Minggu, 1 Mar 2026
light_mode

Lima Penganiaya Wartawan Divonis Rendah, Kuasa Hukum Korban Surati JPU dan Pengadilan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 24 Sep 2014
  • print Cetak



PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Vonis 8 bulan yang dijatuhkan Pengadilan Negeri Panyabungan kepada lima terdakwa pelaku pengeroyokan dan penganiayaan wartawan dianggap terlalu ringan dan jauh dari ancaman pasal 170 jo 351 yang diancam dengan 5 tahun 6 bulan.

Demikian dikatakan Irvan Fadly Lubis, SH kuasa hukum Jeffry Barata Lubis korban pengeroyokan dan penganiayaan yang diduga terencana dilakukan kelima terpidana.

Pernyataan kuasa hukum ini juga dituangkan dalam surat ditujukan kepada Pengadilan Negeri Panyabungan dan Kejakasaan Negeri Panyabungan.

“Saya selaku kuasa hukum korban merasa bahwa vonis 8 bulan yang dijatuhkan kepada kelima tersangka pelaku pengeroyokan dan penganiayaan klien saya oleh Pengadilan Negeri Panyabungan sangat jauh dari ketentuan hukum ” tegas Irvan kepada Andalas melalui seluler, Rabu (24/9/2014).

“Diduga ada permainan hukum dalam pemberian tuntutan oleh JPU atau putusan PEngadilan Negeri Panyabungan, karena tidak mungkin secara hukum vonis yang dijatuhkan begitu ringan kepada kelima pelaku, padahal tidak ada perdamaian dari kasus ini ” ujarnya

Masih kata Irvan, jaksa penuntut umum juga tidak melakukan banding atas putusan hakim itu. Apabila vonis yang djatuhkan hakim tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku (tuntutan), atau memang jaksa penuntut umum memang menuntut pelaku (terdakwa) dengan tuntutan hukum dibawah garis kewajaran dan ketentuan dari pasal 170 jo 351 yang di ancam 5 tahun 6 bulan, maka akan menimbulkan penuh tanya.

Lanjutnya, dengan jatuhnya vonis terhadap pelaku pengeroyokan 8 bulan, dia menilai sangat tidak sesuai dengan fakta persidangan.

“Dan ini merupakan tanda tanya besar bagi saya ditambah lagi Jaksa penuntut umum tidak melakukan banding terhadap putusan hakim, ada apaa ini ?,” ujar Irvan

“Selaku kuasa hukum korban, saya akan terus pantau kasus ini sampai ke akar-akarnya, serta saya akan surati Kejatisu serta Kejagung agar tidak ada lagi korban-korban ketidakadilan di bumi gordang sambilan ini ” tandas Irvan Fadly Lubis,SH kemanakan pengacara Todung Mulia Lubis tersebut.

Peliput  : Jeff

Editor    : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tak Selamanya Selingkuh Itu Indah

    Tak Selamanya Selingkuh Itu Indah

    • calendar_month Kamis, 7 Sep 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Djumriah Lina Johan Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban Kepala Inspektorat Daerah (Itda) Provinsi Kalimantan Timur (Itda Kaltim) Irfan Prananta mengakui adanya kasus perselingkuhan antar Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan pemerintahan daerah. Namun, pihaknya tidak bisa merinci berapa jumlah kasus yang ditangani setiap bulan. “Perselingkuhan intinya kita tahu ada terjadi. Kalau jumlah saya tidak […]

  • Tahun 2009, Penderita Malaria di Madina Capai 23.242 Orang

    Tahun 2009, Penderita Malaria di Madina Capai 23.242 Orang

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Angka penderita penyakit malaria yang disebabkan gigitan nyamuk malaria (Aides aegypti) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) pada Tahun 2009 mencapai angka 23.242 pasien sesuai dengan catatan yang berobat pada tiga klinik malaria yang terdapat di daerah itu. Demikian disampaikan Kepala Pusat Penanggulangan Malaria Madina Arifin Fauzi Lubis kepada wartawan, Jum’at (19/11). “Madina merupakan daerah […]

  • PWI Madina Desak Poldasu Usut Pembunuh Wartawan di Labuhanbatu

    PWI Madina Desak Poldasu Usut Pembunuh Wartawan di Labuhanbatu

    • calendar_month Jumat, 1 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – PWI Mandailing Natal mendesak Polda Sumut mengusut lebih dalam kasus pembunuhan dua orang wartawan di Labuhanbatu, Sumatera Utara. “Siapapun pelaku dan aktor di balik kasus pembunuhan dua wartawan tersebut harus dihukum setimpal. Karena bagaimanapun kekerasan terhadap Pers harus dihapuskan,” kata Ketua PWI Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Muhammad Ridwan Lubis didampingi […]

  • RAPBD Madina 2020 Turun dari 2019

    RAPBD Madina 2020 Turun dari 2019

    • calendar_month Selasa, 17 Des 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Rancangan APBD Madina TA 2020 diajukan sebesar Rp 1.667.753.177.436. Angka ini menurun dari Tahun Anggaran 2019 yang sebesar Rp 1.698.320.475.820. Pengajuan RAPBD 2020 disampaikan Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution di Rapat Paripurna DPRD Madina, Selasa (17/12/2019). Rapat Paripurna dipimpin Ketua DPRD Madina, Erwin Efendi Lubis. PENDAPATAN Angka Rp 1.667.753.177.436 […]

  • Madina Endemis Malaria

    Madina Endemis Malaria

    • calendar_month Minggu, 14 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Kabupaten Mandailing Natal (Madina) merupakan salah satu daerah endemis malaria di Provinsi Sumatera Utara (Sumut). “Dari sekitar 24 ribuan masyarakat Madina, 9.671 jiwa terjangkit malaria,” sebut Kepala Kantor Penanggulangan Malaria Pemkab Madina, Arifin Fausi Lubis Apt MM, kepada METRO, di ruang kerjanya, Jumat (12/11). Arifin menambahkan, malaria merupakan penyakit yang harus ditangani serius dan […]

  • Lestarikan Permainan Tradisional, Tambangan Jadi Kecamatan Layak Anak

    Lestarikan Permainan Tradisional, Tambangan Jadi Kecamatan Layak Anak

    • calendar_month Kamis, 6 Jun 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Madina ( Mandailing Online): Menghindari permainan game dan smarfhone, Kecamatana Tambangan di Kabupaten Mandailing Natal ( Madina), mulai lestarikan permainan tradisional. Pelestarian permainan tradiaional itu digelar Melalui Festival Permainan Leluhur. Lewat acara itu, Masyarakat Tambangan pun mengukuhkan diri sebagai Kecamatan Layak Anak dengan mengkampanyekan kembali agar anak – anak lebih menyukai permainan tradisional sehingga menghindari […]

expand_less