Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

Madina yang Madani: ilusi, obsesi atau basa-basi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 15 Sep 2010
  • print Cetak

Bung, maaf. mari kita awali saja dengan sesuatu yang menegangkan. kutipan favorit bung jadi alasan untuk tetap bersahaja dengan kalimat selantang apa pun. mungkin perlu bung simak ini kalimat kontemplatif: sekarang2 ini, yang timbul malah skeptisisme atas impian bernama “madina yang madani”. kok, rasa2nya kian hari kian sedikit kawan yang sejalan, punya orientasi ideologis yang kuat, menolak kredo “jadi anggota dewan cari proyek atau uang segar segunung”. kata kawan,salah seorang mantan anggota dewan, nilai rapor anggota dewan sekarang, jauh di bawah nilai rapor anggota dewan periode yang lewat. saya agak percaya. justru karena indikator inilah madina yang madina hanya punya sedikit pilhan, yaitu: sekedar ilusi, obsesi besar seseorang atau basa-basi politik kekuatan tertentu. skali lagi, maaf3. ini hanya kontemplasi, bukan eksepsi, bukan argumentasi.

jika mungkin, totolong direnungkan. termasuk kawan2 di jakarta.

dalam satu perspektif, saya melihat madina ha sebagai ilusi yang sangat utopis. bagaimana mugkin madina bakal jadi madani, jika untrk mengabdi entah sebagai pns atau sebagau anggota dewan pun harus bayar mahal. faktanya sekarang, yang sudah menjadi pejabat, yang sudah menjadi anggota dprd, pun mendapatkan kedudukannya dengan uang. sebaliknya, kalau memang mau mengabdi, orang tak akan mau bayar sepeser pun. nah, kalau sudah bayar dan dapat jabatan basah dan penuh job, yang terjadi dia malah tak sudi hanya mengambil uangnya kembali. banyuak orang malah berambisi memperkaya diri, menjadi orang paling kaya, atau paling wah.
nah, yang berkutat di lembaga2 tradisional, termasuk lembaga2 pendidikan agama islam, seperti mda (madrasah diniyah awaliyah), lembaga pemangku adat, pun nerjalan tersendat2. kecenderungannya, aktivisnya tak hanya berusaha menumpang hidup, tp juga mendapatkan yang lebih, sekalipun sebenarnya hanya sebatas absesi. masalahanya, hal2 seperti ini menjadi noda dalam perjuangan dan menjadi faktor dasar kegagalan perjuangan. sebab, sirnalah keikhlasan. musnah ghiroh untuk sepenuhnya mengabdi kepada allah ta’ala. sebaliknya, yg tumbuh malah penyakin cinta dunia, hubbuddunya.

secara formal, madina yg madani tetap menjadi obsesi. slogan itu tetap menjadi benang merah kua-ppas, apbd dan perda-perda lainnya.

hanya saja, kalau mau kita lihat dengan jernih, dokumen-dukumen resmi itu hanya menjadi kamuplase dan pepesan kosong. progres yang tercipta pun hanya sekedar konsekuensi dalih pembuat keputusan. kita tidak pernah mendengar ada harga mati untuk kemakmuran, kemashuran dan kesejahteraan masyarakat.

maka, sebelum momentumnya menyempit, sebelum masyarakat kehilangan mimpi, selagi masih ada sedikit etos kerja dari segelintir orang, selama kejujuran masih dianggap sebagian kecilmasyarakat sebagai harga tk bisa ditawar, mari kita benahi semuanya. lagi pula, tidak ada jalan lain, jika betul kita masih punya mau. dan kebenaran tidak bisa dibungkam. kebenaran pasti terkuak, setidaknya oleh bencana alam dan bentuk kemurkaan allah swt lainnya.
Ludfan nasution

