Jumat, 17 Jul 2026
light_mode

Madina yang Madani: ilusi, obsesi atau basa-basi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 15 Sep 2010
  • print Cetak

Bung, maaf. mari kita awali saja dengan sesuatu yang menegangkan. kutipan favorit bung jadi alasan untuk tetap bersahaja dengan kalimat selantang apa pun. mungkin perlu bung simak ini kalimat kontemplatif: sekarang2 ini, yang timbul malah skeptisisme atas impian bernama “madina yang madani”. kok, rasa2nya kian hari kian sedikit kawan yang sejalan, punya orientasi ideologis yang kuat, menolak kredo “jadi anggota dewan cari proyek atau uang segar segunung”. kata kawan,salah seorang mantan anggota dewan, nilai rapor anggota dewan sekarang, jauh di bawah nilai rapor anggota dewan periode yang lewat. saya agak percaya. justru karena indikator inilah madina yang madina hanya punya sedikit pilhan, yaitu: sekedar ilusi, obsesi besar seseorang atau basa-basi politik kekuatan tertentu. skali lagi, maaf3. ini hanya kontemplasi, bukan eksepsi, bukan argumentasi.

jika mungkin, totolong direnungkan. termasuk kawan2 di jakarta.

dalam satu perspektif, saya melihat madina ha sebagai ilusi yang sangat utopis. bagaimana mugkin madina bakal jadi madani, jika untrk mengabdi entah sebagai pns atau sebagau anggota dewan pun harus bayar mahal. faktanya sekarang, yang sudah menjadi pejabat, yang sudah menjadi anggota dprd, pun mendapatkan kedudukannya dengan uang. sebaliknya, kalau memang mau mengabdi, orang tak akan mau bayar sepeser pun. nah, kalau sudah bayar dan dapat jabatan basah dan penuh job, yang terjadi dia malah tak sudi hanya mengambil uangnya kembali. banyuak orang malah berambisi memperkaya diri, menjadi orang paling kaya, atau paling wah.
nah, yang berkutat di lembaga2 tradisional, termasuk lembaga2 pendidikan agama islam, seperti mda (madrasah diniyah awaliyah), lembaga pemangku adat, pun nerjalan tersendat2. kecenderungannya, aktivisnya tak hanya berusaha menumpang hidup, tp juga mendapatkan yang lebih, sekalipun sebenarnya hanya sebatas absesi. masalahanya, hal2 seperti ini menjadi noda dalam perjuangan dan menjadi faktor dasar kegagalan perjuangan. sebab, sirnalah keikhlasan. musnah ghiroh untuk sepenuhnya mengabdi kepada allah ta’ala. sebaliknya, yg tumbuh malah penyakin cinta dunia, hubbuddunya.

secara formal, madina yg madani tetap menjadi obsesi. slogan itu tetap menjadi benang merah kua-ppas, apbd dan perda-perda lainnya.

hanya saja, kalau mau kita lihat dengan jernih, dokumen-dukumen resmi itu hanya menjadi kamuplase dan pepesan kosong. progres yang tercipta pun hanya sekedar konsekuensi dalih pembuat keputusan. kita tidak pernah mendengar ada harga mati untuk kemakmuran, kemashuran dan kesejahteraan masyarakat.

maka, sebelum momentumnya menyempit, sebelum masyarakat kehilangan mimpi, selagi masih ada sedikit etos kerja dari segelintir orang, selama kejujuran masih dianggap sebagian kecilmasyarakat sebagai harga tk bisa ditawar, mari kita benahi semuanya. lagi pula, tidak ada jalan lain, jika betul kita masih punya mau. dan kebenaran tidak bisa dibungkam. kebenaran pasti terkuak, setidaknya oleh bencana alam dan bentuk kemurkaan allah swt lainnya.
Ludfan nasution

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Etnis Mandailing Di Malaysia

    Etnis Mandailing Di Malaysia

    • calendar_month Sabtu, 8 Des 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    Catatan: Dahlan Batubara Dua kali saya bertemu dengan Prof. Artori Husein, dosen di Universitas Sain, Malaysia. Dia bermarga Lubis dari buyut yang merantau dari tanah Mandailing ke kawasan Rantau Parapat, lalu kakeknya lah yang merantau ke semenanjung Malaka. Kali pertama pada April 2012 dimana saya mewawancarai beliau dalam satu acara interaktif di radio Start FM, […]

  • Prof.Uli Kozok Janjikan Kerja sama dengan Tympanum

    Prof.Uli Kozok Janjikan Kerja sama dengan Tympanum

    • calendar_month Minggu, 8 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO)- Tympanum Novem dalam waktu dekat akan menjalin kerja sama dengan Prof. Uli Kozok, ahli tata bahasa dan budaya Tapanuli berkebangsaan Jerman. Berawal dari software “Latin to Mandailing” yang dikembangkan Tympanum Novem dan di publikasikan melalui situs 4shared.com beberapa waktu yang lalu. Software dimaksud diyakini menarik perhatian peneliti senior Etnologi Asia Pasifik di Universitas […]

  • Panen Melimpah, Harga Timun 2.000 Per Kilo

    Panen Melimpah, Harga Timun 2.000 Per Kilo

    • calendar_month Selasa, 10 Jan 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Sejumlah petani timun di Kelurahan Siabu Kecamatan Siabu Mandailing Natal memasuki masa panen. Sementara itu, harga di tingkat pedagang pengumpul sebesar Rp 2.000 per kilo gram. Meski tergolong kurang menggembirakan, besaran Rp 2.000 itu sudah disyukuri petani, karena musim panen sebelumnya harga berada di kisaran Rp 1.500 bahkan pernah jatuh ke […]

  • Makmurkan Masjid Sebagai Basis Membangun Peradaban

    Makmurkan Masjid Sebagai Basis Membangun Peradaban

    • calendar_month Selasa, 14 Mar 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Irwan H. Daulay Pecinta Masjid sebagai basis membangun peradaban Islam Apa saja aktivitas boleh dilakukan di lingkungan masjid, kecuali melakukan kemaksiatan kepada Allah, bahkan di seputaran masjid harus dijadikan tempat membangun peradaban islami, baik itu kegiatan ibadah maupun muamalah. Rasulullah semasa hidupnya selalu menjadikan masjid sebagai basis atau markas perjuangan, baik perjuangan politik, ekonomi, sosial, […]

  • Inspektorat Madina Harus Usut Kegagalan Program SRI

    Inspektorat Madina Harus Usut Kegagalan Program SRI

    • calendar_month Jumat, 13 Jun 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Inspektorat harus segera mengusut gagalnya program optimalisasi pertanian dalam program SRI (System of Race Intencification) tahun anggaran 2013 dan 2014 Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang bersumber dari APBN tersebut. “Diduga anggaran yang diperuntukkan untuk kelompok tani itu banyak yang diselewengkan oleh oknum yang ada di Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Madina, […]

  • Produksi Pendaratan Ikan di Tapteng Sibolga Merosot

    Produksi Pendaratan Ikan di Tapteng Sibolga Merosot

    • calendar_month Senin, 2 Nov 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Panda – Akibat cuaca ekstrem yang kerap melanda perairan Pantai Barat Sumatera Utara sejak 3 tahun terakhir, menyebabkan produksi penangkapan ikan di Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Kota Sibolga tidak stabil atau kembali merosot. Jika pada tahun 2012 lalu, total produksi/pendaratan ikan mampu mencapai 38.290 ton, kemudian turun menjadi 34.573 ton pada tahun 2012, lalu tahun […]

expand_less