Selasa, 14 Jul 2026
light_mode

Medan Peringkat Keempat Kekerasan Terhadap Anak

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 26 Jul 2012
  • print Cetak

Medan, Kota Medan menduduki urutan keempat terbanyak kasus kekerasan terhadap anak setelah Jakarta, Makassar dan Jawa Barat, terhadap kekerasan seksual yang dialami anak.

“Data yang kita peroleh dan di upgrade setiap tahunnya terdapat dari 21 juta anak di Indonesia, Medan menduduki peringkat keempat kasus kekerasan seksual. Dimana sekitar 62 persennya kasus kekerasan seksual itu dilakukan orang terdekat,” ujar Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak Arits Merdeka Sirait di Medan, Rabu (25/07/2012).

Menurutnya, dengan mengacu pada jumlah tersebut, maka Kota Medan tidak pantas dikatakan sebagai kota layak anak yang selama ini diprogramkan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Sebab masih banyak ditemukan kasus-kasus kekerasan yang dialami anak serta prostitusi.

“Ini jumlah yang cukup mengejutkan dan tidak seperti yang diharapkan. Jumlah ini harusnya lebih rendah. Tapi yang kita temukan ternyata jauh dari kenyataan. Bahkan banyak kita temukan anak-anak dari keluarga miskin yang tidak boleh sakit. Artinya, anak-anak yang sakit sama sekali tidak ditangani oleh tenaga medis,” jelasnya.

Disebutkannya, faktor tingginya kasus kekerasan anak, tak lain dikarenakan kemiskinan serta hubungan yang tidak harmonis antara orang tua dan anak.

“Ini disebabkan faktor kemiskinan, hubungan yang tidak baik antara orang tua dan anak sehingga anak membangun sendiri kedekatannya dengan kekerasan,” jelasnya.

Bahkan saat ini, lanjutnya, kasus kekerasan seksual yang dialami anak tidak sepenuhnya tuntas ditangani oleh aparat kepolisian karena terbentur alat bukti yang tidak cukup. Seharusnya, untuk menjerat pelaku, alat bukti yang ditunjukkan cukup dengan keterangan korban maupun melalui psikolog serta observasi medis seperti hasil visum.

“Bukan rahasia umum lagi, kasus seperti ini bisa diloloskan hanya dengan uang pelicin. Seolah-olah ini adalah kasus biasa. Bahkan petugas kepolisian selalu menyatakan kasusnya tidak cukup bukti dan selanjutnya pelaku dibebaskan. Padahal yang namanya kasus kekerasan seksual seperti ini tidak pernah ada saksi. Kalau ada saksi, maka kasusnya tidak akan terjadi,” tegasnya.

Bagaimana dengan kasus kekerasan yang dilakukan seorang anak?

“Hendaknya hukuman terhadap anak lebih bijak diberikan. Kita harus bedakan, mana yang merupakan kejahatan anak dan mana kasus kenakalan anak. Begitupun, kalau kasus itu masuk dalam kategori kejahatan, penanganan yang diberikan kepada anak harus berbeda dengan orang dewasa. Misalnya, kalau orang dewasa menjalani vonis 8 tahun penjara, maka anak yang divonis 8 tahun penjara hanya 1/3 hukuman yang dijalankan serta dibina dengan baik,” jelasnya.

Begitupun, melalui momentum Hari Anak Nasional, Komnas Perlindungan Anak sendiri, lanjutnya, mencanangkan Gerakan Peluk Anak Indonesia.

“Ini dilakukan berdasarkan Kongres Anak Indonesia di Batam pada 9-14 Juli 2012 lalu. Karena saat ini orang tua sudah tidak dekat lagi dengan anak mereka. Ini membuat anak-anak sudah tidak nyaman lagi berada di lingkungan mereka. Untuk itu kedekatan antara orang tua dan anak harus dibangun kembali,” terangnya. (BS-021)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Madina Dihimbau Hindari Maksiat dan Ajaran Sesat

    Warga Madina Dihimbau Hindari Maksiat dan Ajaran Sesat

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Mandailing Natal, Drs. H Syamsir Batubara kembali mengimbau seluruh masyarakat, utamanya masyarakat  Mandailing Natal (Madina) agar sama-sama menghindari maksiat yang merugikan diri sendiri dan tidak terpengaruh terhadap ajaran sesat yang sudah masuk ke Madina. “Madina saat ini seolah-olah menjadi target pelaku-pelaku maksiat. Hal ini terbukti dengan […]

  • POTRET BURAM NEGERI

    POTRET BURAM NEGERI

    • calendar_month Selasa, 30 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Riani,S.Pd.I Guru di Medan Angka kemiskinan di Indonesia masih cukup tinggi. Ditambah harus berhadapan dengan wabah covid-19 yang hingga kini belum sirna, diperkirakan bisa bertambah. Bukan hanya kaum laki-laki yang banyak kehilangan pekerjaan. Tak jarang, perempuan pun harus ikut terjun mencari nafkah demi untuk kebutuhan hidup. Seorang nenek dan cucunya viral di sosial media. […]

  • OKI Madina kutuk bom bunuh diri di Cirebon

    OKI Madina kutuk bom bunuh diri di Cirebon

    • calendar_month Sabtu, 16 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Mantan Presidium Organisasi Kepemudaan (OKI) Madina Saparuddin Haji alias Akong mengutuk keras pelaku bom bunuh diri di Masjid Mapolres Cirebon, Jawa Barat saat berlangsungya shalat Jumat. Hal itu disampaikannya, Jumat (15/4) di Panyabungan. Katanya, pemboman masjid merupakan bentuk lain ancaman terhadap ummat Islam di Indonesia. Ia meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengerahkan seluruh […]

  • MARSIDAO-DAO (episode 9)

    MARSIDAO-DAO (episode 9)

    • calendar_month Kamis, 17 Mar 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Naisuratkon : Dahlan Batubara “Aropku tu lombang ma ita mangalaho, Ipar. Harana tar 3 tobat nai pe anta ra ma pukul 3. So pupu mandonok hita tu partanobataanan,” ning Si Imran tu Sibasiron. “Olo, Lae, tu lombang ma hita,” ning Si Basiron. Ontat ni dua tobat dope ibolus alai, ro joung-joung ni Si […]

  • Tim Jokowi Kampanye Hitam, Tim Prabowo Mengadu ke Panwas

    Tim Jokowi Kampanye Hitam, Tim Prabowo Mengadu ke Panwas

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tim Sukses Prabowo-Hatta di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melaporkan selebaran kampanye hitam yang diduga dilakukan tim sukses Jokowi-JK ke Panwaslu Madina, Selasa (24/6). Isi selebaran itu mengarah kepada unsur Suku, Agama dan Ras yang selama ini dijaga dengan baik di Madina. Tim Prabowo yang melaoprkan terdiri dari ketua-ketua partai koalesi, yakni […]

  • Maling Kantor Camat Diduga Dari Luar Daerah

    Maling Kantor Camat Diduga Dari Luar Daerah

    • calendar_month Sabtu, 11 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Panyabungan (MO) – Dua hari berlalu setelah kantor Camat Siabu Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dibobol maling, hingga Sabtu (11/2) polisi belum menemukan apapun mengenai identitas pelaku. Namun, berdasar hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) polisi menduga pelaku berasal dari luar daerah. Kapolres Madina, AKBP Ahmad Fauzi Dalimunthe SIk melalui Kapolsek Siabu AKP S Daulay kepada […]

expand_less