Bahkan, akibat kerugian yang dialami, sejumlah petani di berbagai daerah di Indonesia mulai mengkonversi lahan karet menjadi sawit.

Pengamat ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin mengungkapkan, pemerintah dan pengusaha perlu mencari cara agar penyerapan karet dari pasar lokal meningkat. Hal tersebut dimaksudkan agar Indonesia tak terlalu bergantung pada ekspor yang akhir-akhir ini tak stabil. “Minimal industri dalam negeri dikuatkan sehingga penyerapan karet petani lebih banyak, bukan terus-terusan berharap pada pasar ekspor yang belum pasti,” katanya.
Selain itu, Indonesia juga perlu memperluas pasar dengan melirik negara-negara lain di Eropa dan Asia yang butuh karet. Dengan begitu, penyerapan karet di pasar dunia makin meningkat yang otomatis akan mengerek harga karet.

Sumber : Medanbisnis

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Banjir Terus Melanda, 1 Anak Dilaporkan Hanyut

    Banjir Terus Melanda, 1 Anak Dilaporkan Hanyut

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online) – Satu orang hanyut terbawa arus sungai, Rabu (26/11) di Desa Sale Baru Kecamatan Muara Batanggadis, Mandailing Natal (Madina) dalam peristiwa banjir di desa itu. Demikian data yang diterima dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah ) Madina, Kamis (27/11). Sejauh ini belum diketahui nama orang yang hanyut tersebut, tetapi […]

  • Madina Endemis Malaria

    Madina Endemis Malaria

    • calendar_month Minggu, 14 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Kabupaten Mandailing Natal (Madina) merupakan salah satu daerah endemis malaria di Provinsi Sumatera Utara (Sumut). “Dari sekitar 24 ribuan masyarakat Madina, 9.671 jiwa terjangkit malaria,” sebut Kepala Kantor Penanggulangan Malaria Pemkab Madina, Arifin Fausi Lubis Apt MM, kepada METRO, di ruang kerjanya, Jumat (12/11). Arifin menambahkan, malaria merupakan penyakit yang harus ditangani serius dan […]

  • BNN dan Polres Razia Rutin Narkoba

    BNN dan Polres Razia Rutin Narkoba

    • calendar_month Jumat, 2 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    TAPSEL, – Dalam rangka mengantisipasi, mengendalikan dan memberantas peredaran narkoba di tengah masyarakat, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) bersama Satuan Narkoba Polres Tapsel secara rutin dan kontiniu terus menggelar razia narkoba di wilayah kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), dengan prioritas di Jalinsum. Razia narkoba tersebut berlangsung selama 6 hari sejak 29 Juli 2013 sampai 2 Agustus […]

  • Pernyataan Wakil Bupati Madina Bertentangan Dengan Pertemuan Juni Jakarta

    Pernyataan Wakil Bupati Madina Bertentangan Dengan Pertemuan Juni Jakarta

    • calendar_month Sabtu, 27 Agt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Madina dan pihak DPRD telah melakukan pertemuan dengan PT KS Orka, PT.SMGP dan Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, Yunus Saefulhak. Pertemuan yang juga dihadiri OTP Geothermal serta pejabat eseleon III dan IV Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian […]

  • Koperasi dan UKM di Padangsidimpuan Tak Bertumbuh

    Koperasi dan UKM di Padangsidimpuan Tak Bertumbuh

    • calendar_month Kamis, 19 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Sidimpuan, – Dinas Perindustrian, Perdagangan dan UKM Kota Padangsidimpuan hingga Sepetember 2013 mencatat tidak ada kelompok koperasi masyarakat yang bertambah. Saat ini jumlah koperasi yang tercatat hanya 196 kelompok. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan UKM (Disperindag) Kota Padangsidimpuan melalui Kabid Koperasi, Ir Ridoan Pasaribu kepada MedanBisnis mengatakan, tahun 2013 ini tidak ada koperasi masyarakat yang […]

  • Atika: RPJP Harus Selaras dengan Taman Nasional

    Atika: RPJP Harus Selaras dengan Taman Nasional

    • calendar_month Selasa, 4 Mar 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Wabup Madina) Atika Azmi Utammi Nasution meminta Rencana Pembangungan Jangka Panjang (RPJP) kabupaten terkait harus selaras dengan Rencana Pengelolaan Jangka Panjang (RPJP) Taman Nasional Batang Gadis (TNBG). Keselarasan itu diperlukan agar program pembangunan tidak saling bertolak belakang. Hal itu disampaikan Atika saat membuka Konsultasi Publik RPJP TNBG […]

expand_less