Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Menyongsong Kehadiran Bandara Mandailing Natal

  • account_circle Muhammad Hanapi
  • calendar_month Selasa, 4 Jul 2023
  • print Cetak

Zainuddin JR Lubis Praktisi Komunikasi Publik/Pemerhati Kab Madina

Pembangunan Bandar Udara Mandailing Natal berlokasi di Kecamatan Bukit Malintang di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Sumut akan dapat menarik perhatian terutama kalangan investor yang hendak menanamkan modal di Kabupaten ini. Kehadiran bandara itu sudah lama diidam-idamkan Pemkab Madina demikian dengan masyarakatnya. Apalagi bandara itu nantinya dapat memperpendek jarak dari satu kota ke kota lain dan diharapkan dapat meningkatkan laju perekonomian di daerah. Selain itu membuka konektivitas dengan daerah lain di Indonesia.

Dilaporkan, hingga bulan Juni 2023 lalu pembangunannya sudah mencapai 38 persen. Tinggal 62 persen lagi baru akan selesai. Diperkirakan pada akhir tahun 2023 ini akan selesai dikerjakan. Lalu pada tahun 2024 diharapkan bandara sudah bisa beroperasi. Dan selama masa pembangunan ini Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Bupati Madina Jakfar Suhairi Nasution dan Wakil Bupati Atika Nasution melihat dan mengunjungi lokasi pembangunan. Tidak ketinggalan, Ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) Kabupaten Madina Todung Mulya Lubis beberapa waktu lalu.

Kondisi pembangunan Bandar Udara saat ini, pihak pengembang sedang melakukan pengerjaan hotmix landasan pacu bandara.( ist)

Berdasarkan informasi di laman Direktorat Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, bandara ini menggunakan anggaran Kementerian Perhubungan secara multi years yaitu sebesar Rp 718.6 Milyar. Tahun 2022 lalu dianggarkan sebanyak Rp 88 Milyar. Dan tahun 2023 sebesar Rp 426.7 Milyar. Kemudian tahun 2024 nanti senilai Rp 205.8 Milyar.

Sebenarnya selama ini sudah ada bandara di Kabupaten tetangga yaitu bandara Aek Godang yang berada di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta). Lokasinya dekat dengan pusat kota Padang Sidempuan, Sumut. Namun hal itu tidak dikupas panjang lebar di sini karena tentunya kajian untuk itu sudah ada sebelumnya.

Pada saat pandemi Covid-19 sekitar dua tahun menerpa Indonesia termasuk di daerah ini, bandara Aek Godang pun sempat ditutup sementara karena sepi dari penumpang. Dan akibatnya sampai saat ini bandara Aek Godang masih belum beroperasi kembali. Untuk mengetahui perkembangan terkini, sengaja ditelusuri di situs sejumlah agen perjalanan pesawat terbang. Kemudian membooking tiket penerbangan dari bandara Soetta Jakarta ke bandara Kuala Namu, Medan dan lanjut ke bandara Aek Godang di Kab Paluta, Sumut. Hasilnya, booking tiket penjalanan dari Jakarta ke Medan oke. Sementara dari Kuala Namu Medan ke Aek Godang jawabannya tidak oke karena bandara Aek Godang belum beroperasi. Ada tiga situs agen perjalanan yang sempat ditelusuri. Jawabannya sama saja.

Bisa Menjadi Solusi

Selama ini apabila warga atau calon penumpang dari Kabupaten Madina atau Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) Sumut hendak bepergian ke Medan atau Jakarta hendak menggunakan pesawat terbang harus melalui bandara Ferdinand Lumbantobing (dekat Sibolga) di Tapanuli Tengah. Atau melalui bandara Silangit di Siborong Borong, Kabupaten Tapanuli Utara. Perjalanan harus ditempuh lewat darat terlebih dahulu. Perjalanan itu membutuhkan waktu berjam- jam lamanya. Dari bandara tersebut baru bisa dilanjutkan ke bandara Kuala Namu Medan atau ke Jakarta. Sebab dari bandara itu tersedia penerbangan langsung ke Medan atau ke Jakarta.