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • RUUPKS JALAN KESESATAN

    RUUPKS JALAN KESESATAN

    • calendar_month Sabtu, 17 Okt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Nurhabibah Al-Qur’an … Firman Sang Tuhan Aturan yang harus diindahkan Di dalamnya tersirat segala pedoman Di dalamnya tersirat segala aturan Al-Qur’an  bukan sekedar bacaan Tapi hukum Allah yang harus diterapkan Bukankah Allah telah berfirman Hanya Allah yang berhak membuat aturan Sang pencipta segala kehidupan Tapi…. Mengapa masih ada yang berani? Mengganti hukum sang […]

  • RERUNTUHAN PENIMBUN KORBAN TAMBANG HUTA BARGOT

    RERUNTUHAN PENIMBUN KORBAN TAMBANG HUTA BARGOT

    • calendar_month Selasa, 12 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Reruntuhan – Tumpukan reruntuhan batuan menumpuk di celah goa tambang emas. Di bawah material reruntuhan batuan inilah para korban tertimbun yang hingga kini, Selasa (12/2) belum terevakuasi. Foto ini hasil jepretan tim Basarnas ketika tim sudah mampu mencapai titik reruntuhan di kedalam 150 meter di bawah tanah, tempat para korban tertimbun, pekan lalu. Peristiwa reruntuhan […]

  • Seram, Harimau Kembali Datangi  Bangkai Sapi Yang Sempat Tak Habis di Lahap

    Seram, Harimau Kembali Datangi Bangkai Sapi Yang Sempat Tak Habis di Lahap

    • calendar_month Minggu, 30 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    KOTA NOPA ( Mandailing Online ) Sapi yang sempat tidak habis di makan harimau di Desa Gunung Tua MS, Kecamatan Kota Nopan pada Jum’at 27/7/2023 kemaren, tadi malam diduga harimau itu kembali datangi bangkai sapi yang sengaja tidak di kubur pemilik nya. Alhasil, setengah nya badan bangkai sapi itu telah dilalap. ” warga baru datang […]

  • Ramadhan  Bulan Taat, Kok Malah Maksiat

    Ramadhan  Bulan Taat, Kok Malah Maksiat

    • calendar_month Jumat, 14 Mar 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Hj. Nuryati Apsari, S.Hut,M.M Aktivis Muslimah Peduli Generasi Tak terasa kita berada hampir dipertengahan bulan Ramadhan. Ramadhan adalah bulan yang istimewa, sangat dinantikan oleh umat Islam di seluruh penjuru dunia. Dimana ada satu malam di bulan Ramadhan yang memiliki keutamaan lebih baik dari seribu bulan yakni Lailatul Qadar. Ramadhan juga memiliki keistimewaan-keistimewaan yang lain […]

  • Curi- Curi Pandang, Murid SMP Dicabuli Gurunya

    Curi- Curi Pandang, Murid SMP Dicabuli Gurunya

    • calendar_month Senin, 6 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN :Salah satu guru SMP berpacaran dengan muridnya di sebut saja namanya KS, 28, warga Kelurahan Simangambat, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal tega mencabuli siswinya sendiri yang masih berusia 16 tahun. Kasus itu berawal saat KS yang masih melajang ini mengajar di salah satu sekolah tingkat SMP swasta di Kabupaten Mandailing Natal . KS sering […]

  • Mantu Tewas di Malam Takziah Ibu Mertua

    Mantu Tewas di Malam Takziah Ibu Mertua

    • calendar_month Sabtu, 21 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Ditabrak Truk di Jalinsum Sipirok-Psp SIPIROK- Airmata Maslian Siregar (55) masih menetes di pipi usai pemakaman ibunya, Ompu Asmia (90), Kamis (19/1) pagi. Ompu Asmia meninggal Rabu (18/1) sekira pukul 14.00 WIB. Namun, belum lagi airmata itu mengering, Maslian harus menangis kembali saat takziah malam pertama sang ibu. Sebab, suaminya, Saruddin Batubara (55) tewas dalam […]

expand_less