Selain itu, ada juga pilihan lain dimana warga harus ke Padang, Sumatera Barat terlebih dahulu. Untuk perjalanan darat itu memerlukan waktu sekitar tujuh sampai delapan jam dari Panyabungan, Kabupaten Madina. Kemudian, dari Padang baru dilanjutkan dengan penerbangan langsung ke Jakarta.

Bandara Bukit Malintang tentunya bisa menjadi solusi dan alternatif karena dapat menjadikan jarak dari satu daerah ke daerah lain lebih singkat dan jarak tempuh lebih cepat. Tentunya dari bandara ini nantinya bisa melayani penumpang ke bandara Kuala Namu di Medan. Dan kemungkinan ke bandara lain seperti bandara di Padang, Sumatera Barat. Dan ke bandara di daerah lain.

Namun demikian, pembukaan jalur penerbangan tentunya berkaitan dengan izin dan kesiapan maskapai penerbangan untuk membuka dan melayani jalur penerbangan. Dan biasanya maskapai penerbangan akan melihat prospek pasar atau animo masyarakat yang menggunakan penerbangan tersebut.

Rencana pembangunan bandara ini sebenarnya sudah sejak lama disiapkan. Bupati Madina periode lalu Dahlan Hasan Nasution pun sudah berupaya merealisasikannya. Bandara tersebut mulai dibangun lewat Keputusan Menteri Perhubungan RI No KP 1278 tahun 2018. Dan bulan Maret 2019, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengunjungi lokasi tempat pembangunan bandara Bukit Malintang itu. Saat itu, ia menyampaikan landas pacu atau runway akan dibangun sepanjang 1600 meter × 30 meter. Selain itu dibangun terminal penumpang dengan kapasitas 500.000 orang penumpang dalam setahun. Dengan spesifikasi seperti itu bandara bisa didarati pesawat sejenis ATR 72. Dia mengharapkan bandara itu dapat memperluas konektivitas ke wilayah lain di Indonesia.

Dari pantauan selama ini, pesawat jenis ATR 72 (propeller/baling baling) digunakan oleh maskapai penerbangan Wings Air dengan trip dari Medan ke Aek Godang dan sebaliknya. Juga penerbangan dari Medan ke Sibolga dan sebaliknya. Pesawat itu memiliki tempat duduk penumpang sebanyak 68 sampai 70 orang. Jenis pesawat ATR 72 juga dipakai oleh Wings Air di provinsi Kalsel untuk melayani trip dari Banjarmasin ke Kotabaru dan Banjarmasin ke Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu. Penerbangan itu dialami ketika masih bertugas saat kunjungan ke lokasi pertambangan batubara di provinsi Kalimantan Selatan.

Untuk terealisasinya bandara Bukit Malintang, juga didukung oleh Bupati Madina saat ini, Jakfar Suhairi Nasution. Di masanya, Pemkab Madina sudah menyelesaikan pembebasan lahan dan ganti rugi kepada pemilik lahan yang terkena di areal bandara itu. Dan, dalam beberapa kali kesempatan pertemuan di Jakarta, Bupati Madina juga meminta dukungan dari masyarakat asal Kabupaten Madina yang tinggal di Jabotabek. Termasuk minta dukungan Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) Kabupaten Madina. Dimana sebagian besar anggotanya tinggal di Jakarta. Bahkan Bupati Madina Jakfar Sukhairi Nasution mengharapkan agar ke depan, bandara itu bisa digunakan untuk embarkasi angkutan jemaah haji khusus dari Kab Madina.

Bupati Madina H.M.Ja’kfar Sukhairi Nasution beserta tim TP2D Prof. Todung Mulia Lubis saat meninjau progress pembangunan Bandar Udara Mandailing Natal

Semoga harapan itu bisa terealisasi di masa mendatang. Tentunya setelah level dan spesifikasi bandara itu ditingkatkan.

 

  • Penulis: Muhammad Hanapi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terkait Ijazah, Kuasa Hukum Desak KPU Mendiskualifikasi Harun

    Terkait Ijazah, Kuasa Hukum Desak KPU Mendiskualifikasi Harun

    • calendar_month Senin, 18 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tim kuasa hukum Henri Husein Nasution mendesak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) agar mendiskualifikasi atau membatalkan pencalonan Harun Mustafa Nasution sebagai calon bupati Madina nomor urut 1 pada Pilkada Madina 2024. Alasannya, Harun Mustafa Nasution dinilai tidak memenuhi persyaratan calon sesuai dengan Pasal 14 ayat (2) huruf […]

  • Bahasa Mandailing, Sastra Klasik Hingga Masa Kolonial (bagian 3)

    Bahasa Mandailing, Sastra Klasik Hingga Masa Kolonial (bagian 3)

    • calendar_month Senin, 17 Jan 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Masa Kolonial Beberapa tonggak sastra yang berkembang pada masa kolonial antara lain: Willem Iskander (1840-1876) Pria kelahiran Pidoli bernama asli Sati Nasution ini menulis beberapa buku, antara lain: 1) “Hendrik Nadenggan Roa, Sada Boekoe Basaon ni Dakdanak.” (Terjemahan). Padang: Van Zadelhoff and Fabritius (1865). 2) “Leesboek van W.C. Thurn in het Mandhelingsch Vertaald.” Batavia: Landsdrukkerij. (1871) […]

  • KT Panyabungan Barat Buka Donasi Quran, PPP Madina Turut Berinfak

    KT Panyabungan Barat Buka Donasi Quran, PPP Madina Turut Berinfak

    • calendar_month Senin, 22 Nov 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    SIRAMBAS (Mandailing Online) – Karang Taruna (KT) Panyabungan Barat membuka donasi Quran untuk dibagikan ke setiap masjid yang ada di kecamatan itu. Hal itu disampaikan Sekretaris KT Panyabungan Barat Muhammad Ridwan kepada Mandailing Online, Senin (22/11). “Sudah satu minggu ini kita buka donasi Quran. Nantinya Quran yang kita terima dibagikan kesepuluh masjid yang ada di […]

  • Merdeka, akan tetapi…

    Merdeka, akan tetapi…

    • calendar_month Selasa, 16 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tanggal 17 Agustus merupakan hari yang amat istimewa dan bersejarah bagi seluruh bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia dengan suka cita memeriahkan peringatan HUT RI yang kini memasuki usia 66 tahun itu. Keistimewaan tanggal 17 Agustus tidak hanya karena menyimpan sejarah yang tinggi, namun juga amat sakral bagi seluruh bangsa Indonesia. Karena pada tanggal itulah Bung Karno […]

  • 296 BUPATI/WALIKOTA MASUK PENJARA

    296 BUPATI/WALIKOTA MASUK PENJARA

    • calendar_month Senin, 1 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Indonesia pada perspektif terkini dihinggapi tiga penyakit yang mendasar. Yakni penyakit transaksional, oligarki dan feodalisme. Dan ini berimplikasi negatif kepada seluruh provinsi. Dan sebanyak 296 bupati/walikota dari 500 lebih bupati dan walikota di seluruh Indonesia dipenjara karena persoalan hukum akibat budaya transaksional. Demikian dinyatakan Direktur Eksekutif Indonesia Constitutional Watch yang juga […]

  • Batang Pungkut Green Beberkan Ketidakbecusan CI di Madina

    Batang Pungkut Green Beberkan Ketidakbecusan CI di Madina

    • calendar_month Jumat, 31 Jan 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Conservation International (CI) dinilai tidak becus bekerja di Mandailing Natal. Dan dana sebesar 20 US dollar yang dikucurkan USAID dan the Walton Family Foundation kepada CI melalui program Sustainanle Landscapes Partnership (LSP) atau Program Kemitraan Pembangunan Berkelanjutan di Madina dianggap menjadi sia-sia. Meski Terrestrial Comunication Manager CI, Primatmojo beberpa waktu lalu […]

expand_less